Shopping Cerdik Saat Harbolnas

November 27, 2017 Yulia Marza 6 Comments


Perempuan itu hobi banget shopping. Kalo nge-mall, adaaaa aja barang cantik yang menggoda matanya. Kalo gak tas, baju, sendal, lipstick, sampai aksesoris rambut pun jadi target utama. Semua barang bagus maunya diborong semua. Bisa kalap mata kalo dibiarkan. Urusan kantong mah belakangan. Barang di tangan, sekali buka dompet, lihat tagihan, langsung deh nangis di pojokan. Huaaaa.

Gak perempuan namanya kalo gak punya 1000 cara untuk shopping. Yang namanya diskon, harga murah, bazaar, cuci gudang, pantang ketinggalan. Cuss..meluncur. Satu gerakan, dua tiga semua dapat.

Lain dulu lain sekarang kan yah. Kalau zaman saya sekolah dulu, saya bela-belain gak jajan di sekolah, supaya uang saya terkumpul untuk beli barang yang sudah diincar. Kalau pun masih kurang, minta juga sih ama orangtua.

Saya masih ingat, benda yang pertama kali saya beli dari uang jajan adalah sebuah buku diary. Dulu diary menjadi benda yang amat penting untuk curhatan. Selain itu, diary juga berfungsi untuk penukaran informasi antar teman. Seperti ngisi biodata diri, nama, alamat, artis favorit, penyanyi favorit sampai kata-kata mutiara. Wkwkwkwk..kids jaman now mana tau yang kek gini?

Kalo dipikir-pikir, uang 10.000 aja jaman dulu masih bisa kebeli beberapa item buku. Harga belum semahal sekarang. Tahun 90-an itu, semua masih pada murah. Pengeluaran belum banyak, uang jajan masih bisa tersisih. Gak ada hape,  gak ada beli pulsa dan kuota soalnya. Hehe.

Tapi lupakan tentang diary. Saya akan me-rewind sedikit soal selera shopping saya saat masih berstatus "single happy" dan setelah punya anak.

Saat masih sendiri tapi sudah bekerja, saya hampir rutin beli baju dan celana panjang. Belinya sih sehabis gajian. Biasanya untuk baju, saya beli 4-5 potong, mulai dari kemeja, kaos, kardigan dll. Sedangkan celana, saya lebih nyaman dengan jeans. Lebih nyantai aja sih. Lagian waktu itu saya suka dandanan yang casual.

Shopping rutin yang saya lalukan tiap bulan, mulai menjadi masalah tatkala baju menumpuk dan kerepotan mau di keep dimana. Secara, lemari hanya cukup menampung beberapa helai baju saja. Maklum anak kos, ribet kalo pake lemari besar. Ntar pindahan..beraaat..

Jalan keluarnya, ya..terpaksa tiap pulang kampung, saya bawa semua buat oleh-oleh. Daripada useless, mending dikasih ke saudara atau orang yang membutuhkan, ya kan?

Lain lagi setelah menikah. After got married dan memiliki anak, selera shopping saya malah meningkat. Bukan buat pribadi lagi sih, tapi lebih ke anak. Para emaks pasti tau nih kalo dah shopping, prioritas utama pasti buat anak, anak dan anak.

Iyess sih. Saya juga. Apalagi anak pertama saya perempuan. Tiap ke mall, lihat baju anak cewek tuh, duh..pengen ngeborong semua. Bajunya tu lucu-lucu banget, warna-warni dan menggoda iman saya buat ngebeli. Belum lagi aksesoris, sepatu dan legging yang semuanya bagus-bagus.

Namun setelah melahirkan anak kedua, 2013, urusan shopping jadi agak repot. Soalnya mesti bawa krucils kiri dan kanan. So, kalo nge-Mall, paling sekali sebulan, bahkan gak pernah sama sekali.

Udah brenti shopping dong?
Gak juga sih, nge-mall sih jarang, tapi sekarang belanja nya via online aja. Beli online lebih mudah, kita tinggal buka aplikasi, di dalamnya udah tersedia semuanya. Tau dong, jaman udah canggih banget, semua transaksi bisa dilakukan dalam satu genggaman. Cuma perlu handphone, kuota, semua jadi mudah. 

Kenapa mudah?
Iyess la. Rata-rata Mak pekerja seperti saya, tidak punya waktu lagi untuk hanya sekedar shooping di Mall. Dah repot dikerjaan, pulang dah ngurus anak. Me time nya cuma pas anak-anak sudah bobo.

Sekarang para Emaks sudah cerdas, sudah melek ama teknologi. Apa yang dicari tinggal buka e-commerce dan online shop, semuanya tersedia dari ujung rambut sampai ujung kaki. So, tak perlu lagi buang-buang  waktu ke mall. Cukup klik, pesan dan transfer. Barang nyampe ke alamat tujuan.

Apalagi spot untuk shopping. Hampir 90 persen e-commerce dan online shop, menghiasi halaman media sosial. Nafsu ngeborong pasti memuncak. Mata pasti jadi kalap liat barang bagus-bagus. Eits, perlu waspada juga nih, jangan sampai sifat konsumtif menghantui kita.

Cara mudah mensiasati hasrat shopping yang menggebu-gebu, dengan banyaknya kemauan, tapi mau harga yang murah. Gampang, Desember ini Harbolnas kembali digelar. Kamu bisa berbelanja di ZALORA Indonesia. Karena di ZALORA, memasuki akhir tahun, kamu akan menemukan banyak sekali diskon yang menarik. Pada bulan Desember nanti, kamu dapat belanja sepuasnya di momen HARBOLNAS 2017 di ZALORA Indonesia. Cek di sini untuk melihat penawaran menarik Harbolnas 2017 di ZALORA.

Photo was taken by Zalora

Ada tips cerdas nih dari saya, saat belanja di hari HARBOLNAS :

BUAT LIST YANG MAU DIBELI

Ini yang paling penting. Dengan membuat list. kita langsung menuju item yang kita tuju. Abaikan yang lain. Apa yang dibutuhkan fokus saja, dan abaikan godaan yang mungkin murah saat di klik, tapi kita tidak butuh item tersebut saat itu.

CEK HARGA BEFORE and AFTER 

Harga before dan after juga hal yang gak kalah penting. Teliti sebelum membeli, mungkin makna kata yang bernilai banget. Jangan sampai kita membeli harga yang sama saat diskon berlangsung. Ada baiknya buat perbandingan harga. Kalo bisa bandingan harga dengan beberapa toko untuk produk yang sama. Lebih aman kan?

SESUAIKAN DAFTAR BELANJAAN DENGAN ISI KANTONG

Punya hutang sih gak masalah, asal bisa bayar, why not? Namun saat belanja online, alangkah baiknya menakar sesuatu dengan pengeluaran kita perbulannya. Jangan sampai terjadi gali lobang tutup lobang. Kartu kredit membengkak, yang ada malah nambah cicilan hutang.

Gimana? udah dapat tips keren kan menuju HARBOLNAS bulan depan? Siapkan diri menuju Harbolnas 12/12 mendatang. Happy #1212sale shopping  ya gaes. Temukan serunya Hari Belanja Online Nasional  2017 hanya di ZALORA.

See ya to the next story.


6 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Hijab Antara Kewajiban dan Gaya Hidup

November 20, 2017 Yulia Marza 12 Comments

Photo was taken from Pixabay

Dalam Islam, pria dan wanita wajib hukumnya menutup aurat. Wajib di sini bermakna, bila dikerjakan berpahala, ditinggalkan berdosa. Statusnya sama bagi setiap muslim yang sudah baligh, berakal & bernafas. Cantik atau tidak, baik atau buruk, kaya atau miskin, selama itu wajib, tidak ada alasan seorang muslim untuk tidak menutup auratnya.

Banyak ayat alqur'an yang menjelaskan tentang aurat seorang muslim. Namun semua kembali ke individu masing-masing. Mau menjalankannya atau tidak. Yang namanya wajib, ditinggalkan, ya akan ada konsekuensinya. Wajib tetap lah wajib, tidak akan pernah berganti menjadi sunnah, makruh ataupun mubah.

Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang diharamkan untuk dilihat apalagi dipegang kecuali oleh mahramnya. Bagi wanita aurat seluruh tubuh, kecuali muka dan dua telapak tangan. Sedangkan laki-laki dari pusar sampai lutut kaki

Kalo kita lihat, kaum hawa yang paling berat menutup aurat. Godaan dunia lebih besar dibanding patuh akan kewajibannya sebagai muslim. Selain itu ngelesnya juga banyak. Malu, tuntutan kerja, belum datang hidayah, keliatan tua dan banyak lagi yang lainnya.

Bongkar pasang hijab, masih sering kita jumpai. Baik itu di lingkungan sekitar, tempat kerja bahkan public figur sekalipun. Tidak jarang cibiran dan komentar negatif berdatangan dari orang sekitar.

Seperti contoh hangat belakangan ini. Jagat maya dihebohkan dengan seorang artis, Rina Nose, yang kembali tampil tanpa hijab. Disini saya tidak akan menghakimi sang artis, apalagi menghujatnya. Karena saya belum tentu lebih baik dari Rina Nose. Tulisan ini lebih kepada iktibar/pelajaran sih untuk kita semua, agar lebih cerdas mengikuti langkah orang yang kita kagumi.

Jujur saja, saya awalnya juga kaget saat berita ini ramai diperbincangkan. Saya langsung meluncur ke akun Instagram @Rinanose16 untuk mencari kebenaran beritanya. Bukan kepo sih, tapi gak yakin aja, penasaran. Hehe.
Cantik kan yah berhijab. Photo took from IG rinanose

Kejadian ini berawal dari postingan Rina Nose di Instagram di minggu kedua November. Yang akhirnya menuai berbagai komentar netizen. Banyak yang mendukung, namun tidak sedikit yang menghujat. Keputusan Rina Nose melepas hijab secara tiba-tiba, membuat pelaku jagat maya bertanya-tanya, ada apa dengan Rina Nose? 

Fans dan haters berlomba-lomba mencari tau, apa penyebab Rina Nose kembali melepas hijab yang sudah setahun melekat di tubuhnya. Mereka terus memantau akun media sosial Rina Nose. Berharap ada sedikit kabar tentang keputusannya itu. Tapi tidak ada alasan yang jelas mengapa Rina Nose kembali mempertontonkan auratnya.

Netizen yang kecewa, malah mengulik masa lalu Rina Nose yang seorang janda. Bahkan kabar kedekatannya dengan sang mantan suami yang semula mendapat respon positif, malah menjadi kesempatan para haters untuk membully Rina Nose. Mereka menghakimi hanya karena tidak mendapat secuilpun kabar dari berita tersebut.

Yang mereka pikir, seorang idola harus tampak baik dan membuat mereka terkesan. Tapi apa kita tahu bagaimana seorang idola di belakang layar?

Kita tidak perlu heran dan bertanya-tanya. Dalam dunia artis bongkar pasang hijab, pindah agama, kawin cerai, itu sudah biasa. Tinggal kita pilih akan mengikuti siapa? Karena menyukai seseorang tidaklah dilarang. Fans harus cerdas memilih siapa yang bisa ditiru dan siapa yang tidak. 

Tak perlu juga berspekulasi, apalagi sampai menghujat seorang Rina Nose. Kita anggap saja ini perjalanan hidup dan takdir yang sudah di gariskan yang Maha Kuasa. Karena perjalanan hidup manusia bukan kita yang menentukan. Zat Maha Pemilik yang Maha Tau apa yang sebelum dan sesudah.

"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakinya dan memberi hidayah (taufik) kepada siapa yang dikehendaki - NYA"  (QS Al Faathir:8).

Sebaiknya kita lebih cerdas, siapa yang perlu kita teladani dan siapa yang tidak. Menghujat dan menghakimi, tidak akan merubah takdir seseorang. Seorang muslim hanya harus saling mengingatkan. Lebih dari itu bukan hak kita lagi. Terima atau tidak, kita tidak perlu memaksa. Dosa tanggung masing-masing kan yach.

Iman yang lemah, dan kurangnya ilmu agama lah yang bisa menggoyahkan pertahanan seorang muslim. Saatnya kita kembali ke alquran dan hadist. Perbanyak shalat, karena sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Berbuat baiklah selama akhlak belum bagus. Dan tutuplah aurat selagi masih bisa. Sebelum aurat kita ditutupi dengan kain kafan. Wallahualam bisawab.

Mudah-mudahan kita bisa belajar dari perjalanan hidup orang lain, hingga bisa merubah diri kita menjadi lebih baik. Aamiin.

Mudah-mudahan bermanfaat. See ya to the next story.

12 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Blogger dan Kamera itu..Seperti Sendok dan Garpu

November 06, 2017 Yulia Marza 2 Comments



Saya newbie blogger. Mulai aktif ngeblog awal tahun 2016. Sebelumnya saya gemar menulis cerpen, memang hobi banget sih baca cerpen. Pernah beberapa kali juga mencoba mengirim hasil cerpen saya ke majalah dan tabloid. Sayang, nasib belum menghinggapi saya saat itu.

Tapi saya tetap menulis. Belajar banyak dari tulisan para cerpenis. Sampai akhirnya salah seorang teman kerja teh Lina www.linasasmita.com (yang ternyata ketua Blogger Kepri), membawa angin segar kepada saya.

Awalnya teh Lina bercerita tentang pengalamannya selama menjadi blogger. Tentang banyaknya koneksi, endorsement, buzzer, placement artikel dan segudang mamfaat lainnya menjadi seorang blogger.

Saya mulai tertarik. Saya pikir, boleh juga nih ngasah kemampuan menulis saya. Nambah ilmu, nambah teman dapat pengalaman juga, apalagi kalo dikelola dengan baik, dapat menghasilkan juga kan dari ngeblog?

Lupakan tentang penghasilan. Dari cerita demi cerita, akhirnya saya diajarkan teh Lina cara membuat blog di blogspost. Dari cara register, sampai ngisi biodata, tuntas diajarkan teh Lina. Nama blog yang saya pilih kala itu, hanya terlintas di kepala www.myimagineidea.blogspot.com. Gak bonafit banget ya.

Jadilah blog saya dengan domain tak berbayar. Diapain lagi nih? Jujur, saya masih buta dan meraba-raba dalam dunia blogging. Saya gak paham apa itu template, Niche, DA, PA, BW, Visitor, Google Analitics dan lainnya. Pokoknya, dalam beberapa minggu blog itu ada, saya masih mengacak dan mengutak atik layout blog dan banyak juga bertanya ke Teh Lina.

Bosan mangutak-atik blog, saya mulai mencoba mengisinya. Selama satu bulan, blog saya sudah terisi beberapa tulisan, walau isinya masih berkisar tentang tips, teman, dan kejadian sehari-hari. Karena waktu itu saya belum memikirkan niche blog. Yang penting isi dulu aja. niche belakangan. Padahal gak ngerti juga sih niche blog itu apa. Hahaha.

Saya mencoba peruntungan mengikuti lomba blog. Walau masih newbie, gak ada salahnya mencoba. Kalah menang itu belakangan. Tapi saya melupakan sesuatu, dari cerita teh Lina, biasanya syarat lomba blog harus domain berbayar. What? Domain? Apalagi nih? Googling di internet, dan mengertilah saya domain itu apa.

Saya beli domain September 2016, dari sebuah situs yang saya googling. Gak lama setelah transfer, domain telah terganti dengan nama saya sendiri yuliamarza.com. Satu kalimat untuk mengungkapkan semua itu..yeeyyy..saya punya personal blog.

Blog saya mulai berkembang. Saya bergabung di grup WA dan Facebook Blogger Kepri (BK), komunitas pertama saya. Dari situ saya banyak belajar dan mulai tau beberapa istilah blog. Saya juga di sarankan Teh Lina masuk grup Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger. Alhamdulillah, dari grup tersebut, banyak ilmu yang saya dapat seputar dunia blogging. Segala macam info tentang blog, terupdate di grup.

Yang paling menguntungkan buat saya adalah waktu bergabung dalam komunitas BK. Saya banyak tahu kegiatan blogger itu bagaimana dan seperti apa. Pernah juga beberapa kali mendapat kesempatan datang ke undangan yang ditawarkan BK, seperti opening kafe, restaurant dan juga buka bersama Ramadhan.

Baca juga : Buka Bersama di D'Merlion Batam

Dari beberapa undangan itu, saya mulai berkenalan dengan anggota BK lainnya. Rata-rata temans BK ngeblog waktu masih jaman multiply, zaman old ke jaman now lah kalo bahasa kekiniannya. Mereka juga bukan full time nge-blog, tapi juga pekerja seperti saya. Profesinya macam-macam, karyawan swasta, reporter, pegawai negeri, guru, pelajar, mahasiswa, jurnalis dan lain sebagainya. Etapi, ada yang selebgram juga loh.

Apa yang saya ambil?
Banyak. Dari desain blog, dan gaya tulisan. Rata-rata gaya bahasa blogger nyantai ya, tapi terarah. Beberapa dari mereka juga punya ciri khas gaya menulis.

Nambah ilmu?
Iyes dong. Dari profil mereka saja sudah keren, pekerja dan sudah berumah tangga, alias makslenial, Ya wajar lah ya tulisan mereka bagus dan enak dibaca.

Seru sih saat kumpul bareng mereka, ada aja yang jadi bahan tertawaan. Tapi satu hal yang jadi perhatian, setiap ada acara ngumpul, temans BK selalu membawa kamera. Awalnya saya diam dan mengamati saja, mau ngapain yah ama kamera gede gitu? Kudet banget lah saat itu. Lagian saya pikir, kalo hanya moto doang, sekarang kan kamera handphone cukup canggih dengan megapixelnya yang cukup besar juga, ya kan?

Dugaan saya salah. Kamera mereka ternyata bagus banget. Hasilnya diluar dugaan saya. Bagus, bening, dan luar biasa. Tapi saat itu, saya belum tertarik untuk memilikinya

Saya kembali menghadiri satu acara Gathering Blogger yang diadakan di salah satu hotel baru di Batam. Dan seperti biasa, temans BK tetap dengan kameranya, dan saya masih setia pake Handphone setengah keren ini. Hehe

Namun kali ini, perhatian saya tertuju pada salah satu kamera temans BK. Kamera berwarna hitam dengan lensa bulat dibagian tengahnya. Bentuknya simple dan sepertinya nyaman banget dibawa. Berdiri di samping saya, otomatis saya bisa melihat langsung kamera tersebut. Sukaaa banget. Pandangan saya tak pernah lepas dari kamera itu. Tiap dia poto objek, saya terus mengamatinya. Sempat bergumam dalam hati. Kapan yah saya punya kamera seperti itu?

Di saat acara berakhir, saya coba mendekati temans BK tersebut dan bertanya jenis kamera yang dipakainya. Kamera Canon Eos 1300d kit 18-55mm hadiah ulangtahun dari suaminya, yang sekaligus menjadi kamera kesayangannya. Wah, baik banget ya suaminya, menghadiahi kamera bagus gitu.


Gambar diambil dari Tokopedia

Namun satu tahun berlalu, saya masih belum bisa membeli kamera dsrl tersebut. Tetap setia dengan Handphone yang gak keren lagi. Padahal bagi seorang blogger kamera tuh penting banget kan ya buat jeprat jepret? Ibarat nasi ama lauk, harus satu paket. Tapi yah..belum kesampaian tuk beli. Niat gak sih? hihi

Baru-baru ini saya kembali cek harga kamera tersebut, di salah satu situs belanja online, Tokopedia, yang menyediakan banyak kamera DSLR terbaik. Berharap saya bisa membelinya dari uang gaji saya sendiri. Doakan saya ya man teman?

Di dunia ini, semua bisa kita raih selagi kita mampu berusaha. Bila ada niat, pasti ada cara.

Sekian dulu ya gaes cerita dari saya. See a to the next story. 


2 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.