D'Steam Peranakan Live Seafood, Tempat Nongki Baru Para Penggemar Seafood

October 27, 2017 Yulia Marza 10 Comments


Saya doyan banget makanan laut. Dari kecil saya sudah "dicekokin" Mak makanan laut. Ikan, sotong, kepiting, udang dan semua teman-temannya, bukan hal asing di lidah saya.

Gak heran sih, saya tinggal di Kota Padang yang notabene dekat ama laut. Komplek tempat saya tinggal (kebetulan bapak saya polisi dan tinggal di asrama) dekat ama laut. 10 menit jalan kaki saja, saya sudah sampai di pinggir pantai.

Saya masih ingat, tiap pagi Mak saya sudah pergi ke pantai membeli ikan dari nelayan yang baru pulang melaut. Beberapa kali juga, saya ikut Mak ke pantai dan melihat langsung tangkapan pak nelayan. Ikannya banyak, dan beraneka ragam. Mulai dari yang besar, kecil, berwarna bahkan yang bergigi tajam. Semua masih segar, dan ada juga yang masih hidup lo.

Emang dimasak apa? Kalo di kampung, mengolahnya gak pake lama and ribet. Kalau gak digoreng, digulai ya di bakar. Cepat, praktis dan higienis. Eaa.. Yang paling suka sih kalo Mak saya membuat gulai kuning kepiting yang masih ada telurnya. Wuihh...uenak banget.

Yaaahh...itu hanya memories saat masih di kampung. Sekarang saya sudah menetap di Batam. Udang, ikan, sotong, kepiting masih sering sih saya konsumsi. Walau gak sesegar yang di kampung. Agak susye ciiin... nyari ikan segar di pasar. Banyak yang sudah di es. Kalo ada, itupun rejeki tak terduga anak sholehah. Hihi.

Nah..ngomong-ngomong soal segar nih, di Batam ini banyak tempat makan seafood /makanan laut, yang recomended banget. Ada yang menawarkan tempat yang asyik, harga yang variatif, serta view yang menyegarkan mata. Tinggal pilih aja, teman mau kemana.

Salah satu tempat seafood yang patut temans coba, di D'Steam Peranakan Seafood. Terletak di komplek kampung seraya Blok II No.2 Belakang Hotel Seruni / RS Harapan Bunda, Seraya Batam. Baru saja Grand Opening tanggal 23 September 2017. Tempatnya gak jauh dari shopping mall Nagoya Hill. Di sekitarnya juga banyak hotel untuk temans staycation. Kalo mau meluncur ke TKP (baca: D'Steam), cukup bilang saja Rumah Sakit Harapan Bunda, sopir taksi, Gojek, Gocar pasti tau Rumah Sakit ini. Di sebelahnya posisi D'Steam Peranakan Seafood.

Mengapa D'steam patut temans coba? Karena saya sudah membuktikan kelezatannya. Saya dan teman-teman Blogger Kepri (BK), icip-icip hidangan Seafood di D'Steam peranakan Seafood. Tempatnya asyik banget, cozy, dan ala-ala vintage gitu. Bawa keluarga pasti seru juga. Nah seperti apa keseruannya. Yuk cekidot dibawah ini.

ICIP-ICIP MAKANAN ALA D'STEAM SEAFOOD

Pas nyampe di D'Steam, saya cukup tertarik ya ama tempatnya. Dari tampilan luarnya saja, sepertinya tempat ini dibangun secara semi permanen. Semen dan kayu.

Dari gerbang masuk, saya bisa melihat unsur kayu tampak sangat dominan. Dinding luar dan dalam terbuat dari kayu. Lantainya juga dialasi karpet berwarna hijau. Hmm..jadi penasaran, penampakan dalamnya seperti ya?

Saya mengayunkan langkah masuk untuk ceki-ceki yang akan di poto. Sebelah kiri gerbang masuk, terdapat history terbentuknya nama Peranakan. 3 langkah ke depan terdapat sesi untuk photo booth. Temans yang hobie selfie maupun wifie wajib berpoto disini.

Gerbang masuk D'Steam

Salah satu sudut unik dalam ruangan
Ruang photo booth

Ruang photo booth ini mengingatkan saya akan masa kecil. Barang-barang yang terpajang itu lo, yang membuat saya senyum-senyum sendiri. Ada mesin jahit manual, termos merah, lampu petromak. Dan yang paling buat saya ngakak, masih terpajangnya setrika besi yang lumayan berat itu. Saya masih ingat, dulu kalo mau nyetrika, harus bakar batok kelapa untuk pemanas. Bila apinya sudah mati, trus ditiup dari samping, ada kalanya serpihan batok mengenai baju, yang akhirnya baju terdapat ventilasi, alias bolong. Wkwkwk, jadul banget lah. Btw, kalo temans pernah ngalamin kejadian ini, berarti kita seumuran ya. *Ngomong sambil berbisik.

Lupakan soal baju bolong. Ini saatnya saya melihat spot lain di sekitar D'Steam. Kalau bisa dibilang, lebih ke nuansa alam juga sih ya. Ditandai dengan susunan kayu Vertikal, jarak kira-kira 2cm, yang menghiasi setiap dinding ruangan. Selain itu, di tengahnya terdapat ruang hijau terbuka, etapi bagian atap aja sih. Rumput dan pohon juga tumbuh pada spot segar ini. Sepertinya memang sengaja ditanam. Bagus sih menurut saya, pembersihan udara lah, karena gak sedikit juga kan pengunjung yang ngerokok. Jadi bisa meminimalis pencemaran udara lah ya.

Beranjak ke sisi kanan, saya melihat meja kasir dan aqurium yang berisi menu seafood. Dipilih..dipilih.. mau kepiting, ikan bawal, gonggong, kerang kipas, kijing, rajungan dipilih buk..dipilih...




APA SAJA MAKANAN YANG SAYA ICIP?

Pengen tau kan, makanan apa saja yang kami icip?


1. SOP IKAN PEDAS PERANAKAN
2. KEPITING PEDAS PERANAKAN
3. IKAN ASAM PEDAS KERING
4. STIM JAMUR SHITAKE AYAM
5. AYAM DAUN KEMANGI
6. SAWI MINYAK BAWANG PUTIH

Dan tampang kurang kenyang anggota BK yang pengen nambah lagi.

Poto dibawah sesuai dengan urutan makanan pada list diatas ya. Kalo ditanya soal rasa, lihat saja isi piring yang tak ada sisa. Ludesss. Endess..lah pokoknya.

Harga?
Agak susah ya jawabnya, soalnya di list menu gak ada tertera sih harganya, jadi saya kurang tau juga. Yang bisa saya lihat hanya di aquarium tercantum harga per-ons. Ya..standar lah menurut saya.













D'STEAM PERANAKAN LIVE SEAFOOD
Komplek kampung seraya Blok II No.2
Belakang Hotel Seruni / RS Harapan Bunda, Seraya Batam. 
Telp : 0778 4881809

See ya to the next story. Bye

10 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Mengunjungi Pantai Melayu dan Keindahannya Kini

October 12, 2017 Yulia Marza 20 Comments



Yeah..weekend lagiiii..asyiiiikk.. teriak saya sepulang kerja. Bosan di rumah terus, pokoknya minggu ini harus pergi jalan-jalan, gumam saya dalam hati. Memang beberapa minggu ini, kami hanya di rumah setiap akhir pekan. Mau pergi jalan, ada aja halangan. Pas saya libur, Pak Suami berhalangan, pas Pak Suami bisa, saya nya yang masuk kerja. Hadeuh.. Eh, ada lagi sih, cuaca yang kurang mendukung di bulan yang berakhiran -ber ini. Harus benar-benar sedia ember  :).

“Tuh kan, hujan lagi?” bakalan gagal lagi deh kali ini. Bayangan kesenangan yang sudah saya prediksikan, harus sirna kembali dengan cuaca mendung yang disertai hujan gerimis. Tenangnya laut Barelang, perkasanya jembatan Fiisabilillah dan enaknya makan jagung bakar sambil menikmati view laut, harus kembali saya pendam hingga minggu depan. Terpaksa kembali duduk syantik di depan TV, sambil nemenin krucil main puzzle.

Yah, mau gimana lagi, harus disyukuri juga masih diturunkan hujan ama Sang Pencipta. Sedangkan daerah lain, mengharapkan hujan, tapi gak turun-turun. Ambil hikmahnya juga sih, berarti belum saatnya saya dan krucils halan-halan.

Sedang duduk santai, leyeh-leyeh-an, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di luar rumah. Ternyata adik laki-laki saya beserta istri dan anaknya datang dan mengajak saya ke Barelang. "Kak, mau ikut gak ke Barelang?" Hah, Barelang? Oaalaaa...pucuk dicinta ulam pun tiba. Belum sempat saya menjawab, anak-anak dah pada senang, heboh dan teriak kegirangan. "Asyik..ikut..ikut..ikut.."

Akhirnya pukul 11 siang kami pun berangkat ke Barelang dengan cuaca yang masih gerimis. Saya pun sudah siapkan segala perlengkapan mandi anak, seperti baju renang, handuk dan segala macamnya ke dalam tas. Soal makan dan minum, kami terpaksa beli di luar, karena memang gak ada persiapan. Yah, berharap saja di Barelang cuaca lebih baik dari Batuaji.

Sedikit info aja nih man teman, cuaca Batam emang gak bisa diprediksi. Bisa saja di tempat A hujan, di tempat  B gak, padahal jaraknya hanya 5 menit naik motor.

Memasuki simpang Barelang, kami belum tau nih, pantai mana yang akan kami tuju. Bingung, secara banyak sekali pantai-pantai cantik yang tersebar di sepanjang rute jembatan 1 sampai 6 ini. Seperti Pantai Melayu, Mirota, Pantai Pulau Setokok, Pantai Mubut, Vio-vio, Tagar Putri dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa diantaranya ada yang berpasir putih juga lo.

Kami sepakat pergi ke Pantai Melayu. Dari simpang Barelang, kami melewati jembatan demi jembatan yang menghubungkan pulau demi pulau dengan view yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jembatan yang menjadi favorit wisatawan, tentu saja jembatan I. Jembatan tinggi yang menjadi ikon kota Batam. Jembatan Fiisabilillaah namanya, atau lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Barelang.
Jembatan Barelang Batam  Photo by : bpBatam

Tapi, kami tidak akan berhenti di Jembatan ini, gerimis kecil masih tampak diluar kaca, walau gak serapat pas berangkat tadi. Nanti, saat pulang saja kami akan singgah. Dari luar kaca mobil, saya melihat banyak sekali wisatawan yang mengabadikan jembatan ini untuk berfoto selfie maupum wefie. Dari yang pake motor, berduaan, keluarga besar, hingga yang pake jasa tour, tak ketinggalan foto –foto syantik di jembatan ini.

Satu jam perjalanan, sampai lah kami di jembatan empat. Posisi Pantai Melayu, hanya beberapa meter saja dari jembatan ini. Tepatnya di Kampung Kalat Rempang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang. Ada plang terpampang di simpang masuknya. Temans cukup mengikuti jalan lurus hingga temans menemui spot pembayaran tiket masuk.


Simpang masuk ke Pantai Melayu

Masuk tempat ini temans dikenai tiket untuk dewasa saja seharga 10.000 IDR. Lumayan terjangkau lah. Selain itu area parkir cukup available lo.

Sambil jalan, kami mencari tempat untuk duduk meletakan barang-barang. Pilihan jatuh di bawah rindang dedaunan pohon kelapa. Tapi saya lupa sesuatu. Tikar! Ya, tikar sebagai alas duduk kami. Untung di sekitar pantai ini ada beberapa tempat penyewaan tikar. Kami sewa satu tikar seharga 15.000. Tikarnya cukup standar. Muat lah untuk 4 dewasa dan 3 anak kecil. Jangan lupa, selesai dipake, dibalikin yah, jangan dibawa pulang, hehe.


Selesai meletakan bawaan, kami lanjut makan siang. Dari tempat saya duduk, saya menyaksikan beberapa anak yang sudah kedinginan selesai berenang, beberapa orang dewasa, bermain bola di tanah yang sedikit becek.

Anak-anak saya sudah gak sabar minta berenang. Yawdah, selesai beberes makan, saya langsung ke bibir pantai ngajak anak-anak berenang. Sayang, karena hujan, air pantai sedikit keruh dan kotor. Sempat melarang krucils berenang, tapi gak mempan, tetap nyebur walo hanya di pinggir saja.

PANTAI MELAYU KINI

Pohon kelapa sepanjang pantai
Pantai Melayu ini, berpasir lembut dengan garis pantai sekitar 2 kilometer. Banyak pohon kelapa yang tumbuh rapi di sepanjang pantai. Ada aliran air, jalan setapak, tempat bilas mandi dan juga mushala. Ada juga aneka jajanan, tempat makan dan tempat penyewaan pelampung. Area sekitar wisatanya cukup teduh, bersih dan nyaman. Pengelolaannya cukup bagus menurut saya. Ini bisa dilihat dari adanya tempat sampah setiap sudut.

Walaupun cuaca kurang bersahabat, tapi pengunjung cukup ramai. Dari pengamatan saya, rata-rata pengunjung sengaja membawa kantong plastik besar dari rumah. Cukup di apresiasi lah, itu tandanya masyarakat kita sudah sadar akan bahaya sampah. Karena memang kendala satu objek  wisata, ya itu, pengunjung buang sampah sembarangan. Kebayangkan, massa yang segitu banyak, akan berapa tinggi sampahnya?

Di Pantai Melayu ini, temans tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan laut saja. Tapi disini, temans bisa menyewa arena permainan, seperti Banana Boat dan wisata pantai. Untuk Banana Boat, selama 15 menit, temans bisa seru-seruan mengelilingi pantai, basah-basahan gegara banana boat terbalik, bikin vlog, boomerang dan lain  sebagainya. Teman cukup cukup membayar 25.000/orang.

Selain itu, jika temans ingin berwisata dengan Perahu, temans cukup membayar sewa, dewasa 20.000 dan anak-anak 10.000. Selama 15 menit, temans bisa berekreasi menikmati laut dan berpoto di atas perahu. Gak usah takut kepanasan dan kulit gosong, diatas perahu, ada kap pelindung yang membuat temans terhindar dari panas. Bila mau sewa bisa contact di no: 0856 6771 893.

Jaln Setapak dan para Pengunjung

Banana Boat

Kapal untuk Wisata Pantai

Yang perlu diingat, karena tidak ada asuransi, segala kehilangan, dan resiko yang terjadi ditempat wisata, tidak ditanggung oleh pengelola. So..be aware ya gaes.

Puas berenang dan mengelilingi pantai, pukul 4 sore kami pun meluncur pulang. Anak-anak juga sudah kelihatan lelah dan mengantuk.

How to go to Barelang?



Bila mau pergi ke Barelang, temans cukup tau mana yang namanya simpang Barelang. Dari Batam Centre, Jodoh, Nagoya, Nongsa lurus saja menuju arah Simpang Kabil menuju Muka Kuning, terus saja ikuti saja jalan lurus sampai menjumpai Mall Top 100 Batuaji. Tidak jauh dari Mall, akan menjumpai persimpangan dengan lampu merah. Nah itu lah simpang Barelang. Temans cukup belok kiri dan ikuti saja jalan yang sedikit memicu adrenalin. Jalannya sih lurus, tapi ada tanjakan dan turunan juga.

Barelang itu singkatan dari BAtam REmpang dan GaLANG. Pulau-pulau yang membentang dan dihubungkan oleh jembatan dari Jembatan 1 sampai jembatan 6. Terdapat Banyak Pantai Cantik dan Sefood Restauran yang bisa dinikmati dengan view laut yang menggoda. Tertarik kesini? Buruan ke Batam.

See ya to the next story.


20 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.