5 Fakta Tentang Diri Sendiri


Bercerita tentang diri sendiri mungkin agak sulit kali ya? Kita tak bisa menilai diri sendiri. Baik bagi kita, belum tentu baik bagi orang lain. Disini, saya masih butuh kritikan, butuh masukan, dimana letak kekurangan saya? Baik atau buruk respon orang lain, jadikan saja cambuk untuk lebih baik. Manusia tak ada yang sempurna. Manusia punya kekurangan. Walau saya akan menyingkap aib sendiri, demi #BPN30DaysChallenge, saya akan mengungkap 5 fakta soal diri sendiri. Maafkan bila kurang menginspirasi.


TENTANG KELUARGA BESAR SAYA

Saya lahir di Padang, besar dan juga bersekolah di Padang. Papa saya seorang polisi dan Mama saya seorang Ibu rumah tangga biasa (keduanya sudah almarhum). Kami  tinggal di asrama polisi di pusat kota Padang, yang bisa dibilang sempit untuk ukuran keluarga kami. Kenapa sempit? Ya, karena kami 8 bersaudara, dua laki laki dan enam perempuan. Untuk tidur pun, orang tua saya terpaksa membeli ranjang besar dua tingkat untuk kenyamanankami.

Kalau ada yang bilang, keluarganya banyak banget? Ya, banyak. Orang dulu mah prinsipnya banyak anak banyak rezeki. Mungkin rada aneh bagi orang sekarang. Kalo dulu, biasaaa… Malah ada yang lebih. Namun Alhamdulillaah, semua bisa bersekolah, karena mama saya terpaksa membuka warung kecil-kecilan di depan rumah untuk menopang ekonomi keluarga. 

Hidup pasan-pasan waktu kecil, membuat saya jadi pribadi yang mandiri. Baik lah, tanpa ba bi bu lagi, saya akan mengungkap fakta tentang diri saya.
   
#1. SAMPAI SMP JARANG DIMARAHI
Mengurus delapan anak tidak semudah yang dibayangkan. Mama yang notabene banyak anak, tentu menyamaratakan kasih sayang ke anak-anaknya. Namun ke saya lebih spesial. Waktu kecil saya tipe anak yang nurut sama orang tua. Jarang merengek, gak bawel lah, kalo istilah sekarang. Selain itu waktu Sekolah Dasar, saya juga rajin belajar dan selalu rangking tiga besar hingga kelas Enam. Sampai SMP pun saya tetap gak sebawel anak seusianya yang gonjang ganjing oleh masa pubertas. Mungkin karena itulah alasan Mama jarang memarahi saya.

#2. TIPE PEMILIH
Saya gak neko-neko kalau urusan makan, baju, dll. Tapi saya tipikal pemilih teman. Agak ektrim memang kedengarannya. Sebenarnya saya orangnya rame juga. Tapi gimana ya, saya tuh cocok-cocokan ma orang. Artinya gini, kalau gak pintar, gak seide, gak nyambung dan penuh drama, saya bye aja. Bergaul sih tetap, tapi yang dekat hanya beberapa orang saja. Etapi, semakin dewasa dan nambah pengalaman, apalagi udah menikah, sifat ekstrim itu pun perlahan menghilang.

#3. MAMPU SENDIRI
Jangan pikir perempuan itu makhluk lemah. Perempuan bisa melakukan apa saja tanpa bantuan kaum pria. Selain pekerjaan rumah tangga, saya tuh tipe "apapun saya harus bisa". Kalau gak mau, ya udah saya bisa sendiri. Pernah ada lemari lepas engselnya, ya udah saya betulin. Saya ngecat rumah juga bisa. Teman ninggalin saat saya kejebak macet, saya berangkat sendiri juga. Pokoknya saya mampu sendiri.

#4. CEPLOS CEPLOS NAMUN BERANI NGAKU SALAH
Entah kenapa waktu kecil saya orangnya diem, ga bawel, tapi besarnya malah banyak omong. Mungkin hormon pubertas yang membuat perubahan besar dalam diri saya. Etapi, ada efek lain juga ding, teman SMP yang sekelas ama saya dulu orangnya pada gila semua. Hebohnya minta ampun. Secara tak langsung saya kecipratan gilanya juga. Ngomong saya dah mulai belepotan, tanpa sadar sering buat orang lain tersinggung. Padahal niat saya gak seperti itu. Tapi setelah diam, saya baru menyadari, tadi keterlaluan gak sih? Akhirnya minta maaf.

#5. ORANG RUMAHAN, SUKA MELALAK
Artinya apa ini ya? Zaman sekolah, saya tipikal orang rumahan juga. Saya lebih suka nonton, tidur, mbaca dan belajar. Tapi kalo udah jalan, saya gak mau sebentar, pergi pagi, pulang dah malam. Setelah menikah, masih sama aja, gak ada yang berubah. Kalo dah pergi jalan, paling males sebentar, bikin lelah badan aja. Mending sekalian capek, pulang mandi air anget, dah,semangat lagi.

Itulah 5 fakta diri saya. Ada yang sama gak ya ama kakak yang baca?












Baik Buruk Media Sosial, It's Depend on You!


Tut tut..tut tut, bunyi pesan WA yang masuk ke handphone ponakan saya. Saya yang lagi berdiri dekat meja, tak sengaja melihat pesan masuk dari grup SMP nya. Secepat kilat ia menjulurkan tangan, meraih handphone yang tercas di atas meja.

Pesan terbuka, dibaca dan seketika gelak tawa keluar dari mulutnya. Sesekali dia tersenyum dengan mata yang tetap fokus menatap layar handphone. Entah apa isinya. Yang jelas, jari tangannya dengan lincah memainkan keypad qwerty, membalas setiap  pesan yang masuk.

Saya pun pernah di posisi seperti itu. Pesan dari WA grup yang membuat saya tertawa sendirian. Untaian kenangan nostalgila lah yang tanpa sadar mengundang tawa spontanitas. Sayangnya, kadang saya lupa sedang berada di keramaian. Gelak tawa ngakak atau cekikikan, sering mendapat tatapan aneh orang-orang sekitar. Masih untung tatapannya gak di zoom in zoom out kayak nakutin anak kecil. Hiks.

Sadar atau tidak, media sosial telah mengubah gaya hidup. Pengaruh media sosial membuat angka pengguna internet meningkat secara signifikan. Gak perlu data valid dulu, lihat saja di sekitar kita. Bukankah dengan mudahnya kita menjumpai anak SD, SMP, SMA, sibuk dengan handphonenya?

Di jalan, di kendaraan, di sekolah, bahkan ajang kumpul pun sibuk menundukan kepala memainkan jari jemari nya. Tak peduli siang ataupun malam, layar 5” tetap standby dalam genggaman.

Gimana dengan anak kita? Youtube, streaming, download, bukan kata aneh lagi yang keluar dari bibir mungilnya. Saya gak pernah mengajarkan anak-anak bermedia sosial, saya pikir, di umurnya sekarang, belum saatnya dia tau banyak tentang internet.

Tapi, sekuat apapun saya membentengi anak-anak dengan proteksi yang paling canggih, benteng saya kalah kuat dengan teman-temannya. Dari teman dia bisa tau segalanya. Dengan hanya melihat, dia bisa langsung praktek di hape saya.

Itulah kuatnya media sosial mempengaruhi lingkungan. Candu nya bagai ikatan yang kuat. Susah dilepaskan!

Gimana dengan kita? Lihat lah, berapa banyak akun media sosial terinstal di hape? Bisa jadi lebih dari 5. Mulai dari Twitter, Instagram, Facebook, Whatsapp, Telegram, Youtube, Massenger dll.

Akun medsos di hape saya


Inilah bentuk nyata yang terjadi sekarang ini. Media sosial telah terganti menjadi suatu kebutuhan. Hanya bermodal hape dan paket data, kita bisa melakukan apa saja. Chating, kirim pesan, voice call, video call, live streaming, bahkan download, bukanlah hal yang sulit. Ajang silaturahmi pun mulai tergantikan dengan online di dunia maya.

Begitu parahkah media sosial mempengaruhi kita? Sebenarnya tidak juga. Asal bisa menggunakan sesuai porsi, dampaknya tidak akan menjadikan kita seperti robot berjalan. Banyak hal positif yang bisa kita lakukan dengan bermedia sosial. Selain uplod poto selfi, wifie, bertemu teman lama dan mendapat teman baru, kita bisa menjadikan media sosial sebagai bisnis sekaligus branding.

Apalagi bagi seorang blogger. Media sosial punya peranan penting dalam hal branding. Salah satunya sebagai ajang promosi blog. Melalui akun media sosial, saya dengan mudah men-share konten blog dengan harapan bisa saling sharing dengan blog walking.

Bila banyak pengunjung, secara tak langsung efeknya meningkatkan trafik blog. Syukur-syukur dibaca sebuah brand, bisa jadi job dan content placement juga kan?.

Satu lagi branding blog yang baik, bergabung lah dengan komunitas blogger lokal dan Nasional. Follow semua akun medsosnya. Selain dapat banyak teman, dapat ilmu, kita juga dapat banyak info yang lagi hits, bahkan info job.

Terakhir, saran saya, bijak lah bermedia sosial. Media sosial itu bisa membawa perubahan positif bila dilakukan dengan bijaksana. Sebaliknya, media sosial bisa menjadi pedang tajam, yang melukai, menyakiti layaknya komentar netizen.

Tergantung pilih yang mana, semua ada di tangan kita. Kunci utamanya hanya satu, Bijak bermedia sosial dan No Hoax, No Haters!

Selamat menjelajah. Tetap bersilaturahmi ya, di dunia nyata dan maya. Daa..



7 Alasan Saya Bergabung di Blogger Perempuan Network



Join dengan grup blogger banyak memberi keuntungan bagi saya. Selain dapat teman, saya juga mendapat keluarga dengan bisanya saya sharing atau mendapat bantuan jika membutuhkan informasi mengenai blogging, media sosial dan lain sebagainya.

Saaat ini saya tergabung di satu komunitas blogger yang bernama Blogger Kepri. Selain itu saya juga tergabung di beberapa grup blogger besar Nasional, salah satunya di Blogger Perempuan Network.

Bergabung di komunitas blogger Nasional, tentu menambah luas jaringan pertemanan di dunia online, salah satunya saya dapatkan di grup Blogger Perempuan Network. Di grup BPN, saya telah bergabung selama dua tahun. Banyak sukanya daripada dukanya sih.

Nah, ada beberapa alasan mengapa saya bergabung di Blogger Perempuan Network?

#1. Grup Blogger Perempuan Terbesar
BP Network adalah situs jaringan blogger terbesar khusus perempuan yang berdiri awal tahun 2015. Hampir 4 tahun berjalan, Blogger Perempuan Network telah mempunyai 3400+ member, dengan ragam kategori berbeda. Visi misi yang jelas lah, yang membuat meningkatnya jumlah member blogger perempuan asal Indonesia, yang tersebar di berbagai belahan dunia. Hal ini tidak lain berawal dari tangan dingin tiga perempuan cantik yang jatuh cinta dengan dunia online, dan memiliki keinginan yang kuat memajukan Blogger Perempuan sehingga menjadi wadah untuk saling berbagi, berjejaring dan menginspirasi. BPNetwork sendiri cukup memanjakan membernya dengan kerapnya membagikan informasi melalui email atau media sosial grup tentang kopdar, job, tips, dll. Berharap suatu saat ada acara kopdar di Batam ya mbak.

#2. Tempat Menambah Saudara Seperjuangan
Tiga ribu lebih, bukan jumlah yang sedikit. Bayangkan, jika kita punya saudara sebanyak itu, berapa banyak ilmu yang kita dapatkan? Kodratnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Dengan tiga ribu lebih member BPN, saya sudah mempunyai saudara seperjuangan di dunia blogging. Awalnya dari blog ke blog, bisa jadi berlanjut kopdar bareng dan akhirnya berlanjut ke Best Friend Forever.

#3. Sebagai Tempat Edukasi
Belajar takkan pernah habisnya. Orang yang mau belajar adalah orang yang ingin maju. Termasuk saya, yang masih terus belajar tentang ilmu blogging. BP Network salah satu wadah terbaik saya mendapat ilmu blogging. Di BP Network saya belajar tentang banyak hal. Baik itu cara memonetasi blog, review yang baik, cara berkomunikasi positif, tips, konten terbaik, tempat mengeluarkan uneg-uneg, semua komplit jadi satu.

#4. Evaluasi Diri
Di BP Network tidak hanya satu kategori blog saja yang tergabung, tapi banyak kategori dengan macam dan gaya tulisan yang punya ciri khas tersendiri. Melalui grup, saya banyak mendapat sumber-sumber ide, gaya tulisan baru, bagaimana cara mereka menulis dan lain sebagainya. Mereka semua sangat menginspirasi. Setidaknya saya bisa mengevaluasi diri, agar lebih banyak belajar lagi dan lagi.

#5. Punya Grup BW
Didunia blogging ada istilah BW atau Blog Walking. Ajang berkunjung dan berkomentar di tulisan blog lain. Di sini kita bisa berkomentar antar sesama blog dan bisa juga menjadi ajang perkenalan diri. Grup BW BP Network ini lebih banyak di Telegram sih ya. Tapi di Facebook, bisa juga dibuka Bw dengan thread yang berbeda setiap harinya.

#6.Tim Perempuan Tangguh Zaman Now. 
Susksesnya sebuah Perusahaan karena didukung oleh tim yang solid. Gitu juga nih di Blogger Perempuan Network. Mungkin sebagian kita hanya tau mbak Shintaries. Eh..beneran lo, kalo dah bilang Shintaries, pasti pada bilang, ooo Blogger Perempuan? Serius!

Tapi sebenarnya tidak hanya mbak Shintaries saja di belakang BP Network. Masih ada perempuan-perempuan tangguh yang juga familiar dan menjadi kunci sukses BP Network sebagai salah satu grup blogger terbesar Indonesia. Nah, ini dia tim suksesnya.

Dari kiri, kanan dan bawah
Shintaries  - Founder
Almazia Pratita - Founder
Dyane Dorothy - Founder

Poto atas kiri ke kanan
Alaika Abdullah  - Community Relation
Desy Yusnita  - Brand Partnership
Poto bawah kiri ke kanan
Nunik Utami - Content Writer
Kartika Putri - Socmed Relation

Poto atas kiri ke kanan
Rani Novariany  - Super Admin
Aprijanti  - Blogger Partnership
Poto bawah kiri ke kanan
Astari Ratnadya - Brand Partnership
Kartika Putri - Content Writer

#7. Info Job Terakurat
Kenapa terakurat? info job dari BP Network biasanya dikirim via email atau di share di grup Facebook BPN. Teman-teman pernah kan, kalau dapat email dari BPNetwork, pengen cepat-cepat buka? pasti nya takut kelewatan ngisi form dengan jumlah member yang bejibun itu. Telat 5 menit aja, form langsung tidak bisa dibuka. Lalu nyesal, nangis dipojokan, karena gak bisa ikutan. Huaaa

Banyak banget keuntungan bergabung di Blogger Perempuan Network. Dapat ilmu, teman, cara berinteraksi, berkomentar dan bermedia sosial yang baik. Yang penting, kita jangan segan membuka diri dan menerima setiap kritikan demi perubahan yang lebih baik.

BP Network membuka keanggotaan untuk blogger dan non blogger (yang memiliki ketertarikan terhadap dunia blogging). Bagi yang mau mendaftar bisa disini nih.

Yang sudah menjadi member, tetap menjaga silaturahim yang baik antar sesama member BPN. Walau gak pernah kopdar bareng, tapi percayalah, silaturahim tetap terjalin melalui tulisan.



Mengapa Saya Memberi Nama Blog MarzaQueen?




Inilah pernyataan William Shakespeare seorang sastrawan Inggris.
“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi. 


Ungkapan ini mungkin tak berlaku lagi di era mileneal sekarang. Nama jadi penentu sebuah benda. Nama juga menjadi identitas diri seseorang. Tanpa nama kita tak akan bisa mengenal satu sama lain.


Sama halnya dengan seorang blogger. Dengan nama, seorang blogger secara tak langsung menunjukan diri dan keprofesionalitasan nya. Beliau menulis tentang traveling, karena memang suka traveling. Menulis tentang beauty, karena memang suka beauty. Nah nama blog yang dipakai sudah tentu sesuai dengan kobten yang ditampilkan. Contoh, blogger penulis traveling, nama blog secara tak langsung merujuk ke kata jalan, travel, traveler, adventur, dunia, dll. Gak mungkin kan nulis traveling nama blog nya jualan, keluarga, atau mungkin flower?  Gak nyambung dong kak?

Seperti yang saya bilang, nama blog relevan dengan konten. Erat juga kaitannya dengan alamat blog. Lihatlah blog para mastah blogger yang punya traffic tinggi, nama dan alamat blog saling berkaitan erat. Saya ambil perumpamaan nih, alamat blog www.abcd.com, nama blognya pasti, abcd (lihat deh blog blogger femes). Ini dari yang saya perhatikan seksama ya. Tapi gak menutup kemungkinan juga memakai nama lain, seperti nama anak, setengah nama ibu dan anak, nama keluarga bahkan nama mereka sendiri. Yang penting konsep blog tidak lari dari jalur utama.

Nah, gimana dengan blogger yang suka gonta-ganti nama blog? Semua tergantung pemilik blog. Pasti ada alasan mengganti nama lama ke yang baru. Bisa jadi terlalu panjang, susah dibaca, lari dari keyword, dan lain sebagainya. Mereka tentu sudah memikirkan resiko dari pergantian nama blog. Sebagaimana kita tau, nama baru otomatis mesin pencari akan meng-indeks ulang kembali, yang tentu saja butuh waktu lama.

Salah satu kerugiannya adalah kehilangan trafik blog.Kadang beberapa job blogger meminta data trafik blog perhari bahkan perbulan. Dengan kata lain, trafik bisa jadi bisnis, trafik bisa menguntungkan bila dikelola dengan baik.

"Nama blog adalah judul yang diberikan pemiliknya terhadap blog tersebut."

MarzaQueen

Kenapa memilih nama blog yang sekarang digunakan?

MarzaQueen, itulah nama blog saya. Awalnya sempat terlintas mau pake nama keluargamarza, duniamarza,dan queeninfo. Pas saya renungi, kok kurang sreg ya? Akhirnya pilihan jatuh ke MarzaQueen. Marza adalah gabungan nama Ibu dan Bapak saya, sekaligus nama belakang saya. Sedangkan Queen nama panggilan anak perempuan saya. 

Suka aja dengan nama ini. pertama, saya cinta orangtua, kedua kami sama-sama perempuan, dan perempuan itu, sangat tinggi kedudukannya di mata agama.  Itulah mengapa saya namai blog dengan nama sekarang ini. MarzaQueen yang ada korelasinya dengan konten lifestyle saya.

Bagi saya simple aja sih, yang penting nama blog mudah diingat, bila dibaca gak bikin lidah keseleo. Related dengan alamat dan konten blog. Dah itu aja. Selama konten yang kita buat bagus dan menginspirasi, trafik bakalan naik dengan sendirinya.

Keep writing.


3 Tema Blog yang Saya Sukai


Menghasilkan sebuah konten tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi konten yang relevan dengan tema blog. Kadang, tema dan topik sudah di kepala, tapi, kendala yang sering terjadi adalah, bagaimana mengeksekusinya menjadi tulisan yang berkualitas dan enak dibaca.

Konten yang berkualitas, ditandai dengan banyaknya pemirsah yang berkunjung di blog. Ini bisa ditandai dengan tingginya pageviews pada konten tersebut. Pageview yang tinggi menjadi kepuasan tersendiri bagi penulis. Biasanya, peselancar dunia maya menyukai topik-topik yang lagi nge-hits, gaya bertutur yang santai, lucu dan sesuai realita.

Di blog saya  pun terdiri bermacam-macam konten. Namun melalui blog walking, saya sering membaca konten teman blogger dengan tema-tema tertentu. Nah, pengen tau kan, tema apa saja yang sering saya baca?

#1. PARENTING

Konten parenting paling saya minati, apalagi bila membahas tentang anak. Sebagai ibu yang mempunyai anak usia di bawah 10 tahun, tumbuh kembang anak jadi prioritas utama saya. Apakah cara didik saya sudah benar untuk anak seumurannya? Bagaimana sih bonding sehat antara Ibu dan anak?
Hal seperti ini kadang luput dari perhatian kita. Capek dan lelah, tanpa sengaja, kita sering khilaf memarahi anak, membentak yang bukan kesalahannya. Nah, hal-hal kecil seperti ini, bagaimana sih  kiat menghadapinya? 
Selain itu, tips tentang bagaimana pemberian nutrisi untuk kecerdasan anak, cara mensiasati anak yang mulai kritis bertanya hal-hal baru, dan bagaimana melawan positif buliying yang gencar sekarang ini, juga menjadi fokus utama saya. 
Di internet dengan mudah kita dapatkan konten yang saya cari, dengan mengetik kata kunci. Tapi sharing pengalaman dari teman blogger manmbah sisi lain pengetahuan kita tentang dunia parentin, khusunya anak.


#2. BEAUTY 

Walau udah emak-emak, saya pengen tetap terlihat  cantik dong, walau kecantikan semu yang tertutup foundation dan bedak tebal. Jujur, saya gak bisa dandan layaknya beauty blogger. Di waktu kerja pun saya hanya memakai pelembab, bedak, lipstik serta parfum. No eyeshadow, no Blush on apalagi hiasan jambul khatulistiwa ala Syahrini. Hehehe yang ini gak dong ya, saya kan kerudungan. Tips cara dandan bagi pemula, telah mengisi Drive E computer saya. Bagaimana step by step mendapatkan riasan wajah cantik, halus, tanpa cela, tanpa adanya kesalahan pemakaian pelembab, foundation dan kelengkapan wajah lainnya. Tanpa kita sadari, pemakaian riasan wajah yang salah, menjadikan wajah seperti memakai topeng. Ini jadi kebutuhan primer nih, bagi emak-emak yang sering kondangan.


#3. TRAVELING.

Udah berhasil mendidik anak, cantik, saatnya leyeh-leyeh. Konten blogger tentang traveling membawa angin segar buat saya. Setidaknya saya bisa berimajinasi jika saya berada di tempat yang sama. Bali dan Thailand menjadi waiting list saya jika cuti masih tersisa atau berhenti dari kerjaan. Huaaa..lama.. Dua tempat ini sudah lama saya impikan tuk traveling. Beberapa travel blogger, banyak juga membahas dua destinasi wisata impian saya ini. Tapi... saat ini, saya hanya bisa berimajinasi, berharap yang kelak bisa saya eksekusi. Etapi satu lagi yang ikin saya salut, traveler berstatus emak-emak yang pelesiran sendiri trus mendapat izin dari pak suami. Sesuatu banget itu mah.

Nah itulah tiga tema blog yang saya sukai selain tema blog saya sendiri. Adakah yang sama dengan saya? Share ya kak..


Review DUMET School, Jika Dulu Tempat Kursus Terbaik Ini Telah Ada?



Waktu SMU, saya pernah mengikuti kursus bahasa Inggris dan komputer pada satu lembaga profesional di kota kelahiran saya. Awalnya saya diajak sohib karib yang mengiming-imingi saya dengan mengatakan, kalau disana banyak cowok keren dari sekolah lain yang juga kursus di lembaga tersebut.

Saya yang masih ababil (abege labil), langsung mengiyakan tanpa pikir panjang.  Saya pikir, sambil menyelam minum air. Sambil belajar, sambil cuci mata. Di samping dapat ilmu, dapat teman baru, dan dapat nikmatin wajah manis yang berseliweran di depan mata. Begitulah kira-kira niat awalnya.

Niat kursus pun saya utarakan ke orangtua. Sedikit rayuan, walaupun maksa tepatnya, dana untuk 3 bulan ke depan langsung berpindah dari dompet nyokap ke tangan saya.

Banyak ilmu yang saya dapatkan selama kursus. Terutama komputer. Awalnya buta dan meraba-raba, akhirnya paham semuanya. Mungkin karena saya kelewat bawel kali ya, nanya ini nanya itu ke Pak guru. Ya harus dong, daripada saya gak tau tapi sok tau, kan lebih bribet.

Lagian guru yang ngajar, orangnya asyik kok, sangat welcome malah ngejawab atu atu pertanyaan siswanya.

Semua karena saya tekun juga sih, daaann.. hhhmmmm..serpihan aura positif dari Andra, cowok manis berkaca mata yang duduk di sebelah saya. Cowok smart yang juga bertangan dingin. Yang tak segan nolong saya bila lupa pelajaran. Fans Andra lumayan banyak, termasuk saya dong salah satunya.

Bias Andra begitu kuat. Ibarat aliran listrik yang menyengat tubuh saya. Menyentak saya harus ON dan bertegangan tinggi. Seketika saya mulai berhalusinasi, jikalau nanti saya berjodoh dengan Andra, pasti anak-anak saya akan pintar seperti bapaknya. Jika..dan jika.. omaygad, halu kan jadinya?

Andra pernah cerita ke saya, kalau suatu hari nanti dia ingin belajar bahasa pemprograman dan menjadi ahli IT. Seketika mata saya langsung kedap kedip layaknya Mini  Mouse. Hati saya mulai bersuara "kamu tau gak Ndra, kamu tuh suami idaman gw banget, walaupun kamu cepat botak dan beruban nantinya, tapi kepintaranmu tak kan hilang di otak anak-anak kita. *lagi-lagi saya berhalusinasi.

Tiga bulan menjalani dua kursus tersebut, saya dan kawan karib, dinyatakan lulus dengan nilai memuaskan. Rasa haru menyertai saya ketika menerima sertifikat kelulusan. Semuanya saya raih karena memang saya gigih belajar, bantuan guru yang sangat sabar menghadapi saya, dan terakhir tentu saja karena bias pintar Andra yang ketularan ke saya. Hehehe.

Mengapa kursus Bahasa Inggris dan Komputer?

Tahun 90-an, komputer menjadi barang mahal di eranya. Hanya satu dua orang saja yang memilikinya. Kalau pun ingin belajar, saya mesti ke warnet. Tentu ada harga yang harus dikeluarkan. Ongkos ke warnet dan biaya pakai yang dihitung perjamnya.

Sedangkan bahasa inggris, saya ingin seperti kakak saya yang sangat fluent bicara. Lagian tak jauh dari rumah saya berdiri homestay dengan banyak bule yang singgah menikmati pantai. Dengan bahasa inggris yang saya kuasai, tentu saja saya bisa berinteraksi nantinya dengan mereka.

ILMUNYA DI KEMANAIN?

Di era mileneal ini, sangat sulit bersaing dalam segi apapun. Bila ingin posisi dengan gaji tinggi, seseorang dituntut punya skill mumpuni, di samping gelar akademisnya. Sampai sekarang, saya masih bekerja dan ilmu yang saya dapatkan dulu sangat membantu hingga pencapaian seperti sekarang ini.

Saya pun gigih ikut pelatihan dan sempat terpilih menjadi salah satu peserta coding mum yang diadakan Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) Jakarta. Saya masih ingin terus belajar hal-hal baru yang bisa memotifasi hidup saya.

waktu pelatihan coding mum


Nah, kamu yang masih merasa minder dan kurang percaya diri di hari gini, yakinkan dulu dalam hati, bahwa kamu mampu. Kamu bisa meningkatkan skill dalam persaingan yang sangat ketat belakangan ini.


BAGAIMANA CARA MENSIASATINYA?

Orang akan berlomba-lomba mencari tempat kursus. Mengasah kemampuan agar bisa bersaing dengan yang lainnya. Lihat lah, tempat kursus bertaburan bak cendawan tumbuh. Semua menawarkan fasilitas, metode belajar dan kualitas materi yang menjanjikan.

Tapi jangan sampai salah menjatuhkan pilihan. Mencari tempat kursus memang mudah, tapi kita harus bijak memilih mana yang betul-betul unggul dan ideal dalam semuanya. Baik dari kualitas maupun kuantitas. Jangan sampai uang kita terbuang sia-sia. Capek kursus tapi hasilnya zonk.

Salah satu tempat kursus yang recomended adalah Dumet School. Mengapa Dumet School? Dumet School adalah tempat kursus website, Digital Marketing, dan Desain Grafis.

Dumet School ini memang tidak ada di Batam, tapi ada di DKI Jakarta. Namun gaungnya sudah terdengar di dalam dan luar negeri. Dumet School  juga menjadi tempat kursus terbaik yang pernah ada.

Kenapa DUMET School pantas jadi pilihan kamu. Apa saja sih keunggulannya?

#1. Punya Website Sendiri

Bonafit tidaknya suatu perusahaan /lembaga profesional, pastinya didukung oleh situs web, serta meta data yang nyata dan jelas. Seperti Dumet School yang mempunyai website di https://www.dumetschool.com

#2. Lokasi Tersebar di Jakarta

Dumet School telah menunjukan perkembangan yang signifikan dengan total 5 cabang yang berlokasi di Kelapa Gading, Srengseng, Tebet, Grogol, dan Depok, sejak mulai berdiri di 2013.

3. Punya Tim Solid

Pesatnya perkembangan Dumet School, karena didukung oleh staff pengajar yang profesional. Mereka mampu membangun tim yang solid, hingga mampu menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. Yang tentunya membuat murid lebih baik dan berhasil. Dengan kata lain murid tidak merasa dirugikan.

#4. Metode Kursus Khas

DUMET School mempunyai metode kurus yang khas, jadwal kursus fleksibel, satu murid langsung mulai, belajar sampai bisa dan gratis konsultasi seumur hidup.

#5. Siswa Beda Profesi
Murid DUMET School datang dari berbagai jenis profesi. Mulai dari pelajar, mahasiswa, dosen, staff profesional dan pemilik bisnis kursus di DUMET School. (8000+ murid dari sekolah, universitas, instansi pemerintah dan perusahaan ternama).

Bagi kamu yang ingin kursus di DUMET School, tapi ragu nentuin pilih paket apa? Tenang, kamu bisa kok konsultasi dengan staff ahli yang ada di DUMET School.

Referensi buat kamu, apa aja sih program di DUMET School itu? Dan apa aja sih yang saya dapatkan jika join di sini?




PROGRAM UNGGULAN DUMET SCHOOL

# 1

Contoh Hasil Karya Siswa DUMET School

# 2


# 3

# 4

Kamu bisa pilih salah satu program sesuai bakat dan skill kamu. DUMET School menawarkan sesuatu yang beda dari tempat kursus yang pernah ada.

Tidak salah dong, Dumet School menjadi tempat kursus terbaik yang ada sekarang ini. Coba aja DUMET School ada waktu saya sekolah dulu, mungkin Andra akan sangat tertarik join di sini. Andra yang maniak IT, Andra yang puya ambisi besar di bidang IT. Karena DUMET School, tempat kursus IT di Jakarta.

Hayuk buruan daftar. Di hari guru besok ada promo khusus lo.

Pengen tau lebih lanjut, silahkan meluncur langsung, atau juga bisa via telp dan email di bawah ini. Atau bisa follow akun media sosial DUMET School.

DUMET School
Telp : (021) 29411188
Email : info@dumetschool.com
Facebook : Dumet School
Twitter : @dumetschool
Instagram :@Dumetschool

Selamat mendaftar.



Kenapa nulis di blog? Media Terbaik Milik Sendiri, ya Blog

Photo taken from : pixabay

#PAST

Kenapa menulis di blog? Ya karena suka. Suka dunia tulis-menulis. Dulu pertama kali menulis waktu SMP. Di saat hormon pubertas saya bergejolak, di situlah saya mulai menyukai lawan jenis. Media curhat waktu itu hanya lah diari berwarna pink berukuran 10x20cm. Kertas warna warni yang beraroma khas, menjadi saksi bisu keluh kesah saya tentang suka duka sekolah dan tentang cowok yang saya taksir.

Kalaupun dibaca histori jadoel saya sekarang, pasti hanya rentetan tawa ngakak yang keluar. Laksana masa lalu yang tak pernah jadi masa depan. Namun saya cukup bangga menulis diari. Setidaknya saya bisa mengekpresikan rasa nyata yang bergejolak saat saya muda. Walau tanpa komen dan solusi yang jelas.

Menulis diari, masih saya lakukan hingga SMA. Tidak hanya diari saja, saya pun menjadi pengisi salah satu sudut mading di sekolah. Mulai dari aneka tips, lagu yang lagi hits, serta resep masakan.

Hobi menulis saya ini terhenti tatkala saya sudah sibuk dengan rutinitas kerja. Capek dan lelah hayati memaksa saya tidur lebih cepat. Waktu menulis pun hampir tidak ada. Media curhat mulai terganti ke sahabat dekat. Instan dan dapat komen.

#NOW

Sekarang  blog adalah satu sarana menyalurkan  tulisan saya. Baik itu kehidupan sehari-hari, curhatan, jalan-jalan, review, bahkan postingan content placement. Isi blog yang gado-gado, tidak memungkinkan saya mematok niche yang spesifik. Saya lebih memilih niche Lifestyle yang bebas menulis apa saja.

Gaya-gayaan gak sih punya blog, biar dibilang blogger? Sebenarnya sih gak juga ya, blog media yang punya pasion tinggi sekarang ini. Memiliki website pribadi semacam blog, secara tak langsung kita mengekspresikan bakat yang kita punya. Selain itu, orang lebih mengenal kegiatan kita itu seperti apa? Bukan pamer ya, tapi dilihat dari sisi baiknya aja. Bisa jadi bakat positif kita menjadi satu wadah yang mungkin bermanfaat bagi orang lain. Daripada ghibahin orang, coba?

Kalau saya newbie di dunia blogging. Kudu belajar banyak. Biasanya saya sering mantau tulisan blogger femes yang menang lomba. Masih berupaya terus mengasah tulisan yang masih lemah. Berupaya tetap eksis di dunia blogging, melalui konten gado-gado di blog saya. Walau kadang mood nulis tuh, naik turun kayak jalanan ke Barelang (tempat wisata di Batam yang terkenal dengan jembatan yang bernama Fiisabilillah).

Salah satu postingan saya yang berjudul, Melahirkan Sendiri Tanpa Bantuan Dokter atau Bidan,  (bukan beranak dalam kubur ya, kek film yang lagi ngehit itu) cukup menginspirasi banyak orang. Konten ini berisi pengalaman nyata saya melahirkan anak pertama yang lahir dengan sendirinya. Ada lo yang DM saya melalui email atau Instagram.

Begitu juga dengan konten saya waktu jalan ke Singapura. Beberapa orang juga Direct Massage ke saya. Biasanya orang yang mau ke Singapur via Batam. Ada juga yang nanya tentang beberapa tempat di Singapura yang pernah saya kunjungi.

Happy dong kalo konten kita menginspirasi banyak orang. Pokoknya prinsip saya mah, yang penting nulis, edit dan posting di blog. Perlahan tapi pasti, sambil mengasah tulisan, isi konten yang kita posting akan menghasilkan dengan sendirinya, seperti  Job dan Content Placement.

Itulah mengapa saya menulis di blog, selain bisa curhat, mengasah tulisan, menginspirasi banyak orang, dan tentu saja bisa meningkatkan stabilitas ekonomi. hehe. Nah, kalau kakak yang baca gimana? Kenapa menulis di blog. Share dong.



Review Buku - Neng Koala Study Abroad, Buku Wajib Yang Mau Studi ke Australia



Sekolah ke luar negeri mungkin hanya mimpi bagi sebagian orang. Alasan keluarga, cuaca, faktor makanan, bahkan biaya yang tak sedikit, menjadikan kendala utama melanjutkan studi ke luar negeri.

Namun seiring berjalannya waktu, mimpi akan studi ke luar negeri, tidaklah terbukti bagi perempuan-perempuan tangguh di buku Neng Koala. Berbekal keinginan dan tekad yang kuat, mereka mampu meraih beasiswa, mengikuti serangkaian tes, hingga akhirnya bisa meraih mimpi sekolah di luar negeri.


TENTANG NENG KOALA

Neng Koala adalah sebuah buku kompilasi kisah-kisah nyata  yang ditulis 34 mahasiswi yang pernah menempuh studi S2, S3 kursus singkat maupun program pertukaran di Australia. Berawal dari keprihatinan akan keputusan salah satu penulis, Melati, melepas tawaran beasiswa kuliahnya, hingga timbul ide untuk mengajak teman mahasiswi Indonesia yang tengah kuliah bersamanya di Australia, untuk berbagi kisah perjuangan mereka meraih pendidikan tinggi di negara tersebut.

Beragam histori terangkum dalam buku Neng Koala. Para penulis bukan saja mahasiswi single yang ingin meraih masa depannya. Tapi para penulis datang dari latar belakang yang berbeda. Lajang, bertunangan, menikah dan membawa serta keluarga ke Australia, menikah namun meninggalkan pasangan dan anak di tanah air, hingga single mother.

Kisah suka, duka mereka sebagai mahasiswi di tanah, rantau, berawal dari sebuah blog. Bagaimana kisah kehidupan yang sarat inspiratif ini, bisa menjadi cambuk bagi mereka yang jika suatu hari nanti, ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hal ini pun mendapat dukungan dari Pemerintah Australia melalui skema alumni Grant Scheme serta Causindy Alumni Grant Scheme untuk diterbitkan menjadi sebuah buku yang berjudul Neng Koala: Kisah-kisah Mahasiswi Indonesia di Australia



TESTIMONI 

" Dengan gaya yang mudah dicerna, buku ini bisa menjadi bekal untuk siapa saja yang bersiap-siap studi ke Australia." 
Najwa Shihab - Jurnalis, Alumnus Melbourne Low School.

"Model tuturan yang jauh dari model tulisan akademis ini sangat menyenangkan, seakan kita membaca surat dari sahabat sesama perempuan, yang dari lembar ke lembar semakin menguatkan semangat. Ini bacaan wajib bagi perempuan yang sedang mencari beasiswa studi ke luar negeri." 
Butet Manurung - Direktur SOKOLA, Alumnus Australian Nasional University.

Bacaan jujur, praktis, padat dan lengkap yang memperkaya wawasan dari perempuan tangguh, petualang dan penjelajah ilmu di luar negeri. Mendobrak stereotip gender, mewarisi semangat RA Kartini untuk pendidikan setinggi-tingginya dan mewakili perempuan multiperan dan detail dalam setiap persoalan.
Wardah Fajri - Penulis dan Pendiri Blogger Crony Community (BCC)


ISI BUKU NENG KOALA

Judul Buku :  Neng Koala, Kisah-kisah Mahasiswi Indonesia di Australia
Penulis : Melati, dkk
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
Tebal : 254 halaman
Harga : Rp. 65.000 (Pulau Jawa)
Warna Buku : Merah muda dengan tulisan putih


Buku ini terdiri dari 7 Bagian

1. Berburu Beasiswa

Di sini diceritakan, bagaimana gigihnya perempuan berburu beasiswa hingga sempat gagal tes 4 kali. Semangat emak-emak pekerja yang ingin sekolah kembali ditengah cemoohan teman dan lingkungan. 6 kisah perempuan tangguh pada bagian satu ini antara lain : There is a Miracle of Hope, Semangat! Semangat! Semangat!, Perjuangan Seorang Mama Papua Melanjutkan studi ke Luar Negeri, Emak-emak Mengejar Beasiswa, PNS Pemda Berburu Beasiswa, dan Kuliah Pasca Sarjana di Luar Negeri Melalui Jalur Riset.

2. Kisah-kisah Keluarga

Bayi 45 hari kok ditinggal nduk? itulah salah satu judul yang tertuang dalam kisah keluarga di Neng Koala. Meninggalkan suami bahkan anak, bukan urusan yang gampang. Berbekal tekad dan keinginan yang kuat mengejar studi dan juga beban tanggung jawab akan keluarga, mereka mengambil alternatif dengan memboyong anak ke Australia. Di bagian ini juga ada kisah sekolah bersama suami, membawa anak tanpa pengasuh tuk tinggal bersama, bahkan ada yang sekolah membawa batita. Duh semangat ibu-ibu perkasa mah kalo di bagian ini. Semua tak lain bagaimana kita berdamai dengan keadaan sebagai kunci utama membawa keluarga tuk studi keluar negeri.  hu..hu..hu..,kalau udah menyangkut keluarga, pasti akan ada cerita mengharu biru di dalamnya.



3. Kehidupan Kampus

Gagal bukan berarti kiamat, itulah salah satu judul pada bab ini, yang pernah gagal dalam satu mata kuliah utama program PhD. Selain itu, Studi Inklusif dan pemilihan pembimbing juga diceritakan pada bagian ini.

4. Keseharian di Australia

Di balik maraknya Islamophobia, Australia adalah salah satu negara yang cukup tinggi menghargai perbedaan. Begitu juga saat berada di kampus. Di bagian ini penulis menceritakan, berjilbab tidak lah menjadi halangan bagi mahasiswi muslim, atau bahkan bisa  menimbulkan konflik antar mahasiswi. Mereka masih bisa menjaga culture perpaduan antara agama dan juga style budaya barat, seperti menghargai budaya lain dan menolak berpelukan dengan lawan jenis. Mereka para mahasiswi tetap menjunjung prinsip berbeda-beda tetap satu, tentunya dalam hal toleransi beragam dan berbudaya.

5. Tips Praktis

Pada bagian ini pembaca disuguhi aneka nama bumbu-bumbu masak, berburu akomodasi, inspeksi dan aplikasi, serta bagaimana bisa mencari kerja yang tentunya sambil kuliah.

6. Pertukaran Pelajar, Magang, Short Course & Volunteering

Pada bab ini menceritakan, Catatan Perjalan Muslim Exchange Program, The Great Fiji Experience: Intership, Family, Friend and Fun, Magang dengan AIESEC saat liburan musim panas, Muslimah yang aktif di Organisasi Katholik, yang semuanya tentu saja saat di Australia.

7. Kembali Ke Indonesia

Reverse Culture Shock, itulah yang pertama kali dirasakan mahasiswa yang tinggal lama di luar negeri. Lumrah memang, perbedaan budaya luar dan dalam negeri, yang jauh berbeda, membentuk pola pikir baru yang tidak sesuai dengan kebiasaan tempat asal sebelumnya. Kemudian bagaimana menentukan karier/pekerjaan sepulang dari sekolah di luar negeri.

Total, ada 34 penulis di buku Neng Koala. Semuanya sangat menginspirasi mereka yang ingin studi keluar negeri. Salah satu penulis juga satu komunitas dengan saya di Blogger Kepri, Sri Murni atau Mbak Menix. Mbak Lusi Kiroyan saya juga udah pernah bertemu waktu seminar tentang buku Neng Koala ini di Universitas Batam. Beliau sangat menginspirasi.

Informasi lanjut tentang Neng Koala
Website : www.nengkoala.com
Facebook : @nengkoala
Instagram : @nengkoala
Twitter : @nengkoala
Youtube : @nengkoala
Email : nengkoala@yahoo.com

Penasaran ama buku Neng Koala ini,? Available di Gramedia ya..

Note :  Buku ini akan saya share di website sekolah saya dulu, SMU 3 Padang. Buku ini sangat membawa pencerahan bagi yang ingin melanjutkan studi di luar negeri, khususnya Australia.



Rehat Sejenak di Japanese Garden dan Chinese Garden



Untuk ke sekian kalinya, saya melipir ke Singapura. Negara tetangga yang cukup dekat dengan Batam ini, memudahkan saya datang dan pergi kapan saja. Lagipula, ongkos ke sama tidak lah mahal. Cukup merogoh kocek 300 ribu rupiah saja, tiket ferry PP sudah di tangan.

Ke Singapura kali ini, saya akan melepas rehat sejenak dengan mengunjungi Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari namanya saja "garden", sudah menunjukan, ini pasti berisi tanaman (garden=taman). Tapi, taman seperti apakah?


HOW TO GO THERE?

Sebelum bercerita tentang dua taman ini, pastinya harus tau dulu kan cara nyampe ke tempat ini? Apalagi untuk yang baru pertama kali ke Singapura.

Jangan cemas, petunjuk di negara ini sangat lengkap. Karena saya dari pelabuhan laut Horbour Front, cukup cari saja petunjuk area MRT. Naik lah MRT dengan line Ungu, turun di stasiun Interchange Outram Park, kemudian naik MRT di Line Hijau. Tunggu perhentian di stasiun Chinese Garden. Di situ lah posisi kedua taman ini.



TENTANG JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN.

Japanese Garden. Terletak di Jurong East Singapur, dengan luas 13.5 hektar. Taman ini dibangun tahun 1974 di atas pulau buatan, yang menampilkan konsep alam tradisional Jepang. Selain itu di taman ini juga terdapat 1 Pagoda dengan 7 tingkat. Japanese Garden sendiri terhubung dengan Chinese Garden melalui jembatan putih The Bridge of Double Beauty.

Chinese Garden. Sama seperti Japanese Garden, Taman ini berada di Jurong Lake dengan luas 13.5 hektare. Di bangun tahun 1974 oleh JTC Coorperation yang di desain oleh arsitek Taiwan yang bernama Prof. Yuen Chen. Konsepnya sih mengikuti gaya berkebun serta arsitektur pada masa kerajaan China. Ada beberapa area kebun yang berbeda, serta bangunan-bangunan yang memang tipikal gaya China tempo dulu. Yang uniknya di Chinese Garden ini, terdapat Pagoda Kembar yang posisinya dekat dengan danau.


KE JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN

Saya sampai di Harbour Front (pelabuhan laut Singapura) pukul 8.30, lanjut naik MRT menuju stasiun Chinese Garden. Setelah melewati 9 stasiun, akhirnya sampailah saya di stasiun tersebut. Cukup belok kiri dan turun melalui anak tangga, di situlah lokasi kedua taman ini.

Setelah turun, saya menyusuri jalanan yang dicor beton selebar 2m. Nuansa hijau sangat terasa sekali. Di sebelah kiri saya terhampar padang rumput luas dengan view gedung-gedung tinggi. Sedangkan sebelah kanan, padang rumput dengan pepohonan rimbun yang mengitarinya.

10 menit berjalan, sampai lah saya pada sebuah jembatan berpagar merah, yang akan mengantarkan saya menuju area taman. Dari jembatan ini, pagoda tinggi sudah mengintip di balik pepohonan. Saya pun mengabadikan momen selfi dengan latar pagoda tinggi tersebut.




Di ujung jembatan, terdapat peta dan rute dari Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari penampakan peta yang saya lihat, ternyata tidak hanya tanaman saja yang ada di dalamnya. Ada juga tempat makan, Rumah Teh, Tempat mancing dsb.

Di map juga tertulis Open Hours nya lo, Japanese Garden buka dari 6.00 AM - 7.00 PM, dan Chinese Garden Buka dari 6.00 AM - 11.00 PM.

Biaya Masuk : Gratis 


Hmm...tapi saya mau kemana dulu nih? kiri atau kanan? Kok jadi galau ya? sama galaunya dulu, waktu milih kamu atau dia. (hehe..curhat). Baik lah, akhirnya saya putuskan ke Japanese Garden dulu, yang artinya saya memilih belok ke kiri.

Map kedua taman


JAPANESE GARDEN
Langkah demi langkah terayun di jalanan beraspal yang sangat bersih. Pepohonan rimbun dan rumput hijau, menemani jalan yang saya lalui. Pengunjung tak begitu ramai, karena memang saya pergi di hari kerja. Beda di weekend yang ramai pengunjung. Saat saya ke sini, hanya pengunjung berkeluarga dan beberapa grup bersepeda yang tampak melintas.

Selama perjalanan, mata saya disuguhi aneka pepohonan dan tanaman yang beragam. Dari pohon yang berukuran besar, sedang, kecil, semua tersusun rapi sesuai kelompoknya. Begitu juga tanamannya, semua juga dikelompokan sesuai jenisnya. Bentuknya pun unik. Bulat, bertingkat, datar seperti payung bahkan ada yang berbentuk persegi.

Disini saya juga menjumpai jembatan merah yang di bawahnya terdapat kolam yang dihiasi bunga teratai. Dari atas jembatan nampak jelas rupa tanamn yang ada di Japanese Garden ini.

Saya juga menjumpai pendopo berwarna merah lengkap dengan atap ala rumah tradisional Jepang. Di bawah atap, ada tulisan yang saya tak tau artinya apa. Mungkin ucapan selamat datang, atau silahkan masuk, entahlah, saya pun tak tau.

Pagoda 7 tingkat di Japanese Garden


Puas menjelajah dan menikmati suasana di Japanese Garden, tibalah saya di jembatan berwarna putih, yang menghubungkan Japanese Garden dan Chinese Garden. Waktunya saya mengeksplor Chinese Garden.

CHINESE GARDEN
Di Chinese Garden tempatnya lebih variatif. Selain aneka ragam tanaman, di tempat ini juga terdapat Tea House Pavilion, Dragon Phoenix Court, Live Tortoise & Turtle Mesium, Fishes Paradise, White Rainbow Bridge dan tentu juga Pagoda kembar.

Dari semua tempat yang saya singgahi, saya lewat dan melihat-lihat sekitar lokasi saja. Bukan gak ada duit cyin.. tapi niatnya kesini cuma mau nyegerin mata doang, dan pengen tau apa yang ada di dalamnya. Karena di beberapa tempat di sini, ada yang berbayar tuk masuk, tapi saat ini saya hanya ingin melihat suasana hijau di sekitarnya. Di Pagoda kembar, saya juga berfoto di luarnya saja. Saya tak mau mengotori kesucian Pagoda ini.

Suasana sama, lengang dan tak banyak yang berkunjung di hari itu. Namun pagoda ini akan ramai dikunjungi di kala Imlek dan Mid-Autum festival.


Pagoda kembar Chinese Garden

Overall
Saya suka. Suka dengan konsep kedua taman yang mencirikan budaya tradisional negara masing-masing. Karena ciri khas itu lah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Japanese dan Chinese Garden. Bila kamu ingin menikmati suasana hening, damai sambil meditasi, pilihlah Japanese Garden. Tapi bila ingin lebih variativ, kamu bisa pilih ke Chinese Garden. Tanaman disini tumbuh subur lo, karena didukung oleh irigasi yang baik, yang lokasinya dikelilingi oleh Jurong Lake.

Inilah beberapa penampakan hijau di kedua taman.