Tak Melulu Soal Wisata, 5 Hal Berikut Bisa Kita Tiru Dari Singapura

February 28, 2018 Yulia Marza 14 Comments

Singapura memang menjadi destinasi favorit wisatawan Indonesia untuk berlibur ke sana. Tak heran, ada banyak sekali tiket promo Singapore Airlines yang bisa membawamu pergi ke kota Singa dengan mudah dan murah. Meskipun negara kita bertetangga, Singapura memiliki kultur yang jauh berbeda dengan Indonesia.

Tak hanya wisatanya saja yang lebih maju dari Indonesia, tetapi juga perekonomian dan juga stabilitas negaranya. Kemajuan tersebut tidak didapatkan secara instan lho, kita bisa meniru hal-hal berikut ini dari Singapura untuk kebaikan kita ke depannya:

Disiplin dan Menghargai Waktu

Sumber: gumtree.sg
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia kurang disiplin dan kurang menghargai waktu. Hal ini seolah berbanding terbalik dengan warga Singapura. Orang Singapura selalu bersikap disiplin dan menghargai waktu, contohnya adalah mereka rela berangkat lebih awal ke tempat yang dituju untuk menghindari macet atau penuhnya angkutan umum yang mereka pakai. Bagi mereka, waktu adalah uang, sehingga kehilangan waktu sama saja mereka kehilangan uang mereka. 

Menghargai Perbedaan

Sumber: libgar.com
Meski luas negara Singapura terbilang sempit, namun Singapura juga memiliki ras, suku, dan agama yang beragam. Yang menjadi agak berbeda dengan negara kita belakangan ini adalah berbagai macam perbedaan tersebut tidak menjadi masalah sama sekali bagi kehidupan sehari-hari mereka. Semua hidup berdampingan dengan menghargai perbedaan yang ada. Meski agama yang dianut berbeda, masyarakat Singapura tetap damai dan tidak pernah ada isu SARA yang memecah belah bangsa.

Menjaga Kebersihan

Sumber: phinemo.com  (Maynard)
Ini merupakan pokok penting yang harus kita tekankan pada diri kita masing-masing. Yap, menjaga kebersihan. Jika kita berkeliling di Singapura, kita tidak akan melihat pemandangan sampah yang bertebaran di mana-mana. Bahkan jika belum menemukan tong sampah, orang Singapura rela mengantongi sampahnya terlebih dahulu sampai ia menemukan tempat sampah lho. 

Taat Terhadap Hukum

Sumber: lombokisme.blogspot.com  (Febrian Al Faqir)
Singapura mendapat julukan negeri seribu satu larangan karena ada banyak sekali peraturan yang harus ditaati oleh setiap warga negaranya. Meski demikian, masyarakat Singapura tidak protes dan selalu menaati segala peraturan tersebut karena mereka sadar bahwa peraturan dibuat untuk kebaikan mereka sendiri. Mereka merasa malu jika melanggar sebuah peraturan, bahkan jika itu peraturan kecil seperti aturan menyeberang jalan sekalipun. Tak heran ya negaranya sangat tertib dan rapi. 

Menghormati Orang Lain

Sumber: phinemo.com  (Maynard)
Selain hal yang sudah disebutkan di atas, Singapura juga terkenal akan sikap masyarakatnya yang menghormati orang lain. Contohnya adalah saat berada di MRT, kita tidak akan pernah menemukan orang yang menggunakan kursi khusus yang bukan haknya. Jadi ibu hamil, lansia, dan juga penyandang difabel bisa naik angkutan umum dengan tenang di sana. 

Itu tadi hanya beberapa hal kecil yang harusnya bisa kita tiru untuk kebaikan diri sendiri dan juga kemajuan bangsa. Jika kamu belum sempat ke singapura, kamu bisa cek tiket promo Singapura Airlines untuk mendapatkan harga yang miring. Jadi tunggu apa lagi, yuk kita belajar disiplin dari Singapura dan jangan sampai kamu melewatkan diskon tiket promo Singapura Airlines ya. 

14 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Perjalanan Malam dari Batam via Singapura, Menuju Kuala Lumpur

February 22, 2018 Yulia Marza 0 Comments


Akhir Desember kemarin, saya dan teman-teman sudah merencanakan untuk liburan ke Malaysia. Libur pertengahan Februari, yang bertepatan dengan libur Imlek akhir pekan, menjadi tanggal keberangkatan saya ke Kuala Lumpur. Walau hanya tiga hari, 15-18 Feb, saya dan 5 traveler cantik, mencoba tuk eksplor KL yang terkenal dengan ikon Twin Towernya itu.

Berangkat kamis sore sepulang kerja, saya menaiki ferry dari Batam Centre menuju Singapura. Jam kantor yang berakhir pukul lima petang, tidak memungkinkan saya dan teman-teman menaiki ferry Batam Centre ke Stulang Laut (Pelabuhan Laut di Johor Bahru). Last ferry Batam-Stulang Laut saja, ada di pukul 18.00WIB. Sedangkan dari kantor saya ke Batam Centre, ditempuh lebih kurang satu jam dalam kondisi normal. Jadi Batam-Stulang Laut, dicoret dari list itinerary.

BATAM CENTRE ke SINGAPURA

Sampai di Batam Centre saya tak perlu Boarding Pass lagi. Beberapa hari sebelum keberangkatan, teman saya Sazila sudah melakukan Boarding Pass di Counter ferry yang akan kami naiki, yakni Batam Fast.

Kami langsung menuju Imigrasi Check yang berada di lantai 2. Antrian menuju Singapura tidak begitu panjang. Yang terlihat malah antrian panjang Arrival Passenger.

Saya bergegas naik ke ferry yang sudah bersandar di dermaga. Syukurlah ferry yang saya naiki berangkat tepat waktu, yakni pukul 7 malam. Barisan kursi kosong berjejer rapi di depan kami duduk. Angin yang mengguncang Batam beberapa minggu belakangan, menghasilkan alun yang cukup kuat. Kapal ferry beberapa kali naik turun tak beraturan. Alhasil, teman yang tidak tahan, sempat mengalami mual dan pusing.

***

Batam ke Singapura ditempuh satu jam kurang melalui jalur laut. Kami yang berangkat pukul 7 malam Batam time, sampai di Horbour Front (Pelabuhan Laut Singapur) pukul 9 malam waktu Singapura. Dua jam memang. Karena Singapura mempunyai perbedaan waktu satu jam lebih cepat dari Indonesia. Jika saya berangkat pukul 19.00WIB, di Singapura tentu sudah pukul 8 malam. 

Saatnya masuk Imigrasi check. Saya sempat shock, terpana tak percaya. Imigrasi Singapura yang terkenal padat merayap, ngantri pun bisa bikin kaki gempor, hari ini cuma berdiri beberapa orang saja. Well, sesuatu banget deh, kalau malam ke negeri Singa ini. Bertepatan dengan Imlek sih ya, mungkin saja mereka pada pulang kampung dan sebagian lagi memilih liburan ke Batam


Naik MRT ke Jalan Besar

Lolos Imigrasi di Harbour Front, saya bergegas menuju stasiun MRT yang ada di ground floor Vivo Mall. Kami akan menaiki MRT ke China Town (Line Ungu). Disini posisinya interchange saja, karena kami akan ke jalur Biru untuk turun di Jalan Besar.

Sekedar informasi tuk temans yang baru ke Singapur, tidak perlu cemas dan bingung di negara ini, informasi dan petunjuk terpampang sangat jelas. Tidak ada coretan, apalagi sampah berserakan. Warganya pun sangat welcome bila kita bertanya sesuatu.



Terimal Bus Queen Street Singapura

Saya dan teman memilih ke Johor Bahru terlebih dahulu, karena bus langsung Singapur-Malaysia sudah full. Lagipula tarifnya lumayan mahal, libur Imlek bus pun laris manis.

Sebenarnya ada dua pilihan terminal menuju Johor. Di Kranji dan Jalan Besar dengan menaiki bus nomor 170 atau Causeway link. Tapi saya dan teman memilih ke Jalan Besar saja. 

Di jalan besar ini, ada terminal bus yang bernama Queen Street. Di terminal ini lah saya bersama rombongan naik bus, menuju Larkin, Johor Bahru. Banyak bus bagus yang tersedia di terminal ini, yang bisa dipilih tuk dinaiki. 

Saat kami tiba di Queen Street, bus berwarna kuning terang bertuliskan Causeway link akan segera berangkat. Dari casing luar bus, dah  kinclong banget, ternyata, dalamnya gak jauh beda dari luarnya. Bersih, nyaman, deretan kursi empuk dan AC yang kenceng banget.

Saya segera berlari membeli tiket dengan harga $3.2 di loket yang menurut saya sederhana  sekali. Tidak ada calo atau preman yang menarik-narik penumpang. Disini kami diberi tiket bus, yang selanjutnya tiket ini menjadi bukti sah menuju Larkin, JB. Tiket jangan sampai hilang ya, kalau hilang, mungkin harus bayar dengan uang cas atau kartu EZ Link.

Bus dari Terminal Queen Street ini akan berhenti di Woodland Check Point Singapur dan Malaysia. Karena saya kan meninggalkan Singapura dan masuk ke Malaysia. Sama seperti Batam, antrian tidak terlalu ramai, hanya 10 menit menunggu, saya sudah dapat giliran stamp paspor.

Kemana Saya Setelah Stamp Paspor?
Selesai stamp paspor, saya bergegas turun ke bawah tempat bus yang telah menunggu. Syukurlah saya menaiki bus yang sama dengan yang dinaiki tadi. Jika terlambat, saya harus menunggu bus yang ber-merk sama setelahnya.

Untuk info nih buat man teman yang mau ke Malaysia via Singapur, jadwal bus selalu on time. Penuh atau tidak mereka tetap berangkat sesuai jadwal. Dan pada setiap area tunggu bis, ada automatic time yang memberitahukan setiap kedatangan bus berikutnya.


Menuju Larkin Johor Bahru

Bus melaju cukup tenang dijalanan aspal yang tidak begitu ramai. Posisi duduk yang tepat dibawah AC, membuat tubuh saya menggigil kedinginan. Jaket penutup kepala yang saya bawa dari rumah, cukup  membuat hangat tubuh ini selama 35 menit perjalanan.

Karena saya berangkat malam, ada beberapa item nih yang saya siapkan saat keberangkatan.
1. Tas kecil.
Usahakan membawa tas kecil/sandang, tempat meletakan paspor, dompet, hp dan benda penting lainnya.

2. Jaket.
Udara malam yang dingin, ditambah AC bus yang cukup menusuk kulit, jaket hal terbaik untuk mensiasatinya.

3. Mineral Water.
Udara dingin jangan sampai membuat dehidrasi. Tetap sediakan botol minum untuk memgantisipasi kulit dan kerongkongan kering.

4. Headset.
Bila mata tak mau terlelap, mendengarkan musik dari Hp adalah solusi terbaik.


 Johor Bahru ke Kuala Lumpur

Saya sampai di Johor Bahru pukul 11.30 malam. Mungkin ini pengalaman terburuk saya mengunjungi KL. Tiket bus udah sold out semua. Salah kami juga sih, gak booking tiket jauh hari, jadinya ya gini, tiket tinggal diharga 85RM, padahal harga normal cuma diangka 55RM. Mau tak mau kami terpaksa ambil tiket itu dan berangkat pukul 1 dini hari.

Alhamdulillaah berangkat juga gumam saya dalam hati. Saatnya tidur, biar segar esok harinya. Karena saya dan teman-teman langsung menuju Genting Highland.

Mobil yang kami tumpangi masuk BTS ( Bandar Tasik Selatan) saat azan subuh mengumandang. Antara sadar baru bangun dan hasrat ingin tidur lagi, saya harus siap-siap mengemas barang-barang agar tak tercecer di mobil.

Masuk BTS suasana layaknya Mall. Terdiri dari beberapa lantai dengan eskalator dan dan suasana riuhnya. Kami langsung mencari kamar ganti di lantai dua untuk mandi dan ganti baju. Selanjutnya kami mengisi perut di salah satu kedai nasi yang lumayan enak, biar ada tenaga untuk menuju Genting. Gimana perjalanann saya ke Genting Highland? Di artikel selanjutnya ya..

See ya to the next story.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Seberapa Penting Sih Tas Buat mu?

February 16, 2018 Yulia Marza 0 Comments



Tas merupakan komponen penting saat bepergian. Benda yang berfungsi sebagai tempat menaruh barang ini, perlahan mulai beralih fungsi menjadi fashion dan gaya hidup. Pergi tanpa tas terasa ada saja yang kurang.

Bisa kita lihat, baik itu di mall, di jalan, di stasiun, di pasar, tas selalu bergelayut di badan mereka. Mulai dari yang berbentuk unik, kecil, besar dan berbahan aneh.

Bagi mereka yang maniak tas, atau seorang kolektor sekali pun, tidak peduli apakah tas itu brand merk terkenal atau tidak. Yang namanya maniac, dipake atau tidak itu urusan belakangan. Bahkan mereka pun rela merogoh kocek lebih dalam, demi sebuah tas.

Aneka bentuk dan warna tas yang menarik, diduga pemicu utama seseorang ingin membelinya. Salah satunya kaum hawa. Kaum hawa ini paling antusias bila ada tas yang memikat matanya. Mereka mampu mengkoleksi lebih dari satu tas dengan merk dan bentuk yang beraneka rupa. Mereka juga rela antri demi sebuah tas yang limited edition.

Tak masalah berapa uang yang harus dikeluarkan demi tas favorit. Mengkoleksi tas dari merk tertentu, bisa menambah percaya diri, gengsi dan menambah prestise.

Biasanya tas dengan harga mahal dipakai oleh pebisnis, istri pejabat dan juga selebritis. Apakah brand yang dipakainya asli atau KW, penilaian pertama tentu saja dari casing luar tas, kemudian komponen pendukung dari tas tersebut.

Tas yang kita pake ada beberapa kategori lo, Pengen tau kan.

Hand Back
Tas ini ada dua, bertali dan ada yang cukup digengam saja. Biasanya digunakan untuk acara formal. Seperti acara perayaan, nikahan dll.

Shoulder bag
Hampir sama dengan Hand Bag, tas ini mempunyai tali yang lebih panjang dibanding hand bag. Biasanya tas ini posisinya dijepit dibawah armpit. 

Backpack
Backpack atau dikenal dengan tas ransel, hampir semua kalangan menyukainya. Biasanya tas ini menjadi favorit karena lebih simple dan memuat banyak barang. Tas ini biasa menjado pilihan untuk acara Non Formal.

Tote Bag
Tas ini adalah favorite saya. Bisa menampung banyak barang dan nyaman sih digunakan.

Sling Bag
Atau dikenal dengan Tas Selempang. Memiliki tali yang panjang, hingga memudahkan kita untuk memosisikan tas ke kiri atau ke kanan. Acara santai dan kongkow bareng teman tas ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang bergaya simple.

Sekian dulu ya.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Gaya Mengendarai Motor "Sang Ratu Jalanan, (Emak-emak)" Yang Bikin Geleng Kepala

February 07, 2018 Yulia Marza 16 Comments


Berkendara di jalan raya butuh kehati-hatian. Namun kehati-hatian tidak menjamin seseorang pengendara selamat, bila tidak dilengkapi dengan atribut keselamatan. Hal tak terduga yang kadang membahayakan, juga bisa terjadi bila bertemu rider seorang emak-emak.

Bukan karena si Emak tak bisa mengendarai motor. Bukan juga karena si Emak tak tahu rambu dan atribut lalu lintas. Tapi cara berkendara si Emak yang sangat sangat perlu diwaspadai. Beberapa kejadian pengendara nyungsep atau sliding disebabkan oleh kurang disiplinnya emak-emak mengendarai sepeda motor.

Apa saja "keanehan"  dan keunikan sang Emaks mengendarai sepeda motor? Yuk intip di bawah ini.

Belok Kiri, Tapi Sein Kanan atau Sebaliknya.
Lampu sein bermasalah, sering dijumpai pada motor emak-emak. Bukan salah lampunya sih, tapi si emaks yang sering khilaf. Yang namanya emak-emak, biasanya update dengan gadget terbaru, namun tidak update dengan teknologi terbaru motor mereka, terutama teknologi bernama lampu sein, yang bisa menginformasikan kepada pengemudi di belakang beliau, kemana motor akan dibelokkan. Yang biasa terjadi, adalah mak-mak ini belok tanpa isyarat dan membuat pengemudi di belakangnya panik, berujung pada ndlosor alias sliding bebasnya pengemudi tersebut [1]

Pernah kejadian seorang pemuda hampir menabrak motor seorang emak. Bukan di sengaja, tapi lampu sein emak yang menyala kanan. Si pemuda langsung ngambil kiri. Eh..tak disangka si emaknya belok kiri. Si pemuda kaget, dan langsung banting stir  Si emak bukannya minta maaf, malah marah-marah dan bilang, "itu kode buat lo supaya ngambil kanan". Wkwkwkwk,  jadi hati-hati aja ya mba/mas, kalau mak-mak ngode pengendara belakang pakai lampu sein.

Gambar GAUL.id

Tumpangan Bisa Naik, Selagi Jok Masih Tersedia
Yang ini jangan ditanya, seorang emak tidak hanya mampu menghidupi banyak anak, tapi juga mampu membawa banyak anak dalam satu motor. Pernahkan ya, kita jumpai emaks di jalan raya boncengannya berlebih? Dua bahkan 3 dibelakang, satu digendongan dan satu duduk menggunakan kursi di bawah stang. Sungguh emaks yang luar biasa. Tidak hanya rela akan nyawa emak, tapi juga rela ama nyawa anak-anak.

Taken by Merdeka.com

Udah Salah, Gak Mau Di Salahkan
Jangan pernah melawan emak-emak. Bakalan gak pernah menang deh. Kalimat baru satu alinea, jawaban emak udah 10 alinea. Hadeuh... Gitu juga di jalanan nih, udah gak tau rambu lalulintas, salah nyerempet orang, Ehh,, si emak malah marahin yang diserempet. Takut kali ya, daripada emak dimarahin, lebih baik emak yang marah duluan. Si emak tetap berpegang teguh ama pasalnya yang dua itu. Satu, Emaks selalu benar. Kedua, bila emaks salah, kembali ke pasal satu.

Pakai Daster dan No Helm
Siapa bilang pake daster gak boleh pake motor? Daster yang jadi kebanggaan emak-emak, juga jadi kebanggaannya sebagai rider. Tapi sayang banget nih, daster sih ok, tapi si emaks sering lupa pake helm nih. Banyak diantara emak-emak ini yang gak rajin pakai helm, tapi bisa ngirim pengendara lain yang menggunakan helm ke UGD! Ini sebetulnya sesuatu yang perlu disayangkan dari para emak-emak yang biasa naik motor ke pasar, kondangan, jemput anak, belum rajin untuk mengenakan helm sebagai sarana keamanan yang wajib dikenakan selama berkendara. Suramnya, seolah-olah rider lain yang peralatan berkemudinya lebih lengkap-lah yang dipaksa untuk konform terhadap keadaan si emak ini. Akibatnya, tentunya yang lebih sering celaka di jalan adalah orang-orang lain yang aware akan keadaan si emak[2]

Bersama motor matic, mereka semaut duo serigala.
Motor matic adalah motor terburuk yang menjadi pilihan pengemudi yang belum berpengalaman, dikarenakan: (1) motor matic lebih mudah oleng dibanding bebek, (2) motor matic tidak bisa panic-braking alias ngerem mendadak, (3) motor matic murah harganya jadi orang cenderung seenaknya kalo naik matic. Ketika motor matic duet dengan emak-emak? Say your prayers[3].
Gambar Pertamax7.net

Logikanya banyak berdasarkan “Saya pikir”
Tidak jarang kecelakaan yang terjadi di jalan, yang melibatkan ibu-ibu bermotor (terutama yang naik matic) diakibatkan oleh prasangka sang emak yang berbunyi “saya pikir” 
“Saya pikir motornya nggak belok mas”
“Saya pikir mobilnya berhenti mas.”
“Saya pikir tadi motor saya muat nyelip mas”
“Saya pikir tadi angkotnya ngetem mas”
“Saya pikir tadi bisnya gak kenceng mas”
“Saya pikir tadi sopir angkotnya Vin Diesel mas”
“Saya pikir tadi jemuran saya belum diangkat mas”
“Saya pikir tadi yang di pinggir jalan Shaheer Sheikh mas” 
 [4]
Diduga mas ini penyebab Emak-emak galau via IG@shaheernsheikh

Jaga keselamtan di jalan ya Mak, jangan samapai mak mengabaikan keselamatan diri sendiri apalagi keselamatan orang lain. Sadar mak, sadar..Mak bukan Valentino Rossi yang bisa ngebut di sirkuit. Mak juga bukan Ali Topan si Anak Jalanan itu. Mak adalah Ibu dari anak Mak yang selalu menanti mak pulang sehabis "touring" di jalanan.Tetap waspada ya mak.

Jangan lupa tetap jaga keselamatan buat saya yang juga seorang emak, dan emak-emak lain diluar sana.

Sumber informasi
 Bold Sentences[1] [2] [3] [4] from hipwee.com/hiburan



16 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Pantai Lagoi Bay, Pantai Bersih Andalan Wisata Bintan

February 01, 2018 Yulia Marza 20 Comments


Libur semester ganjil Desember 2017 kemarin, cukup membuat saya trenyuh. Kenapa? Karena Queen, anak saya, merayu minta pulang ke Padang. Hmmm..kalau di ingat-ingat, sudah empat tahun juga saya tak menginjakan kaki di kampung halaman. Krucils pun mungkin sudah lupa wajah dan bentuk sepupu-sepupunya. Keukeuhnya Queen ingin pulang kampung, sepertinya ada kerinduan di hati anak saya itu.

Iseng-iseng cek tiket pesawat, omaygad, mata langsung nanar lihat harga yang terpampang. Untuk satu adult saja sudah di angka 800K? Waduh, naiknya hampir 200 persen. Secara tiket ke Padang itu paling rendah di angka 300K saja. Hmm.., peak season, wajar lah harga melambung jauh.

Sedikit pengertian ke Queen, walau terlihat manyun, liburan ke Padang ditunda sampe tahun depan. Kasihan sih ya, anak-anak liburan cuma berenang dan main sama teman-temannya yang bernasib sama, alias liburan di rumah.

Update status di Facebook. Eh, tak dinyana, disentil ama saudara sekaligus diajak liburan ke Bintan. Perginya pun besok minggu 24 Desember 2017. Sesuatu banget kan ya. Rejeki anak sholehah :).

Singkat cerita, minggu itu kami segara meluncur ke Bintan dengan tujuan Gurun Pasir Busung, Pantai Lagoi, Patung Penyu dan Treasure Bay.

Baca juga : Gurun Pasir Busung


PANTAI LAGOI BAY



Banyak Pantai bagus yang tersebar di wilayah Bintan. Tapi gak semuanya free lo tuk umum. Ada beberapa pantai yang sifatnya semi private. Biasanya pantai seperti ini, di dalamnya banyak berdiri resorts yang memang dikhususkan untuk pengunjung hotel saja. Kebanyakan resort yang menampung wisatawan luar Indo sih.

Dulunya Pantai Lagoi ini termasuk pantai tertutup tuk umum. Namun seiring meningkatnya kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara, perlahan pantai Lagoi Bay mulai terbuka untuk umum.

Pantai Lagoi ini, salah satu pantai yang banyak dikunjungi wisatawan. Rata-rata temans yang berkunjung kesini bilang, pantainya bersih dan sejuk.

Awalnya gak percaya, biasanya pantai yang banyak pengunjung, pasti meninggalkan tumpukan sampah yang menggunung.

Terbukti! Pertama turun dari mobil, nuansa hijau langsung memanjakan mata saya. Tak ada sampah yang menghiasi jalanan. Yang ada hanya rumput hijau terbentang luas, barisan pohon kelapa serta beberapa pohon pinus, berdiri melambai-lambai seakan menyambut kedatangan saya. Sejuk dan menyegarkan mata. Siapapun yang datang ke sini, bakalan betah dan gak mau pulang.

Karena kami datang pas jadwal makan siang, kami memilih duduk dibawah pohon pinus beralaskan rumput hijau. Angin sepoi-sepoi menemani saat makan siang kami. Nasi sebakul ditemani ayam goreng, rendang dan kerupuk sukses mengisi perut yang keroncongan.

Sambil makan, dari kejauhan kami melihat beberapa mba/mas cleaning service stand by dengan sapu dan pengky mengambil sampah yang tak sengaja terbuang oleh pengunjung. Di beberapa titik rawan sampah, juga tampak tersedia tong sampah. Hmm.. sepertinya pengelolaan Pantai Lagoi ini cukup bagus. Wajar saja pantainya bersih dan sejuk. Etapi, bisa saja wisatawan kita sudah sadar akan bahaya sampah. Jadi sampahnya gak terlalu banyak. Mudah-mudah la ya? Kalau seperti ini, masih gak malu buang sampah sembarangan?

Setelah makan, saya segera meluncur ke spot-spot intagramabel yang tersedia di sekitar pantai. Antara lain rerumputan hijau, tulisan Lagoi Bay, Heart dll.







How to go to Lagoi Bay Beach?

Sebelumnya saya sudah menceritakan Gurun Pasir Busung. Nah, dari Gurun Pasir Busung ini, saya dan rombongan menuju Pantai Lagoi Bay. Pantai Lagoi sendiri berada di Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Jika dari Batam, temans harus menyeberang dulu melalui Pelabuhan Telaga Punggur, menuju Pelabuhan Tanjung Uban atau Tanjung Pinang. Transportasinya bisa menggunakan Kapal Roro (40,000 PP) atau, Speadboat (99,000 PP).

Mobil carteran, motor atau taksi, jenis transport yang bisa temans gunakan untuk mencapai tempat ini. Waktu tempuh bila dari Tanjung Pinang sekitar 1.5 jam. Sedangkan dari Tanjung Uban memakan waktu 25 menit saja. Sangat disarankan melalui Batam ke Uban saja, selain dekat, temans juga gak lelah di perjalanan.

Memasuki gerbang Pantai Lagoi Bay, temans tidak akan dipungut bayaran, alias gratis. Petugas jaga memang stand by  di pintu gerbang, tapi tidak akan meminta ticket masuk. Mereka hanya meminta data berapa orang jumlah rombongan, dan asal daerah rombongan tersebar.

Lewat dari gerbang masuk, sekitar lima menit, temans akan sampai di lokasi Pantai.



Fasilitas

Pas Di belokan terakhir, temans akan menjumpai Hotel Grand Lagoi. Silahkan kalau mau menginap disini.  Rate $77-127.

Di sekitar pantai temans juga bisa menyewa bean bag sambil leyeh-leyeh duduk memandang ujung pantai yang tak bertepi.

Yang bawa anak kecil, jangan cemas kalau cari camilan, di kawasan ini juga tersedia plaza lagoi.

Kamar bilasnya bersih dan kualitas resort loh. Ada bagian terbuka di sudut ruangan, bebatuan, dan dekorasi dengan nuansa kayu yang kuat. Sepertinya temanya lebih ke alam sih ya.

Di samping itu hairdryer, kaca besar dan juga wastafel keren, menghiasi ruangan disisi lainnya. Toiletnya juga bersih. Bener-bener sesuatu banget berkunjung ke Pantai Lagoi Bay ini.

Nah itu lah sedikit keseruan saya menghabiskan liburan bersama anak-anak. Bagi cerita juga dong temans?

See ya to the next story.

20 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.