Semangat Asian Games 2018, Semangat Kita Semua

July 23, 2018 Yulia Marza 27 Comments


Pesta olahraga terbesar Asia kembali digelar. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Incheon, Korea Selatan, ajang 4 tahunan ini, akan kembali digelar di Indonesia. Tepatnya tanggal 18 Agustus - 2 September 2018, sebanyak 45 negara akan bersaing memperebutkan posisi terbaik di ajang olahraga terbesar kedua, setelah Olimpiade.

Ini bukan yang pertama kalinya Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games. Di tahun 1962, Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games dan meraih posisi Runner Up. Dengan perolehan medali, 21 Emas, 26 Perak dan 30 Perunggu.

Dan di 2018 ini, Indonesia kembali dipercayakan oleh Federasi Asian Games, setelah Vietnam mengundurkan diri  menjadi tuan rumah, dengan alasan sosial dan ekonomi.


Photo Taken from: Wikipedia

Di Indonesia sendiri, Asian Games akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang. Dua kota ini, akan menjadi tuan rumah, sekaligus saksi bersejarah Asian Games 2018. Akankah Indonesia mampu membuat sejarah baru perolehan medali tertinggi? Atau malah merosot dari sebelumnya?

Kita sebagai bangsa Indonesia, tentu harus optimis, para atlit terbaik bangsa, mampu meraih prestasi gemilang di ajang Asian Games. Doa dan dukungan dari kita semua adalah prioritas utama, mengingat ketatnya persaingan di setiap laga yang dipertandingkan.

Walau Indonesia belum pernah sekali pun meraih juara umum selama periode penyelenggaraan Asian Games 1951-2014, namun optimisme tingkat tinggi tetap kita pegang teguh, mengingat beberapa pertandingan yang diikuti sebelum Asian games, seperti Badminton, Karate dan Athletik, atlit Indonesia mampu meraih posisi terbaik.


SAYA DAN ASIAN GAMES

Dari sekolah dulu saya selalu mengikuti perkembangan Asian Games dari televisi. Walau tak menyaksikan secara langsung, namun ueforia nya seakan sampai pada penonton yang di rumah. Bila sudah pertandingan Bulutangkis, Tenis, saya dan beberapa keluarga, sudah duduk tenang mendukung pemain Indonesia di depan TV.

Bagaimana ikut terharunya saya, saat petenis Yayuk Basuki meraih emas di Asian Games 1990, dan Rexy Mainaky/Ricky Subagja yang juga meraih emas pada cabang Badmiton di tahun 1994. Semua masih terpatri dalam memori saya.

Greget dan ketar ketir mungkin sama halnya yang saya rasakan dengan suporter yang nonton secara langsung. Apalagi bila atlit kebanggan kita berada di final. Sorak sorai, erangan dan rasa kecewa tidak lupa melucur dari bibir penonton di rumah. Yah, itu semua demi mendukung tim kebanggaan kita bertanding.


ABOUT ASIAN GAMES 2018


Photo taken from : Wikipedia


Promosi Asian Games dan Estafet Obor
Asian Games 2018 mulai dipromosikan pada tanggal 18 Agustus 2017 yang bertempat di Monumen Nasional, Jakarta dan Benteng Kuto Besak, Palembang dengan menghadirkan bintang tamu member Girl Generation Taeyeon dan Hyoyeon dari Korea Selatan.

Tidak hanya artis Korea saja yang ikut meramaikan pesta olahraga terbesar Asia ini. Artis tuan rumah pun ikut sumbangsih meramaikannya dengan melakukan estafet obor. Beberapa artis itu antara lain, Dian Sastro, Mikha Tambayong, Chicko Jerikho dan Hamish Daud. Mereka melakukan relay torch dari beberapa wilayah di Indonesia.

Sebelumnya, estafet obor dimulai dari Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, di bawa ke api abadi di Mrapen, Jawa Tengah dan berakhir pada Perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-73 di Monumen Nasional, Jakarta. Baru keesokan harinya dibawa ke upacara pembukaan di Stadion Gelora Bung Karno.

Maskot Asian Games
Kali ini maskot Asian Games terdiri dari tiga hewan asli Indonesia, yakni Bhinbhin (cenderawasih), Atung (rusa Bawean), dan Kaka (badak bercula satu)

Maskot Asian Games 2018. Photo Taken From Wikipedia

Sedangkan tagline Asian Games 2018 adalah, The Energy of Asia, yang menunjukan semangat menggelora dari sebuah pergerakan.

Akan ada 462 acara dengan 40 cabang olahraga. Pelaksanaannya sendiri berada di 4 tempat, yakni Jakarta, Palembang, Banten dan Jawa Barat. Sedangkan Opening dan Closing ceremony, berada di Gelora Bung Karno, Jakarta.


IMBAS ASIAN GAMES BAGI INDONESIA

Ditengah pro dan kontra Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games, masih terselip "imbas" positif dari pelaksanaan ajang olahraga terbesar Asia ini. Beberapa diantarannya :

  • Ajang Pengenalan Budaya Indonesia
Banyaknya negara peserta yang ikut berpartisipasi dalam Asian Games, tentu tidak sedikit pendukungnya yang hadir untuk menyemangati para atlit mereka. Nah, di sini mereka bisa melihat bahwa Indonesia itu, bukan hanya Jakarta, Bali dan Lombok saja. Akan tetapi masih banyak daerah lain, seperti Palembang contohnya. Tuan rumah ini, juga mempunyai ciri khas daerahnya, seperti makanan (mpek-mpek, kemplang dll) dan juga kain tenun tradisional, songket.

  • Peningkatan Devisa Negara
Tingginya kedatangan para pendukung 45 negara, juga mendongkrak peningkatan devisa negara dari sektor pajak. Ditambah lagi dari pembelian tiket masuk dan maskot Asian Games, selama acara berlangsung.

  • Meningkatnya Sektor Pariwisata
Suporter yang datang tidak hanya duduk, datang dan pergi saja. Tapi mereka bisa sekaligus menikmati keindahan pariwisata daerah tempat berlangsungnya acara. Seperti di Palembang, mereka bisa menikmati indahnya jembatan Ampera, Masjid Cheng Ho, Museum Sultan Badaruddin II dll. Di Jakarta mereka berwisata ke Monas, Ancol, dll. Atau bahkan mereka akan berkunjung ke beberapa tempat wisata lain di Indonesia.

  • Peningkatan omset UMKM
Banyaknya suporter lokal dan luar negeri yang datang, mereka juga memanfaatkan momentum dengan membeli souvenir lokal untuk saudara dan juga teman-temannya. Yang secara otomatis, meningkatkan pendapatan UMKM di daerah tempat berlangsungnya pertandingan.


The Energy to Indonesia, akan tetap dikobarkan, demi mendukung tim-tim terbaik Indonesia yang akan bertanding di Agustus mendatang. Doa terbaik dari saya dan juga pendukung setia Asian Games di seluruh Indonesia. Bermain secara sportif, dan tunjukan kalau kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam ajang Asian Games 2018.

Optimis buat meraih kemenangan. Tunjukan pada dunia, Indonesia masih punya bibit unggul, walau kisruh internal masih menyeruak di balik pelaksanaan Asian Games. Keep Spirit. Do the best. Demi Indonesia.

Sumber :
Beberapa bahan diambil dari Wikipedia.




27 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Nyari Paket Honeymoon Murah Tanpa Ribet? Traveloka Aja...

July 18, 2018 Yulia Marza 20 Comments

Rhadana Hotel Photo taken : rhadana.com

Pulang kerja Jum'at sore, tenda kuning sudah berdiri di sebelah rumah saya. Dua hari lagi tetangga sebelah rumah akan melangsungkan pesta pernikahan anaknya. Ini sudah ketiga kalinya janur kuning melingkar di komplek perumahan saya. Sepertinya, setelah lebaran usai, momen "anak minta nikah" menjamur di mana-mana.

Jadi kebayang waktu saya menikah 9 tahun lalu. Tidak minta nikah juga sih, tapi lebih ke desakan orang tua. Lagipula, selama 4 tahun lebih saya dekat dengan mantan pacar (baca : suami). Orangtua lebih ke "khawatir" saja, takut terjadi hal-hal yang diinginkan. Hehe.

Bagi saya, menikah gak pake standar apa-apa. Tapi gak juga karena desakan orang tua. Banyak sih, yang jadi pertimbangan kala itu. Usia saya sudah di angka 30, masa pedekate yang cukup lama, dan saya pikir, akan kemana sih ujung kedekatan saya dan dia? Tujuan akhir, toh tetap akan menikah bukan? Sekarang atau besok, tetaplah sama. Calon udah ada, dana udah lumayan, apalagi yang mesti ditunggu?

Saya coba utarakan ke dia, kalau Mama saya mau kita cepat-cepat menikah. Lalu saya tanya "kamu  siap? dia jawab siap. Ya, akhirnya kami menikah. Kalau Arman Maulana punya 11 Januari, saya di 17 Januarinya. Tepatnya 17 Januari 2009, saya resmi punya suami. Gak nengok hari baik dan bulan baik. Pokoknya ya udah, tanggal itu aja. Karena menurut saya, semua hari itu baik, tergantung niatnya saja.


SETELAH MENIKAH

Adakah kado spesial yang saya dapatkan? Sayangnya, tidak ada yang spesial. Hanya isi di balik bungkusan kertas kado dan lembaran di balik amplop. Mungkin cinta suami saja yang spesial kala itu. Padahal, berharap ada yang ngasih kado tiket untuk honeymoon kemana gitu? Tapi harapan saya ketinggian. Jangankan berimajinasi paket honeymoon dalam dan luar negeri, paket nginap di hotel dekat kota saya aja jauh dari impian. :)

Tapi tak masalah, honeymoon bukan lah kebutuhan primer saya setelah menikah. Honeymoon bisa kapan saja dan dimana saja. Nyatanya, satu tahun setelah menikah, saya bisa honeymoon ke luar kota. Walau jauh dari kata mewah, namun bila berdua dengan orang yang di sayang, semua jadi luar biasa.


HUNTING TIKET LIBURAN

January tahun depan, pas 10 tahun pernikahan kami. Kalau tak ada aral melintang, saya dan suami akan berencana menghabiskan waktu selama 5 hari di Bali.

Mengapa harus ke Bali? Bali adalah destinasi wisata yang sudah lama saya idamkan. Setelah menikah dan mempunyai anak pun, hasrat itu belum juga terealisasi. Tak mau terus-terusan memendam rasa, saya akan cek tiket pesawat di Traveloka untuk keberangkatan di Januari tahun depan. Kali ini kami berencana naik dari Jakarta saja.

Tiket Pesawat PP

HUNTING PENGINAPAN

Tiket sudah Ok. Hunting penginapan selanjutnya. Kalo mau honeymoon atau pun re-honeymoon, bagusnya cari penginapan dekat lokasi bagus. Seperti dekat pantai, view persawahan, gunung dan semua bentuk yang memicu hormon pereda stres bereaksi.

Beda kalo yang mau explor banyak tempat. Lebih banyak jalannya daripada ngedem di kamar. Bagusnya pilih kamar biasa saja atau ala backpackeran. Yang penting nyaman, bersih dan gak bising. Etapi, tergantung standar kenyamanan masing-masing sih ya. Nyaman bagi saya, belum tentu nyaman tuk yang lain.

Kembali lagi pencarian penginapan. Ceki-ceki hotel di Traveloka dulu ah. Checking hotel di Traveloka ini asyik, banyak pilihan. Sorting lowest price, filter harga dibawah dari 0 ampe 30 jutaan, ada map dan juga review dari pembaca. Sangat memudahkan kita untuk ngecek.



Hasil pencarian di Traveloka, dapat hotel  dengan harga lumayan miring. 5 hari dengan harga 200 ampe 400-an, lumayan kan tuk saving cost? Setelah dihitung-hitung total tiket pesawat ama hotel di harga 5,545,160 rupiah.


HUNTING PAKET HEMAT DI TRAVELOKA

Sebelum payment, saya putuskan balik dulu ke menu awal Traveloka. Ternyata Traveloka menyediakan tiket+hotel sebagai satu paket. Rasa penasaran yang tinggi untuk meng-kepoin nya, Ternyata ada paket untuk honeymoon juga lo. Sesuatu banget gak sih? Saya bisa kasih rekomendasi nih tuk teman saya yang bentar lagi mau nikahan. Pasti dia senang banget tuh.

Paket pesawat plus hotel Traveloka

Di Traveloka kita bisa memesan tiket pesawat dan kamar hotel sekaligus untuk mendapatkan harga yang lebih murah. Dengan memesan keduanya dalam bentuk paket, perencanaan bulan madu kita menjadi lebih praktis dan hemat, karena urusan selesai dalam satu waktu. Ada beberapa paket wisata yang ditawarkan di Traveloka. Mau ke Bali, Lombok, Maldives, Eropa Paris, Karimunjawa, Yokyakarta, Japan, Seoul, dll, bisa pilih sesuka hati.


Paket honeymoon di Traveloka

Gimana hasil pencarian paket honeymoon Bali di Traveloka? Ternyata lebih murah, dibanding pesan tiket pesawat dan hotel secara terpisah. Bayangkan, kalau pesan tiket pesawat hotel Taveloka secara bersamaan, hematnya bisa sampai 20%, tanpa kode promo. Nah, gimana kalau ada kode promo? lebih murah lagi pastinya.




Ngapain capek-capek pesan tiket dulu, baru nyari hotel? Dengan paket pesawat hotel Traveloka, pesan bersamaan lebih mudah, hemat dan saving time. Selisih uangnya bisa saya belikan untuk oleh-oleh anak, teman dan keluarga.


Untuk metode pembayaran, Traveloka menyediakan banyak pilihan yang mudah dan praktis. Gak pake ribet pokoknya. Pake M-Banking, Transfer ATM, Kartu Kredit, bisaaaa.. Kalau saya milih pake M-Banking sih. Cukup pegang HP sambil main ama anak, kirim deh. Praktis, irit, dan ekonomis kan?

Bentar lagi kan Lebaran Haji tuh? Temans yang mau nikah dan akn berencana honeymmon? dah pada pesan tiket belum? Kalo belum, boleh nyobain nih, pesan tiket pesawat+hotel sekaligus. Hemat, mudah dan saving time banget deh pokoknya. Pesan tiket honeymoon? di Traveloka aja.

20 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.