Pertama kali Menulis di Website Sendiri

Ini adalah tulisan pertama saya di blog yang bernama www(dot)myimagineidea(dot)com. Sekarang nama blog tersebut telah bermigrasi ke domain sendiri, yakni www(dot)yuliamarza(dot)com.

Awalnya gak ngerti dan gak paham, apa itu blog, website, domain, niche dan segala macam istilah dalam dunia blogging. Yang penting nulis, keluarkan apa yang ada diimajinasi kamu.

credit : pixabay

Dulu waktu jaman sekolah, saya lebih banyak nulis diary, sebagai curhat, menghempaskan semua uneg-uneg yang ada di kepala. Namun semenjak mengenal website dan punya media "curhat" yakni blog, menulis gak sekedar menulis ternyata, tulisannya nyambung atau tidak, berhubungan gak dengan topik yang diceritakan, ada manfaat gak sih dibaca orang lain? Semua jadi pertimbangan.

"Membuat blog itu tidak sulit, Anda bisa mulai dari yang gratisan terlebih dahulu. Misalnya menggunakan platform Blogger.com, WordPress.com, Medium atau Tumblr. Inti dari blogging adalah menulis, jadi selama Anda bisa menumpahkan pikiran Anda ke dalam bentuk tulisan secara rutin – tak peduli di manapun platformnya, Anda sudah bisa disebut sebagai seorang blogger."

"Tapi jika Anda berniat menjadikan blogger sebagai profesi. Anda butuh lebih dari sekadar menulis, karena Anda harus mendapatkan pemasukan dari sana, betul bukan? Anda harus bisa menjadikan blog sebagai aset dan tulisan sebagai produk yang dijual kepada pengunjung. Kemudian memonetisasi lalu lintas pengunjung tersebut menjadi pendapatan"
dailysocial.id

Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, kemudian menyajikannya dalam bentuk tulisan bukan perkara mudah. Ini butuh waktu dan energi. Mengumpulkan informasi saja sudah butuh waktu yang tidak sedikit. Minimum ia butuh 3 sampai 4 jam hanya untuk mengumpulkan saja. Ia masih butuh waktu lagi untuk menganalisa informasi yang ia kumpul.


Kemudian, butuh waktu lagi untuk menulis. Ia harus memilih dari sudut mana ia menulis agar tulisannya menarik bagi pengunjung dan search engine seperti Google. Masih ada waktu lagi untuk memeriksa tata bahasa dan 'spelling.' Kalau waktu dan energi tidak cukup- mustahillah ia dapat menyampaikan satu tulisan bagi pengunjung internet. putra-putri-indonesia.com

Dari yang saya baca di elitemarketer.id, jika Anda ingin blog atau website Anda untuk benar-benar tumbuh dan mempunyai banyak pembaca dan dapat mengonversi leads, Anda harus melakukan lebih dari sekedar menulis artikel di blog. dalah 5 langkah yang harus dilakukan setelah menulis artikel di Blog
1. Menanggapi Komentar
2. Membuat Upgrade Konten
3. Posting link Anda  Saat Mengirim Email ke Email List Anda.
4. Diskusikan Dalam Forum dan Facebook Groups
5. Setelah Menulis Artikel di blog, Pantau Peringkatnya
Detailnya menluncur ke blognya ja ya.

Namun beda lagi ketika saya berselancar di website panduanim.com
Membuat artikel itu sepertinya gampang…
…tinggal ngetik.
Tapi jangan anggap remeh.
Membuat artikel yang menarik itu tidak mudah.
Apalagi untuk website!

Website beda dengan buku. Saat orang-orang browsing website, mereka biasanya tidak suka baca artikel yang terlalu panjang. Inilah masalah terbesar dari pemilik website dan blog.
Sudah capek-capek bikin artikel…
Tidak ada yang baca sampai selesai…
Lalu tidak ada yang berkunjung ke websitenya…
Akhirnya artikel mereka gagal mendapatkan peringkat di Google. Meskipun sudah belajar yang namanya SEO.

Apa saja artikel yang dibaca banyak orang dan disukai pembaca menurut panduanim.com
1.Pelajari karakter calon pembaca
2. Pancing pembaca dengan judul yang menarik
3. Artikel anda tidak akan dibaca kata-per-kata, lakukan ini untuk mengakali
4. Ikuti format berikut agar tulisan anda terbaca
5. Tingkatkan kualitas dan bobot isi artikel anda
6. Temukan dan gunakan keyword LSI
7. Lakukan pemeriksaan tata bahasa dan ejaan
8. Lakukan optimasi on-page SEO lainnya
9. Sekarang saatnya mencari pembaca
Lengkapnya menluncur ke blognya aja deh.