Showing posts with label Wisata. Show all posts

Pantai Lagoi Bay, Pantai Bersih Andalan Wisata Bintan


Libur semester ganjil Desember 2017 kemarin, cukup membuat saya trenyuh. Kenapa? Karena Queen, anak saya, merayu minta pulang ke Padang. Hmmm..kalau di ingat-ingat, sudah empat tahun juga saya tak menginjakan kaki di kampung halaman. Krucils pun mungkin sudah lupa wajah dan bentuk sepupu-sepupunya. Keukeuhnya Queen ingin pulang kampung, sepertinya ada kerinduan di hati anak saya itu.

Iseng-iseng cek tiket pesawat, omaygad, mata langsung nanar lihat harga yang terpampang. Untuk satu adult saja sudah di angka 800K? Waduh, naiknya hampir 200 persen. Secara tiket ke Padang itu paling rendah di angka 300K saja. Hmm.., peak season, wajar lah harga melambung jauh.

Sedikit pengertian ke Queen, walau terlihat manyun, liburan ke Padang ditunda sampe tahun depan. Kasihan sih ya, anak-anak liburan cuma berenang dan main sama teman-temannya yang bernasib sama, alias liburan di rumah.

Update status di Facebook. Eh, tak dinyana, disentil ama saudara sekaligus diajak liburan ke Bintan. Perginya pun besok minggu 24 Desember 2017. Sesuatu banget kan ya. Rejeki anak sholehah :).

Singkat cerita, minggu itu kami segara meluncur ke Bintan dengan tujuan Gurun Pasir Busung, Pantai Lagoi, Patung Penyu dan Treasure Bay.

Baca juga : Gurun Pasir Busung


PANTAI LAGOI BAY



Banyak Pantai bagus yang tersebar di wilayah Bintan. Tapi gak semuanya free lo tuk umum. Ada beberapa pantai yang sifatnya semi private. Biasanya pantai seperti ini, di dalamnya banyak berdiri resorts yang memang dikhususkan untuk pengunjung hotel saja. Kebanyakan resort yang menampung wisatawan luar Indo sih.

Dulunya Pantai Lagoi ini termasuk pantai tertutup tuk umum. Namun seiring meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara, perlahan pantai Lagoi Bay mulai terbuka untuk umum.

Pantai Lagoi ini, salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Rata-rata temans yang berkunjung kesini bilang, pantainya bersih dan sejuk.

Awalnya gak percaya, biasanya pantai yang banyak pengunjung, pasti meninggalkan tumpukan sampah yang menggunung.

Terbukti! Pertama turun dari mobil, nuansa hijau langsung memanjakan mata saya. Tak ada sampah yang menghiasi jalanan. Yang ada hanya rumput hijau terbentang luas, barisan pohon kelapa serta beberapa pohon pinus, berdiri melambai-lambai seakan menyambut kedatangan saya. Sejuk dan menyegarkan mata. Siapapun yang datang ke sini, bakalan betah dan gak mau pulang.

Karena kami datang pas jadwal makan siang, kami memilih duduk dibawah pohon pinus beralaskan rumput hijau. Angin sepoi-sepoi menemani saat makan siang kami. Nasi sebakul ditemani ayam goreng, rendang dan kerupuk sukses mengisi perut yang keroncongan.

Sambil makan, dari kejauhan kami melihat beberapa mba/mas cleaning service stand by dengan sapu dan pengky mengambil sampah yang tak sengaja terbuang oleh pengunjung. Di beberapa titik rawan sampah, juga tampak tersedia tong sampah. Hmm.. sepertinya pengelolaan Pantai Lagoi ini cukup bagus. Wajar saja pantainya bersih dan sejuk. Etapi, bisa saja wisatawan kita sudah sadar akan bahaya sampah. Jadi sampahnya gak terlalu banyak. Mudah-mudah la ya? Kalau seperti ini, masih gak malu buang sampah sembarangan?

Setelah makan, saya segera meluncur ke spot-spot intagramabel yang tersedia di sekitar pantai. Antara lain rerumputan hijau, tulisan Lagoi Bay, Heart dll.







How to go to Lagoi Bay Beach?

Sebelumnya saya sudah menceritakan Gurun Pasir Busung. Nah, dari Gurun Pasir Busung ini, saya dan rombongan menuju Pantai Lagoi Bay. Pantai Lagoi sendiri berada di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Jika dari Batam, temans harus menyeberang dulu melalui Pelabuhan Telaga Punggur, menuju Pelabuhan Tanjung Uban atau Tanjung Pinang. Transportasinya bisa menggunakan Kapal Roro (40,000 PP) atau, Speadboat (99,000 PP).

Mobil carteran, motor atau taksi, jenis transport yang bisa temans gunakan untuk mencapai tempat ini. Waktu tempuh bila dari Tanjung Pinang sekitar 1.5 jam. Sedangkan dari Tanjung Uban memakan waktu 25 menit saja. Sangat disarankan melalui Batam ke Uban saja, selain dekat, temans juga gak lelah di perjalanan.

Memasuki gerbang Pantai Lagoi Bay, temans tidak akan dipungut bayaran, alias gratis. Petugas jaga memang stand by  di pintu gerbang, tapi tidak akan meminta ticket masuk. Mereka hanya meminta data berapa orang jumlah rombongan, dan asal daerah rombongan tersebar.

Lewat dari gerbang masuk, sekitar lima menit, temans akan sampai di lokasi Pantai.



Fasilitas

Pas Di belokan terakhir, temans akan menjumpai Hotel Grand Lagoi. Silahkan kalau mau menginap disini.  Rate $77-127.

Di sekitar pantai temans juga bisa menyewa bean bag sambil leyeh-leyeh duduk memandang ujung pantai yang tak bertepi.

Yang bawa anak kecil, jangan cemas kalau cari camilan, di kawasan ini juga tersedia plaza lagoi.

Kamar bilasnya bersih dan kualitas resort loh. Ada bagian terbuka di sudut ruangan, bebatuan, dan dekorasi dengan nuansa kayu yang kuat. Sepertinya temanya lebih ke alam sih ya.

Di samping itu hairdryer, kaca besar dan juga wastafel keren, menghiasi ruangan disisi lainnya. Toiletnya juga bersih. Bener-bener sesuatu banget berkunjung ke Pantai Lagoi Bay ini.

Nah itu lah sedikit keseruan saya menghabiskan liburan bersama anak-anak. Bagi cerita juga dong temans?

See ya to the next story.


Gurun Pasir Bintan, Tambang Pasir Yang Jadi Tempat Rekreasi Keluarga



Sudah lama saya gak pelesiran ke Bintan. Pulau yang bertetangga dengan Batam ini, makin terkenal akan sektor pariwisatanya. Banyak icon wisata bermunculan seiring gencarnya promosi dari Pemkot setempat dan juga kunjungan dari wisatawan, yang secara tak langsung membantu promosi melalui media sosial.

Salah satu tempat wisata yang akan saya kunjungi yakni, Gurun Pasir Bintan. Ada beberapa tempat lain yang saya kunjungi di Bintan ini. Tapi akan saya ceritakan di artikel selanjutnya.

BATUAJI - PUNGGUR

Karena ini acara keluarga, dengan jumlah yang lumayan banyak, 30 orang, kami menggunakan jasa tour dengan naik kapal Roro dari Pelabuhan Telaga Punggur. Titik kumpul dipusatkan juga di Punggur.

Dari Batuaji, kami yang berjumlah 7 orang berangkat jam 6 pagi menuju pelabuhan Punggur. Kebetulan masih suasana libur, jadi jalanan lancar jaya bak jalan tol. Kalau hari biasa, bisa satu jam lebih. Tapi kali ini, Batuaji ke Punggur cuma 45 menit saja.

ONGKOS / BIAYA

Sewa mobil Batam-Punggur PP, kebetulan saudara, bayar 150K saja. Dan untuk tour, karena jumlah kami banyak, harga kapal PP + Bus Punggur-Uban, Uban-Punggur, Dewasa 240K, anak-anak 150K.

Nah, jika jumlah tour 12 orang di kenakan harga 280K. Kebetulan rombongan kami memakai jasa tour Backpacker Batam dengan guide tour yang bernama Pratama atau Tama. Harganya cukup miring. Bagi temans yang mau pakai jasa tour ini, bisa di no telpon :  0811 7428 590

Oya, dari Punggur ini bisa menuju dua pelabuhan. Pertama Punggur-Uban, dan kedua Punggur-Tanjungpinang. Silahkan pilih, mau naik Speadboat, Ferry atau Kapal Roro. Harganya bisa di cek dibawah ini.

Roro
Punggur-Uban 40K (PP)

Speadboat
Punggur-Uban  99K (PP)

Kapal Ferry
Punggur-Tanjung Pinang 120K (PP)


BATAM MENUJU BINTAN

Punggur adalah pelabuhan terdekat menuju Bintan. Punggur-Uban bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang satu jam dalam cuaca normal. Kali ini kami memilih naik kapal Roro menuju Tanjung Uban. Roro ini adalah kapal besar yang mengangkut penumpang dan juga kendaraan bermotor.

Jam 7 pagi kami sudah di atas kapal Roro. Kapal pagi ini cukup padat, terlihat banyaknya penumpang yang berada di dalam kapal ini. Akibatnya saya dan anak-anak tidak mendapat tempat duduk. Lantai tiga juga full penumpang, malah ada yang duduk di lantai segala.

Gak kehilangan akal, saya melihat dek depan kapal masih kosong. Segera kami beranjak ke depan dek sebelum terisi orang lain. Lantainya sedikit kotor dan berair. Saya segera mengeluarkan kantong plastik yang ada dalam tas sebagai alas duduk kami. Yeay..akhirnya dapat duduk juga, tentunya dengan view laut yang menyegarkan mata.

Namun setelah 10 menit kapal berjalan, tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi. Kenzo yang daritadi tidak bersuara, minta pulang ke rumah.

"Mami, pulang ke Batuaji, Kenzo mau pulang?"
"Tunggu bentar, nanti mau berenang kan?" Jawab saya setengah membujuk.

Jurus-demi jurus saya keluarkan untuk membujuk si bontot ini. Maklum saja, Kenzo baru pertama kali naik kapal laut dan duduk di depan pula. Takut kali ya, sepanjang mata memandang hanya genangan air yang tampak, tak ada daratan, tak ada rumah dan kendaraan lainnya. Hanya air dan kapal yang membawanya menuju Bintan.

Bujukan berhasil dengan diiming-imingi berenang setelah sampai tujuan. Dan semakin diam dengan adanya beberapa kapal yang berpapasan dengan kapal kami, yang menghasilkan riak air yang memutih. Untunglah hal ini juga yang membuat Kenzo antusias melihatnya.

View kapal dari depan Roro

View kapal dari samping Roro


UBAN ke GURUN PASIR BUSUNG

Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Uban, atau biasa di singkat Uban, saya menunggu di luar gerbang pelabuhan ditemani guide tour, Bang Tama. Setelah cukup 30 orang, rombongan kami menaiki bus yang sudah menanti. Tentu nya ukuran bus disesuaikan dengan jumlah anggota.

Karena kami menggunakan paket tour dari Batam, harga sudah termasuk sewa bus dengan empat itenerary. Gurun Pasir Busung, Pantai Lagoi bay, Patung Penyu dan Treasure Bay. Bagi teman yang tidak menggunakan jasa tour tuk keberangkatan, bisa memesan bus, mobil yang banyak tersedia di pelabuhan. Harga mulai dari 300K - 500K.

Etapi, bawa kendaraan pribadi juga bisa kok. Sebaiknya kendaraan sudah di parkir sebelum jam keberangkatan, agar gak ngantri terlalu lama. Kalau kebetulan mobil dan motor banyak, ya terpaksa menunggu jadwal berikutnya. Sepertinya kapal Roro yang kami naiki, hanya memuat lebih kurang 10-15 mobil dan motor.

***

Mobil yang kami naiki melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan yang berbelok-belok, menuntut kehati-hatian para pengendara. Disisi ruas jalan masih banyak terlihat pohon pohon-pohon besar dan ilalang yang mengisi lahan yang cukup luas. Beberapa rumah penduduk tampak berdiri, namun jaraknya cukup jauh antara satu rumah dengan lainnya.

20 menit perjalanan, tibalah kami di tempat tujuan, yakni Bukit Pasir Bintan atau dikenal dengan Gurun Pasir Busung. Gurun Pasir ini, terletak di Desa Busung, Bintan Kepulauan Riau. Sebelum menjadi Gurun Pasir, dulunya tempat ini adalah sebuah tambang pasir yang cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, tempat ini ditinggal pemiliknya, dan operasionalnya dihentikan begitu saja.

Awalnya tak ada yang menarik dari Bukit Pasir ini. Hanya gundukan pasir, teronggok, dan lazim ditemui disekitar galian pasir. Namun tak lama berselang, gundukan pasir yang teronggok itu membentuk bukit-bukit kecil layaknya gurun pasir di Timur Tengah. Lokasinya yang tampak dari jalan utama, mengundang rasa penasaran wisatawan yang melintasinya. Mereka mencoba singgah dan mengabadikan fenomena unik ini melalui poto yang diuplod ke media sosial. Dari sinilah Gurun Pasir Bintan ini mulai dikenal masyarakat luas.

Penampakan Grun Pasir Bintan dari kejauhan
Penampakan gurun pasir dari dekat. Photo from IG @akutwibowo

Bila dilihat dari kejauhan, gundukan gurun pasir ini seperti pasir halus dan tidak berkerikil. Tapi sebenarnya, bentuknya tanah kuning dengan butiran kasar dan berkerikil kecil. Temans tidak perlu takut menaiki dan menuruni bukit pasir ini. Hanya butuh hati-hati saja.  tidak licin, tapi kerikil kecil yang ada dibukit ini, bisa membuat kaki slip dan kemungkinan bisa terjatuh.

"Notice: Pengunjung yang pernah mengalami patah tulang kaki atau kaki yang dipasangi pen, tidak disarankan menaiki bukit ini. Kalau pun ingin menaiki juga, sebaiknya berpegangan dengan teman atau saudara. Pernah kejadian, pengunjung yang baru dipasangi pen terjatuh saat menuruni bukit, akibatnya kaki si pengunjung di operasi ulang". 

SPOT POTO dan MENCOBA PANAHAN DI GURUN PASIR BUSUNG

Mengunjungi Bukit Pasir Busung tidak lah lengkap bila tidak berpoto di spot-spot cantik yang tersedia di area ini. Temans bisa berpoto dengan background love, papan bintang dan latar air sungai biru. Cukup membayar 5000 rupiah untuk dua orang, temans bisa berpose dengan berbagai gaya yang diinginkan. Seperti gambar di bawah ini.

Yang suka panahan, disini juga ada kok. Dengan 10 ribu rupiah, temans bisa mencoba memanah hati dedek tersayang, maksudnya papan lempar busur sebanyak 5x shots.






Terakhir, ada tips keren nih bagi yang mau berwisata ke Gurun Pasir Busung ini.
1. Sebaiknya pergi disiang hari saat cuaca panas, kalau hujan tanah disekitar sini lunak dan becek.
2. Bawa topi atau payung untuk melindungi dari cuaca panas..
3. Sediakan minuman, terlebih bagi yang membawa anak kecil. Spot poto ke gerbang masuk penjual makanan lumayan jauh ya.
4. Bila pergi ikut tour, mamfaatkan waktu seefektif mungkin, karena sudah pasti schedule sudah available.

Sekian dulu cerita dari saya mengunjungi Gurun Pasir Busung di Pulan Bintan.
See ya to the next story.