Saturday, 22 October 2016

Antara Sudut Sakit, Harapan Sembuh, dan Tempat yang Terbaik #TributetoJalanKemanaGitu

Iqbal Rois Kaimudin (Foto Jalankemanagitu)

Innalillahi wainnaillaihi rojiun..kata yang pertama terucap tatkala WA dari Dian Radiata di grup, yang mengabari seorang blogger yang bernama Iqbal Rois Kaimudin berpulang ke Rahmatullah. “Ya Rabb.. bukannya blogger ini, temannya teh Lina yang sempat diceritakannya waktu itu?

Walau aku tak pernah mengenal dan bertemu denganmu, tapi lewat salah satu tulisanku yang engkau like di FB group, telah membuat keingintahuanku tentang jalankemanagitu mu.

Ucapan kagum dariku untukmu Alm. Iqbal.  Yang tetap menghasilkan karya yang bagus, walau sakit yang mungkin telah membuatmu lelah, letih dengan semuanya. Tapi aku tahu, di dalam lubuk hatimu yang paling dalam, masih tersimpan semangat dan keinginan sembuh yang begitu besar.

Kamu tau Alm. Iqbal? Apa yang engkau rasakan, adalah hal yang sama yang pernah dirasakan oleh ayahku 20 tahun yang lalu. Masih jelas dalam ingatanku, bagaimana sorot mata sendu, senyum yang tak lagi mengambang sempurna, seakan menutupi berjuta rasa sakit yang teramat sangat. Dan engkau, pasti sangat tersiksa dengan semuanya.

Lewat ungkapan kata-kata pahit yang menghias FB mu, betapa sedihnya, saat makanan yang telah masuk ke perutmu, akhirnya bukan menjadi jatahmu? Kemoterapi yang tak mau kau jalani, yang aku tahu itu akan mematikan sel  baru di tubuhmu.

Namun, kata pantang menyerah, tidak pernah ada dalam kamusmu. Karena engkau masih punya Adeeva, bidadari kecil yang  tawa riangnya bagai embun penyejuk setiap sudut rasa sakit yang kau rasakan. Serta istrimu Fira, yang tetap setia tegak di sampingmu, merawatmu dengan penuh kesabaran. Tak lupa juga, doa dari teman-teman yang terus menyemangatimu di setiap momen berharga dalam hidupmu. Semua seakan jadi penawar dalam penantian sehatmu.

Cukup sudah perjuanganmu. Kehilanganmu, telah meninggalkan pilu di dada keluarga, sahabat dan semua orang yang menyayangimu. Airmata kami  takkan mengembalikanmu.  Namun untaian doa yang kami panjatkan,  merupakan satu-satunya jalan, agar engkau tenang disisi Nya.

Tuk Istri yang ditinggalkan..
Tetaplah sabar dan ikhlas menerima semuanya. Luruskan jalannya menuju Illaahi. Karena kehidupan bukan bermula dari kelahiran, tidak juga berakhir dengan kematian. Semua sudah kehendak Illahi yang telah mengaturnya.

Tuk Adeeva sayang…
Engkau memang belum mengetahui apapun yang terjadi. Tapi ikatan batin antara kalian berdua akan tetap ada. Tetaplah dengan dunia kecilmu, tetaplah tertawa riang menghibur Bundamu. Kelak..kau akan tahu dan bangga dengan ayahmu.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’aafihii wa’fuanhu.
Selamat Jalan Iqbal Rois Kaimudin. Kami semua kehilangamu, mendoakanmu mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNYA. Semoga sakit yang kau rasakan selama ini, telah menggugurkan semua dosa-dosamu, dan kembali ke pangkuan illahi seperti kain putih, bersih. Aamiinya Rabbal ‘alamin

Alfatihah tuk Alm Iqbal. 

5 comments:

  1. Bagaimana rasanya ditinggal selamanya orang yg kita sayangi (suami, ayah atau keluarga lannya) ya?...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah..pastinya sedih la mas. tapi yang namanya hidup, tidak akan ada yang abadi, pasti akan berpulang ke haribaanNya. Kita pun hanya menunggu saatnya saja.ya kan

      Delete
  2. Alfatihah, selamat jalan Iqbal, walau raga tlah tiada namun budi baik dan karya karya mu akan selalu dikenang dan bermanfaat buat orang banyak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..Mudah-mudahan almarhum wafat dengan khusnul khotimah.

      Delete
  3. Sedih baca ini. Walau belum kenal dengan almarhum, tp jadi ikutan sedih apalagi anaknya masih kecil ya mbak...al Fatihah untuk beliau.....

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.