Rekomendasi Film yang Gak Jenuh diTonton Ulang

Thursday, November 29, 2018 Yulia Marza 0 Comments



Narasi kehidupan bisa dipresentasikan menjadi sebuah film. Banyak film lahir dari kisah-kisah nyata kehidupan. Baik dari penuturan responden, maupun dari novel yang diangkat ke layar lebar.

Dengan sedikit bumbu dan kemasan yang menarik, beberapa di antaranya mendapat rating tertinggi bahkan penghargaan bergengsi sekelas Oscar.

Di bawah ini, ada beberapa film yang saya rekomendasikan dan layak untuk ditonton.


#1. The Lion King (1994)



The Lion King adalah sebuah film animasi produksi Walt Disney Feature Animation yang dirilis pada Juni 1994. Film bergenre sandiwara musikal menceritakan seorang raja binatang yang bernama Mufasa, mempunyai anak yang bernama Simba. Dari kecil, Simba sudah ditasbihkan kelak akan menjadi raja menggantikan ayahnya.

Adalah Scar, adik Mufasa yang iri dengan keberadaan Simba. Scar sangat ingin menjadi raja. Ia pun berusaha menyingkirkan Simba dengan cara menjebaknya di jurang. Walaupun Simba bisa diselamatkan ayahnya, namun Scar malah membunuh Mufasa dengan menjatuhkannya ke jurang tersebut.

Simba yang belum paham, malah bersedia meninggalkan kerajaannya atas inisiatif Scar. Simba lari dari kejaran kaki tangan Scar yang hendak membunuhnya. Simba pingsan di gurun dan diselamatkan Timon & Pumba. Ia pun tumbuh dewasa di tempat itu, kemudian bertemu dengan teman masa kecilnya, Nala. Ia meminta Simba untuk kembali dan mengusir Scar yang memerintah secara diktator.

Ia pun melihat kerajaanya menjadi hancur karena Scar. Para singa pun bertarung melawan Scar dan kawanan dubuknya. Dalam pertarungan, Scar mengatakan bahwa dirinya penyebab Mufasa terbunuh. Pertarungan sengit pun kembali terjadi di tengah amukan api dari kilat. Scar akhirnya kalah dan diusir, lalu Simba menjadi raja.

Hakuna Matata, kata-kata khas di film animasi ini. Saya dan anak entah berapa kali sudah mengulang film Simba ini. Banyak pesan yang bisa disampaikan di Lion King ini, salah satunya, bahwa kecurangan dan keserakahan tidak akan pernah menang melawan kebenaran.

#2. Titanic (1997)



Rose(Kate Winslet) dan Jack (Leonardo diCaprio) bertemu di kapal Titanic, ketika Rose memutuskan untuk bunuh diri. Rose adalah seorang bangsawan Inggris yang ke bertolak ke America dengan tunangannya. Sedangkan Jack seorang pemain poker yang beruntung memenangkan tiket ke America dengan menaiki kapal Titanic.

Rose yang dijodohkan Ibunya, berniat bunuh diri dengan cara meloncat terjun ke laut. Tapi usahanya digagalkan oleh Jack yang kebetulan melintas dan melihat Rose akan bunuh diri. Perkenalan terjadi dan berlanjut dengan rasa cinta kedua belah pihak. Tunangan Rose yang bernama Sam, mencium gelagat cinta keduanya. Mereka bertengkar hebat, hingga Jack di penjarakan di sebuah ruang bawah kapal.

Kapal yang melaju dengan kencang, akhirnya menabrak karang. Jack dan Rose bergumul dengan penumpang lain ditengah dinginnya Samudra Atlantik. Banyak penumpang yang meninggal karena Hiportemia. Jack tak ingin Rose mendapat hal yang sama. Meninggal dalam kedinginan. Kayu yang mengapung cukup besar diraih oleh Jack sebagai pelampung untuk Rose. Akhir cerita, Rose selamat sedangkan Jack, mengalami Hiportemia dan meninggal di sisi Rose.

Saya melihat bukan dari drama percintaannya, tapi lebih ke pemilik kapal yang dengan percaya diri  berujar melebihi sang pemilik nafas. Kecanggihan dan kehebatan tangan manusia, tidak akan sanggup mengalahkan kekuatan Sang Maha Pencipta. Ini lah yang terjadi pada Titanic. Kapal yang digadang-gadang tidak akan tenggelam, nyatanya malah menbrak karang dan menewaskan hampir semua penumpangnya.


#3. Ayat-Ayat Cinta (2008)



Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekadar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Keikhlasan istri, suami berpoligami dan dan hidup satu atap dengan istri kedua sang suami.

Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al-Azhar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir, berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusias kecuali satu, menikah.

Fahri adalah laki-laki taat yang begitu lurus. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan makhluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.

Pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tetapi mengagumi Al-Qur'an, dan mengagumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang, cinta Maria hanya tercurah dalam diari saja.

Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al-Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura, juga tetangga yang selalu disiksa Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya. Yang akhirnya menyebabkan Fahri di penjara.

Terakhir muncullah Aisha. Yang dikenal Fahri pada sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku. Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya. Mereka menikah dan tinggal bersama. Namun kebahagian tak berlangsung lama, karena sosok Maria muncul kembali dan sangat terpukul bahkan depresi mendegar kabar pernikahan Fahri. Terjadi konflik pergulatan batin Aisha yang mengetahui Maria sangat mencintai suaminya. Fahri akhirnya menikahi Maria atas izin Aisha.

Disinilah ujian cinta baru dimulai, ketika suami memutuskan menikah lagi, antara siap dan gak siap, perempuan tetap tidak punya pilihan lain,. Ikhlas dan gak rela, wajar dialami. Tapi itulah hukum Islam, selama suami menikah bukan karena nafsu, dan mampu bersikap adil dan membimbing ke jalan surga, maka sah hukumnya di mata Islam.


#4. Revolutionary Road (2008)




Setelah Titanic, Kate Winslet dan Leonardo DiCaprio muncul kembali di film Revolutionary Road. Kate dan Leonardo berperan sebagai pasangan suami istri dengan permasalahan yang sebenarnya bisa dikomunikasikan dengan baik. Tapi, lihat lah, sesungguhnya ini lah realita yang terjadi di sekitar kita.

Frank bekerja sebagai buruh di sebuah pelabuhan, sedangkan April adalah ibu rumah tangga yang mengurus dua anak mereka. Dari luar, kehidupan mereka terlihat sempurna dan harmonis. Padahal, pernikahan keduanya dipenuhi dengan perdebatan. Frank merasa frustrasi dengan kariernya yang tak kunjung naik. Sedangkan April memendam keinginan menjadi artis. April pun berniat pindah ke Paris dan Frank menyetujuinya.

Kepergian April, membuat Frank jadi lebih baik. Promosi pun telah dijanjikan, hingga membuat Frank berniat membatalkan untuk pindah ke Paris. April marah. Silang pendapat pun tak bisa dielakan. Keduanya pun berselingkuh. Klimaks nya, ketika April berniat menggugurkan kandungannya dan berakhir dengan kematiannya.

Ini lah realita dalam berumah tangga. Silang pendapat, keegoisan, bahkan perselingkuhan akan menghancurkan segalanya. Kontrol diri sangat penting sekali. Jangan sampai keduaa belah pihak kecewa dan berujung ke hal yang tidak diinginkan.


#5. Talak 3 (2016)


Film ini sangat rileks untuk ditonton. Adalah Bagas dan Risa sebagai pasangan yang baru saja cerai karena Bagas berselingkuh dengan penyanyi dangdut. Karena ancaman sitaan rumah, mereka akhirnya bekerja di tempat yang sama.

Semua mereka lakukan hanya demi uang. Pertemuan yang intens, malah menimbulkan benih-benih cinta kembali di hati mereka. Masalahnya, Bagas udah telanjur menjatuhkan talak tiga. Artinya, mantan istri harus menikah dulu dengan pria lain baru mereka bisa menikah lagi. Galau, bingung, dan hal tak terduga, mereka bertemu dengan Bimo, teman masa kecil Risa. Mereka pun berencana kawin kontrak antara Risa dan Bimo. Namun, siapa sangka, ternyata sejak lama Bimo punya cinta yang tulus ke Risa.

Film ini berkisah tentang perceraian. Kata cerai sangat sakral dalam agama Islam. Serius atau main-main, hukumnya dalah sah. Pesan yang tersirat, adalah tetap kontrol diri, apapun ucapan yang diucapkan ketika marah akan berdampak panjang ke depannya.


Nah itulah Film rekomendasi dari saya, yang saya nilai cukup inspiratif. Selamat menonton.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.