Sejenak dengan Band Favorit Saya ARMADA

April 26, 2017 Yulia Marza 6 Comments


Beberapa minggu yang lalu, Admin Blogger Kepri menworo-woro tentang Biznet Festival yang diadakan di Batam tanggal 22 April 2017. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan Biznethome sebagai pendatang baru dalam per-internetan di Batam. Banyak yang belum tahu tentang Biznet ini kan? Ulasan tentang Biznet ini selengkapnya akan saya post pada postingan selanjutnya. Karena kali ini, saya akan membahas tentang bintang tamu yang dihadirkan pada event ini.

Bintang tamu yang akan hadir untuk meramaikan acara ini adalah ARMADA dan NIDJI BAND. Ha..Armada? Mata saya langsung berbinar-binar. Walaupun saya sudah emak-emak, tapi boleh dunk saya suka sama berondong, ups!maksudnya ARMADA. Band ber-genre pop yang menawarkan lagu-lagu cinta. Setidaknya saya bisa melayangkan ingatan kembali  ke 12 tahun yang lalu. *lebay.

O..ya, Acara yang bertempat di dataran Engku Putri Batam Center ini, tidak dipungut bayaran, alias gratis. Bisa dilihat dari banner/plakat yang terpampang di tiap persimpangan jalan yang ada di Batam. Tidak hanya itu saja, Media Elektronik dan Sosial pun tidak mau ketinggalan, mereka juga ikut menginformasikan dan menshare tentang acara ini. Begitu juga pada komuniti tempat saya bergabung, Blogger Kepri (BK). Admin BK memberi jatah 3 orang untuk meet and great dengan Band pendukung acara ini di Roasteree kafe & eatery sebelah BCS Mall, pukul 11 siang. Sayang saya tidak bisa hadir, karena sesuatu hal.

Tapi, kekecewaan saya terhapus sudah, dengan mendapat kesempatan untuk menjadi bagian dari konferensi pers antara media dengan ARMADA & NIDJI BAND. Tentu saja saya bukan dari Media, tapi perwakilan Blogger Kepri yang mendapat jatah 2 orang (saya dan Dani) untuk bertatap muka langsung dengan Band yang menjadi salah satu favorit saya ini. *kedap-kedip mata.

Kenapa saya dan Dani? Karena saya dan Dani lah yang standby pada stand Blogger Kepri sampai malam hari. Ada Roy juga sih dan Teh Lina siangnya. Tapi si teteh sudah pulang sore hari, sedangkan Roy duduk di stand menemani mas Tutus and ayang bebeb, yang kebetulan sedang mampir ke sana.

Dengan bantuan crew acara, tepat sekitar jam 7-an, saya dan Dani di perbolehkan masuk ke backstage untuk mengikuti konferensi pers. Kami juga diberi ID Media oleh salah satu mbak di sana. Singkat cerita, akhirnya tatap muka dengan band favorit saya berjalan dengan sukses. Dapat poto dengan babang Rizal ARMADA senangnya ruar biasa. Orangnya cukup ramah dan ngakak nya gila habis.

Saat konferensi berlangsung

Poto dengan babang Rizal


KENAPA SAYA SUKA ARMADA?

Saya menyukai ARMADA, sejak band ini belum berganti nama menjadi ARMADA. Awal karirnya, tahun 2007, Rizal dan kawan-kawan masih memakai nama KERTAS pada Band mereka. Saya masih ingat lagu KEKASIH YANG TAK DIANGGAP yang sangat hits pada tahun itu. Saya suka banget dengan lagu ini. Waktu itu saya belum menikah, kalau istilah anak gaul sekarang, lagi galau-galauan lah. Namun albumnya kurang laku sih di pasaran.

Lalu berlanjut dengan hit "Buka Hatimu", "Ku ingin Setia" yang asyik banget. Sedangkan tahun 2017 ini yang lagi hit dari Armada ini yakni tembang "Asal kau Bahagia" yang banyak sekali di request di radio di Batam ini. Dan juga versi youtube yang telah ditonton sampai 28 juta viewer dalam satu bulan. Wow, fantastik. 

Sebenarnya saya menyukai ARMADA Band ini, karena liriknya asyik dan musik yang enak didengar. Selain itu, band ini juga didukung dengan suara sang vokalis, Rizal yang serak-serak sahdu, yang menambah nilai plus band ini. Personil grup yang tidak pernah tersandung dengan kasus apapun, yang menjadikan saya dan jutaan pasukan Armada (nama untuk fans) semakin menyukai Band ini.

Berikut profile ARMADA BAND


Genre
Pop
Members
Rizal Disandi, Meri Yandi, Endra Prayoga,
Andha Gusriadi, Andika Maihendra Yuda, Argha
Record labels
E-Motion Entertainment, ARMADA OFFICIAL BAND
Song
Asal Kau Bahagia
2017
 
Pulang Malu Tak Pulang Rindu
2015
 
Berdoa Untuk Semua
 
Pergi Pagi Pulang Pagi
2014
 
Katakan Sejujurnya
 
Buka Hatimu
 
Harusnya Aku
 
Sakitnya Mencintaimu
 
Jangan Marah Lagi
 
Penantian
 
Berhati Besar
 
Aku Dia Kekasihmu
 
Hargai Aku
2012
 
Bebaskan Diriku
 
Mabuk Cinta
 
Pencuri Hati
 
Dimilikimu Lagi
 
Dimana Letak Hatimu
 
Apa Kabar Sayang
2009
 
Pemilik Hati
 
Mau Di Bawa Kemana
 
Ku Ingin Setia
 
Cinta Itu Buta
 
Wanita Paling Bahagia
 
Kau Harus Terima
 
Hal Terbesar
 
Jawab
2008
 
Bukan Dewa
 
Apa Yang Kau Cari
 
Gentayangan
 
Kekasih yang tak Dianggap
2007
 
Tanya Air Mata









































Sebutan untuk fans : Pasukan armada
Youtube : Armada Band
Twitter   : band_armada
Facebook :  ARMADA
Instagram @armadaband

Itulah keseruan saya yang hanya sesaat bisa bertatap muka dengan sangat jelas dan dekat dengan para personil ARMADA Band. Setelah sekian lama, kalau gak salah terakhir tahun 1998 dulu, yang juga bisa bertatap muka juga dengan salah satu band rock Indonesia. Akhirnya tahun ini, saya bisa merasakan sensasi itu kembali, walau tak se-emosional dulu lagi. Yang namanya suka, walau apapun yang dibilang orang, tetap aja suka. Btw, gimana dengan Chahaya?suka juga dengan ARMADA?

Sekian dulu. See ya to the next story.


6 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Antara Menikah dan Kesendirian

April 19, 2017 Yulia Marza 7 Comments


-Menikah- Adakah yang sudah berpasangan dan berencana untuk menikah? Kalau sudah, bagus dong. Menikah adalah satu kata yang menurut saya mengandung makna yang sangat dalam. Menikah tidak hanya sekedar ritual, bersanding di pelaminan, poto-poto ataupun sebagai prestise. Namun lebih ke sunnah (dalam islam), yang wajib dilakukan apabila usia sudah mencukupi, kemauan sudah ada, mapan dan calon pun sudah di depan mata.
"Nikah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama"

Kenapa Belum Menikah?

Banyak orang yang sudah punya tambatan hati, tapi masih enggan untuk menikah. Kenapa ya? Saya mengajukan pertanyaan ke beberapa teman yang memang saat ini masih berstatus jomblo. Jawaban beragam pun saya terima. Dari yang masuk akal sampai jawaban klise, seperti :
1. Jodohnya masih jauh. Ini jawaban terbanyak.
2. Belum siap.
3. Tidak mau terkekang.
4. Mencari pendamping yang mapan.
5. Sulit mencari sifat yang sama.
6. Repot mengurus anak.

Aih..jawabannya bikin ngenes ya. Tapi jangan semuanya dijadikan acuan juga. Mesti diingat, kalau manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Ada pria dan ada juga wanita. Terkhusus para jones, jangan pernah berkecil hati. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi dia tidak akan pernah jatuh dari langit, tidak pernah datang dengan tiba-tiba dan tidak pernah menawarkan diri. Langkah terbaik bagaimana the jones menemukan patahan tulang rusuknya (bagi pria), dan tulang rusuk siapa yang melekat (bagi wanita), tentu perlu usaha dan doa.

Well..well..well.. Bicara tentang nikah mungkin masih langka ya bagi sebagian orang. Tapi tidak dengan salah satu rekan blogger kepri ini. Beberapa hari yang lalu, saya dan Teh Lina (www.linasasmita.com) menghadiri pesta pernikahan Eka Dewi puspita. Entah kenapa ya, saya selalu semangat kalau diajak menghadiri pesta pernikahan. Selain pengen lihat pakaian dari adat yang berbeda, interior pesta seperti apa, dan tentu saja makanan yang ditawarkan.*eh. Oya, sekedar informasi nih, di sesama rekan blogger kepri, Eka ini juga terkenal dengan nama DUO EKA. Bersama dengan rekan blogger juga Eka Handa, mereka berdua telah melancong ke berbagai destinasi wisata, baik dalam negeri, maupun luar negeri. Btw Eka Handa, kapan nyusul nih?

Acara nikahan Eka

Kita skip dulu ya cerita tentang duo eka. But anyway, tahu gak gaes, memutuskan menikah itu, butuh keberanian yang tinggi? Ya, keberanian. Berani bertanggung jawab tepatnya. Mereka yang memilih mengakhiri masa lajang, telah memikirkan segala resiko dan konsekwensi hidup berumah tangga. Patut diacungin jempol juga nih, pria yang meminang gadis pilihan hatinya. Itu tandanya dia harus mampu bertanggung jawab dalam memnuhi kebutuhan hidup pasangannya, baik itu sandang, pangan dan papan. Begitu juga wanita, melayani suami dan patuh pada perintahnya adalah hal yang wajib baginya.

Tapi jangan pernah menikah dengan alasan terpaksa. Akibat frustasi dengan umur yang tidak muda lagi, desakan orangtua, lalu memilih untuk dijodohkan. It's okay, selama calonnya benar dan keluarga besar sudah mengenal dengan baik. Etapi ada juga loh, the jones yang meminta teman atau rekan kerja mencarikannya pasangan (pasangan orang gak ada yang hilang). Dan ada juga yang mengikuti sebuah  ajang pencarian jodoh.

Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mencari teman hidup demi menyempurnakan ibadahnya. Itu bagus. Melaksanakan salah satu sunnah rasul ini, banyak sekali manfaatnya. Bisa melestarikan keturunan, hidup menjadi lebih tenang, dan terhindar dari perbuatan dosa.

" Cinta itu menyatukan hal yang tidak masuk akal".
Jangan terlalu lama dalam kesendirian. Bila sudah ada pasangan, alangkah baiknya menuju level yang lebih tinggi, yakni pernikahan.
"Jika surga adalah pelabuhan terakhir, maka keluarga adalah kapal menuju kesana..

Segitu dulu ya cerita dari saya. See ya to the next story.

7 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Lelah Yang Baik Itu Seperti Apa?

April 12, 2017 Yulia Marza 12 Comments


Bunda pernah merasa lelah menjaga anak-anak? Atau bahkan sampai ke titik jenuh menghadapi sikap mereka? Saya pun kadang merasakan demikian lo Bun. Menghadapi tingkah dan pola anak yang berlaku “semena-mena”, kadang membuat kita harus mengurut dada menghadapinya. Baru saja selesai beberes, rumah kembali berantakan. Tumpahan sisa makanan, jejak kaki tanah, lemari kain yang acak-acakan, serta air disana sini. Belum lagi saling kejar-kejaran sampai kursi miring, vas bunga berjatuhan, taplak meja ketarik. Hadeuh..Bikin stress ya Bun.

Menghadapi anak yang super aktif, perlu kesabaran yang tinggi serta trik tersendiri. Memarahinya hanya akan membuatnya semakin menjadi-jadi. Sedikit kedisiplinan akan membuatnya patuh dan terbiasa bertanggung jawab. Seperti yang saya lakukan, bila mereka bermain mainan, harus dikumpulkan kembali dan taruh di tempat semula, kalau melanggar, dia tidak akan menjumpai mainan itu keesokan harinya. Ini bukan semacam ancaman ya Bun, tapi saya coba mendidik anak untuk lebih bertanggung jawab pada diri sendiri.

Berbahagia lah Bunda yang merasakan lelah dan capek dalam mengurus anak-anak. Seharian di rumah semua dilakukan dengan kesabaran. Tapi jangan lelah Bun, lelah bunda sangat disukai oleh Allah. Tidak hanya itu saja Bun, ada beberapa “LELAH” yang disukai oleh Allah. Seperti yang dikutip dari Ustad Ansar. Penge tau?

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Ilahi (QS. 31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal QS. 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

LELAH ITU NIKMAT
Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.


KELELAHAN MENDIDIK ANAK
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Seseorang bertanya ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup. Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah SWT. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah SAW bersabda: Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.
Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).

LELAH DALAM MENCARI NAFKAH
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah SAW menjawab:
Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah
Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat. Bahkan secara khusus Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah SWT.”
Tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Masih ada yang mengeluh dengan imbalan yang sudah sangat jelas dijanjikan? Sungguh berharga lelah itu ya Bun. Rasa lelah seakan terhapuskan bila tangan suami ikut membantu meringankan. Sesuatu yang baik tidak akan ada yang sia-sia. Selagi kita ikhlas menjalankannya, pasti ada balasan yang setimpal.

Foto by Pinterest

Mari Bun, jadikan setiap lelah kita ladang amal di akhirat nanti. Moga bermanfaat.

See ya to the next story.


12 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Mendidik Anak Pintar ala Saya

April 12, 2017 Yulia Marza 7 Comments

Picture by : Pixabay

Anak Bunda sudah masuk SD? Tahun lalu anak saya baru masuk sekolah Dasar Negeri dengan umur  6,8 tahun. Itupun masih cadangan lo. Rata-rata di Batam, Sekolah Negeri harus mencapai umur 7, baru bisa diterima. Beda dengan swasta, yang memperbolehkan umur minimal 6 pas pada periode daftar, Juli. Quota yang kurang, ditambah saya tinggal di komplek yang masuk dalam lingkungan sekolah atau di sebut juga "Bina Lingkungan", makanya anak saya dan beberapa anak tetangga bisa di terima di sekolah sekarang ini.

Serangkai tes yang diadakan pihak sekolah, Alhamdulillah anak saya bisa melewatinya. Seperti membaca kalimat, pengetahuan warna, dan pertanyaan tentang keluarga, nama sendiri, bapak ibu dan alamat tempat tinggal. Padahal anak saya tidak TK lo Bun, tapi hanya saya ajar di rumah dengan bantuan tantenya juga.

Sebetulnya andil terbesar yang bisa membuat anak saya "bisa" adalah tantenya. Saat bekerja, anak-anak saya titipkan pada kakak saya, yang kebetulan hanya di rumah membuka Les Bahasa Inggris. Rutinitas kerja saya dengan rentang waktu 9 jam (8.00 sampai 17.00), mungkin hanya sebagian kecil saja yang bisa saya tambahkan.

Sedari kecil, kakak saya sudah membiasakan anak-anak berbicara dengan Bahasa Inggris. Dan sampai sekarang pun mereka tetap menggunakan bahasa ini bertiga. Anak-anak mengerti, walau kadang menjawabnya dengan campur, setengah Inggris setengah Indonesia. Adakalanya si sulung Queen bertanya bila tidak tahu, dan selalu diajarkan beserta jawabannya. Makanya, bahasa Inggris bukanlah bahasa yang asing di telinga anak-anak saya.

Sekedar informasi ni, kakak saya ini hobi traveling, dia bahkan sudah melanglang Asia dan Eropa. Bekerja dengan orang asing dari tahun 95, tahun 2000, dia pun sudah menginjakan kakinya di Negari Ratu Elizabeth, selama satu bulan. Itupun karena teman bulenya, mau pulang kampung, dan menawarkan kakak saya untuk ikut.

Well, abaikan tentang kakak saya dan teman bulenya. Sekarang saya mau membagi sedikit tentang metode pengajaran yang dilakukan kakak saya dalam Bahasa Inggris, dan tentu juga saya sebagai mak nya dalam penggunaan Bahasa. Alat bantunya, tentu saja stiker, gambar dan huruf yang di tempel pada dinding rumah.

stiker di dinding sebagai acuan


PENGENALAN HURUF
Awalnya anak saya selalu ikutan menulis saat les berlangsung di rumah. Walau belum bisa, tapi keingintahuannya menulis begitu tinggi. Akhirnya dapat cara untuk mengajarkan secara simpel tapi dapat dimengerti untuk anak seusianya.

Pertama di ajarkan dahulu 5 huruf, dari a, b, c, d, e selanjutnya  f, g, h, i, j, k sampai terakhir z. Tiga hari saja dengan usia yang masih 3,5 tahun, Queen sudah bisa menghafal dari a sampai z. Namun disini kakak saya tetaplah mengajarkan dia dengan pronoun Inggris. Dan setiap saya pulang kerja dia selalu melaporkan proses belajarnya, dan apa saja yang sudah dikuasainya. Awalnya dia belum bisa membedakan antara a dan e, dan e dan i.
a dalam bahasa tetap di baca a, sedangkan dalam inggris a dibaca e.
e dalam bahasa tetap e, sedangkan i dalam inggris dibaca ai.
Makanya di saat saya baca a, tetap lah a dalam bahasa, tapi dianya tetap keukeuh bilang a itu adalah e.

Lantas bagaimana dengan menulis huruf? Cukup dengan cara yang juga dimengerti oleh anak-anak saja. Seperti contoh di bawah ini.

Huruf b diucapkan one leg and big tummy. Satu kaki dengan perut besar.
Huruf i diucapkan one leg and spot up. Satu kaki dengan titik di atas.
Huruf k diucapkan dengan one leg, small leg and small leg. satu kaki, kaki kecil dan kaki kecil
Huruf w diucapkan dengan one leg, two leg, three leg and four leg.
Nah seperti itu seterusnya. Menulis sambil mencontoh gambar huruf yang ada di dinding.
Penulisannya sesuai dengan arah anak panah pada gambar


PENGENALAN ANGKA
Tetap dengan bantuan gambar, yang di mulai dengan pengenalan angka 1 sampai 10, Queen diajarkan dengan cara ditunjuk sambil diucapkan. Satu hari saja sudah hafal olehnya. Besoknya kakak saya cuma bilang,” Queen, please count until ten”. Setelah dia tahu angka dalam inggris, dilanjutkan dengan saya mengajar dalam versi bahasa. Semuanya lancar juga dalam satu hari.
Lantas bagaimana bisa sampai 100? Angka sebelas ke 19 diajarkan dalam 2 hari. Disini ditekankan bahwa akhiran untuk angka satu di depan adalah teen setelah angka 12. Angka 20 dan seterusnya berakhiran ty, urutan angka harus sesuai dengan urutan pada angka awal.  Seperti gambar di bawah ini.

angka untuk pembelajaran


MEMBACA PERKATA 
Sukses dengan huruf dan angka, dilanjutkan dengan membaca perkata. Awalnya dengan diucapkan seperti cara saya sekolah dulu. Namun harus diberi sedikit penekanan pada huruf awal.
l-a la  l-u lu = lalu
diberi penekanan pada huruf l
b-u bu  d-i di = budi
di beri penekanan pada huruf b

Tidak hanya metode belajar yang saya andalkan. Saya juga melengkapi anak saya dengan buku lain untuk dipelajarinya. Seperti, drawing book, menyambung huruf dengan garis putus-putus, nama benda beserta gambar dengan 2 versi, serta buku cerita bergambar.

Semua bisa cepat dikuasai, karena waktu yang sebagian besar dengan kakak saya di rumah, yang memungkinkan dia dengan mudah belajar dengan cepat. Apalagi pagi dan sore kakak saya mengajar bahasa Inggris yang kadang membuat Queen suka nimbrung dan  menjadi penjawab terakhir dari ketidaktahuan pertanyaan yang di lontarkan.

Saya dan kakak tidak memaksa anak saya harus belajar setiap hari. Semua diajarkan apabila dia sudah meminta untuk belajar. Karena memaksa anak untuk belajar di usia yang baru 3.5 tahun, yang masih suka main dan berlarian kesana sini, tentu tidak baik untuk perkembangannya.

Alhasil di umur yang masih 4 tahun, anak saya sudah bisa membaca dan menulis, walau tulisannya masih belum rapi. Karena itulah Queen tidak saya masukan TK, karena saya pikir dia sudah menguasai angka dan huruf dengan baik. Biarlah dia puas bermain dan belajar semaunya, berlari kesana kesini, bahkan bolak balik ke kampung selagi masih belum masuk SD. Karena saya tahu, masuk SD tidak mengharuskan anak untuk TK terlebih dahulu. Lagipun masih bisa hemat lo Bun. Hehe


Dan sekarang Queen pun sudah menunjukan prestasi yang cukup membanggakan. 6 bulan pertama sudah meraih peringkat 3, dan mid semester yang akhir maret ini diadakan, berhasil meraih peringkat 1. Wah..bahagia banget lo Bun.

Ketika menghadapi ujian, selain saya dampingi belajar, dan ada juga kunci yang selalu saya tekankan saat memulai ujian.
1. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu.
2. Baca soal dengan baik.
3. Jawab dulu pertanyaan yang tahu jawabannya.
4. Cek kembali dengan menggunakan tangan soal dari nomor 1 sampai selesai, beserta jawabannya.

Jadi pembelajaran juga buat kita Bun, karena sewaktu ujian semester pertama, anak saya sempat terlewat menjawab satu soal yang memang saya lihat pertanyaannya pendek, sehingga tidak terisi olehnya. Dan yang paling penting nih Bun, jangan lupa doakan anak kita setiap saat, apalagi saat ujian berlangsung.

Menjadi Ibu dengan segala keahlian yang harus dimiliki tidak lah mudah. Seorang Ibu benar-benar dituntut harus bisa menjadi guru, dokter, binatu dan juga pelayan. Butuh kesabaran dalam mendidik anak untuk masa depan yang lebih baik nantinya. Bagaimana anak bisa sukses dalam agama, dan juga dalam karirnya

Sepenggal cerita dari keluarga kecil saya. Moga bermanfaat bagi bunda yang punya anak seusia Queen ya.
Itu didikan anak saya, bagaimana dengan mas Akut Wibowo? Didikan anaknya seperti apa sih? Share dong?

See ya to the next story. 

7 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Melahirkan Sendiri Tanpa Bantuan Dokter atau Bidan

April 04, 2017 Yulia Marza 21 Comments


Mempunyai anak adalah satu anugrah dan salah satu  nikmat yang harus selalu disyukuri. Menikah Januari 2009, sekarang ini saya sudah dikarunia 2 orang anak. Perempuan dan laki-laki. Kalau bahasa kerennya, sepasang yah :). Yang sulung sudah kelas 1 SD sedangkan yang kecil baru berumur 4 tahun. 

Anak pertama saya perempuan bernama Queen, lengkapnya Aura Almaqueen, lahir 1 November 2009. Alhamdulillah queen lahir normal dengan berat 3,1 di rumah. Ya, di rumah, lahir sendiri tanpa bantuan bidan maupun dokter. Warbiyasak memang. Bidannya datang setelah anak saya lahir untuk membantu mengeluarkan ari-ari saja. Kok bisa lahir sendiri? Baik lah, saya akan “ungkit” dan share sedikit perjuangan saya melahirkan anak pertama.

Queen usia 2 hari

Sehari sebelum lahir, kontraksi sudah di mulai tanggal 31 Oktober sesudah maghrib. Saya masih bisa lihat loh Bun, reaksi pertama saya terjadi selama 30 menit sekali, setelah itu baru 20 menit, 15, 10 dan 5 menit, selama itu saya masih bisa mencari posisi aman untuk bisa menetralisir desakan si debay. Setelah 5 menit berakhir, waktu itu saya ingat pukul 10 malam, tidak ada lagi posisi aman yang bisa dinikmati. Sakit disana sini sudah menghujam setiap persendian.

Saya dan suami akhirnya pergi ke Bidan yang kebetulan satu blok dengan rumah kami, yang hanya berjarak 5 rumah saja. Setelah di cek, Bidan Siti namanya bilang, “baru bukaan satu bu, masih lama, jalan aja dulu, paling juga siang nanti lahirnya” What? Bukaan satu, siang? Ini sakitnya aja udah naudzubillah, apalagi tunggu sampai siang. Wah, gak bisa nih, masa sakit seperti ini saya mesti nunggu satu hari lagi, guman saya dalam hati. Dari selesai cek bidan, balik ke rumah lagi, saya dan suami hanya bisa berjalan untuk mempercepat jalan si debay. Dari depan rumah, ke belakang, belok lagi ke kamar, ruang tamu, begitu seterusnya. Adakalanya saya berhenti sebentar sambil mengejan, dan tak hentinya baca shalawat nabi, surat pendek serta doa yang saya tahu.

Saya hanya mengerang “sakit” dengan suara pelan di dada suami saya. Saya tidak teriak, yang saya pikir hanya akan menguras tenaga saya nantinya. Saya terus berjalan sepanjang malam hingga subuh. Sesekali ke toilet, karena proses mau melahirkan berasa seperti orang mau buang air besar. Untuk duduk pun tidak ada posisi yang mengenakan. Singkat cerita, setelah kultum subuh berakhir, karena rumah kami pas di depan masjid, minggu jam 6 pagi anak saya lahir sendiri. Itupun sebelumnya suami mengajak saya balik ke bidan awal periksa tadi, karena saya merasakan sesuatu sudah mengganjal di antara paha saya, dan ternyata itu kepala anak kami. Baru 3 langkah saya berjalan, anak saya sudah jatuh terlentang di atas kasur dengan sendirinya. Kaget, so pasti. Saya dan suami yang tidak tahu apa-apa, hanya terpana beberapa detik, karena memang semua tidak kami bayangkan, semua di luar ekpektasi saya dan suami. Saya hanya terduduk di ujung tempat tidur (kami tidak memakai ranjang saat itu), sambil memandangi anak saya yang sudah menangis. Saya tidak bisa bergerak, karena tali pusar yang menghubungkan saya dan debay belum dipotong. Saya pun takut terjadi apa-apa. Kakak sayalah yang menyelimuti debay sambil menunggu bidan datang. Akhirnya bidan datang, bawa gunting, timbangan dan segala peralatan untuk membantu mengeluarkan ari-ari dalam perut saya. Daaaann.. Proses persalinan pun selesai.

Hufft..pengalaman yang historis banget menurut saya. Setelah 7 tahun lebih berlalu, bayangan itu selalu terlintas saat ada teman yang melahirkan. Adakah bunda yang pernah mengalami anak yang lahir sendiri seperti saya? Menegangkan, dan rasanya seperti mimpi lo Bun. Antara percaya dan nggak, tapi ini memang kenyataan yang ada di depan mata saya dan suami. Etapi, ketika saya menghadapi sakit yang luar biasa ini, saya masih sadar kok Bun, saya hanya berpasrah diri sama Yang Maha Pencipta dan kun fayakun aja.

Segala capek dan letih saya  “menghabiskan malam” berdua, semua terhapuskan saat melihat wajah debay yang mungil banget. Lengkap sudah perjuangan saya sebagai seorang ibu. Dapat melahirkan normal itu, suatu banget, walau sakitnya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Perih.

Apa aja sih yang saya ingat saat momen menegangkan itu berlangsung?

Panik gak sih? 
Tentu saja saya panik. Sakit yang luar biasa dan harus lahir siang, siapa yang gak panik? Bagaimana kalau anak saya terminum air ketuban? Wah pokoknya, yang namanya mau melahirkan, apalagi anak pertama yang belum tau apa-apa, panik dan cemas pasti. Tapi saya kok bawainnya rileks aja ya? Karena saya lebih yakin dan percaya saja dalam hati kepada Dzat yang Maha Pencipta, semua berlangsung atas izinya bukan?

Apa saya tidak berteriak seperti Bunda yang lain? 
Tidak. saya hanya mengerang kecil di dada dan perut suami saya. Karena saya pikir berteriak hanya akan menguras energi saya nantinya. Saat desakan debay semakin kuat saya mengejan sambil jongkok. Ya, saya dalam posisi jongkok. Dan saya sadar, saya mengarahkannya ke jalan lahir bayi, bukan ke arah (maaf) anus. Karena saya tahu, mengarahkannya pada posisi anus akan mengeluarkan ambeian kita.

Apa saya tidak takut dengan Udem Portio / Pembengkakan pada Rahim? 
Saya gak kepikiran tuh, yang saya pikirkan saat itu bagaimana saya harus sudah mencapai bukaan 8 dan harus melahirkan secepatnya. Karena Bunda manapun tidak akan tahan terhadap sakit yang rasanya mematahkan tulang belulang. Gitu juga saya.

Apa saya tidak ada tanda melahirkan berupa pecah ketuban?
Saya tidak merasakan ketuban pecah. Tidak ada air yang meleleh diantara paha saya, seperti yang sering saya lihat di televisi. Kata orangtua saya, saya mengalami ketuban darah, jadi sakitnya warbiyasak memang.

Mengapa tidak melahirkan di Rumah Sakit saja? 
Jujur saja, saya sebetulnya kurang begitu suka dengan aroma rumah sakit. Dan klinik yang ditunjuk dari tempat saya bekerja, lumayan jauh dari rumah saya. Saya pun sudah niat lahiran nanti di Bidan tetangga saja, dekat dan tidak perlu bawa seabrek pakaian. Lagipun saat itu masih bisa di claim dari perusahaan walaupun tidak full 100%. Makanya saya memilih jalan di rumah daripada di tempat bidan itu.

Banyak Bunda yang memilih melahirkan secara Cesar (CS). Tapi bagi saya mencium aroma rumahsakit saja, saya sudah ilfil duluan. Apalagi harus menjalani operasi dengan cara dibedah. Waduh jangan deh.

Ada beberapa hal yang saya lakukan setelah kandungan saya 7 bulan lebih.

1. Mulai memperbanyak jalan.
Tau gak bun, saya jalan pagi hanya satu kali selama 9 bulan kehamilan. Bukannya malas bangun pagi, tapi berjalan bisa saya lakukan di tempat saya bekerja saja. Setiap 1 jam saya usahakan naik turun tangga. Karena perusahaan saya ada 2 lantai. Dan itu rutin saya lakukan setiap hari.

2. Menpel rumah dengan tangan.
Sepulang kerja saya pel seluruh rumah dengan menggunakan tangan saja. Menggunakan kain, dan itu saya lakukan dengan jongkok secara maju mundur. Gak ada yang kasian dengan saya. Hahaha, karena kata orangtua dulu, bagus untuk mempercepat jalan lahir. Anggap aja bener deh.

3. Mencuci pakaian dengan jongkok. Kebayang gak ya Bun, hamil besar, trus nyuci sambil jongkok? Aduh, berat memang, tapi saya rela walau berat, demi si buah hati lahir normal.

4. Minum air kelapa dan buah. Sekali seminggu saya minum air kelapa. Yang saya tau air kelapa bagus untuk membersihkan bayi dan membuang lemak yang menempel.

Tips dan pengalaman saya di atas, bisa sebagai referensi bunda yang mau melahirkan. Tapi setiap Bunda pasti beda lo bawaan hamilnya. Ada yang malas, ada yang dibawa santai aja dan kadang ada yang susah bangun sampai di opname.

Kelahiran anak pertama ini, saya cukup menikmati setiap detik yang terjadi. Tidak perlu saya jadikan beban pikiran karena saya pikir ini anak, buah cinta kasih dengan suami dan satu anugrah dan titipan dari Yang Maha Kuasa. Karena Bunda yang melahirkan normal, pasti tau rasanya saat kontraksi terjadi.

Bagi yang belum menikah, seperti dek Silviana Noerita, jangan terlalu dibayangkan ya. Dijalani saja, semua pasti ada hikmahnya.

Sekian cerita melahirkan dari saya.
See ya to the next story.

21 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.