Mak Pekerja, Tidak Hanya Pintar Jaga Anak Tapi Juga Pintar NgeBlog

January 25, 2018 Yulia Marza 4 Comments


"Dimana ada harapan impian akan menjadi kenyataan"
- Genienne Bondy -

Tahun 2017 telah meninggalkan kita. Banyak cerita sedih, bahagia, tertawa dan tangisan yang tertinggal selama satu tahun kebelakang. Jadikan saja setiap cerita sedih, pelajaran berharga dalam kehidupan. Teruslah melangkah, jangan pernah menoleh ke belakang. Muntahkan saja segala harapan dengan menuliskannya pada kertas kosong. Kita hanya butuh tinta tuk mengoreskan segala harapan indah di dalamnya. Saatnya tuk move on, saatnya menuliskan resolusi di 2018.

Banyak alasan seseorang membuat resolusi. Seperti ingin mapan, mendapat pacar, menikah, aktif nge-blog, punya mobil baru, aktif di media sosial dsb. Tak masalah punya resolusi sebanyak mungkin. Karena akan selalu ada cerita baru di setiap list yang kita buat. Tepiskan saja anggapan buruk orang lain. Geolkan saja pulpenmu di tiap baris kertas harapan. Dan tunggu lah cerita baru yang akan menghampiri.
Photo took by Pixabay

Gak perlu bingung bagaimana cara menggapai resolusi itu. Salah satunya adalah memisahkan yang jadi prioritas utama dan yang menjadi hal khusus. Dengan begitu kita tau mana yang paling penting, dan mana yang akhirnya jadi cerita bersambung hingga tahun depan.

Kuncinya hanya konsistensi. Bagaimana kita mengambil win-win solution, dan merumuskannya hingga menjadi hasil. Jangan sampai list resolusi itu tinggal tulisan di awang-awang. Hidup ini memang penuh dengan dimensi persoalan. Kuatkan segala harapan dengan doa, karena doa lah senjata paling ampuh untuk meraihnya. Bukankah akan terbuka jalan bagi yang berusaha?


MY RESOLUTION

Jujur, saya jarang membuat resolusi. Pernah beberapa kali mencoba mencorat-coret buku harian, menyusun list demi list, kata demi kata menjadi sebuah resolusi. Tapi semua tak bertahan lama, terabai begitu saja akibat ketidak konsistenan saya menjalaninya. Hingga saya bergumam, "Sepertinya saya gak butuh list seperti ini".

Beberapa tahun setelah menikah, tak ada resolusi yang menjadi target hidup saya. Bukan gak punya keinginan sih ya, tapi saya pikir, saya gak perlu sebuah resolusi. Saya sudah cukup bersyukur dengan apa yang saya punya hari itu. Saya sudah berkeluarga, punya rumah sendiri, dikaruniai anak sepasang, dan itu sudah sesuatu banget dalam hidup ini. Bukankah semakin kita bersyukur, semakin nikmat itu bertambah?

Baru dua tahun belakangan ini, orientasi berpikir saya sedikit bergeser. Karena saya sudah mulai aktif nge-blog dan melihat anak-anak mulai tumbuh besar. Saya mencoba menerobos dinding pertahanan saya dengan membuat sebuah resolusi. Yakni ingin Ingin Sehat Dan Bugar di 2018. 

Selain ingin bugar dan sehat, saya juga ingin memantapkan diri di dunia blogging. Dimana saya bisa mendisain blog sendiri, bisa mengutak atik blog dan menulis tidak hanya sekedar menulis. Tapi bagaimana saya belajar membuat tulisan yang bagus, dan bisa menginspirasi banyak orang.


Nah bagaimana saya seorang blogger memantapkan diri di dunia blogging?

1. Banyak membaca
Semakin banyak membaca, semakin banyak kita tau. Dari membaca kita bisa melihat mana tulisan jurnalistik, narasi dan tulisan keseharian.

2. Belajar Dari Tulisan Mastah
Para Mastah atau master, pasti orang yang ahli dalam bidangnya. Banyak Mastah blogging yang bisa menjadi acuan seorang newbie seperti saya. Dalam komunitas saya bergabung saja, Blogger Kepri, banyak tulisan Mastah yang bisa jadi acuan saya untuk menulis. Bukan memplagiat, tapi bagaimana saya mengambil ilmu tulis menulisnya saja.

3. Membaca Konten Blogger Langganan Pemenang Lomba
Ini hal paling saya suka. Saya selalu ingin tahu, apa sih hal menarik dalam konten sang blogger, hingga bisa mentasbihkannya sebagai pemenang? Dari konten pemenang, saya bisa mengambil sisi positif tulisan bagus itu seperti apa.

4. Belajar Melalui sebuah Website.
Salah satu website yang menjadi acuan saya yakni Dumet School. Mengapa Dumet School? Walau Dumet School adalah tempat Kursus Website, Digital Marketing dan Desain Grafis, yang menyajikan aneka info tentang teknologi, namun telah mempunyai website yang bonafit.

Tentang Dumet School.

Dumet school bisa jadi pilihan tepat bagi kamu yang sedang mencari tempat kursus. Lokasinya terletak di Kelapa Gading, Grogol, Tebet, Srengseng dan Depok. Jadwal yang fleksibel, satu murid langsung mulai, semi private dan disini kamu akan diajar sampai bisa.



Gimana dengan biaya? Soal biaya sih relatif ya. Kalau sebanding dengan ilmu yang didapat, biaya sih gak masalah.

Tertarik? Gampang. Kamu tinggal mendaftar pada lokasi diatas, mengakses website dumet school di www.dumetschool.com. Bila ingin info lebih lanjut, atau ingin berkonsultasi, bisa di email info@dumetschool.com


Sekian dulu, semoga terinspirasi. 

4 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Gurun Pasir Bintan, Tambang Pasir Yang Jadi Tempat Rekreasi Keluarga

January 18, 2018 Yulia Marza 16 Comments



Sudah lama saya gak pelesiran ke Bintan. Pulau yang bertetangga dengan Batam ini, makin terkenal akan sektor pariwisatanya. Banyak icon wisata bermunculan seiring gencarnya promosi dari Pemkot setempat dan juga kunjungan dari wisatawan, yang secara tak langsung membantu promosi melalui media sosial.

Salah satu tempat wisata yang akan saya kunjungi yakni, Gurun Pasir Bintan. Ada beberapa tempat lain yang saya kunjungi di Bintan ini. Tapi akan saya ceritakan di artikel selanjutnya.

BATUAJI - PUNGGUR

Karena ini acara keluarga, dengan jumlah yang lumayan banyak, 30 orang, kami menggunakan jasa tour dengan naik kapal Roro dari Pelabuhan Telaga Punggur. Titik kumpul dipusatkan juga di Punggur.

Dari Batuaji, kami yang berjumlah 7 orang berangkat jam 6 pagi menuju pelabuhan Punggur. Kebetulan masih suasana libur, jadi jalanan lancar jaya bak jalan tol. Kalau hari biasa, bisa satu jam lebih. Tapi kali ini, Batuaji ke Punggur cuma 45 menit saja.

ONGKOS / BIAYA

Sewa mobil Batam-Punggur PP, kebetulan saudara, bayar 150K saja. Dan untuk tour, karena jumlah kami banyak, harga kapal PP + Bus Punggur-Uban, Uban-Punggur, Dewasa 240K, anak-anak 150K.

Nah, jika jumlah tour 12 orang di kenakan harga 280K. Kebetulan rombongan kami memakai jasa tour Backpacker Batam dengan guide tour yang bernama Pratama atau Tama. Harganya cukup miring. Bagi temans yang mau pakai jasa tour ini, bisa di no telpon :  0811 7428 590

Oya, dari Punggur ini bisa menuju dua pelabuhan. Pertama Punggur-Uban, dan kedua Punggur-Tanjungpinang. Silahkan pilih, mau naik Speadboat, Ferry atau Kapal Roro. Harganya bisa di cek dibawah ini.

Roro
Punggur-Uban 40K (PP)

Speadboat
Punggur-Uban  99K (PP)

Kapal Ferry
Punggur-Tanjung Pinang 120K (PP)


BATAM MENUJU BINTAN

Punggur adalah pelabuhan terdekat menuju Bintan. Punggur-Uban bisa ditempuh dalam waktu lebih kurang satu jam dalam cuaca normal. Kali ini kami memilih naik kapal Roro menuju Tanjung Uban. Roro ini adalah kapal besar yang mengangkut penumpang dan juga kendaraan bermotor.

Jam 7 pagi kami sudah di atas kapal Roro. Kapal pagi ini cukup padat, terlihat banyaknya penumpang yang berada di dalam kapal ini. Akibatnya saya dan anak-anak tidak mendapat tempat duduk. Lantai tiga juga full penumpang, malah ada yang duduk di lantai segala.

Gak kehilangan akal, saya melihat dek depan kapal masih kosong. Segera kami beranjak ke depan dek sebelum terisi orang lain. Lantainya sedikit kotor dan berair. Saya segera mengeluarkan kantong plastik yang ada dalam tas sebagai alas duduk kami. Yeay..akhirnya dapat duduk juga, tentunya dengan view laut yang menyegarkan mata.

Namun setelah 10 menit kapal berjalan, tiba-tiba hal yang tak terduga terjadi. Kenzo yang daritadi tidak bersuara, minta pulang ke rumah.

"Mami, pulang ke Batuaji, Kenzo mau pulang?"
"Tunggu bentar, nanti mau berenang kan?" Jawab saya setengah membujuk.

Jurus-demi jurus saya keluarkan untuk membujuk si bontot ini. Maklum saja, Kenzo baru pertama kali naik kapal laut dan duduk di depan pula. Takut kali ya, sepanjang mata memandang hanya genangan air yang tampak, tak ada daratan, tak ada rumah dan kendaraan lainnya. Hanya air dan kapal yang membawanya menuju Bintan.

Bujukan berhasil dengan diiming-imingi berenang setelah sampai tujuan. Dan semakin diam dengan adanya beberapa kapal yang berpapasan dengan kapal kami, yang menghasilkan riak air yang memutih. Untunglah hal ini juga yang membuat Kenzo antusias melihatnya.

View kapal dari depan Roro

View kapal dari samping Roro


UBAN ke GURUN PASIR BUSUNG

Setelah sampai di Pelabuhan Tanjung Uban, atau biasa di singkat Uban, saya menunggu di luar gerbang pelabuhan ditemani guide tour, Bang Tama. Setelah cukup 30 orang, rombongan kami menaiki bus yang sudah menanti. Tentu nya ukuran bus disesuaikan dengan jumlah anggota.

Karena kami menggunakan paket tour dari Batam, harga sudah termasuk sewa bus dengan empat itenerary. Gurun Pasir Busung, Pantai Lagoi bay, Patung Penyu dan Treasure Bay. Bagi teman yang tidak menggunakan jasa tour tuk keberangkatan, bisa memesan bus, mobil yang banyak tersedia di pelabuhan. Harga mulai dari 300K - 500K.

Etapi, bawa kendaraan pribadi juga bisa kok. Sebaiknya kendaraan sudah di parkir sebelum jam keberangkatan, agar gak ngantri terlalu lama. Kalau kebetulan mobil dan motor banyak, ya terpaksa menunggu jadwal berikutnya. Sepertinya kapal Roro yang kami naiki, hanya memuat lebih kurang 10-15 mobil dan motor.

***

Mobil yang kami naiki melaju dengan kecepatan sedang. Jalanan yang berbelok-belok, menuntut kehati-hatian para pengendara. Disisi ruas jalan masih banyak terlihat pohon pohon-pohon besar dan ilalang yang mengisi lahan yang cukup luas. Beberapa rumah penduduk tampak berdiri, namun jaraknya cukup jauh antara satu rumah dengan lainnya.

20 menit perjalanan, tibalah kami di tempat tujuan, yakni Bukit Pasir Bintan atau dikenal dengan Gurun Pasir Busung. Gurun Pasir ini, terletak di Desa Busung, Bintan Kepulauan Riau. Sebelum menjadi Gurun Pasir, dulunya tempat ini adalah sebuah tambang pasir yang cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, tempat ini ditinggal pemiliknya, dan operasionalnya dihentikan begitu saja.

Awalnya tak ada yang menarik dari Bukit Pasir ini. Hanya gundukan pasir, teronggok, dan lazim ditemui disekitar galian pasir. Namun tak lama berselang, gundukan pasir yang teronggok itu membentuk bukit-bukit kecil layaknya gurun pasir di Timur Tengah. Lokasinya yang tampak dari jalan utama, mengundang rasa penasaran wisatawan yang melintasinya. Mereka mencoba singgah dan mengabadikan fenomena unik ini melalui poto yang diuplod ke media sosial. Dari sinilah Gurun Pasir Bintan ini mulai dikenal masyarakat luas.

Penampakan Grun Pasir Bintan dari kejauhan
Penampakan gurun pasir dari dekat. Photo from IG @akutwibowo

Bila dilihat dari kejauhan, gundukan gurun pasir ini seperti pasir halus dan tidak berkerikil. Tapi sebenarnya, bentuknya tanah kuning dengan butiran kasar dan berkerikil kecil. Temans tidak perlu takut menaiki dan menuruni bukit pasir ini. Hanya butuh hati-hati saja.  tidak licin, tapi kerikil kecil yang ada dibukit ini, bisa membuat kaki slip dan kemungkinan bisa terjatuh.

"Notice: Pengunjung yang pernah mengalami patah tulang kaki atau kaki yang dipasangi pen, tidak disarankan menaiki bukit ini. Kalau pun ingin menaiki juga, sebaiknya berpegangan dengan teman atau saudara. Pernah kejadian, pengunjung yang baru dipasangi pen terjatuh saat menuruni bukit, akibatnya kaki si pengunjung di operasi ulang". 

SPOT POTO dan MENCOBA PANAHAN DI GURUN PASIR BUSUNG

Mengunjungi Bukit Pasir Busung tidak lah lengkap bila tidak berpoto di spot-spot cantik yang tersedia di area ini. Temans bisa berpoto dengan background love, papan bintang dan latar air sungai biru. Cukup membayar 5000 rupiah untuk dua orang, temans bisa berpose dengan berbagai gaya yang diinginkan. Seperti gambar di bawah ini.

Yang suka panahan, disini juga ada kok. Dengan 10 ribu rupiah, temans bisa mencoba memanah hati dedek tersayang, maksudnya papan lempar busur sebanyak 5x shots.






Terakhir, ada tips keren nih bagi yang mau berwisata ke Gurun Pasir Busung ini.
1. Sebaiknya pergi disiang hari saat cuaca panas, kalau hujan tanah disekitar sini lunak dan becek.
2. Bawa topi atau payung untuk melindungi dari cuaca panas..
3. Sediakan minuman, terlebih bagi yang membawa anak kecil. Spot poto ke gerbang masuk penjual makanan lumayan jauh ya.
4. Bila pergi ikut tour, mamfaatkan waktu seefektif mungkin, karena sudah pasti schedule sudah available.

Sekian dulu cerita dari saya mengunjungi Gurun Pasir Busung di Pulan Bintan.
See ya to the next story.

16 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Lelah Menjaga Anak dan Hasrat Ingin Piknik

January 11, 2018 Yulia Marza 20 Comments



Alhamdulillaah anak-anak sudah beranjak besar. Si sulung sudah kelas dua SD dan si bontot 4 bulan lagi genap 5 tahun. Haaaa.. sedikit bernafas lega, meregangkan tubuh, memanjakan kaki dan menghirup sedikit kebebasan yang terbelenggu selama ini. *Eh.

Etapi gak bebas-bebas amat sih. Bebas disini maksudnya, anak-anak sudah dalam "batas aman" ditinggal pergi. Sebelumnya saya gak bisa kemana-mana, karena emang ekstra fokus sama anak-anak. Secara krucils saya titip sama kakak perempuan, jadi setiap pulang kerja adalah "jatah" saya dengan mereka. Kalau pun ada keperluan pergi, duuh..rasanya seperti bersalah gitu. 9 jam sudah ditempat kerja, masak harus pergi lagi ninggalin krucils?

Imbasnya, kakak saya sering ngomel kalau saya pulang kelamaan. Saya sih diam aja dan gak komen apa-apa. Lagian kakak saya ngejaga juga gak dipungut bayaran alias gratis. Jadi saya anggap wajar, walaupun ponakannya sendiri, capek, lelah pasti dia punya lah. Mungkin dengan ngomel, cara dia mengungkapkan rasa capeknya ngejaga anak-anak saya.

Moms yang punya anak kecil, pasti tau kan yah ngejaga anak kecil itu riweuhnya minta ampun. Lari sana sini, nyenggol ini itu, belum lagi air mandi yang berceceran di lantai, mainan berserakan, robekan kertas, remot tv yang mungkin menjerit di otak-atik, lemari baju yang jadi kapal pecah, dan banyak lagi keseruan ulahnya. Semuanya tak lain dan tak bukan, cara dia mengekspresikan diri, keingintahuaannya dan kepolosannya yang beda dengan orang dewasa.

"itulah anak-anak, bersikap apa adanya, dan punya cara sendiri mengekspresikan dirinya"

Butuh kesabaran yang luar biasa banget ngejaga anak balita. Apalagi working mom seperti saya. Rutinitas kerja yang menyita waktu dari pagi hingga sore, ditambah harus nginem di rumah, kadang menimbulkan kejenuhan tingkat tinggi. Hampir tak ada "me time" buat saya. Setiap hari selalu bergelut di keadaan yang sama, kantor, dapur, sumur dan kasur.

Baca juga : Dreamland Waterboom Batam

Lelah pasti lah ya. Sempat pernah terlintas senangnya saya saat muda dulu. Bebas kesana kemari, pergi dari satu daerah ke daerah lain, nonton konser, pulang kampung sesuka hati, kongkow bareng teman, ke salon dan banyak keseruan lainnya. Kalau dah gitu saya jadi berpikir,

Sepertinya saya harus piknik! 

Piknik sebentar, mungkin bisa meregangkan otak saya yang kaku dari rutinitas yang menguras energi. Sudah lama juga saya tak piknik sendirian. Mungkin saat ini lah waktu yang tepat merencanakan piknik bareng teman yang sudah lama tak saya rasakan. Sementara biarlah anak-anak dijaga Pak Suami.

Photo by Pixabay

Egois kah saya? Saya rasa tidak. Saya bersyukur banget dikarunia anak sepasang oleh Yang Maha Pencipta. Tapi saya juga takut, bila capek dan letih mendera, emosi jadi tak stabil, akhirnya marah-marah, stress meningkat yang mengakibatnya kerutan akan cepat menghiasi wajah saya. Beli cream anti kerut lebih mahal lagi kan yah. emak-emak perhitungan

Lupakan soal kerutan. Sedang berencana piknik, malah dapat ajakan dari teman saya yang di Jakarta ngajak ketemuan. Duuh..pergi atu gak nih? Secara dia hobi banget nonton konser. Teman SMU yang udah sehati banget. Sama-sama suka nonton konser musik. Nah kebetulan di Jakarta, akan banyak konser dari musisi mancanegara yang akan digelar. Jadi pengen kesana nonton bareng lagi.

Ceki-ceki tiket event dulu deh di Tokopedia. Bisa pesan ini itu sesuka hati. Kamu pengen nonton juga? Promo Tiket Event Murah Bisa Cek disini. Mau sekalian jalan-jalan sambil naik kereta? Cek Harga Tiket Kereta Api Termurah di Tokopedia.

Gak sabar rasanya ketemu ama teman lama yang sama gila nya. Ngebayangin masa lalu sambil bernostalgia ala anak muda jaman dulu. Walaupun kami sudah menjadi seorang emak, 10 tahun lebih gak bertemu, hobi kami tetap gak berubah.

Saatnya berbenah diri, mencoba mendapatkan "me time" setelah berkutat 9 tahun membesarkan anak-anak. Mencongkel sedikit tabungan tuk bisa menikmati hidup lahiriah dan bersyukur kepada Sang Pencipta tuk menenangkan batiniah. Kalau Bunda seperti apa? Bagi cerita yuk..

See ya to the next story.

20 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.