Showing posts with label Singapura. Show all posts

Melipir Sehari ke Jewel Changi Airport




Weekend selalu ditunggu bagi kaum penikmat jalan. Merecharge energi yang terkuras selama sepekan, sambil mencari tempat unik untuk koleksi feed instagram. Tidak hanya bagi penikmat jalan saja, pekerja seperti kami, juga perlu merecharge energi untuk kembali fit menghadapi rutinitas yang sama setiap harinya. Rutinitas yang kadang bikin mata belekan, plus minus makin bertambah.

Lantas, kemana kita weekend ini?

Kali ini saya akan mengunjungi Jewel Changi Singapura. Wisata baru Singapura yang berlokasi di Changi Airport, tepatnya diantara Terminal 1, 2 dan  3.

Seperti apakah Jewel Changi ini? Saya akan share ceritanya di sini.


BATAM SEKUPANG  to HARBOUR FRONT SINGAPORE

Saya berangkat dari rumah ke Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, dengan menaiki ojek online. Kira-kira 25 menit, saya pun sampai di Sekupang (2x kena lampu merah). Segera naik ke lantai dua untuk check in di Counter Batam Fast. Sebelumnya, saya sudah membeli tiket di gerai waralaba 2pcs, satu buat teman dan satu lagi buat saya. Harga tiket satu orang PP Rp 275.000.

Untuk check in, saya terpaksa nunggu teman datang terlebih dahulu. Saya lupa meminta no pasport teman tersebut. Setelah selesai check in, dan waktu keberangkatan sudah semakin dekat, kami pun naik ke kapal Batam Fast menuju Harbour Front, pelabuhan laut Singapura. Dari Sekupang ke Harbour Front bisa ditempuh 40 menit saja.



HARBOUR FRONT to JEWEL CHANGI

Kelur dari Imigrasi, saya pun melaju ke stasiun MRT. Sebelumnya, saya cek isi kartu EZ link dahulu di mesin yang terletak sebelah kiri eskalator turun menuju stasiun MRT. Ternyata saldo saya masih ada $9, dan itu sudah lebih dari cukup. Sedangkan kartu teman saya terpaksa diganti, karena sudah expired. Untuk pergantian kartu dikenakan cas $3 yang dipotong dari saldo kartu yang tersisa.

How to go to Jewel by MRT?

Dari Harbour Front, bisa naik MRT sebelah kiri atau sebelah kanan, karena Harbour Front adalah perhentian pertama rute jalur Ungu. Turun lah di Outram Park, dan pindah ke jalur Hijau. Menuju ke jalur hijau, perhatikan petunjuk berupa anak panah yang tertera di setiap perhentian MRT. Dari jalur Hijau, ditempuh selama 40 menit dan akan melewati 11 stasiun, lalu berhenti di Tanah Merah. Kemudian naik LRT menuju Changi Airport

Jalur Ungu = Harbour Front ----> Outram Park (ganti jalur hijau)
Jalur Hijau = Outram Park-------   Tanah Merah  -----  LRT ke Changi






At CHANGI AIRPORT to JEWEL

Sampai di Changi Airport (pemberhentian terakhir) langsung belok kanan. Di depan kanan keluar MRT, ada petunjuk berupa anak panah menuju Jewel. Tak perlu cemas dan takut bila tersesat, di Singapura, petunjuk sangat jelas terpampang. Sama hal nya di Jewel, ikuti saja  step by stepnya.

Lorong demi lorong akan dilalui untuk sampai ke Jewel. Beberapa lorong juga terdapat Travelator dan kursi buat merehatkan kaki.






Lorong Panjang yang saya lalui selama 10 menit, akhirnya membawa saya ke perhentian terakhir, yakni pintu masuk Jewel.

Dari tadi saya bicara tentang Jewel, jewel dan jewel, Penasaran kan apa sih Jewel ini?

Jewel ini adalah tempat wisata terbaru Singapura yang grand opening pada 17 April 2019 lalu. Terdiri dari 10 lantai (include basemant), berkonsep indoors, namun tetap elegan dan bercita rasa kelas dunia. Transaparant roof dengan fasad baja penyanggahnya, terlihat sangat artistik dengan konsep alami yang juga menaunginya. Semuanya terasa nyata bukan layaknya buatan. Kemegahannya semakin "menggila" dengan adanya air terjun tinggi yang turun dari tengah atap. Air terjun yang digadang-gadang menjadi  air terjun indoors tertinggi di dunia. Wow.

Air terjun Jewel bisa diambil dengan angle yang berbeda, tergantung dari sudut mana yang bagus menurut kamu. Kamu bisa mengelilingi luasnya Jewel ini untuk mendapatkan view sesuai selera. Bisa dengan menaiki lift kaca, atau bisa via mall, sambil pantengin toko-toko produk branded yang tersedia. Eh, di belakang air terjun ini, ada penampakan LRT juga lo yang lalu lalang dari terminal 1 ke Terminal 3, atau sebaliknya.

Bila kamu melihat di sekeliling Air terjun, banyak terdapat aneka pepohonan tinggi, taman dan mini air terjun. Kalo beringsut lagi ke lantai jatuhnya curahan air terjun ini, kamu bakal merasakan adanya tempias (buatan pastinya) yang jatuh mengenai wajah.

Beda lagi kalo malam hari, hiasan laser yang berubah warna bergantian disekitar air terjun ini. Wah, salut banget ama desainernya, memang kesan alami buatan ok banget pokoknya.

Jewel tidak hanya wahana bermain dan melihat keindahannya saja. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, banyak toko- toko branded available. Namun tidak hanya itu saja, Toko Retail, food court dan atraksi memikat seperti pokemon Go juga ada di Jewel ini. Mau shopping, makan, took photo instagramable semua bisa. Tapi tau sama tau kan, harga yang ditawarkan sedikit tinggi dibanding luaran, pintar-pintar milih aja kakak..






Salah satu view lain Air terjun Jewel  -Photo took by me-


Pepohonan tinggi yang membuat kesan alami   -Photo took by me-

Mini Air terjun di JEWEL   -Photo took by me-
Lift kaca   -Photo took by me-


Terakhir, saya pun melipir ke lantai paling atas. Di lantai atas ini, terdapat Canopy Park. Taman yang juga terdapat jembatan gantung. Jembatan dengan panjang 50 meter, yang memiliki lantai panel kaca di bagian tengah, yang menawarkan pemandangan ke level 1 Jewel. Wah..pastiya bakal memicu adrenalin nih.

Di rooftop ini, jelas banget penampakan langit biru dan hilir mudik pesawat di atas langit Changi. Banyak Spot-spot keceh juga lo. Jangan lupa mengabadikan air terjun dan poto-poto keren ya.

Buat wisata keluarga, recomended banget deh.











Menghabiskan Libur Akhir Pekan sambil Menikmati Wisata Seru di Singapura



Entah sudah berapa kali saya menginjakkan kaki di Singapura. Terakhir April lalu, saya baru saja menghabiskan akhir pekan bersama teman di sana.

Di banding Malaysia, kebanyakan warga Batam lebih memilih menghabiskan weekend dengan berwisata ke Singapura. Jarak yang dekat (via ferry 50 menit), ongkos yang murah, dan bisa pulang di hari yang sama lah yang menjadikan Singapura tetap jadi bidikan utama warga Batam untuk pelesiran.

Tak hanya warga Batam saja, traveler dunia pun menjadikan Singapura sebagai destinasi wisata yang masuk dalam itinerari mereka kunjungi.

Wajar, Singapura menyajikan satu paket lengkap untuk wisatawan dengan ragam dan selera yang berbeda. Seperti tersedianya wahana bermain anak & keluarga, Shopping Centre Branded and Cheaper, Kuliner Halal, Wahana Olahraga, Gardens, sampai Sirkuit Fomula 1 pun ada di Singapura.

Selain itu enaknya lagi di Singapura, layanan transportasi sangat mudah diakses. Kamu bisa mengunjungi spot-spot keceh dengan taksi, Bus, maupun MRT dengan aman, karena semuanya terintegrasi dan terfasilitasi.

Gak salah dong, pengen bolak balik lagi ke Singapura. Walau mayoritas adalah wahana buatan, tapi kecantikan dan keindahannya tak kalah dengan bentukan alami

Kalau saya dan teman sih, biasanya bisa menjajal beberapa wisata Singapura satu harian. Tak puas hanya sebentar, saya pun kadang menginap di Hostel maupun Hotel, demi wisata malam di kota termaju Asia ini.

Nah, pengen tau kan, wisata apa saja yang wajib kamu kunjungi bila ke Singapura?.

1. SENTOSA ISLAND
Sentosa Island adalah tempat wisata terbesar di kota Singapura. Di dalamnya banyak terdapat wahana menarik yang bisa kamu nikmati bersama keluarga maupun orang terdekat. Seperti S.E.A Aquarium, Universal Studio, Maddam Tussaud Museum, Hard Rock Cafe, Trick Eye Museum dan lain sebagainya. Untuk masuk ke wahana yang saya sebutkan di atas, ada harga yang harus kamu bayar. Namun, bila kamu tak ingin mengeluarkan budget besar, di Sentosa banyak kok terdapat spot-spot poto gratis yang instagramable.

Mau ke sini? gampang.. kamu bisa naik LRT dari lantai Tiga Vivo Mall, atau Bus Kuning Sentosa, atau bisa juga dengan berjalan kaki melewati Boardwalk. Semua ada value tersendiri, tinggal pilih mana yang kamu suka.

Menuju Sentosa via Boardwalk

S.E.A Aquarium

Spot Photo gratis Universal Studio


2. PATUNG MERLION
Tak lengkap rasanya bila ke Singapura tak singgah ke Patung Merlion. Terletak di seberang Fullerton Hotel, patung berbadan setengah ikan dan Singa ini, merupakan Landmarknya kota Singapura. Patung Merlion sangat mudah dijumpai, karena berada di pusat kota Singapura. Selain itu, di sekitar Patung Merlion, kamu bisa berswapoto dengan background pilihan, seperti Singapore Flyer, Hotel Marina Bay Sand (dipuncaknya seperti kapal), Esplanade Theater atau penampakan gedung-gedung pencakar langit. Tinggal mengatur posisi berdiri saja, semua bisa kamu nikmati sepuasnya, tanpa ada bayaran.

Patung Merlion

Background Marina Bay Sands



3. SULTAN MOSQUE
Masjid Sultan kampung glam ini paling terkenal di Singapura. Masjid ini selalu ramai karena menjadi salah satu destinasi turis mancanegara. Dari luar, penampakan tiang-tiang tinggi dan kubah berwarna emas, menjadi ciri khas masjid yang terdiri dari dua lantai ini. Tidak hanya muslim saja yang boleh datang ke masjid Sultan, non muslim pun diizinkan masuk, dengan memakai pakaian sopan dan menutup aurat (disediakan sarung buat cowok dan baju panjang plus selendang buat perempuan), pastinya dengan batas masuk yang sudah ditentukan.

Selain itu di sekitar masjid banyak tempat menjual souvenir dan makanan halal. Beringsut sedikit ke atas, ada spot instagramable yang berada di jalan haji Lane.



4. JEWEL
Ini wahana terbaru Singapura, yang dibuka pada 17 April 2019. Di wahana ini terdapat air terjun tinggi dalam ruangan yang sangat besar. Atap kaca tembus pandang, seakan menambah kesan alami air terjun Jewel yang berlantai 10 ini.

Dalam wahana Jewel, juga terdapat restoran, toko ritel, hotel dan juga taman dalam ruangan kaca, yang dilengkapi oleh pendingin ruangan. Jewel terhubung dengan bandara Changi lo. Jika pesawat delay, atau sehabis check in, kamu bisa menikmati keindahan air terjun dan atraksi unik di sekitar Jewel. Hati-hati ya, jangan sampai lupa waktu, trus ketinggalan pesawat. #grin

Air terjun Jewel


Selain berwisata ke negeri sendiri, boleh lah sekali-kali berwisata ke negara tetangga. Apalagi di jaman yang sudah modern sekarang, apapun bisa  dilakukan secara online. Bisa saja paginya kamu di wisata dalam negeri, sorenya sudah meluncur ke Singapura.

Jaman modern sekarang, semua begitu mudah diakses. Mau jalan ke satu tempat, gak perlu ribet pesan tiket dan hotel. Banyak situs penyedia tiket dan booking hotel yang bisa jadi pilihan kamu. Tentu saja yang termurah, aman dan terjamin.

Semuanya ada di pegipegi.com. Mau pesan hotel di Singapura, atau penginapan murah di Singapura, atau hotel dan penginapan murah di dekat MRT? Semua tersedia. Tinggal instal aplikasi, booking, transfer, selesai deh.

Seandainya sudah booking, tiba-tiba cancell, gimana? Gak perlu cemas, uang akan kembali ke rekening kita. Hotel termurah, Terlengkap dan jaminan uang 100% kembali, ya pegipegi.com.

Jalan kaki ke Sentosa Island Singapura via Boardwalk


Tingginya ongkos pesawat domestik di Indonesia, membuyarkan angan saya untuk pulang ke kampung halaman. Sejak diberlakukan bea bagasi pada beberapa pesawat komersil, hasrat saya untuk pulang kampung sedikit melemah. Tapi, bukan tak ingin balik kampung, hanya saja, saat ini, dana yang sudah disisihkan, terpakai untuk hal yang tak terduga. So, daripada saya berimajinasi terus tuk pulkam, biar lah keinginan itu saya kubur dulu. Lagipula, tahun ini si bontot akan masuk SD, prior ke si bontot ini dulu aja.

Kalau dipikir-pikir, lebih murah ongkos Batam-Singapur daripada Batam-Padang. Batam Singapura hanya 275K PP via ferry dengan waktu 55 menit. Sedangkan Batam Padang, one way sudah di angka 1 jutaan. Daripada saya nanti suudzoon mikir yang macam-macam, lebih baik saya pelesiran ke yang deket dulu aja. Jalan-jalan mumer (murah meriah), tapi bercita rasa internasional. 

Baik lah tanpa berlama-lama, saya akan membagi cerita pelesiran ke Singapura. Rencananya, saya akan pergi ke Sentosa dengan menyusuri boardwalk yang sejuk dan nyaman. Seperti apa? yuk cekidot.


About Sentosa

Di penghujung April kemarin, saya dan teman menghabiskan akhir pekan dengan melancong ke Singapura. Mengunjungi Singapura, tentu tak asing lagi bagi sebagian besar warga Batam. Jarak yang cukup dekat, ongkos yang murah dan waktu yang bisa ditempuh satu hari PP, menjadi alasan mengapa Singapura menjadi tempat pelarian masyarakat Batam menghabiskan libur akhir pekan.

Kali ini, saya akan ke Sentosa Island dengan melewati boardwalk. Apa sih boardwalk ini? Boardwalk dalam bahasa artinya trotoar. Di Singapura, boardwalk ini adalah jalanan menuju Sentosa yang sejuk, terlindung dan sangat nyaman untuk pejalan kaki. Sambil menyusuri jalanan, kita akan disuguhi view laut dengan aneka ferry yang lalu lalang. Selain itu penampakan cable car, semakin menambah indahnya view menuju Sentosa ini.

Sentosa sendiri adalah nama sebuah pulau di Singapura. Di dalamnya terdapat wahana wisata, shopping centre, Hard Rock Cafe, S.E.A Aquarium, Museum Madame Tussauds, Universal Studio dan banyak lainnya. Semua didesain menjadi wahana kelas dunia. Tak jarang Sentosa Island ini, menjadi satu dari sekian banyak tujuan wisata Singapura, yang diincar traveler dunia.

Vivo Mall to Sentosa via Boardwalk

Saya sampai di Harbour Front pukul 8.00 waktu Singapura. Setelah keluar dari imigrasi, saya dan teman mengambil peta Singapura yang terletak di sebelah kiri pintu keluar Imigrasi, atau di spot area "Welcome to Singapure Cruise Harbour Front". Saya cukup ambil satu saja untuk teman, dan langsung balik arah ke exit door Vivo Mall menuju Sentosa.



Sebenarnya ada beberapa cara menuju Sentosa 
1. Via Boardwalk
2. Via Monorail
3. Via Bus
4. Via Cable Car

Namun saya akan ceritakan point pertama dulu, yakni via Boardwalk. Boardwalk sendiri berada di luar Vivo Mall, mall besar yang terhubung dengan pelabuhan Harbour Front.

Pintu keluar menuju Sentosa sangat mudah ditemukan. Setelah keluar Imigrasi, cukup lurus, lalu belok kanan. Beberapa langkah dari belokan, menolehlah ke arah kanan, akan nampak pintu keluar kira-kira 1,5 meter, nah, kamu bisa mulai perjalanan menuju Sentosa via exit door tersebut.

Perlu diingat, jika kamu turun di Changi, kamu tetap harus ke Vivo Mall terlebih dahulu menaiki MRT dengan rute seperti di bawah ini.
 - Naik LRT menuju Tanah merah (interchange/ganti ke MRT).
 - Di Tanah Merah, Naik MRT jalur hijau, turun di Outram Park (ganti MRT).
 - Dari Outram Park, naik MRT jalur Ungu, turun di Harbour Front.



Setelah sampai di luar Vivo Mall, lurus saja sampai ditemui rute menuju Sentosa. Semua gratis tanpa dipungut bayaran. Jika ragu, jangan segan bertanya ke Security atau ke beberapa warga yang kamu temui. Mereka cukup ramah dan welcome. Namun, beberapa diantaranya kurang menguasai Bahasa Melayu, jadi Bahasa Inggris dasar sangat diperlukan jika kamu ingin menanyakan sesuatu.

Boardwalk menuju Sentosa, sangat aman dan banyak pelindung berupa atap, baik itu yang sudah di Plafon maupun Transparant roof. Di kiri kanan juga dihiasi tanaman yang cukup tinggi. Selain itu, beberapa rute jalan yang dilewati, tersedia Travelator. Sambil nyantai, kamu bisa mengabadikan view laut yang menggoda mata.

Jangan takut salah tujuan, karena boardwalk ini hanya satu-satunya jalan menuju Sentosa. Lagipula, banyak pettunjuk yang tersebar di sekitar boardwalk, yang memudahkan kamu tanpa harus melihat peta. Jadi sangat aman dan tak akan tersesat.

Baca juga : Tempat asyik berbayar di Singapura

Nah, ini penampakan yang akan kamu lewati via Boardwalk jalan kaki ke Sentosa Island.


Rute pertama setelah keluar dari Vivo Mall




Cycling Track yang instagramable

View laut dengan background Vivo Mall

View Laut selanjutnya masih dengan background Vivo Mall

penampakan cable car meuju Sentosa


Travelator yang memudahkan pejalan kaki





Belokan terakhir menuju Sentosa

Gimana, gampang kan menuju Sentosa via boardwalk ini. Sekali-kali jalan kira-kira 20 menit, aman kok. Kaki gak akan lelah, karena mata sudah disuguhi view cantik sepanjang jalanan.

Mudah-mudahan cerita ini sedikit membantu kamu yang ingin ke Sentosa tapi dengan berjalan kaki. Selamat mencoba.

_Ayung_




Rehat Sejenak di Japanese Garden dan Chinese Garden



Untuk ke sekian kalinya, saya melipir ke Singapura. Negara tetangga yang cukup dekat dengan Batam ini, memudahkan saya datang dan pergi kapan saja. Lagipula, ongkos ke sama tidak lah mahal. Cukup merogoh kocek 300 ribu rupiah saja, tiket ferry PP sudah di tangan.

Ke Singapura kali ini, saya akan melepas rehat sejenak dengan mengunjungi Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari namanya saja "garden", sudah menunjukan, ini pasti berisi tanaman (garden=taman). Tapi, taman seperti apakah?


HOW TO GO THERE?

Sebelum bercerita tentang dua taman ini, pastinya harus tau dulu kan cara nyampe ke tempat ini? Apalagi untuk yang baru pertama kali ke Singapura.

Jangan cemas, petunjuk di negara ini sangat lengkap. Karena saya dari pelabuhan laut Horbour Front, cukup cari saja petunjuk area MRT. Naik lah MRT dengan line Ungu, turun di stasiun Interchange Outram Park, kemudian naik MRT di Line Hijau. Tunggu perhentian di stasiun Chinese Garden. Di situ lah posisi kedua taman ini.



TENTANG JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN.

Japanese Garden. Terletak di Jurong East Singapur, dengan luas 13.5 hektar. Taman ini dibangun tahun 1974 di atas pulau buatan, yang menampilkan konsep alam tradisional Jepang. Selain itu di taman ini juga terdapat 1 Pagoda dengan 7 tingkat. Japanese Garden sendiri terhubung dengan Chinese Garden melalui jembatan putih The Bridge of Double Beauty.

Chinese Garden. Sama seperti Japanese Garden, Taman ini berada di Jurong Lake dengan luas 13.5 hektare. Di bangun tahun 1974 oleh JTC Coorperation yang di desain oleh arsitek Taiwan yang bernama Prof. Yuen Chen. Konsepnya sih mengikuti gaya berkebun serta arsitektur pada masa kerajaan China. Ada beberapa area kebun yang berbeda, serta bangunan-bangunan yang memang tipikal gaya China tempo dulu. Yang uniknya di Chinese Garden ini, terdapat Pagoda Kembar yang posisinya dekat dengan danau.


KE JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN

Saya sampai di Harbour Front (pelabuhan laut Singapura) pukul 8.30, lanjut naik MRT menuju stasiun Chinese Garden. Setelah melewati 9 stasiun, akhirnya sampailah saya di stasiun tersebut. Cukup belok kiri dan turun melalui anak tangga, di situlah lokasi kedua taman ini.

Setelah turun, saya menyusuri jalanan yang dicor beton selebar 2m. Nuansa hijau sangat terasa sekali. Di sebelah kiri saya terhampar padang rumput luas dengan view gedung-gedung tinggi. Sedangkan sebelah kanan, padang rumput dengan pepohonan rimbun yang mengitarinya.

10 menit berjalan, sampai lah saya pada sebuah jembatan berpagar merah, yang akan mengantarkan saya menuju area taman. Dari jembatan ini, pagoda tinggi sudah mengintip di balik pepohonan. Saya pun mengabadikan momen selfi dengan latar pagoda tinggi tersebut.




Di ujung jembatan, terdapat peta dan rute dari Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari penampakan peta yang saya lihat, ternyata tidak hanya tanaman saja yang ada di dalamnya. Ada juga tempat makan, Rumah Teh, Tempat mancing dsb.

Di map juga tertulis Open Hours nya lo, Japanese Garden buka dari 6.00 AM - 7.00 PM, dan Chinese Garden Buka dari 6.00 AM - 11.00 PM.

Biaya Masuk : Gratis 


Hmm...tapi saya mau kemana dulu nih? kiri atau kanan? Kok jadi galau ya? sama galaunya dulu, waktu milih kamu atau dia. (hehe..curhat). Baik lah, akhirnya saya putuskan ke Japanese Garden dulu, yang artinya saya memilih belok ke kiri.

Map kedua taman


JAPANESE GARDEN
Langkah demi langkah terayun di jalanan beraspal yang sangat bersih. Pepohonan rimbun dan rumput hijau, menemani jalan yang saya lalui. Pengunjung tak begitu ramai, karena memang saya pergi di hari kerja. Beda di weekend yang ramai pengunjung. Saat saya ke sini, hanya pengunjung berkeluarga dan beberapa grup bersepeda yang tampak melintas.

Selama perjalanan, mata saya disuguhi aneka pepohonan dan tanaman yang beragam. Dari pohon yang berukuran besar, sedang, kecil, semua tersusun rapi sesuai kelompoknya. Begitu juga tanamannya, semua juga dikelompokan sesuai jenisnya. Bentuknya pun unik. Bulat, bertingkat, datar seperti payung bahkan ada yang berbentuk persegi.

Disini saya juga menjumpai jembatan merah yang di bawahnya terdapat kolam yang dihiasi bunga teratai. Dari atas jembatan nampak jelas rupa tanamn yang ada di Japanese Garden ini.

Saya juga menjumpai pendopo berwarna merah lengkap dengan atap ala rumah tradisional Jepang. Di bawah atap, ada tulisan yang saya tak tau artinya apa. Mungkin ucapan selamat datang, atau silahkan masuk, entahlah, saya pun tak tau.

Pagoda 7 tingkat di Japanese Garden


Puas menjelajah dan menikmati suasana di Japanese Garden, tibalah saya di jembatan berwarna putih, yang menghubungkan Japanese Garden dan Chinese Garden. Waktunya saya mengeksplor Chinese Garden.

CHINESE GARDEN
Di Chinese Garden tempatnya lebih variatif. Selain aneka ragam tanaman, di tempat ini juga terdapat Tea House Pavilion, Dragon Phoenix Court, Live Tortoise & Turtle Mesium, Fishes Paradise, White Rainbow Bridge dan tentu juga Pagoda kembar.

Dari semua tempat yang saya singgahi, saya lewat dan melihat-lihat sekitar lokasi saja. Bukan gak ada duit cyin.. tapi niatnya kesini cuma mau nyegerin mata doang, dan pengen tau apa yang ada di dalamnya. Karena di beberapa tempat di sini, ada yang berbayar tuk masuk, tapi saat ini saya hanya ingin melihat suasana hijau di sekitarnya. Di Pagoda kembar, saya juga berfoto di luarnya saja. Saya tak mau mengotori kesucian Pagoda ini.

Suasana sama, lengang dan tak banyak yang berkunjung di hari itu. Namun pagoda ini akan ramai dikunjungi di kala Imlek dan Mid-Autum festival.


Pagoda kembar Chinese Garden

Overall
Saya suka. Suka dengan konsep kedua taman yang mencirikan budaya tradisional negara masing-masing. Karena ciri khas itu lah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Japanese dan Chinese Garden. Bila kamu ingin menikmati suasana hening, damai sambil meditasi, pilihlah Japanese Garden. Tapi bila ingin lebih variativ, kamu bisa pilih ke Chinese Garden. Tanaman disini tumbuh subur lo, karena didukung oleh irigasi yang baik, yang lokasinya dikelilingi oleh Jurong Lake.

Inilah beberapa penampakan hijau di kedua taman.




Mengintip Hutan Singapura Melalui Forest Walk


Kali ini saya kembali menjejakan kaki ke Negera Tetangga, Singapura. Tujuan wisata terdekat yang hanya ditempuh 45 menit via jalur laut. Negeri Singa ini, memang menjadi salah satu tujuan masyarakat Batam untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Walau hanya sekedar jalan, makan, mengunjungi saudara yang bekerja di sana, atau shopping di pusat perbelanjaan termurah.

Jangan salah sangka dulu, ini bukan gaya-gayaan sih, liburan ke luar negeri. Tapi emang cuma negara ini lah yang paling dekat dari Batam dibanding Malaysia. Gak perlu merogoh kocek terlalu dalam buat nyampe seberang. Cukup 500rb rupiah saja, kita sudah bisa mengunjungi tempat-tempat cantik dan gratis di sini.

Jenuh, salah satu alasan untuk rehat sejenak. Berkutat dengan rutinitas kerja dari Senin sampai Jumat, ditambah kerjaan rumah dan anak-anak, wajar lah ya bikin jenuh. Saatnya melenturkan syaraf-syaraf otak yang sudah mulai kusut. Sedikit alasan ke Pak Suami, akhirnya izin ke Singapur keluar juga walau hanya satu hari. Yah..gak papa la, lumayan.

Saya pergi dengan teman yang bernama Sazila. Berangkat pagi dengan ferry Batam Fast, saya mulai memasuki imigrasi Singapura yang tidak terlalu padat. Sesaat pandangan terpaku kepada sosok yang saya kenal sedang antri di lorong depan antrian saya. Ya.. itu Mr. Hira, President Direktur di tempat saya bekerja. Beliau melihat saya. Kami pun bercakap-cakap sebentar. Ternyata beliau dan istri akan pergi ke Malaysia, tapi singgah satu malam di Singapur.

Baca juga : Tempat Asyik Berbayar yang Perlu Dicoba Saat di Singapura

Lolos Imigasi, saya langsung meluncur ke tempat yang sudah kami incar. Salah satunya menuju Hutan yang terletak di Henderson Road. Hmm..mengapa ke sini? Saya terinspirasi dari cerita Mbak Dian Radiata tentang hutan ini. Boleh meluncur ya ke Blog Mbak Dee. adventurose.com

Hutan dengan Forest Walk

Saya menaiki bus menuju Alexandra Road untuk sampai Southern Ridges. Jam tiga lewat, saya sampai di halte. Rasanya udah gak sabar menaiki Alexandra Arch, jembatan cantik dengan panjang 80m. Namun sebelum menaikinya, saya melewati Hotrpark, the gardening hub. Sebuah taman yang banyak sekali dihiasi oleh bunga-bunga cantik yang menyejukan mata. Sayang saya tak sempat mengabadikannya, karena sudah gak sabar menaiki forest walk.

Di atas Hortpark ini, saya menaiki jembatan menuju rute yang akan saya lalui. Nangkring sebentar di Alexandra arch, saya cukup terkesima dengan gaya arsitektur jembatan ini, yang pastinya memukau mata setiap orang yang melaluinya. Puas di sini, semakin penasaran, seperti apa sih isi dalamnya.

Hortpark

Alexandra Arch

Berjalan di sekitar Alexandra Arch, di kiri kanan saya, sudah mulai terlihat pohon kayu dengan beraneka ragam bentuk dan ukuran. Saya cukup menikmati setiap pemandangan yang saya lewati. Sampai lah di Forest walk. Jalanan untuk menelusuri hutan, yang terbuat dari besi dan disusun rapi, hingga menjadi seperti walkways/gang. Forest walk ini lumayan tinggi. Jika melihat ke bawah, akan tampak tanah hutan berwarna coklat cukup jauh karena tingginya. Jangan takut untuk jatuh, forest walk ini sangat aman, karena dikiri kanan jalan juga dipasang pengaman berupa besi yang sama.

Forest walk juga dijadikan jogging track bagi warga Singapura. Ini bisa dilihat beberapa kali saya berpapasan dengan orang yang sedang berlari kecil menyusuri setiap walkways, yang membuat forest walk ini berbunyi karena hentakan sepatu mereka.

Saya terus berjalan. Dari balik pepohonan tampak gedung-gedung yang menjulang tinggi, yang berdiri kokoh, seakan menunjukan keangkuhannya. Ibaratnya hutan ditengah kota. Hingga tak terasa, sampai lah saya di sekitar pepohonan bambu yang lumayan rapat.

Hutan bambu di kiri kanan

Pose cantik with Zila di Forest Walk
Fokus pada forest walk yang berliku di belakang

Interlace, Apartement 1000 dengan model bertumpuk

Gedung-gedung yang menjulang tinggi
Setelah beberapa meter saya melewati walkways ini, saya melihat ada The Singing Forest. Dari keterangan yang saya baca, hutan ini terdapat 38 pohon yang alami yang ditanam untuk menyediakan makanan untuk serangga, dan juga sebagai penarik burung pemakan buah untuk datang ke sini.

The Singing Forest
Tak ada lelah yang saya rasakan, yang ada hanya rasa penasaran dimana forest walk ini akan berujung. Sampai di tikungan walksway ini, saya melihat tangga dan naik ke atas. Apakah itu ujungnya? Ternyata tidak, saya masih menemui jalanan yang sama. Semakin penasaran jadinya. Saya tetap terus berjalan. Hingga saya menoleh ke samping. Wajah Zila sudah menampakan raut kelelahan. Gak tega juga. Saya putuskan mencari titik untuk cepat sampai ke jalan utama. Saya hanya takut lemak tubuhnya berkurang dan dia jadi langsing seperti saya. Hehehe. Maapkeun Zil.

Tangga yang bikin penasaran
Satu jam lebih menaiki forest walk, saya rehat sejenak untuk mengambil nafas sambil meregangkan otot kaki. Sejauh mata memandang yang ada hanya hamparan rumput hijau dan pepohonan dengan aneka bentuk dan ukuran. Sejuk dan cukup tertata rapi juga. Jadi segar nih mata. Coba kalau di Batam ada yang seperti ini, bakalan asyek tuh.

Setelah cukup mengambil nafas, saya melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini saya melewati Henderson Road yang mulai menurun. Dari peta yang saya lihat, kami akan sampai ke jalan utama. Ternyata benar. Pas belokan terakhir, tampak dari kejauhan hilir mudik mobil yang melintas. Lega menyeruak di dada saya. Akhirnya sampai juga di depan Telok Blangah Hill Park.

Menuju halte Henderson Road, saya dan Zila menunggu bus dengan No. 57 untuk ke Harbour Front. Lelah, capek, puas yang saya rasakan hari itu. Pukul 19.00 Singapur time saya sudah di Ferry Batam Fast tujuan Batam Centre untuk kembali ke Batam. Sedangkan teman saya, stay satu hari lagi di Hotel Boss, karena sudah janjian dengan temannya.

Walaupun satu hari, dengan jalanan yang sedikit tanjakan, cukup lah bagi emak seperti saya mengelilingi hutan Singapur dengan Forest walknya. Merasakan sensasi baru tracking di hutan setelah 22 tahun silam saya melakukan pendakian ke Gunung Marapi dan Singgalang di Padang, yang mungkin tak akan pernah terulang kembali.
Henderson Waves

Pepohonan dan rumput yang menyegarkan mata

Ku tetap berjalan mencari dirimu. Halah.

Tetap pose walau capek

Berjalan menuju Halte Henderson Road
Cerita singkat saat mengelilingi Forest Walk Singapur. Yach begitulah, seperti orang bilang, ada cerita dan moment di setiap perjalanan. Moga terinspirasi.
See ya to the next story. Bye.