Review Buku - Neng Koala Study Abroad, Buku Wajib Yang Mau Studi ke Australia

4:07 pm Yulia Marza 12 Comments



Sekolah ke luar negeri mungkin hanya mimpi bagi sebagian orang. Alasan keluarga, cuaca, faktor makanan, bahkan biaya yang tak sedikit, menjadikan kendala utama melanjutkan studi ke luar negeri.

Namun seiring berjalannya waktu, mimpi akan studi ke luar negeri, tidaklah terbukti bagi perempuan-perempuan tangguh di buku Neng Koala. Berbekal keinginan dan tekad yang kuat, mereka mampu meraih beasiswa, mengikuti serangkaian tes, hingga akhirnya bisa meraih mimpi sekolah di luar negeri.


TENTANG NENG KOALA

Neng Koala adalah sebuah buku kompilasi kisah-kisah nyata  yang ditulis 34 mahasiswi yang pernah menempuh studi S2, S3 kursus singkat maupun program pertukaran di Australia. Berawal dari keprihatinan akan keputusan salah satu penulis, Melati, melepas tawaran beasiswa kuliahnya, hingga timbul ide untuk mengajak teman mahasiswi Indonesia yang tengah kuliah bersamanya di Australia, untuk berbagi kisah perjuangan mereka meraih pendidikan tinggi di negara tersebut.

Beragam histori terangkum dalam buku Neng Koala. Para penulis bukan saja mahasiswi single yang ingin meraih masa depannya. Tapi para penulis datang dari latar belakang yang berbeda. Lajang, bertunangan, menikah dan membawa serta keluarga ke Australia, menikah namun meninggalkan pasangan dan anak di tanah air, hingga single mother.

Kisah suka, duka mereka sebagai mahasiswi di tanah, rantau, berawal dari sebuah blog. Bagaimana kisah kehidupan yang sarat inspiratif ini, bisa menjadi cambuk bagi mereka yang jika suatu hari nanti, ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal ini pun mendapat dukungan dari Pemerintah Australia melalui skema alumni Grant Scheme serta Causindy Alumni Grant Scheme untuk diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul Neng Koala: Kisah-kisah Mahasiswi Indonesia di Australia



TESTIMONI 

" Dengan gaya yang mudah dicerna, buku ini bisa menjadi bekal untuk siapa saja yang bersiap-siap studi ke Australia." 
Najwa Shihab - Jurnalis, Alumnus Melbourne Low School.

"Model tuturan yang jauh dari model tulisan akademis ini sangat menyenangkan, seakan kita membaca surat dari sahabat sesama perempuan, yang dari lembar ke lembar semakin menguatkan semangat. Ini bacaan wajib bagi perempuan yang sedang mencari beasiswa studi ke luar negeri." 
Butet Manurung - Direktur SOKOLA, Alumnus Australian Nasional University.

Bacaan jujur, praktis, padat dan lengkap yang memperkaya wawasan dari perempuan tangguh, petualang dan penjelajah ilmu di luar negeri. Mendobrak stereotip gender, mewarisi semangat RA Kartini untuk pendidikan setinggi-tingginya dan mewakili perempuan multiperan dan detail dalam setiap persoalan.
Wardah Fajri - Penulis dan Pendiri Blogger Crony Community (BCC)


ISI BUKU NENG KOALA

Judul Buku :  Neng Koala, Kisah-kisah Mahasiswi Indonesia di Australia
Penulis : Melati, dkk
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tebal : 254 halaman
Harga : Rp. 65.000 (Pulau Jawa)
Warna Buku : Merah muda dengan tulisan putih


Buku ini terdiri dari 7 Bagian

1. Berburu Beasiswa

Di sini diceritakan, bagaimana gigihnya perempuan berburu beasiswa hingga sempat gagal tes 4 kali. Semangat emak-emak pekerja yang ingin sekolah kembali ditengah cemoohan teman dan lingkungan. 6 kisah perempuan tangguh pada bagian satu ini antara lain : There is a Miracle of Hope, Semangat! Semangat! Semangat!, Perjuangan Seorang Mama Papua Melanjutkan studi ke Luar Negeri, Emak-emak Mengejar Beasiswa, PNS Pemda Berburu Beasiswa, dan Kuliah Pasca Sarjana di Luar Negeri Melalui Jalur Riset.

2. Kisah-kisah Keluarga

Bayi 45 hari kok ditinggal nduk? itulah salah satu judul yang tertuang dalam kisah keluarga di Neng Koala. Meninggalkan suami bahkan anak, bukan urusan yang gampang. Berbekal tekad dan keinginan yang kuat mengejar studi dan juga beban tanggung jawab akan keluarga, mereka mengambil alternatif dengan memboyong anak ke Australia. Di bagian ini juga ada kisah sekolah bersama suami, membawa anak tanpa pengasuh tuk tinggal bersama, bahkan ada yang sekolah membawa batita. Duh semangat ibu-ibu perkasa mah kalo di bagian ini. Semua tak lain bagaimana kita berdamai dengan keadaan sebagai kunci utama membawa keluarga tuk studi keluar negeri.  hu..hu..hu..,kalau udah menyangkut keluarga, pasti akan ada cerita mengharu biru di dalamnya.



3. Kehidupan Kampus

Gagal bukan berarti kiamat, itulah salah satu judul pada bab ini, yang pernah gagal dalam satu mata kuliah utama program PhD. Selain itu, Studi Inklusif dan pemilihan pembimbing juga diceritakan pada bagian ini.

4. Keseharian di Australia

Di balik maraknya Islamophobia, Australia adalah salah satu negara yang cukup tinggi menghargai perbedaan. Begitu juga saat berada di kampus. Di bagian ini penulis menceritakan, berjilbab tidak lah menjadi halangan bagi mahasiswi muslim, atau bahkan bisa  menimbulkan konflik antar mahasiswi. Mereka masih bisa menjaga culture perpaduan antara agama dan juga style budaya barat, seperti menghargai budaya lain dan menolak berpelukan dengan lawan jenis. Mereka para mahasiswi tetap menjunjung prinsip berbeda-beda tetap satu, tentunya dalam hal toleransi beragam dan berbudaya.

5. Tips Praktis

Pada bagian ini pembaca disuguhi aneka nama bumbu-bumbu masak, berburu akomodasi, inspeksi dan aplikasi, serta bagaimana bisa mencari kerja yang tentunya sambil kuliah.

6. Pertukaran Pelajar, Magang, Short Course & Volunteering

Pada bab ini menceritakan, Catatan Perjalan Muslim Exchange Program, The Great Fiji Experience: Intership, Family, Friend and Fun, Magang dengan AIESEC saat liburan musim panas, Muslimah yang aktif di Organisasi Katholik, yang semuanya tentu saja saat di Australia.

7. Kembali Ke Indonesia

Reverse Culture Shock, itulah yang pertama kali dirasakan mahasiswa yang tinggal lama di luar negeri. Lumrah memang, perbedaan budaya luar dan dalam negeri, yang jauh berbeda, membentuk pola pikir baru yang tidak sesuai dengan kebiasaan tempat asal sebelumnya. Kemudian bagaimana menentukan karier/pekerjaan sepulang dari sekolah di luar negeri.

Total, ada 34 penulis di buku Neng Koala. Semuanya sangat menginspirasi mereka yang ingin studi keluar negeri. Salah satu penulis juga satu komunitas dengan saya di Blogger Kepri, Sri Murni atau Mbak Menix. Mbak Lusi Kiroyan saya juga udah pernah bertemu waktu seminar tentang buku Neng Koala ini di Universitas Batam. Beliau sangat menginspirasi.

Informasi lanjut tentang Neng Koala
Website : www.nengkoala.com
Facebook : @nengkoala
Instagram : @nengkoala
Twitter : @nengkoala
Youtube : @nengkoala
Email : nengkoala@yahoo.com

Penasaran ama buku Neng Koala ini,? Available di Gramedia ya..

Note :  Buku ini akan saya share di website sekolah saya dulu, SMU 3 Padang. Buku ini sangat membawa pencerahan bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, khususnya Australia.


12 comments:

  1. Keren ya.
    Untuk para wanita Indonesia yang menyerah tidak ada dalam kamus hidupnya.

    ReplyDelete
  2. bukunya bener2 menginspirasi ya kak, ternyata nggak mudah untuk berjuang di negeri orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penuh perjuangan kak, sama kayak merantau pertama kali ke Batam kali ya.

      Delete
  3. Aahh, ku punyaaa buku inii.... Menginspirasi sekalii, perjuangan para mahasiswi menuntut ilmu ke benua sebelah dengan mengorbankan apa yang mereka tinggalkan di sini. Saluuuutttt banget sama semua penulisnyaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..iya ya mom..kita belum tentu setangguh mereka.

      Delete
  4. Pengen bisa study keluar negeri. hiks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siapkan diri dari sekarang mas..belum adabkata terlambat.

      Delete
  5. Semangat juang mereka tinggi banget, ternyata ada 34 orang mahasiswi Indonesia yang berpartisipasi. Kenal satu orang yg menginsiprasi, mba Menix. Lemah lembut dan bahasanya dalam bercerita memang menyenangkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaa.iya eka..mbak menix is the best la. Tangguh pokoknya, setangguh hati Mbak Menix meninggalkan azka yang masih kecil

      Delete
  6. Selalu suka ama kisah-kisah seperti ini. Perjuangan mewujudkan mimpi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, mimpi bila diwujudkan bisa menjadi kenyataan ya mbak.

      Delete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.