Saturday, 10 December 2016

Perlukah Menonton Sinetron?


Bunda suka nonton sinetron? Ya, suka, jawaban sebagian besar bunda nih. Nggak bisa dipungkiri ya Bun, semenjak televisi swasta berkembang di negara kita, banyak sekali program menarik yang mereka tawarkan. Mereka bersaing ketat untuk menarik minat pemirsa dan meningkatkan rating dari televisi itu sendiri. Beragam acara dihadirkan, mulai dari berita, talkshow, gosip, kuliner sampai sinetron. Dan item yang terakhir ini nih, yang paling banyak pemirsanya. Mulai dari ibu-ibu, remaja sampai anak kecil pun suka dengan yang namanya sinetron.

Apalagi bagi Bunda yang tidak bekerja. Seharian mengurus anak, televisi adalah salah satu cara untuk membunuh sepi dan jenuh. Kadang, sampai hafal semua jadwalnya ya Bun? Kok bisa? Kebetulan jam tayangnya pas di saat waktu santai Bunda. Eits, tapi jangan sampai lupa kerjaan rumah tangga ya Bun. Saking asyiknya nonton, Bunda sampai lupa masak, beberes, bahkan ada kejadian anaknya di culik gara-gara keasyikan nonton.

Sinetron..oh sinetron.. terkadang bagai candu yang sulit untuk ditinggalkan. Sebenarnya apa sih sinetron itu? Istilah untuk program drama bersambung produksi Indonesia yang disiarkan oleh stasiun televisi di Indonesia, itulah yang disebut sinetron. Dalam bahasa Inggris sinetron disebut juga soap opera (opera sabun), sedangkan dalam bahasa Spanyol disebut telenovela.

Sinetron dan telenovela sudah wara-wiri ditelevisi kita sekitar tahun 90-an. Tapi, tidak sebanyak yang tayang saat ini. Saya masih ingat, waktu zaman saya masih sekolah, ada beberapa sinetron dan telenovela yang saya tunggu-tunggu penayangannya. Seperti Marimar, Mahabharata, Cinta dan banyak lagi yang lainnya. Dan semua menampilkan intrik tersendiri.

Tapi, saya geli sendiri, kenapa saya membagi cerita tentang sinetron. Jujur aja Bun, saat saya SMP, tahun 94-an, saya paling suka nonton sinetron. Sinetron dulu hanya bisa dihitung jari saja, makanya bisa lebih fokus nontonnya. Namun, setelah menikah tahun 2009, saya tidak begitu suka lagi nonton sinetron. Cerita yang kebanyakan menampilkan kemewahan, dan drama remaja yang kadang tidak mendidik, menjadi salah satu alasan saya tidak menontonnya. Tapi bukan berarti saya anti lo. Hanya saja, lebih memilih sinetron mana yang pas dan pantas untuk diikuti.

Lantas, mengapa berbagi cerita tentang sinetron? Hmm..begini, beberapa minggu terakhir ini saya lagi gandrung dengan salah satu sinetron dari Philipina, yang tayang setiap hari jam 8 malam, di salah satu TV swasta kita. Hal yang menarik buat saya, disini, sosok utama seorang gadis remaja, cantik, baik, sayang keluarga, melakukan apapun untuk membahagiakan orangtuanya. Selain itu, dia juga pintar masak, tidak malu, pantang menyerah dan selalu optimis melihat hidup. Hal itulah yang saya suka, dan saya pikir, untuk kali ini saya coba ikuti deh.

Sebenarnya apa sih yang membuat seseorang itu menyukai sinetron? 
  • Tokoh utama yang berwajah tampan dan cantik. 
  • Akting yang bagus.  
  • Alur cerita yang menarik.
  • Cerita yang menceritakan realita kehidupan.
Semua akan saling berkaitan satu sama lain. Fisik yang bagus dan didukung dengan akting yang memukau, tentu sinetronnya akan ditunggu-tunggu. Apalagi ditambah cerita yang menampilkan realita hidup yang sesungguhnya.

Tapi, Ada beberapa juga nih alasan seseorang malas nonton sinetron.
  • Tokoh utama tidak menarik.
  • Cerita yang tidak mendidik.
  • Terlalu menampilkan kemewahan.
  • Tokoh protagonis yang selalu tertindas
  • Tokoh antagonis yang jahatnya kebangetan.
  • Tidak adanya pesan moral yang disampaikan.
  • Episode yang panjang dengan cerita yang berbelit-belit.
Masing-masing punya alasan tersendiri mau atau tidaknya menonton sinetron. Sekarang tergantung bunda menyiasatinya. Kalau saya sih, ya nonton, ya nge-blog juga. Harus pandai ngebagi waktu juga. Kerjaan beres, anak aman, sinetron jalan terus. 

Sekedar tips dari saya bagi Bunda penggemar sinetron :
  • Pastikan keadaaan rumah aman saat menonton.
  • Pastikan durasi tontonan tidak mengganggu waktu istirahat.
  • Jangan menghidupkan kompor atau alat yang mudah terbakar.
  • Pastikan anak-anak diketahui keberadaannya. Misalnya belajar atau bermain dirumah teman.
Tetap waspada ya Bun dengan keadaan sekitar. Jangan sampai candu yang akhirnya membawa bencana. Sekian dulu, moga bermamfaat.


8 comments:

  1. Saya suka sinetron tapi lbh suka serial2 ari USA, Korea, atau Jepang yg episodenya pendek2 hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emang sih mbak..gak bertele-tele juga..ceritanya pas pada porsinya..

      Delete
  2. saya suka nonton sinetron luar mba kalau plotnya asik ga berdrama drama gitu palingan cuman suka 1 dari sekian banyaknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya. Mbak..saya lagi suka sinetron philipina yang lagi tayang itu..gak ada cengengnya..tapi ttp gigih berusaha..

      Delete
  3. Wah aku sudah lama banget gak nonton sinetron Mbak hehehe TV dikuasai mamaku :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya juga jarang sih mbak..tapi lagi seru nih sinetron philipine yang tayang jam 8 malam..dah ngikutin dari awal sih..hihihi

      Delete
  4. Udah lama ga nonton sinetron juga, Nih.
    Sekarang nonton film langsung dan reality show hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu nya saya juga gitu mbak..tapi lagi ngikutin satu sinetron aja nih,sinetron philipine.heheheh

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.