Atasi Kendala Bahasa Asing Bersama Lister

February 28, 2021 Yulia Marza 0 Comments

Belajar bahasa bersama Lister

Belum lama ini, media sosial ramai membahas video seorang youtuber muda Indonesia, yang mampu berbicara dalam 5 bahasa. Salah satu video yang viral adalah saat youtuber tersebut fasih berinteraksi dengan lawan bicara dalam bahasa Rusia.

Sungguh kemampuan yang luar biasa. Saya mengapresiasi bakat youtuber tersebut. Di mana sebagian besar generasi muda sekarang sibuk bermain game dan berselancar di dunia maya, sang youtuber malah mempelajari bahasa tersulit (versi saya), secara otodidak! 

Hal ini tentu saja menjadi shocking moment bagi masyarakat Indonesia. Mengingat masih minimnya generasi muda dengan multi language. Dari 250 juta penduduk Indonesia, mungkin hanya nol koma sekian yang menguasai bahasa asing. Rata-rata mereka yang bisa berbahasa asing karena orangtua melakukan perkawinan campur, atau memang bersekolah di Internasional School yang mewajibkan penggunaan bahasa asing di lingkungannya. 

Harusnya generasi muda di era Industri 4.0 ini, menjadikan sang youtuber cambuk agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Salah satunya dalam hal komunikasi. Generasi Indonesia harus bisa sejajar dengan bangsa lain dalam segala aspek. Mempelajari bahasa asing terutama bahasa Inggris harus dioptimalkan dari sekarang, agar memudahkan interaksi ke seluruh dunia.

Di lingkungan tempat tinggal saya pun banyak anak yang minim sekali berbahasa Inggris. Hal ini cukup memprihatinkan. Dari 30 anak yang saya uji mulai dari SD hingga SMP, hanya 25% saja yang dikatakan "bisa" berbahasa Inggris, itupun penguasaan dasar saja. Padahal setiap hari mereka dihadapkan dengan game dan interaksi media sosial berbahasa asing melalui smartphone. Namun sayang, smartphone hanya digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat.

Minat belajar bahasa asing


INDONESIA vs GENERASI MUDA

Sungguh satu tantangan terbesar Indonesia menghadapi era globalisasi ini adalah menumbuhkan minat generasi muda mempelajari bahasa asing. Bukan tanpa alasan, Indonesia harus mempersiapkan generasi yang aktif agar mampu sejajar dengan bangsa lain dalam hal penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Terutama dalam hal penguasaan bahasa.

Salah satu bahasa yang wajib dikuasi generasi muda sekarang adalah Bahasa Inggris. Layaknya Bahasa Indonesia pemersatu seluruh rakyat Indonesia, bahasa Inggris juga menjadi pemersatu rakyat seluruh dunia. Lihatlah di televisi, bagaimana manusia di negara A, B, dan C berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Belum lagi seorang diplomat dari beberapa negara yang juga sangat fasih berbahasa inggris.

Era globalisasi telah merubah tatanan hidup manusia di segala aspek. Ia memadukan teknologi informasi, komunikasi dan kebudayaan dalam perkembangannya. Generasi muda hendaknya aktif dan mempersiapkan diri menghadapi lajunya dampak globalisasi yang mengglobal ini. Dengan menguasai setidaknya satu bahasa asing saja, kita bisa melihat dunia dan seluruh perkembangannya.

Ada beberapa keuntungan seseorang dengan multi language di era globalisasi.

1. Dari segi bisnis, akan lebih mudah menjelaskan pada klien bagaimana keunggulan produk yang ditawarkan. Selain itu klien akan melihat bagaiman skill kita dalam sebuah presentasi.

2. Lingkungan Sekolah, lebih unggul dari teman sekelas dalam penguasaan bahasa asing, dan apabila ada program pertukaran pelajar, siswa dengan multi language lebih diutamakan.

3. Mempromosikan Kebudayaan. Akan lebih mudah menjelaskan Indonesia dengan ragam budaya, bahasa daerah dan adat istiadat yang dimiliki ke ranah internasional agar masyarakat tahu bahwa slogan Indonesia itu Diversity in University.

4. Online Shopping. Menawarkan suatu produk dengan bilingual akan mudah mendapatkan market tidak hanya lokal saja, tapi juga Internasional.

5. Chatting,  akan lebih mudah berinteraksi dan mengenal lebih banyak teman di seluruh dunia

Bahasa Inggris sangat penting penerapannya di era globalisasi sekarang. Mencintai bahasa asing, tidak serta merta mengesampingkan bahasa Indonesia. Harus bisa menempatkan porsi masing- masing agar generasi kita bisa berbahasa Inggris namun tidak melupakan akar budaya mereka yakni bahasa Indonesia.

Namun bagaimana mensiasati generasi muda, agar paham dan berani berbahasa inggris? Untungnya ada program belajar bahasa asing online, Lister. 


LEBIH  DEKAT DENGAN LISTER

Pandemi setahun belakangan ini, memaksa kita work from home. Namun, di rumah tidak mesti diam dan menghabiskan waktu sia-sia dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Salah satu kegiatan yang dapat menghasilkan manfaat besar bagi masa depan kamu yakni belajar bahasa asing online. 

Namanya online tentu saja bisa dilakukan di mana saja, baik di rumah, atau di rumah teman, tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Apalagi harus mengikuti segala protokoler kesehatan dengan memakai masker dan segala macamnya. Salah satu website tempat asyik belajar bahasa online yakni Lister.

Apa itu Lister?

Lister adalah sebuah platform yang mengusung cara  baru mempelajari bahasa asing secara online, di mana saja, kapan saja sesuai level kemampuan bahasa yang dimiliki.

Lister hadir dari mimpi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terbatas ruang dan waktu dalam menangani masalah bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, Jerman, Mandarin dan lain sebagainya. Di Lister kamu akan diajarkan how to speak, how to pronounce, writing and listening.

Kenapa Memilih Lister?

1. Jadwal Fleksible

Salah satu keuntungan jadwal fleksible adalah tidak bentrok dengan kegiatan lain. Selain nyaman dan aman, kita bisa menentukan jadwal sesuai keinginan tanpa mengganggu aktivitas lainnya.

2. Tim Online 24 Jam

Riweuh gak sih kalo belajar bahasa asing, tiba-tiba gak tau artinya apa? Atau mau ngomong ini gimana ya? Nah..di Lister, tim online 24 jam siap sedia membantu kamu menyelesaikan masalah. Asyik kan.

3. Standar Internasional

Era globalisasi memilih kursus bahasa asing online berstandar Internasional adalah pilihan bijak untuk masa depan. Kondisi ini tidak hanya membantu kamu siap dari segi bahasa, tapi juga bersiap menghadapi persaingan global. 

4. Biaya Terjangkau

Biaya juga salah satu tolak ukur mencari kursus bahasa asing online terbaik. Rugi kan kalo bayar mahal tapi hasilnya zonk? Di Lister, kamu bisa mendapat harga terjangkau, dengan hasil yang memuaskan tentunya.

5. Pengajar Ber-sertifikasi

Berbicara dengan native speaker itu asyik banget lo, bisa belajar sambil praktek, dengan minim kesalahan. Di Lister teacher adalah tenaga profesional yang aktif sekaligus bersertifikasi. Jadi aman dan tak perlu ragu berkomunikasi.

Lister


Selain itu bagusnya Lister, telah punya coorporate Client seperti di Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas Negeri Semarang, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sirclo dan lan sebagainya.

Tidak ada batasan usia belajar di Lister, paket dan program yang ditawarkan bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Bagaimana mendaftar di Lister?

1. Menghubungi Konsultan Khusus

2.  Mengisi Form Pendaftaran

3. Melakukan Placement Test untuk menentukan Kelas

4. Pembelajaran dengan Video Conference dengan aplikasi mudah.

5. Materi belajar direkam dan bisa direview ulang

6. Payment bisa melalui pembayaran digital. Transfer Bank via BCA, Kartu Kredit (VISA and Master Card), E-Wallet (OVO, GoPay, DANA).

Tentukan pilihan masa depan kamu dengan pemilihan tempat belajar bahasa asing online bersama Lister. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa belajar bahasa Inggris, Writing, Speaking, Listening, Reading and so many more.

Di Lister kamu akan berlatih percakapan bahasa Inggris dengan topik yang menarik, agar kamu bisa percaya diri dan  mampu berkomunikasi dengan baik, secara langsung maupun via telephone.

Tunggu apalagi, segera daftar di Lister. Kunjungi websitenya juga ya di https://lister.co.id atau kamu yang berada di Yogyakarta bisa langsung tuh ke kantor Lister pada alamat di bawah ini.

Lister Teknologi Edukasi




0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Kiat Menjaga Toleransi, Kebersamaan dalam Keberagaman

February 04, 2021 Yulia Marza 0 Comments

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas 5.193.250 km² mencangkup daratan dan lautan, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Beragam suku bangsa, bahasa, agama, adat istiadat di 34 provinsinya, Indonesia disatukan oleh semboyan "Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu"

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila, merupakan landasan penting negara Indonesia. Kalimat yang dikutip dari buku Sutasoma karangan Mpu Tantular ini, menyatukan keberagaman Indonesia dalam ikatan yang kuat, agar tetap harmonis, selaras, demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa.

Hidup dalam negara multikultural tidaklah mudah. Konflik antar kelompok masyarakat sering bermunculan. Isu-isu negatif kerap digaungkan beberapa oknum, baik secara langsung maupun tak langsung, guna memecah belah persatuan bangsa. Sayangnya, info negatif lebih mudah diserap dibanding informasi positif. Bila tidak disikapi dengan bijak, tindakan oknum yang memicu manifestasi konflik tersebut, akan berdampak pada stabilitas keamanan, sosio-ekonomi, dan ketidakharmonisan sosial. 

Harusnya kita sadar, perbedaan di tengah keberagaman ibarat mozaik yang harus ditata menjadi satu kesatuan utuh. Perlu rasa toleransi dan tenggang rasa yang tinggi, agar tidak terjadi pergesekan di masyarakat. Setiap elemen harus bekerja sama, bergandengan tangan, dan hidup berdampingan tanpa membedakan suku, agama, hingga rasa aman dan tentram tercipta di tengah perbedaan.

Bukankah sejarah mengatakan dulunya bangsa Indonesia bersatu padu melawan penjajah tanpa membedakan ras, suku dan agama tertentu? Lantas mengapa sekarang konflik muncul mengatasnamakan kelompok mayoritas dan minoritas? Tidakkah mereka tau bahwa ciri khas Indonesia itu ada pada keberagaman yang membuat mereka bersatu meraih cita-cita bersama?

Toleransi dalam keberagaman, sangat penting ditanamkan terus menerus kepada generasi bangsa. Mengingat sejak jaman nenek moyang kita dahulu, toleransi telah berjalan tanpa melanggar norma sosial dan mengikat kelompok masyarakat, tanpa melihat asal usul, ras dan agama yang menaunginya. Semua kelompok masyarakat hendaknya kembali ke nilai dan karakter utama bangsa dalam kehidupannya, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan berintegritas.

Dengan keberagaman  membuat kita saling mengenal dan tahu kekayaan budaya Indonesia, semakin kita paham, semakin tumbuh cinta pada tanah air Indonesia. 

Nah, bagaimana mewujudkan kebersamaan dan toleransi dalam keberagaman di segala lini kehidupan? 

SIKAP TOLERANSI, KEBERSAMAAN DALAM KEBERAGAMAN

Seperti yang kita tahu, sikap toleransi dalam keberagaman akan memunculkan sikap kebersamaan tanpa embel-embel di belakangnya. Nilai dan karakter bersama dalam keberagaman harus ditanamkan sejak dini, agar terbiasa dengan perbedaan dan menerapkannya pada lingkungan masyarakat. 

Tentunya pertama, kita harus paham apa itu toleransi, keberagaman dan kebersamaan. Bagaimana mewujudkan aspek di atas pada lingkungan masyarakat seperti lingkungan tempat tinggal, sekolah dan tempat kerja.

Toleransi dalam keberagaman


Di LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL

Saya tumbuh dan besar di kota dengan tidak hanya satu suku saja yang mendiaminya. Saya yang bersuku Minang, memiliki tetangga yang bersuku Batak, Jawa, Sunda, Cina, dan Nias. Kami saling menghormati perbedaan itu. Saya tetap bermain dengan teman yang berbeda suku dan agama. Mereka pun menggunakan bahasa kami sehari hari, tanpa ada paksaan kata "harus". 

Bila ada perayaan hari besar agama, kami tetap menghormati dan tidak mengganggu ibadah agama mereka. Toleransi tetap kami pegang teguh. Tidak ada saling mengejek, menjatuhkan, apalagi pemaksaan harus ikut sama dengan golongan tertentu.

Semua sempunyai hak dan kewajiban yang sama di lingkungan. Tingkah laku dan perbuatan berjalan sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Apabila ada silang pendapat, semua diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat.

Sebenarnya, hidup di lingkungan dengan beberapa suku, akan berdampak baik jika kita saling menghormati dan tidak melampaui batas. Baberapa keuntungan hidup dengan tetangga yang beda suku, adat dan budaya yang bisa saya ambil antara lain :

Bisa mengenal lebih dekat masakan dan makanan khas dari suku tersebut, ada juga busana tradisional mereka saat prosesi adat perkawinan, kematian. Seperti contoh, saat prosesi pernikahan adat Batak, mereka memakaikan ulos. Adat Jawa dan Sunda sebelum nikah adanya proses siraman dan lain sebagainya.

Di LINGKUNGAN SEKOLAH

Ketika masih duduk di bangku sekolah, teman dan guru juga datang dari kalangan berbeda suku dan agama. Teman satu kelas bermarga Siahaan, Guru PMP ibu Sinaga dan Joko asli Jawa Tengah. Saya tetap bermain, meminjamkan alat tulis, belajar bersama ketika masih satu kelas.

Karena bagi saya, perbedaan bukanlah alasan untuk saling membenci. Selagi berjalan di rel yang seharusnya, justru akan tercipta rasa menghargai dan menghormati 

Setelah lulus pun, kami tetap berinteraksi via grup WA, menjalin silaturahmi sambil mengingat momen mengesankan dan lucu saat sekolah dulu.

Di TEMPAT KERJA

Saat ini saya bekerja di kota yang hampir sepertiga penduduknya adalah pendatang. Walau suku asli di sini melayu, namun mereka hanya berkisar 32 persen saja.

Di lingkungan kerja malah lebih tinggi tingkat keberagamannya. Suku Sunda, Jawa, Batak, Aceh, Bali, Melayu, Ende bersatu meraup rupiah di perantauan. 

Kami saling menghargai, bertoleransi dalam ikatan persaudaraan. Bila ada kegiatan perusahaan, kami akan melibatkan semua elemen kantor tanpa memandang suku, agama dan bahasa. Kongkow di luar jam kerja, ayoklah. Gak ada istilah siapa gue, siapa elu. Selagi tidak mencampuri hal sensitive, sok atuh.

Perbedaan budaya, ras, agama dan bahasa justru menambah pengetahuan secara eksplisit bahwa yang diketahui melalui buku dan media, kadang berbanding terbalik dengan actual di lapangan. Makanya ada istilah tak kenal maka tak sayang. Tak tahu maka bertanya, yang seakan menjadi acuan bahwa dalam keberagaman, hendaknya kita mengenal lebih dekat dan bertoleransi hingga kesalahpahaman bisa di minimalisir.

toleransi di tengah keberagaman


Di balik sikap toleransi dalam keberagaman, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam menjaga dan merawat toleransi, kebersamaan dalam keberagaman. Salah satunya dengan pendidikan. Sejatinya mereka yang berpendidikan, baik formal maupun non formal, lebih memiliki kreativitas, pengetahuan, mandiri, integritas dan pribadi yang bertanggung jawab. 

Generasi berpendidikan, diharapkan dapat bekerjasama dengan yang lain, dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi dalam menerapkan nilai-nilai Kebhinnekan, dan memberikan penyelesaian dari konflik-konflik yang berkembang di masyarakat secara sabar, damai,  demi memperkokoh perdamaian, persaudaraan dan solidaritas di masyarakat.

Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas, tetap bisa memilih informasi yang baik, meredam isu negatif yang akan menyebabkan manifestasi konflik, dan membangun toleransi, kebersamaan dalam keberagaman, agar tetap menampilkan jati diri Indonesia sebagai negara heterogen, multikultural demi persatuan dan kesatuan bangsa

“Tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi, bukan kekerasan”


0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.