Gurun Pasir Bintan, Tambang Pasir Yang Jadi Tempat Rekreasi Keluarga

2:47 pm Yulia Marza 36 Comments



Sudah lama saya gak pelesiran ke Bintan. Pulau yang bertetangga dengan Batam ini, makin terkenal akan sektor pariwisatanya. Banyak icon wisata bermunculan seiring gencarnya promosi dari Pemkot setempat dan juga kunjungan dari wisatawan, yang secara tak langsung membantu promosi melalui media sosial.

Salah satu tempat wisata yang akan saya kunjungi yakni, Gurun Pasir Bintan. Ada beberapa tempat lain yang saya kunjungi di Bintan ini. Tapi akan saya ceritakan di artikel selanjutnya.

BATUAJI - PUNGGUR

Karena ini acara keluarga, dengan jumlah yang lumayan banyak, 30 orang, kami menggunakan jasa tour dengan naik kapal Roro dari Pelabuhan Telaga Punggur. Titik kumpul dipusatkan juga di Punggur.

Dari Batuaji, kami yang berjumlah 7 orang berangkat jam 6 pagi menuju pelabuhan Punggur. Kebetulan masih suasana libur, jadi jalanan lancar jaya bak jalan tol. Kalau hari biasa, bisa satu jam lebih. Tapi kali ini, Batuaji ke Punggur cuma 45 menit saja.

ONGKOS / BIAYA

Sewa mobil Batam-Punggur PP, kebetulan saudara, bayar 150K saja. Dan untuk tour, karena jumlah kami banyak, harga kapal PP + Bus Punggur-Uban, Uban-Punggur, Dewasa 240K, anak-anak 150K.

Nah, jika jumlah tour 12 orang di kenakan harga 280K. Kebetulan rombongan kami memakai jasa tour Backpacker Batam dengan guide tour yang bernama Pratama atau Tama. Harganya cukup miring. Bagi temans yang mau pakai jasa tour ini, bisa di no telpon :  0811 7428 590

Oya, dari Punggur ini bisa menuju dua pelabuhan. Pertama Punggur-Uban, dan kedua Punggur-Tanjungpinang. Silahkan pilih, mau naik Speadboat, Ferry atau Kapal Roro. Harganya bisa di cek dibawah ini.

Roro
Punggur-Uban 40K (PP)

Speadboat
Punggur-Uban  99K (PP)

Kapal Ferry
Punggur-Tanjung Pinang 120K (PP)


BATAM MENUJU BINTAN

Punggur adalah pelabuhan terdekat menuju Bintan. Punggur-Uban bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang satu jam dalam cuaca normal. Kali ini kami memilih naik kapal Roro menuju Tanjung Uban. Roro ini adalah kapal besar yang mengangkut penumpang dan juga kendaraan bermotor.

Jam 7 pagi kami sudah di atas kapal Roro. Kapal pagi ini cukup padat, terlihat banyaknya penumpang yang berada di dalam kapal ini. Akibatnya saya dan anak-anak tidak mendapat tempat duduk. Lantai tiga juga full penumpang, malah ada yang duduk di lantai segala.

Gak kehilangan akal, saya melihat dek depan kapal masih kosong. Segera kami beranjak ke depan dek sebelum terisi orang lain. Lantainya sedikit kotor dan berair. Saya segera mengeluarkan kantong plastik yang ada dalam tas sebagai alas duduk kami. Yeay..akhirnya dapat duduk juga, tentunya dengan view laut yang menyegarkan mata.

Namun setelah 10 menit kapal berjalan, tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi. Kenzo yang daritadi tidak bersuara, minta pulang ke rumah.

"Mami, pulang ke Batuaji, Kenzo mau pulang?"
"Tunggu bentar, nanti mau berenang kan?" Jawab saya setengah membujuk.

Jurus-demi jurus saya keluarkan untuk membujuk si bontot ini. Maklum saja, Kenzo baru pertama kali naik kapal laut dan duduk di depan pula. Takut kali ya, sepanjang mata memandang hanya genangan air yang tampak, tak ada daratan, tak ada rumah dan kendaraan lainnya. Hanya air dan kapal yang membawanya menuju Bintan.

Bujukan berhasil dengan diiming-imingi berenang setelah sampai tujuan. Dan semakin diam dengan adanya beberapa kapal yang berpapasan dengan kapal kami, yang menghasilkan riak air yang memutih. Untunglah hal ini juga yang membuat Kenzo antusias melihatnya.

View kapal dari depan Roro

View kapal dari samping Roro


UBAN ke GURUN PASIR BUSUNG

Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Uban, atau biasa di singkat Uban, saya menunggu di luar gerbang pelabuhan ditemani guide tour, Bang Tama. Setelah cukup 30 orang, rombongan kami menaiki bus yang sudah menanti. Tentu nya ukuran bus disesuaikan dengan jumlah anggota.

Karena kami menggunakan paket tour dari Batam, harga sudah termasuk sewa bus dengan empat itenerary. Gurun Pasir Busung, Pantai Lagoi bay, Patung Penyu dan Treasure Bay. Bagi teman yang tidak menggunakan jasa tour tuk keberangkatan, bisa memesan bus, mobil yang banyak tersedia di pelabuhan. Harga mulai dari 300K - 500K.

Etapi, bawa kendaraan pribadi juga bisa kok. Sebaiknya kendaraan sudah di parkir sebelum jam keberangkatan, agar gak ngantri terlalu lama. Kalau kebetulan mobil dan motor banyak, ya terpaksa menunggu jadwal berikutnya. Sepertinya kapal Roro yang kami naiki, hanya memuat lebih kurang 10-15 mobil dan motor.

***

Mobil yang kami naiki melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan yang berbelok-belok, menuntut kehati-hatian para pengendara. Disisi ruas jalan masih banyak terlihat pohon pohon-pohon besar dan ilalang yang mengisi lahan yang cukup luas. Beberapa rumah penduduk tampak berdiri, namun jaraknya cukup jauh antara satu rumah dengan lainnya.

20 menit perjalanan, tibalah kami di tempat tujuan, yakni Bukit Pasir Bintan atau dikenal dengan Gurun Pasir Busung. Gurun Pasir ini, terletak di Desa Busung, Bintan Kepulauan Riau. Sebelum menjadi Gurun Pasir, dulunya tempat ini adalah sebuah tambang pasir yang cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, tempat ini ditinggal pemiliknya, dan operasionalnya dihentikan begitu saja.

Awalnya tak ada yang menarik dari Bukit Pasir ini. Hanya gundukan pasir, teronggok, dan lazim ditemui disekitar galian pasir. Namun tak lama berselang, gundukan pasir yang teronggok itu membentuk bukit-bukit kecil layaknya gurun pasir di Timur Tengah. Lokasinya yang tampak dari jalan utama, mengundang rasa penasaran wisatawan yang melintasinya. Mereka mencoba singgah dan mengabadikan fenomena unik ini melalui poto yang diuplod ke media sosial. Dari sinilah Gurun Pasir Bintan ini mulai dikenal masyarakat luas.

Penampakan Grun Pasir Bintan dari kejauhan
Penampakan gurun pasir dari dekat. Photo from IG @akutwibowo

Bila dilihat dari kejauhan, gundukan gurun pasir ini seperti pasir halus dan tidak berkerikil. Tapi sebenarnya, bentuknya tanah kuning dengan butiran kasar dan berkerikil kecil. Temans tidak perlu takut menaiki dan menuruni bukit pasir ini. Hanya butuh hati-hati saja.  tidak licin, tapi kerikil kecil yang ada dibukit ini, bisa membuat kaki slip dan kemungkinan bisa terjatuh.

"Notice: Pengunjung yang pernah mengalami patah tulang kaki atau kaki yang dipasangi pen, tidak disarankan menaiki bukit ini. Kalau pun ingin menaiki juga, sebaiknya berpegangan dengan teman atau saudara. Pernah kejadian, pengunjung yang baru dipasangi pen terjatuh saat menuruni bukit, akibatnya kaki si pengunjung di operasi ulang". 

SPOT POTO dan MENCOBA PANAHAN DI GURUN PASIR BUSUNG

Mengunjungi Bukit Pasir Busung tidak lah lengkap bila tidak berpoto di spot-spot cantik yang tersedia di area ini. Temans bisa berpoto dengan background love, papan bintang dan latar air sungai biru. Cukup membayar 5000 rupiah untuk dua orang, temans bisa berpose dengan berbagai gaya yang diinginkan. Seperti gambar di bawah ini.

Yang suka panahan, disini juga ada kok. Dengan 10 ribu rupiah, temans bisa mencoba memanah hati dedek tersayang, maksudnya papan lempar busur sebanyak 5x shots.






Terakhir, ada tips keren nih bagi yang mau berwisata ke Gurun Pasir Busung ini.
1. Sebaiknya pergi disiang hari saat cuaca panas, kalau hujan tanah disekitar sini lunak dan becek.
2. Bawa topi atau payung untuk melindungi dari cuaca panas..
3. Sediakan minuman, terlebih bagi yang membawa anak kecil. Spot poto ke gerbang masuk penjual makanan lumayan jauh ya.
4. Bila pergi ikut tour, mamfaatkan waktu seefektif mungkin, karena sudah pasti schedule sudah available.

Sekian dulu cerita dari saya mengunjungi Gurun Pasir Busung di Pulan Bintan.
See ya to the next story.

36 comments:

  1. speed boat PP 99 rb kak karena ada tax nya :) bintan gak ngebosanin ya... selalu dan selalu pengen balik kesana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak udah dikoreksi kak. Iyah, pengen balik sana lagi.

      Delete
  2. Masku baru dari sana kemarin mba Yul, sebelum dia balik Ke Jawa.
    Dia kerja di Batam dan muas-muasin traveling sebelum balik.
    Indah ya Mba tempatnya. Kayak di arab beneran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok gak ikut mba, bagus lo wisata Batam sekarang.

      Delete
  3. Bagus ya tempatnya buat rekreasi

    ReplyDelete
  4. Wiiih Bintan, cakep ya, Mba. Baru ke Batam sekali tapi ga sempet ke Bintan. Semoga ada rejekinya lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah2an ada rejeki lagi ya mba. Cuss kesini lagi ya..

      Delete
  5. Tuh kan indonesia nggak kalah ma LN, jadi pengen kesana. Semoga ada rizkinya. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak negeri banyak wisata bagus, cuma kadang mau explor tranportasi nya Mahal..hehe

      Delete
  6. Sayang belom pernah kesana, kapan ya...

    ReplyDelete
  7. Berarti kalau mau ngerasai ke gurun pasir udah gak usah jauh-jauh dulu. Cobain ke Bintan dulu aja ya, Mbak :)

    ReplyDelete
  8. Asik deh ada nomor kontak tour guide backpaker Batam. Suatu saat pengen juga ke sana dan lihat gurun pasirnya. Indah ya kayak di padang pasir. Hhehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Al,saya aja mau kesana lagi.

      Delete
  9. Wah banyak spot foto yang cakep2 ya di situ, bisa mencoba panahan pula. Seru!

    ReplyDelete
  10. Wah, aku ke Batam cuma sampai pelabuhan dan bandaranya doang. Sepertinya boleh deh yak nginep 1 hari di sana buat jalan jalan ke pulau disekitarnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk mba explore Batam. Banyak spot keren sekarang.

      Delete
  11. Asyiknya kak Yulia.. Saya baru tahu kalau gunung pasir ini ga stabil dan perlu kehatian-hatian tinggi terutama buat yg sedang patah kaki. Nice info

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, agak ngeri kalo pas turunan sih ya.

      Delete
  12. Mudah membuat orang Indonesia senang. Melihat gundukan pasir yang unik bisa bikin bahagia. Semoga bukit pasirnya bertahan supaya pengunjung lain tetap bisa menikmati.

    ReplyDelete
  13. Kapan aku bisa ke sini? Kapan? Duh pengen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bikin plan dulu mba,muda2an cepat nyampe sini

      Delete
  14. Kenzo ngeri kali mbak lihat air semua dan kapal yang naik turun kena ombak. Biasanya setelah naik kapal masih jetlag. Serasa terombang-ambing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha..bener, ngeri kali dia mba,secara kami juga duduk di depan, jadi airnya nampak jelas.

      Delete
  15. Hmm, bekas tambang ya, agak2 dilema ga sih berwisata ke bekas tambang gini. Apalagi kalau tambangnya ilegal, duh ya... Aku pernah ngerasain dilema pas di belitung sama di tangerang, bekas tambang timah dan pasir

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman sih mba, cuma tambang pasir aja soalnya. Gak terkontaminasi ama yang lain. Jadi Aman lah..

      Delete
  16. Bagus banget bintan. Pengen bgt ke sana tapi belum ada kesempatan. Semoga diberi kesempatan untuk bisa ke san

    ReplyDelete
  17. Wow penasaran sama gurun pasirnya mbak.
    Tapi udah gak berbahaya kan ya? Secara daerah tambang? Org Indonesia emang kreatif2 hehe
    Tengkyu ulasan tempat rekreasinya, moga2 ada waktu, rezeki, dan kesempatan ke sana aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman mbak April, gundukan pasir yang berbukit bukit aja. Yuk mba ke Bintan.

      Delete
  18. Saya mau kesana juga Temans, tapi seperti nya lagi musim hujan, takut fa asyik saya undur aja dulu waktu perjalannya. Trims info nya mbk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya,bagusnya datang pas gak human sih ya

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.