Mengintip perkawinan dengan Adat Aceh dan Palembang

August 30, 2016 Yulia Marza 0 Comments


Pernahkan gaes menghadiri pesta perkawinan? baik itu teman, maupun kerabat? Pernah dong.. Mungkin ada beberapa temans yang hanya melihat pesta dengan adat Jawa, Padang dan Sunda saja. Memang Adat itulah yang paling sering di sorot melalui media cetak, Televisi maupun medsos lainnya. Baik dari nikahan sodara, artis, anak konglomerat maupun anak pejabat.

Nah..di sini saya akan mengupas sedikit tentang pernikahan teman saya yang bernama Lisa. Yang akhir Juli kemarin, saya menghadiri pesta pernikahannya. Menariknya, Lisa menikah dengan pria asal Palembang, sedangkan Lisa sendiri berasal dari Aceh. Wah...2 adat yang berbeda ya.. Gimana sih dengan pesta perkawinannya? Adat apa juga yang mereka pake dari awal sampai akhir acara? Penasaran kaan..Yuk..kita simak..

Seperti kita tau, Aceh dan Palembang sama-sama berada di pulau Sumatera. Saya, anda dan mungkin sebagian orang belum terlalu tahu adat Aceh itu apa aja sih? Apakah karena berasal dari pulau yang sama, adatnya juga sama? atau mungkin berbeda? Secara garis besar tentu ada persamaannya, tapi bedanya dimana ya? kita bahas sedikit tahapan pada adat Aceh yuk..
  1. Ba Ranup, atau prosesi lamaran. Kerabat calon pengantin pria yang pintar berbicara, di utus menemui keluarga calon pengantin wanita, dengan tujuan menayakan, apakah si wanita sudah ada yang memiliki atau belum. Apabila pinangan disetujui, selanjutnya keluarga calon pengantin pria datang kembali dengan membawa sirih sebagai simbol penguat ikatan.
  2. Jakba Tanda, atau pembicaraan ulang tentang Ba Ranup, dimana keluarga calon pengantin pria, membahas tentang hari pernikahan dan mahar. Pada acara Jakba Tanda ini keluarga pengantin pria membawa makanan dan barang barang seperti : beleukat kuneeng dengan tumphao, buah-buahan dan pakaian untuk wanita, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan pria nya.
  3. Pesta Pelaminan, terdapat prosesi tueng dara baro atau penjemputan secara adat. Pihak pengantin pria menjemput wanitanya yang selanjutnya kedua mempelai melakukan akad di depan kadi.
Biasanya setelah pesta selesai, masih ada acara adat  yang mesti di jalani sang pengantin. Tapi teman saya melakukannya gak ya? Secara, kalau di perantauan, proses A sampai Z biasanya tidak terlalu ribet kan, atau diambil gampangnya saja, tanpa meninggalkan adat itu sendiri. Hihihihi...

Karena teman saya yang perempuan dan dari Aceh, maka adat pihak pria kita bahas di lain waktu saja. Mengingat pengantin pria juga mengalir darah dari 2 daerah yang berbeda, yakni Palembang dan Padang. Jadi terlalu panjang untuk menjelaskannya. Maaaf..

Back to nikahan Lisa. Dalam Undangan, pesta dimulai pukul 2 siang, saya dan teman saya Teh Lina datang ke pesta pada pukul 11.30. pada saat break kerja dan mengingat ada kegiatan juga ke tempat lain sore nanti. 

Pesta diadakan di rumah sang pengantin wanita. Meski di perumahan, tapi suasana "wah" sudah tampak dari gerbang masuk, seperti tiang-tiang yang menyerupai sebuah jalan yang di hiasi dengan lampu kerlap-kerlip serta di alasi dengan karpet merah. Ck..ck..ck sesuatu bangeeet..

Melihat ke atas langit-langit pelaminan, suasana merah, gold, ingu dan putih menghiasi pandangan mata. Ditambah disisi kanan yang didominasi warna ungu dan putih. keempat warna tersebut, seakan menjadi warna yang kontras untuk tema pesta kali ini. Detail dari pesta Lisa ini, mungkin bisa jadi reverensi buat rekan yang mau melamar sang pujaan hati ke jenjang yang lebih serius. Dan bagi para jomblowan jomblowati, disimpan aja dulu, buwat tema pesta kalo sudah dapat calonnya. :)

Proses acaranya.

Pertama, tentu prosesi ijab kobul, di laksanakan pada pagi hari, ditanggal yang sama. Untuk acara nikah ini, pengantin pria dan wanita menggunakan pakaian serba putih. Biar ada nuansa adatnya, pengantin pria memakai Tanjak. Gak tau kan Tanjak itu apa? Tanjak yaitu sebuah kain yang dibentuk menyerupai sebuah bentuk yang dipakaikan dikepala.
Pesta siang harinya, Pengantin menggunakan pakaian adat Aceh yang berwarna merah untuk wanita dan hitam berkain merah untuk sang pria. Wah..tampak serasi sekali ya, si cewek cantik dan si abang ganteng. Jadi kebayang memori saya 7 tahun yang lalu :>



Waktu sore harinya, kedua mempelai kembali bertukar pakaian. Kali ini warna yang dipilih adalah Biru Pekat. Bisa kita lihat disini mereka memakai adat Padang kombinasi Palembang pada sang pria ya, kalo gak salah di atas kepala pengantin pria nyaitu Taluak Balango kan Lis?


Yang menjadi pusat perhatian saya pada pesta ini antara lain:
  1. Undangan yang dibuat seperti notes, yang dihiasai dengan pita pink dibagian luar, dan adanya photo calon pengantin pria dan wanita.
  2. Gerbang menuju area pesta yang dibuat semenarik mungkin.
  3. Area pesta memakan habis 1 blok perumahan, kira-kira 10 rumah kiri kanan.
  4. Adanya poto pre-wed yang di susun di atas meja tepatnya di sebelah kanan area pesta, yang dihiasi dengan bunga, chic dan keren abis.
  5. Dekorasi pelaminan dan tempat duduk para undangan yang segar dan nyaman.
  6. Singgasana pengantin yang di hiasai oleh waterwall.
  7. Dan terakhir, adanya sauvenir dari pengantin sebagai tanda terima kasih atas kehadiran di pestanya.
Poto-potonya bisa disimak dibawah ini :


Undangan pesta yang keren



Isi dalam undangan (detail acara dan denah)




Gerbang menuju area pesta




Tempat pagar ayu dan buku tamu undangan


Dekorasi tempat dipajangnya poto pre-wed

Dekorasi langit- langit pesta yang berwarna gold, putih dan ungu


Singgasana pengantin dengan waterwall di area hitam
Menarik kan? Nah, Itu sedikit cerita saya tentang pernikahan dengan 2 adat yang berbeda. Siapa yang akan menyusul nih ke pelaminan lagi? 
Untuk Lisa dan Adit, Selamat menempuh hidup baru ya, mudah-mudahan menjadi pasangan sampai akhir hayat. Aamiin.

Sekedar mengingatkan ya gaes :
Menikah mungkin impian semua orang. Membawa sang kekasih untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius, butuh persiapan, kekuatan dan mental yang tangguh. Adanya komitmen untuk menjaga suatu hubungan sangat diperlukan sekali dalam berumah tangga. Jangan sampai, senang di awal, menderita pada akhirnya. Atau dengan kata lain, bercerai!
Jangan sampai ya..


0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Menyambut HUT RI ke-71 ala PJB 2 Sagulung Batam

August 23, 2016 Yulia Marza 0 Comments

  
Gerbang PJB 2
Bulan Agustus ini, negara tercinta kita Republik Indonesia, merayakan ulang tahunnya yang ke 71. Seluruh rakyat Indonesia menyambut dengan suka cita. Yel..yel dan pekik kemerdekaan membahana di setiap penjuru negeri. Bendera di kembangkan, lagu kebangsaan dikumandangkan dan tidak lupa juga beraneka lomba diadakan, khusus untuk menyambut hari kemerdekaan Negara tercinta ini.

Semarak menyambut HUT RI ini, juga tergambar di komplek Perumahan Taman Batu Aji Indah Tahap II, atau yang lebih di kenal dengan PJB 2. Rapat diadakan. Panitia di bentuk, dan undangan telah di sebarkan di setiap RT. Pilihan lomba sudah disepakati, tidak lupa juga "PIC" setiap lombanya. Acara diadakan di lapangan posyandu PJB.


Kali ini panitia sudah mengantisipasi jangan sampai ada peserta yang sudah mendaftar , tapi tidak bisa ikutan karena alasan kuota sudah penuh, atau hal lainnya. Mengingat kejadian tahun lalu, peserta membludak dan  banyaknya yang mau ikutan, sehingga beberapa anak tidak mendapat giliran. 


Maka panitia berinisiatif dan memutuskan kalo lomba dimulai 2 minggu sebelum hari "H" nya. Mengingat, peserta tidak hanya anak-anak saja, tapi juga para orangtua mereka.


Untuk mengantisipasi keadaan yang tak terduga, Panitia juga di bantu oleh "Rismaba" atau Remaja Masjid Al quba', tapi khusus remaja lelaki saja. Semua perangkat RT juga di libatkan. Mulai dari RT 01 sampai RT 10, semua warga ikut membantu dan sangat antusias dengan diadakannya lomba ini. Akhirnya, semua mata melirik ke lapangan posyandu guna menyaksikan keseruan lomba yang berlangsung.


Beberapa panitia dari Rismaba
Nah pengen tau kan, Lomba apa aja sih yang diadakan di perumahan ini. Kita cekidot ya..
  1. Balap karung
  2. Makan kerupuk
  3. Tusuk balon 
  4. Memasukan paku dalam botol
  5. Memasukan belut dalam botol
  6. Lari dengan membawa kelereng
  7. Lari dengan 3 balon
  8. Lomba sepeda lambat
Untuk lomba No. 1-4, di adakan tanggal 7 Agustus. 
Kategori pertama untuk anak-anak putra dan putri, dilanjutkan untuk remaja dan dewasa. Planning acara ini dimulai setelah shalat zuhur dan berakhir sebelum maghrib. Untuk menghemat waktu, panitia mengadakan lomba penyisihan secara serentak, di lanjutkan dengan mencari juara pertama, kedua dan ketiga. 

Lomba makan kerupuk
lomba memasukan belut dalam botol
Banyaknya anak-anak yang mau mendaftar untuk ikut lomba, membuat abang-abang panitia sedikit kewalahan. "Sabar..sabar.. yang antri ya.." acapkali terdengar diantara riuhnya suara anak-anak yang ingin ikutan.
Arena bermain anak
Pada tahap pertama ini, panitia juga menyediakan arena bermain anak sebagai sarana penyemangat kegiatan. Tidak usah bayar, alias gratis..tis. Sehingga tempat yang penuh dengan lautan anak-anak ini, jadi arena lompat sana, loncat sini serta gelak tawa
kegirangan. 

Bagi ibu-ibu yang anaknya masih Batita harus waspada dan di awasi, mengingat banyaknya anak-anak yang lari kesana dan kemari. Tapi bagi yang sudah TK dan SD, jangan khawatir, ada panitia yang stand by di setiap sudut lapangan yang  akan mengawasi dan mengkoordinir acara sampai selesai. 

Yel-yel penonton terdengar riuh saat lomba berlangsung. Banyak yang ikut berpartisipasi, dan tidak sedikit juga yang datang khusus memberi dukungan bagi teman-temannya. Untuk lomba tahap pertama ini berjalan dengan sukses, tertib dan aman. Tidak ada kecurangan dan tidak ada yang di diskualifikasi. Panitia pun sudah mengantongi juara 1, 2 dan 3 untuk masing -masing kategori per lomba.



Lomba No 5-8, diadakan tanggal 14 Agustus, 

Kali ini timing  sedikit dipercepat, dimulai pada pukul 8 sampai pukul 11 dan di lanjutkan setelah shalat zuhur hingga selesai. Untuk lomba kali ini peserta membludak 2x lipat di banding minggu kemarin. Walaupun tetap berjalan sukses dan aman, namun beberapa anak putra tidak bisa mengikuti lomba, karena kuota peserta yang sudah melampaui batas. Kasihaaan..
Juara kesatu, dua dan ketiga pun juga sudah di kantongi oleh Panitia per lomba.

Nah.. pas dI tanggal 17 Agustus, semua warga, di undang untuk menghadiri upacara peringatan hari kemerdekaan yang bertempat masih di arena posyandu. Lapangan terisi penuh. Acara berjalan dengan khidmat dan lancar.

Khusus para orangtua, panitia juga mengadakan lomba Memasak nasi goreng. Acara di adakan Ba'da Isya di tempat yang sama. Masing-masing RT mengirimkan 2 orang wakilnya yang akan mengikuti lomba ini. Alat-alat harus disiapkan sendiri ya ibuk-ibuk?

Puncak acara peringatan HUT RI ini terjadi tanggal 20 Agustus kemarin. Di awali dengan jalan santai, pembagian hadiah setiap lomba, dan diakhiri oleh pembagian kupon lucky draw.
kupon lucky draw
Walaupun cuaca tidak mendukung, para warga RT 01 sampai 10 ini, tetap semangat untuk datang. Apalagi acara puncak ini juga di hadiri oleh Bapak H. Irwinsyah SE.MM, Anggota Komisi III DPRD Kepri. Tapi Pak Irwinsyah gak bisa lama-lama, mengingat padatnya jadwal kunjungan beliau ke tempat lain. Alhasil, jepret..jepret berfoto dengan Bapak Irwinsyah sebelum pulang. Senyum ya buk..
Photo bersama Pak Irwinsyah
Nah..itu cerita menyambut HUT RI ala perumahan tempat tinggal saya PJB 2. Pasti keseruan yang sama juga terjadi di tempat anda, teman dan di semua daerah di Indonesia.
Dirgahayu Indonesiaku ya..MERDEKA!!




0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Beberapa kata untuk Collective noun

August 08, 2016 Yulia Marza 0 Comments


Hai gaes, tahu kan dengan bahasa Inggris? Tau dong. Semua orang tau Bahasa Inggris tapi tidak semua orang yang suka dengan bahasa yang satu ini. Ada yang mengerti tapi susah mem pronoun. Ada yang sama sekali buta dengan bahasa ini. Dan ada juga yang mengerti dan fasih sekali berbicara atau di sebut juga fluent. 

Tapi, di sini saya akan membagi sedikit kata untuk menunjukan kelompok, kumpulan, kawanan dll, yang sering di sebut dengan Collective noun, dalam keseharian
Dibawah ini ada beberapa contoh dan cara pengucapannya.

a swarm of rabbits (e swo:m of rebits) sekawanan kelinci
a bunch of flower (e bantc of flauez) seikat bunga
a bunch of bananas (e bantc of bena:nez) sesisir pisang
a heap of stones (e hi:p of stouns) setumpuk batu
a heap of sand (e hi:p of send) seonggok pasir
a heap of books (e hi:p of buks) setumpuk buku
a ball of string (e boul of string) segulung tali
a bottle of milk (e botl of milk) sebotol susu
a bowl of  soup(e boul of su:p) semangkuk sup
a bowl of rice (a boul of rais) semangkuk nasi
a plate of rice (e pleit of rais)sepiring nasi
a bar of chocolate (e ab: of cokelit) sebatang cokelat
a crowd of people(e kraud of pi:pl) khalayak ramai
a flock of deer (e flok of dea:) sekelompok rusa
a pair of shoes (e pe: of shu:z) sepasang sepatu
a pair of glasses ( e pe: of gla:ziz) sebuah kacamata
a party of tourists (e pa:ti of tuerist) serombongan wisatawan
a row of houses (e rou of husiz) sederet rumah
a slice of cake (a slais of keik) sepotong kue
a piece of paper (e pi:s of peipe) sehelai kertas
a sheet of paper (e shi:t of peipe) selembar kertas
a piece of wood (e pi:s of wud) sepotong kayu
a line of washing (e lain of wo:shing) sederet jemuran
a line of trees (e lain of tri:z) sederet pohon
a box of matches (e bos of metciz) sekotak korek api
a pile of blankets(e pail of blengkits) setumpuk selimut
a glass of water (e gla:s if wo:te) segelas air
a cup of coffee (e kap of ka:fi) secangkir kopi
a spoon of salt (e spun of salt) sesendok garam
a bucket of water (a baket of wo:te) seember air

Nah perlu sedikit hafalan saja sih untuk memperlancar bahasa inggris dalam keseharian.
Next saya akan update lagi di lain kesempatan. Moga bermamfaat.

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Mengenal Sejarah Kampung Tua yang ada di Batam

August 06, 2016 Yulia Marza 2 Comments

Sumatera bisnis.com
Siapa sih yang tidak mengenal Kota Batam? Daerah ini dulunya masuk kepada wilayah Provinsi Riau. Namun pada tanggal 24 September 2002, Batam memisahkan diri dari provinsi tersebut dan menjadi Provinsi yang ke 32 yang bernama Kepulauan Riau.

Penduduk asli Batam adalah orang Melayu. Mereka hidup sebagai nelayan, yang mendiami daerah pinggiran pantai pulau ini. Namun, seiring berkembangnya Batam dan banyak nya terbuka lapangan pekerjaan, membuat masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia bermigrasi ke Batam. Alhasil, warga asli pulau ini seakan "tersingkir" oleh pendatang dari luar.

Sebagai pekerja yang mungkin telah lama mendiami pulau ini, bahkan kebanyakan telah menjadi warga Batam, mungkin hanya segelintir orang yang tahu tentang kampung tua yang ada di disini. Nah..mari kita cari tau, ada berapa si gaes Kampung Tua di Batam ini?

Mungkin sebagian dari kita sempat bertanya-tanya, mengapa nama daerah di Batam itu agak sedikit "aneh" di banding daerah yang lain? Apa sih historinya? mengapa bisa bernama jodoh, batu merah, sungai panas dll.
Nah.. ini dia sedikit cerita tentang kampung tua yang ada di Batam.

1. KAMPUNG JODOH.

kaskus.co.id

wartakepri
Atau yang di kenal dengan nama jodoh. Eit, tapi jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Daerah ini bukan tempat mencari jodoh bagi yang jomblo atau sempat berpikiran sebagai biro jodoh..bukaaannn..Kampung ini mempunyai sejarah tersendiri. 

Pada masa pemerintahan Raja Muhammad Yusuf tahun 1858 tempat ini belum dinamai jodoh. Lalu datang lah orang Ladi yang ingin mengabdi sebagai panglima dan hulubalang. Selain itu ada juga pelaut-pelaut Bugis yang berdatangan ke tempat ini.

Raja mempunyai seorang Putri yang bernama Mayang, yang akan di jodohkan dengan salah seorang panglima yang menang dalam ajang adu tanding antara Panglima Ladi dan Pangeran Bugis. Akhirnya pangeran Bugis lah yang berhak bersanding dengan Putri Mayang. Orang ladi yang mengalami kekalahan kecewa dan akhirnya membunuh sang raja. Sedangkan pangeran Bugis tetap menikahi Putri Mayang setelah pemakaman ayah dari Putri Mayang. 

Mungkin itulah asal muasal nama Kampung Jodoh yang dikenal sampai saat ini. Sekarang ini, jodoh sudah berubah menjadi lahan pengembangan Perumahan dan banyak terdapatnya Mall.

2. KAMPUNG BAGAN.


Lokasinya sekarang berada dekat dengan Tanjung Piayu. Daerah ini dibuka pada tahun 1879 oleh warga nongsa yang bernama Nong Isa. Beliau membuka daerah ini dengan cara "bebagan" alias berkemah didalam hutan. Mereka menebangi lahan untuk dibuat kebun dan ditanami buah-buahan.

Nama asli daerah ini sebenarnya adalah Tanjung Bagan yang artinya Tanjung tempat berkemah. Pada tahun 1965 kampung ini juga dijadikan markas TNI (KKO) sebagai tempat penyimpanan amunisi, stok makanan dan obat-obatan. Sekarang lahan tempat bebagan itu adalah Masjid tua At Taubah.

3. DURIANKANG dan SEI BEDUK.
batamnews.co.id
Sebelum jadi DAM seperti sekarang, daerah duriankang dulunya bernama Sungai Tongkang. Tempat tinggal sebagian besar warga Tionghoa yang bermigrasi dari daratan China. Mereka datang menggunakan Perahu sebagai alat transportasi.

Sepanjang bantaran sungai yang mereka lalui, banyak terdapat  pohon durian besar. Mereka menyebutnya dengan Duriankang, yang artinya Durian Besar. Nama itulah yang akhirnya menjadi nama daerah itu sampai sekarang ini.

Sedangkan nama Beduk adalah pukulan beduk untuk menyemangati para anak buah tongkang agar cepat sampai ke tempat tujuan.
Duriankang dan Sei Beduk ini juga pernah dijadikan Markas TNI (KKO), yang dilengkapi dengan peralatan perang / Jet Tempur.

4. MUKA KUNING

tentangkotabatam.blogspot.com
Dulu muka kuning bernama Mekah kuning. Nama Mekah kuning diambil dari nama Ikan Seriding yang berwarna kuning. Dulunya daerah ini adalah lahan pertanian yang digarap oleh warga Tionghoa dan orang Flores. Karena perubahan waktu dan pengaruh berbagai dialek. maka nama Mekah Kuning berubah jadi Muka Kuning.

Sekarang Muka Kuning adalah kawasan terpadu dan menjadi perusahaan Elektronik terbesar di batam, yang dikelola oleh Batamindo Industrial Centre (BIC), yang mulai dibuka pada tahun 1990.

5. KAMPUNG KABIL.

Nama kabil berasal dari kata "ma'bul yang berarti kabul. Di ucapkan pertama kali oleh seorang musafir dari Siak Sri Indrapura yang bernama Cik Awang. Kampung ini mulai dibuka pada tahun 1909 pada masa pemerintahan Sultan Tengku Abdul Rahman.

Tanah nya yang hijau, membuat Cik Awang mempunyai banyak keinginan dalam hati. Salah satunya membuka lahan pertanian. Dan semua niatnya terkabul. Hingga dikenal lah kampung ini dengan sebutan Kampung Kabul, yang lama-kelamaan berubah menjadi Kabil.

Pada tahun 1932 Cik awang meninggal dunia dan di makamkan di kampung dengan nama Said Siak, sesuai dengan gelar beliau. Namun tahun 1973 kuburan di pindahkan ke kampung Ngedan. Sekarang lahan bekas kuburan itu, berdiri lahan industri  yang berdiri atas nama PT. Batam Mas Mega, Kabil.

6. KAMPUNG PANAU


Terletak dekat daerah Nongsa. Menurut hikayat..nama ini berasal dari manusia pertama sekali menghuni kampung ini. Sang istri mempunyai penyakit kulit yang di sebut panau. Sedangkan suaminya berkulit hitam legam dan di panggil Wak keling. Tahun 1949 hingga 1953 kampung panau semakin banyak penduduknya. Selain dari suku Melayu juga mulai berdatangan orang dari Timur yakni Bugis, Buton dan Flores.

7. KAMPUNG NONGSA


Dalam sejarah kampung ini pertama kali dibuka boleh raja Isa. Nama kampung ini diambil dari nama timang-timangnya "nong isa" alias tengku Nong. Lama kelamaan berubah jadi NONGSA hingga sekarang. Penduduknya kebanyakan orang Bugis yang berkebun Kelapa. Ramai orang berpendapat, bahwa kampung Nongsa lah kampung paling tua dan juga pusat pemerintahan pertama.

8. KAMPUNG BELIAN




Terletak dikawasan tepi Batam Centre. Di kampung ini terdapat makam tua yang berumur 200 tahun dengan panjang 3 meter.

9. SUNGAI TERING Dan BATU MERAH




Terletak tidak jauh dari tanjung sengkuang, yang didiami penduduk sekitar tahun 1960. Dulu di muara sungai dihuni oleh orang Tionghoa dan hulunya dihuni orang Jawa, yang nama daerah nya dikenal Melcem sampai sekarang.

Tahun 1949 daerah ini hanyalah kampung nelayan kecil. Dan di pinggir pantai terdapat kelong-kelong betawi yang dibuat orang Tionghoa yang melewati Tanjung Datuk. Di dalam kampung ini terdapat lagi perkampungan yang bernama Batu Merah. Daerah ini dibangun pertama kali boleh Daeng Tambak yang asal Bugis. Pembangunannya di teruskan oleh Pak Merah seorang pengumpul batu. Tahun 1976 tempat ini ramai ditinggali warga pendatang. Karena ramai orang melihat Pak Merah sebagai pengumpul batu, makanya dinamakan lah daerah ini dengan Batu Merah.

10. KAMPUNG TIBAN


batamtoday.com
Kampung tiban banyak dihuni oleh orang ladi yang mengabdi pada raja Melayu. Datangnya orang Bugis yang menikahi penduduk setempat, sehingga dianugrahi keturunan yang bernama semani. Mereka menempati perkampungan Tiban dan hidup dengan berkebun. Dihulu sungai tiban ada perkampungan baru yang dibuka oleh perantau minang dan selayar. Perkampungan itu sekarang dikenal dengan nama Tiban kampung.

11. TANJUNG UMA


Seorang penghulu kampung patam ingin memperluas wilayahnya ke arah Barat yakni Pulau Lepu. Pantainya yang putih banyak dijumpai kerang yang disebut remis atau tuma. Dulunya tanjung uma dipimpin oleh seorang kepala kampung yang bernama Hamzah Usman. Dan daerahnya ini, tempat penghasil kebutuhan masyarakat.

12. TANJUNG RIAU


Tanjung Riau mulanya diperuntukan sebagai tampat pertemuan Raja Lingga dan kerabatnya, sebagai tempat untuk mengatur strategi dan upaya mengusir penjajah. Daerah ini diapit boleh 2 sungai, yakni tamiang dan sei harapan.

13. BATU BESAR

Terletak di sebelah utaa pulau batam.dulunya kampuang ini bernama lobang gorap, yang diambil dari nama ikan kerang kecil di tepi pantai. Tempat ini terkenal dengan penghasil kopra yang dijual ke Singapura. Kampung inilah yang pertama kali memiliki SR atau Sekolah Rakyat pada tahun 1957.

14. TANJUNG UNCANG


keprinet.com
Terletak di sebelah barat daya pulau batam. Dulunya adalah sebuah tanjung yang mempunyai pantai yang begitu indah,dan juga menjadi Pangkalan militer Jepang. Mulai berpenghuni setelah penjajahan Jepang berakhir.

Pada tahun 1985, muncul lah Industri perkapalan yang terkenal sampai ke mancanegara sampai sekarang ini. 

15. DAPUR 12

Dulunya tempat ini banyak dihuni oleh warga Tionghoa. Mereka bekerja sebagai pembuat kayu arang. Salah satu dari warga ini membuat & membangun dapur arang sebanyak 12 dapur. itulah kenapa nama ini lekat dengan nam Dapur 12. Dan sejak tahun 1990 banyak pebisnis yang melirik daerah ini sebagai industri perkapalan.

16. BATU AJI

Nama daerah ini bermula Dari sebuah batu yang berbentuk kopiah haji yang terletak di dekat pantai Sagulung barat, tepatnya di hadapan PT.Sintai sekarang. Tahun 1980 terjadi perluasan wilayah, dan menjadi beberapa bagian, seperti Batu Aji lama, Kavling lama, Perumnas dll.

17. SEKUPANG.


beritasatu.com
Nama ini berasal dari sejenis kerang kupang yang banyak terdapat di perairan Johor. Di buka pertama kali tahun 1839. Menurut cerita, dulunya tempat ini dihuni boleh seorang petualang dari Sumatera yang mempunyai ilmu harimau jadi-jadian. Tahun 1920 orang tersebut dikabarkan hilang dan hanya ditemukan makam keramat di tempat itu yang bernama Keramat Sekupang. Dulu daerah Sekupang juga di sebut Sungai Pembunuh. Karena banyak nya lanun atau perompak yang di hukum mati oleh algojo. Sehingga berganti nama dengan sungai harapan. Di kawasan ini dulu terdapat sungai yang telah berubah jadi bendungan yang bersebelahan dengan Rumah Sakit Otorita Batam.

Sekarang Sekupang juga terkenal dengan tempat pelabuhan Ferry Nasional dan Internasional.

18. SUNGAI PANAS

Daerah ini berdampingan dengan kampung Belian, Bengkong dan Sungai Tering. Sungai panas didiami penduduk pertama kali di sekitar wilayah biara Batam Centre. Banyak pohon bakau tumbuh di daerah ini, namun karena tanah di sekitarnya terlalu panas, pohon ini tumbuh kerdil. Karena sangat panas itulah maka di namakan sungai PANAS hingga sekarang.

Itulah sedikit kupasan tentang keberadaan kampung tua di Batam ini. Semoga bermamfaat


2 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.