Jangan Remehkan Gejala Virus Corona yang Menyerang, Ini Dampaknya

April 15, 2020 Yulia Marza 0 Comments

Virus corona termasuk dalam jenis virus baru yang dapat menular kepada siapa saja, mulai diantaranya adalah bayi sampai dengan lansia bahkan untuk ibu hamil sampai dengan menyusui sekalipun, juga sangat rawan terjangkit penyakit Covid 19 ini, sehingga harus waspada, karena penyebarannya sendiri berlangsung secara masif. Gejala virus corona yang sering kali tidak terdeteksi karena memang mirip seperti flu biasa inilah yang membuat masyarakat juga kerap meremehkannya, padahal sebenarnya berbahaya.

Picture taken from: Pixabay

Di Indonesia sendiri saat ini per 02 April 2020 angka kematian yang disebabkan oleh Covid 19 memang meningkat menjadi 150an orang, begitu juga dengan jumlah pasien yang positif terjangkit. Hanya saja juga tidak memungkiri jika seandainya banyak diantaranya yang mengalami recovery atau kesembuhan, sehingga Anda tidak perlu cemas secara berlebihan. Namun juga tetap harus waspada dengan menerapkan perubahan gaya hidup untuk pencegahannya, mengingat mencegah memang lebih baik dari pada mengobati.

Banyak sekali memang sebenarnya upaya yang dapat Anda lakukan agar bisa terhindar dari penyakit ini, mulai diantaranya adalah social distancing, kemudian juga selalu menjaga kebersihan sampai dengan sebisa mungkin meningkatkan sistem imuns yang ada di dalam tubuh. Mengingat sejauh ini dengan belum adanya obat yang benar-benar efektif di dalam mengatasinya, maka cara terbaik untuk melawan virus memang berasal dari kekebalan atau sistem imuns sendiri untuk mengobatinya.

Bahkan mungkin ada juga beberapa orang yang termasuk kategori hidden carrier atau pembawanya, dimana kebanyakan diantaranya tidak merasakan gejala virus tersebut secara jelas, namun berpotensi untuk menularkan pada orang lain. Kenali beberapa alasan Anda tidak boleh menyepelekan gejala dari penyakit Covid 19 ini, diantaranya adalah:

1. Akan mempercepat penyebarannya, banyak orang yang masih memaksakan diri untuk keluar atau bekerja, padahal sebenarnya mereka sudah merasakan gejala terkena Covid 19, tentunya bukan sebuah keputusan yang bijak bukan. Karena sebenarnya bagi orang yang sudah terjangkit dan masih banyak berinteraksi dengan yang lain hanya akan mempercepat penyebarannya saja.

2. Rentan menyebabkan orang-orang dengan kekebalan tubuh lemah mengalami komplikasi bahkan juga kematian, hal lainnya yang patut untuk diketahui pada dasarnya virus yang satu ini memang lebih mudah untuk menyerang golongan orang dengan sistem imuns yang lemah. Termasuk diantaranya adalah penderita masalah kesehatan tertentu layaknya sudah memiliki riwayat pneumonia, kemudian juga jantung, masalah ginjal, kanker sampai dengan diabetes. Jika seandainya sampai terjangkit virus corona ini jauh lebih membahayakan, karena bisa sangat beresiko untuk sebabkan komplikasi, bahkan juga kematian. Apalagi angka kematian tertinggi memang didominasi oleh lansia termasuk yang memiliki penyakit bawaan sebelumnya.

3. Akan memperparah kondisi jika seandainya tidak segera mendapatkan penanganan, ketika Anda sudah merasakan gejala sakit, namun tidak kunjung berobat, bisa jadi nantinya penyakit tersebut juga akan bertambah parah, apalagi untuk masalah seperti Covid 19 ini yang memang tidak boleh untuk diremehkan. Karena kondisi pasien akan bertambah parah jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat.

Jadi jangan remehkan gejala virus corona ini, jika sudah mulai merasakannya maka segera isolasi diri, kemudian hubungi dokter atau datang ke rumah sakit terdekat. Nantinya akan dilakukan serangkaian tes untuk melihat apakah positif terserang ataukah tidak. Jika seandainya demikian, maka akan dilakukan isolasi di rumah sakit dan juga pengobatan agar cepat sembuh.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Hentikan Gejala Demam Berdarah Secara Alami

April 08, 2020 Yulia Marza 0 Comments

Saat digigit nyamuk penyebab demam berdarah dengue, maka seseorang bisa langsung menunjukkan tanda-tanda gejala demam berdarah seperti demam tinggi yang disertai nyeri pada area otot, tulang, dan sendi, maka kamu tidak boleh mengabaikannya. Apalagi jika kamu merasakan gejala lain seperti sakit kepala, mual dan muntah, kemunculan ruam, memar, dan bintik merah, bahkan kesulitan bernapas, ini menandakan bahwa kamu terserang demam berdarah.



Namun, tahukah kamu bahwa ada juga orang yang terbebas dari gejala tapi ternayata malah positif demam berdarah. Hal ini karena mereka memiliki kekebalan tubuh yang cukup terhadap virus dengue. Apabila kamu mengetahui gejala demam berdarah tanpa bantuan dari dokter, maka terdapat cara mengobati gejala demam berdarah yang bisa dilakukan dirumah. Hal ini bisa dijadikan pilihan, ketika tidak adanya obat khusus bagi penyakit demam berdarah.

Jika gejala yang kamu alami sesuai dengan gejala diatas yang disebutkan maka sudah bisa dipastikan kamu terkena  demam berdarah, maka saran pengobatan yang biasanya diberikan oleh dokter seperti Banyak beristirahat, minum banyak cairan untuk menghindari adanya dehidrasi (terutama untuk mengganti cairan tubuh yang terbuang karena gejala demam tinggi dan muntah-muntah)

Perhatikan asupan makanan yang akan dikonsumsi harus yang bernutrisi, meminum parasetamol atau acetaminophen untuk meredakan demam dan nyeri, menghentikan segala aktivitas untuk sementara waktu hingga tubuh benar-benar sembuh. Kemudian ada juga saran pengobatan demam berdarah lainnya. Biasanya dokter melarang kamu mengonsumsi ibuprofen, aspirin, atau naproxen sodium untuk meredakan gejala demam dan nyeri. Hal ini karena ketiga obat tersebut mendorong timbulnya pendarahan internal jika dikonsumsi oleh pengidap demam berdarah dan mempengaruhi kadar trombosit dalam darah.

Pengobatan yang disebutkan di atas dijalani secara benar, maka pada umumnya gejala demam berdarah berangsur-angsur pulih dalam waktu 3-5 hari, lalu sembuh total dalam rentang waktu kurang dari dua minggu. Tahukah kamu ? Pada umumnya sebagian besar orang akan merasa lelah ketika baru sembuh dari penyakit demam berdarah. Namun, ada juga orang yang memerlukan waktu lebih lama, yaitu satu setengah bulan hingga kondisi badannya benar-benar pulih total.

Sebenarnya pengobatan DBD akan berfokus pada mengatasi hilangnya cairan yang diakibatkan dari kebocoran plasma dan pendarahan. Obat-obatan yang disarankan atau diberikan bersifat simtomatik atau mengobati gejala. Jika demam maka diberikan antipiretik (penurun demam), mual diberikan antiemetik, dan lain-lain. Adanya rasa haus dan keadaan kekurangan cairan disebabkan karena demam tinggi, anoreksia, dan muntah

Adapun beberapa jenis minuman yang disarankan yang bisa kamu coba adalah jus buah, sirup, susu, teh manis, dan larutan oralit. Bila cairan oral tersebut tidak bisa diberikan maka sebaiknya kamu dirawat untuk mendapatkan cairan infus hingga kadar trombosit serta kadar hematokrit bisa normal kembali. Kamu harus selalu memperhatikan perkembangan gejala demam berdarah saat kamu masih dalam keadaan masa pengobatan. Lebih baik jika kamu segera memeriksakan diri ke dokter jika gejala demam berdarah tidak memberikan tanda-tanda pemulihan dalam kurun waktu 3-5 hari.

Tetap jaga makanan dan minuman karena itu juga akan berpengaruh terhadap imun tubuh kita dan akan membuat kita terbebas virus dengue demam berdarah ini. Makanya jika tidak mau tertular penyakit demma berdarah ini jagalah keimunitasan tubuh kita dan jaga juga kebersihan lingkungan sekitar kita agar tetap selalu sehat.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.