Rehat Sejenak di Japanese Garden dan Chinese Garden

3:48 pm Yulia Marza 10 Comments



Untuk ke sekian kalinya, saya melipir ke Singapura. Negara tetangga yang cukup dekat dengan Batam ini, memudahkan saya datang dan pergi kapan saja. Lagipula, ongkos ke sama tidak lah mahal. Cukup merogoh kocek 300 ribu rupiah saja, tiket ferry PP sudah di tangan.

Ke Singapura kali ini, saya akan melepas rehat sejenak dengan mengunjungi Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari namanya saja "garden", sudah menunjukan, ini pasti berisi tanaman (garden=taman). Tapi, taman seperti apakah?


HOW TO GO THERE?

Sebelum bercerita tentang dua taman ini, pastinya harus tau dulu kan cara nyampe ke tempat ini? Apalagi untuk yang baru pertama kali ke Singapura.

Jangan cemas, petunjuk di negara ini sangat lengkap. Karena saya dari pelabuhan laut Horbour Front, cukup cari saja petunjuk area MRT. Naik lah MRT dengan line Ungu, turun di stasiun Interchange Outram Park, kemudian naik MRT di Line Hijau. Tunggu perhentian di stasiun Chinese Garden. Di situ lah posisi kedua taman ini.



TENTANG JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN.

Japanese Garden. Terletak di Jurong East Singapur, dengan luas 13.5 hektar. Taman ini dibangun tahun 1974 di atas pulau buatan, yang menampilkan konsep alam tradisional Jepang. Selain itu di taman ini juga terdapat 1 Pagoda dengan 7 tingkat. Japanese Garden sendiri terhubung dengan Chinese Garden melalui jembatan putih The Bridge of Double Beauty.

Chinese Garden. Sama seperti Japanese Garden, Taman ini berada di Jurong Lake dengan luas 13.5 hektare. Di bangun tahun 1974 oleh JTC Coorperation yang di desain oleh arsitek Taiwan yang bernama Prof. Yuen Chen. Konsepnya sih mengikuti gaya berkebun serta arsitektur pada masa kerajaan China. Ada beberapa area kebun yang berbeda, serta bangunan-bangunan yang memang tipikal gaya China tempo dulu. Yang uniknya di Chinese Garden ini, terdapat Pagoda Kembar yang posisinya dekat dengan danau.


KE JAPANESE GARDEN & CHINESE GARDEN

Saya sampai di Harbour Front (pelabuhan laut Singapura) pukul 8.30, lanjut naik MRT menuju stasiun Chinese Garden. Setelah melewati 9 stasiun, akhirnya sampailah saya di stasiun tersebut. Cukup belok kiri dan turun melalui anak tangga, di situlah lokasi kedua taman ini.

Setelah turun, saya menyusuri jalanan yang dicor beton selebar 2m. Nuansa hijau sangat terasa sekali. Di sebelah kiri saya terhampar padang rumput luas dengan view gedung-gedung tinggi. Sedangkan sebelah kanan, padang rumput dengan pepohonan rimbun yang mengitarinya.

10 menit berjalan, sampai lah saya pada sebuah jembatan berpagar merah, yang akan mengantarkan saya menuju area taman. Dari jembatan ini, pagoda tinggi sudah mengintip di balik pepohonan. Saya pun mengabadikan momen selfi dengan latar pagoda tinggi tersebut.




Di ujung jembatan, terdapat peta dan rute dari Japanese Garden dan Chinese Garden. Dari penampakan peta yang saya lihat, ternyata tidak hanya tanaman saja yang ada di dalamnya. Ada juga tempat makan, Rumah Teh, Tempat mancing dsb.

Di map juga tertulis Open Hours nya lo, Japanese Garden buka dari 6.00 AM - 7.00 PM, dan Chinese Garden Buka dari 6.00 AM - 11.00 PM.

Biaya Masuk : Gratis 


Hmm...tapi saya mau kemana dulu nih? kiri atau kanan? Kok jadi galau ya? sama galaunya dulu, waktu milih kamu atau dia. (hehe..curhat). Baik lah, akhirnya saya putuskan ke Japanese Garden dulu, yang artinya saya memilih belok ke kiri.

Map kedua taman


JAPANESE GARDEN
Langkah demi langkah terayun di jalanan beraspal yang sangat bersih. Pepohonan rimbun dan rumput hijau, menemani jalan yang saya lalui. Pengunjung tak begitu ramai, karena memang saya pergi di hari kerja. Beda di weekend yang ramai pengunjung. Saat saya ke sini, hanya pengunjung berkeluarga dan beberapa grup bersepeda yang tampak melintas.

Selama perjalanan, mata saya disuguhi aneka pepohonan dan tanaman yang beragam. Dari pohon yang berukuran besar, sedang, kecil, semua tersusun rapi sesuai kelompoknya. Begitu juga tanamannya, semua juga dikelompokan sesuai jenisnya. Bentuknya pun unik. Bulat, bertingkat, datar seperti payung bahkan ada yang berbentuk persegi.

Disini saya juga menjumpai jembatan merah yang di bawahnya terdapat kolam yang dihiasi bunga teratai. Dari atas jembatan nampak jelas rupa tanamn yang ada di Japanese Garden ini.

Saya juga menjumpai pendopo berwarna merah lengkap dengan atap ala rumah tradisional Jepang. Di bawah atap, ada tulisan yang saya tak tau artinya apa. Mungkin ucapan selamat datang, atau silahkan masuk, entahlah, saya pun tak tau.

Pagoda 7 tingkat di Japanese Garden


Puas menjelajah dan menikmati suasana di Japanese Garden, tibalah saya di jembatan berwarna putih, yang menghubungkan Japanese Garden dan Chinese Garden. Waktunya saya mengeksplor Chinese Garden.

CHINESE GARDEN
Di Chinese Garden tempatnya lebih variatif. Selain aneka ragam tanaman, di tempat ini juga terdapat Tea House Pavilion, Dragon Phoenix Court, Live Tortoise & Turtle Mesium, Fishes Paradise, White Rainbow Bridge dan tentu juga Pagoda kembar.

Dari semua tempat yang saya singgahi, saya lewat dan melihat-lihat sekitar lokasi saja. Bukan gak ada duit cyin.. tapi niatnya kesini cuma mau nyegerin mata doang, dan pengen tau apa yang ada di dalamnya. Karena di beberapa tempat di sini, ada yang berbayar tuk masuk, tapi saat ini saya hanya ingin melihat suasana hijau di sekitarnya. Di Pagoda kembar, saya juga berfoto di luarnya saja. Saya tak mau mengotori kesucian Pagoda ini.

Suasana sama, lengang dan tak banyak yang berkunjung di hari itu. Namun pagoda ini akan ramai dikunjungi di kala Imlek dan Mid-Autum festival.


Pagoda kembar Chinese Garden

Overall
Saya suka. Suka dengan konsep kedua taman yang mencirikan budaya tradisional negara masing-masing. Karena ciri khas itu lah yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Japanese dan Chinese Garden. Bila kamu ingin menikmati suasana hening, damai sambil meditasi, pilihlah Japanese Garden. Tapi bila ingin lebih variativ, kamu bisa pilih ke Chinese Garden. Tanaman disini tumbuh subur lo, karena didukung oleh irigasi yang baik, yang lokasinya dikelilingi oleh Jurong Lake.

Inilah beberapa penampakan hijau di kedua taman.



10 comments:

  1. Baguss banget kak.
    Lama aku nggak ke SG, jadi pengen kalau baca postingan kk2 ttg SG kyak gini...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe..makasih kak..bosan jalan di batam, melipir dulu ke yang deket2 aja.

      Delete
  2. waku belum pernah ke sini lho kak padahal gretongan ya

    ReplyDelete
  3. Mupeeeng.. Ke singapur pngn ke taman..abisnya d batam belom nemu taman yg oke..
    Mkasih kk infonyaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang batam emang belum bagus sih pengelolaan tamannya. Berharap sih ya ada taman kek gini di Batam.

      Delete
  4. Seperti nya butuh piknik habis baca artikelnya sangat bermanfaat dan lengkap

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kak, piknik dekat, murah and hemat biaya. Hehe

      Delete
  5. Bagus ya... belum pernah kesini euy padahal udah pengen main dr kapan tau.. besok kalo nyebrang pengen nyoba kesana aaah...

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.