Baik Buruk Media Sosial, It's Depend on You!

Saturday, November 24, 2018 Yulia Marza 1 Comments


Tut tut..tut tut, bunyi pesan WA yang masuk ke handphone ponakan saya. Saya yang lagi berdiri dekat meja, tak sengaja melihat pesan masuk dari grup SMP nya. Secepat kilat ia menjulurkan tangan, meraih handphone yang tercas di atas meja.

Pesan terbuka, dibaca dan seketika gelak tawa keluar dari mulutnya. Sesekali dia tersenyum dengan mata yang tetap fokus menatap layar handphone. Entah apa isinya. Yang jelas, jari tangannya dengan lincah memainkan keypad qwerty, membalas setiap  pesan yang masuk.

Saya pun pernah di posisi seperti itu. Pesan dari WA grup yang membuat saya tertawa sendirian. Untaian kenangan nostalgila lah yang tanpa sadar mengundang tawa spontanitas. Sayangnya, kadang saya lupa sedang berada di keramaian. Gelak tawa ngakak atau cekikikan, sering mendapat tatapan aneh orang-orang sekitar. Masih untung tatapannya gak di zoom in zoom out kayak nakutin anak kecil. Hiks.

Sadar atau tidak, media sosial telah mengubah gaya hidup. Pengaruh media sosial membuat angka pengguna internet meningkat secara signifikan. Gak perlu data valid dulu, lihat saja di sekitar kita. Bukankah dengan mudahnya kita menjumpai anak SD, SMP, SMA, sibuk dengan handphonenya?

Di jalan, di kendaraan, di sekolah, bahkan ajang kumpul pun sibuk menundukan kepala memainkan jari jemari nya. Tak peduli siang ataupun malam, layar 5” tetap standby dalam genggaman.

Gimana dengan anak kita? Youtube, streaming, download, bukan kata aneh lagi yang keluar dari bibir mungilnya. Saya gak pernah mengajarkan anak-anak bermedia sosial, saya pikir, di umurnya sekarang, belum saatnya dia tau banyak tentang internet.

Tapi, sekuat apapun saya membentengi anak-anak dengan proteksi yang paling canggih, benteng saya kalah kuat dengan teman-temannya. Dari teman dia bisa tau segalanya. Dengan hanya melihat, dia bisa langsung praktek di hape saya.

Itulah kuatnya media sosial mempengaruhi lingkungan. Candu nya bagai ikatan yang kuat. Susah dilepaskan!

Gimana dengan kita? Lihat lah, berapa banyak akun media sosial terinstal di hape? Bisa jadi lebih dari 5. Mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, Whatsapp, Telegram, Youtube, Massenger dll.

Akun medsos di hape saya


Inilah bentuk nyata yang terjadi sekarang ini. Media sosial telah terganti menjadi suatu kebutuhan. Hanya bermodal hape dan paket data, kita bisa melakukan apa saja. Chating, kirim pesan, voice call, video call, live streaming, bahkan download, bukanlah hal yang sulit. Ajang silaturahmi pun mulai tergantikan dengan online di dunia maya.

Begitu parahkah media sosial mempengaruhi kita? Sebenarnya tidak juga. Asal bisa menggunakan sesuai porsi, dampaknya tidak akan menjadikan kita seperti robot berjalan. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan dengan bermedia sosial. Selain uplod poto selfi, wifie, bertemu teman lama dan mendapat teman baru, kita bisa menjadikan media sosial sebagai bisnis sekaligus branding.

Apalagi bagi seorang blogger. Media sosial punya peranan penting dalam hal branding. Salah satunya sebagai ajang promosi blog. Melalui akun media sosial, saya dengan mudah men-share konten blog dengan harapan bisa saling sharing dengan blog walking.

Bila banyak pengunjung, secara tak langsung efeknya meningkatkan trafik blog. Syukur-syukur dibaca sebuah brand, bisa jadi job dan content placement juga kan?.

Satu lagi branding blog yang baik, bergabung lah dengan komunitas blogger lokal dan Nasional. Follow semua akun medsosnya. Selain dapat banyak teman, dapat ilmu, kita juga dapat banyak info yang lagi hits, bahkan info job.

Terakhir, saran saya, bijak lah bermedia sosial. Media sosial itu bisa membawa perubahan positif bila dilakukan dengan bijaksana. Sebaliknya, media sosial bisa menjadi pedang tajam, yang melukai, menyakiti layaknya komentar netizen.

Tergantung pilih yang mana, semua ada di tangan kita. Kunci utamanya hanya satu, Bijak bermedia sosial dan No Hoax, No Haters!

Selamat menjelajah. Tetap bersilaturahmi ya, di dunia nyata dan maya. Daa..


1 comment:

  1. iya. kitalah yg harusnya mengendalikan medsos. bukan medsos yg menguasai kita

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.