Monday, 6 November 2017

Blogger dan Kamera itu..Seperti Sendok dan Garpu



Saya newbie blogger. Mulai aktif ngeblog awal tahun 2016. Sebelumnya saya gemar menulis cerpen, memang hobi banget sih baca cerpen. Pernah beberapa kali juga mencoba mengirim hasil cerpen saya ke majalah dan tabloid. Sayang, nasib belum menghinggapi saya saat itu.

Tapi saya tetap menulis. Belajar banyak dari tulisan para cerpenis. Sampai akhirnya salah seorang teman kerja teh Lina www.linasasmita.com (yang ternyata ketua Blogger Kepri), membawa angin segar kepada saya.

Awalnya teh Lina bercerita tentang pengalamannya selama menjadi blogger. Tentang banyaknya koneksi, endorsement, buzzer, placement artikel dan segudang mamfaat lainnya menjadi seorang blogger.

Saya mulai tertarik. Saya pikir, boleh juga nih ngasah kemampuan menulis saya. Nambah ilmu, nambah teman dapat pengalaman juga, apalagi kalo dikelola dengan baik, dapat menghasilkan juga kan dari ngeblog?

Lupakan tentang penghasilan. Dari cerita demi cerita, akhirnya saya diajarkan teh Lina cara membuat blog di blogspost. Dari cara register, sampai ngisi biodata, tuntas diajarkan teh Lina. Nama blog yang saya pilih kala itu, hanya terlintas di kepala www.myimagineidea.blogspot.com. Gak bonafit banget ya.

Jadilah blog saya dengan domain tak berbayar. Diapain lagi nih? Jujur, saya masih buta dan meraba-raba dalam dunia blogging. Saya gak paham apa itu template, Niche, DA, PA, BW, Visitor, Google Analitics dan lainnya. Pokoknya, dalam beberapa minggu blog itu ada, saya masih mengacak dan mengutak atik layout blog dan banyak juga bertanya ke Teh Lina.

Bosan mangutak-atik blog, saya mulai mencoba mengisinya. Selama satu bulan, blog saya sudah terisi beberapa tulisan, walau isinya masih berkisar tentang tips, teman, dan kejadian sehari-hari. Karena waktu itu saya belum memikirkan niche blog. Yang penting isi dulu aja. niche belakangan. Padahal gak ngerti juga sih niche blog itu apa. Hahaha.

Saya mencoba peruntungan mengikuti lomba blog. Walau masih newbie, gak ada salahnya mencoba. Kalah menang itu belakangan. Tapi saya melupakan sesuatu, dari cerita teh Lina, biasanya syarat lomba blog harus domain berbayar. What? Domain? Apalagi nih? Googling di internet, dan mengertilah saya domain itu apa.

Saya beli domain September 2016, dari sebuah situs yang saya googling. Gak lama setelah transfer, domain telah terganti dengan nama saya sendiri yuliamarza.com. Satu kalimat untuk mengungkapkan semua itu..yeeyyy..saya punya personal blog.

Blog saya mulai berkembang. Saya bergabung di grup WA dan Facebook Blogger Kepri (BK), komunitas pertama saya. Dari situ saya banyak belajar dan mulai tau beberapa istilah blog. Saya juga di sarankan Teh Lina masuk grup Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger. Alhamdulillah, dari grup tersebut, banyak ilmu yang saya dapat seputar dunia blogging. Segala macam info tentang blog, terupdate di grup.

Yang paling menguntungkan buat saya adalah waktu bergabung dalam komunitas BK. Saya banyak tahu kegiatan blogger itu bagaimana dan seperti apa. Pernah juga beberapa kali mendapat kesempatan datang ke undangan yang ditawarkan BK, seperti opening kafe, restaurant dan juga buka bersama Ramadhan.

Baca juga : Buka Bersama di D'Merlion Batam

Dari beberapa undangan itu, saya mulai berkenalan dengan anggota BK lainnya. Rata-rata temans BK ngeblog waktu masih jaman multiply, zaman old ke jaman now lah kalo bahasa kekiniannya. Mereka juga bukan full time nge-blog, tapi juga pekerja seperti saya. Profesinya macam-macam, karyawan swasta, reporter, pegawai negeri, guru, pelajar, mahasiswa, jurnalis dan lain sebagainya. Etapi, ada yang selebgram juga loh.

Apa yang saya ambil?
Banyak. Dari desain blog, dan gaya tulisan. Rata-rata gaya bahasa blogger nyantai ya, tapi terarah. Beberapa dari mereka juga punya ciri khas gaya menulis.

Nambah ilmu?
Iyes dong. Dari profil mereka saja sudah keren, pekerja dan sudah berumah tangga, alias makslenial, Ya wajar lah ya tulisan mereka bagus dan enak dibaca.

Seru sih saat kumpul bareng mereka, ada aja yang jadi bahan tertawaan. Tapi satu hal yang jadi perhatian, setiap ada acara ngumpul, temans BK selalu membawa kamera. Awalnya saya diam dan mengamati saja, mau ngapain yah ama kamera gede gitu? Kudet banget lah saat itu. Lagian saya pikir, kalo hanya moto doang, sekarang kan kamera handphone cukup canggih dengan megapixelnya yang cukup besar juga, ya kan?

Dugaan saya salah. Kamera mereka ternyata bagus banget. Hasilnya diluar dugaan saya. Bagus, bening, dan luar biasa. Tapi saat itu, saya belum tertarik untuk memilikinya

Saya kembali menghadiri satu acara Gathering Blogger yang diadakan di salah satu hotel baru di Batam. Dan seperti biasa, temans BK tetap dengan kameranya, dan saya masih setia pake Handphone setengah keren ini. Hehe

Namun kali ini, perhatian saya tertuju pada salah satu kamera temans BK. Kamera berwarna hitam dengan lensa bulat dibagian tengahnya. Bentuknya simple dan sepertinya nyaman banget dibawa. Berdiri di samping saya, otomatis saya bisa melihat langsung kamera tersebut. Sukaaa banget. Pandangan saya tak pernah lepas dari kamera itu. Tiap dia poto objek, saya terus mengamatinya. Sempat bergumam dalam hati. Kapan yah saya punya kamera seperti itu?

Di saat acara berakhir, saya coba mendekati temans BK tersebut dan bertanya jenis kamera yang dipakainya. Kamera Canon Eos 1300d kit 18-55mm hadiah ulangtahun dari suaminya, yang sekaligus menjadi kamera kesayangannya. Wah, baik banget ya suaminya, menghadiahi kamera bagus gitu.


Gambar diambil dari Tokopedia

Namun satu tahun berlalu, saya masih belum bisa membeli kamera dsrl tersebut. Tetap setia dengan Handphone yang gak keren lagi. Padahal bagi seorang blogger kamera tuh penting banget kan ya buat jeprat jepret? Ibarat nasi ama lauk, harus satu paket. Tapi yah..belum kesampaian tuk beli. Niat gak sih? hihi

Baru-baru ini saya kembali cek harga kamera tersebut, di salah satu situs belanja online, Tokopedia, yang menyediakan banyak kamera DSLR terbaik. Berharap saya bisa membelinya dari uang gaji saya sendiri. Doakan saya ya man teman?

Di dunia ini, semua bisa kita raih selagi kita mampu berusaha. Bila ada niat, pasti ada cara.

Sekian dulu ya gaes cerita dari saya. See a to the next story. 


3 comments:

  1. Semoga sendoknya kak Yulia segera menemukan garpunya (kamera inceran). Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw..iyah nih niz..mau beli adaaaaa..aja halangan.

      Delete
  2. Bismillah ya mba Yulia. SMoga keinginanya memiliki kamera bisa dikabulkan ya :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.