Update Vaksin Covid Terkini di Halodoc

December 23, 2020 Yulia Marza 0 Comments

Sembilan bulan lebih virus Corona menghantui kehidupan kita. Selama itu pula, kita dipaksa work from home dan mengurangi aktifitas di luaran. Hal tersebut bukan tanpa sebab, dibatasinya mobilitas masyarakat oleh pemerintah, adalah untuk mengurangi penyebaran virus corona. Mengingat, penyebaran corona sebagian besar terjadi lewat droplet atau percikan cairan dari batuk atau bersin pasien Corona virus Disease (Covid-19). Bila mobilitas masyarakat tetap seperti biasa, maka risiko menghirup atau terkena droplet hingga terjangkit Covid-19 akan lebih besar. 

Namun dibalik ultimatum pemerintah membatasi mobilitas masyarakat, dan menutup beberapa tempat yang memicu kerumunan massa, masih ada saja kebutuhan mendesak yang mengharuskan kita untuk berpergian keluar rumah, seperti membawa anak atau saudara ke rumah sakit. Walau ada rasa was-was akan penyebaran virus yang lebih berpotensi di klinik atau rumah sakit, namun sejatinya, fasilitas medis paling dibutuhkan selama pandemi berlangsung.

Saat ini masyarakat masih menunggu Vaksin Covid sebagai antibodi untuk meminimalisir masyarakat terinfeksi lebih banyak. Pemerintah masih menguji vaksin secara klinis, menunggu uji kelulusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), agar vaksin bisa digunakan masyarakat dengan halal dan aman, serta bisa menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Walaupun sudah di vaksinasi Covid-19, yang perlu diingat, ada baiknya kita tetap menjaga dan meningkatkan imun tubuh, serta tetap menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Divaksinasi, bukan berarti seseorang kebal akan virus. Seseorang yang sudah divaksinasi COVID-19, hanya cenderung mengalami gejala yang lebih ringan dibanding orang yang belum divaksin. 

Nah, sekarang, bagaimana kita mengetahui vaksin sudah tersedia untuk masyarakat? Untung ada Halodoc, Solusi Kesehatan Terlengkap di Indonesia, yang membantu masyarakat bisa lebih tau tentang layanan kesehatan secara online, termasuk informasi tentang vaksin. Seperti apa? Kita ulas di bawah ini.

Hindari Berdekatan, Cukup di Website or Aplikasi

Seperti yang kita ketahui, di masa pandemi sekarang, protokol kesehatan wajib dilakukan masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan. Seperti menjaga jarak, menggunakan masker, membiasakan mencuci tangan selesai bekerja. Hal ini wajib dilakukan setiap individu, karena virus Corona sangat mudah menyebar antar manusia melalui droplet atau percikan cairan dari batuk atau bersin pasien Corona virus Disease (Covid-19). Itulah sebabnya masyarakat diminta untuk menghindari kerumunan massa, demi menekan angka penyebaran Covid-19.

Harus ada kesadaran individu melindungi diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Tidak harus berdesakan, tidak perlu antrian panjang mengurai, yang akhirnya tanpa disadari kita malah melanggar protokol kesehatan.

Sebagai upaya meminimalisir jumlah masyarakat terjangkit covid 19, pemerintah masih menunggu uji kelulusan Vaksin Covid untuk seterusnya disalurkan ke masyarakat. Masyarakat pun butuh informasi akurat kapan vaksin bisa digunakan dan dimana vaksin covid akan bisa didapatkan.

Manfaatkan teknologi, cukup unduh saja aplikasi Holodoc via Google Store atau App Store, semua informasi kesehatan akan bisa kita dapatkan secara komplit, dalam satu genggaman.

Mengenal Halodoc

Halodoc aplikasi untuk update vaksin

Halodoc adalah aplikasi layanan kesehatan berbasis online. Solusi kesehatan terlengkap di Indonesia yang memudahkan pasien untuk mendapatkan informasi, serta dapat berkomunikasi secara online. 

Pada Aplikasi Halodoc, kamu akan menemukan beragam solusi kesehatan seperti, Tanya Dokter, Cari Dokter, Obat dan Vitamin, Tes Covid-19, Rumah Sakit dan berbagai artikel yang bisa kamu baca sebagai referensi tambahan. 

Yang berhubungan dengan pandemi sekarang kamu, bisa telusuri menu Tes Covid-19, kamu bisa menemukan fitur Swab Antigen, PCR 1 Hari Kerja, PCR 2 Hari Kerja, PCR 3 Hari Kerja, PCR Home Care, PCR Drive Thru, dan Tes Serologi. Lengkap dan mudah.

Vaksin Covid via Halodoc

Saat  ini pemerintah melakukan pendataan masyarakat untuk pendistribusian Vaksin Covid-19. Bagi masyarakat dengan teknologi yang sangat masif, pemerintah berharap mereka dapat secara mandiri mengakses menggunakan aplikasi atau website. Sedangkan daerah pedalaman, prosesnya sendiri akan dilakukan dengan walk in. Pertama tentunya melakukan registrasi dan pre-order vaksin Covid-19. Kemudian, melakukan initial screening. 

Initial screening dilakukan dikarenakan, vaksin virus corona hanya diperuntukan bagi masyarakat berusia 18 sampai 59 tahun saja. Bukan hanya masyarakat WNI saja, pre-order juga dapat dilakukan oleh WNA yang tinggal di Indonesia. Pre-order vaksin adalah salah satu hal yang dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kebutuhan vaksin di suatu daerah sebelum mendistribusikannya. 

Hal tersebut akan mencegah penyelenggara memesan vaksin melebihi data. Setelah melakukan registrasi dan pre-order, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah menyelesaikan pembayaran. Setelah itu, masyarakat hanya tinggal menunggu notifikasi untuk memberitahu kapan vaksinasi dilakukan. Pemesan kemudian disarankan untuk mengisi form consent atau assent form.

Setelah tiba waktunya untuk melakukan vaksinasi, peserta harus datang ke lokasi dua jam sebelum penyuntikan berlangsung. Form consent wajib diisi, tujuannya untuk mengetahui siapa saja yang tengah mengidap penyakit tertentu. Jika diketahui sedang sakit, peserta tidak boleh melakukan vaksinasi. Sumber : halodoc.com/artikel/vaksin corona

Jangan tunggu lagi, pastikan unduh aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi terkini tentang vaksin covid. Jangan lupa share informasi ini ke teman kamu. Moga bermanfaat.   

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Wisata Mangrove "Merdeka" ke Kampung Tua Serip Nongsa Batam

December 08, 2020 Yulia Marza 0 Comments

Salah satu spot wisata yang paling digemari wisatawan ketika di Batam adalah jembatan Fisabilillah atau Jembatan Habibie atau lebih dikenal dengan nama Jembatan Barelang. Tinggi, megah, dan menakjubkan, mungkin itulah kesan pertama melihat jembatan Barelang.

Jembatan kebanggaan Kota Batam ini, sering dijadikan ajang selfie dan ber-wefie para wisatawan. Selain itu, jembatan dengan tiang kokoh tinggi yang menyanggahnya, juga menawarkan view indah lautan luas dengan pulau-pulau kecil yang menghiasinya. Duduk manis di sisi jembatan, atau sekedar berjalan ke ujung jembatan pun menjadi alternatif pengunjung menghabiskan waktu senggang mereka, sembari mencicipi jajanan ringan, seperti jagung bakar, sate, aneka keripik dan lain sebagainya.
"Jembatan barelang merupakan pilot project berteknologi tinggi yang melibatkan ratusan insinyur Indonesia (tanpa campur tangan dari tenaga ahli luar negeri), yang menghabiskan anggaran sebesar Rp400 miliar selama enam tahun (1992 – 1998) pembangunannya. 
Jembatan Barelang wisata selain mangrove
Jembatan Barelang

Namun tidak hanya jembatan Barelang saja yang jadi tujuan wisatawan lokal dan luar Batam. Banyak wisata lain yang bisa jadi pilihan kamu bila mengunjungi kota Batam. Salah satunya Wisata Hutan Mangrove.

WISATA HUTAN MAGROVE BATAM

Batam adalah satu pulau kecil yang berada dekat dengan Singapura. Pulau Batam yang di kelilingi lautan, menyebabkan pergerakan penduduk sangat lah terbatas. Biasanya mereka memilih wisata keluar seperti Singapura dan Malaysia di kala weekend. Sedangkan wisata lokal sebagian besar memilih wisata pantai bareng bersama keluarga, sahabat dan juga teman-teman.

Nah, bila sudah bicara pantai, otomatis sepanjang pesisir pantai banyak ditanami pepohonan yang bisa mencegah abrasi air laut ke daratan. Salah satunya adalah pohon bakau atau mangrove. Pohon bakau adalah pohon multifungsi yang sangat membantu pengendapan lumpur di akar–akar pohon sehingga dapat mencegah terjadinya intrusi air ke daratan. Hutan bakau ini, tentu saja akan banyak manfaatnya untuk masa sekarang, dan akan datang.

Pemerintah pun sudah mulai menggalakan pelestarian hutan bakau di berbagai daerah pesisir. Digalakannnya pelestarian hutan bakau oleh pemerintah, tidak hanya bisa mencegah air laut ke daratan saja, namun bisa menjadi salah wisata edukasi alam yang bila ditekuni serius, akan meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menjadi sumber pendapatan warga setempat.

Salah satu tempat wisata bakau tersebut adalah kampung Serip Nongsa Batam. Lokasinya berada di wilayah Nongsa Sambau Batam. Butuh waktu 30 menit dari pusat kota menuju lokasi wisata bakau. Kebanyakan yang pergi ke sini adalah keluarga dan rombongan karyawan perusahaan yang ingin mengadakan acara bersama.


PERJALANAN MENUJU TITIK KUMPUL


Gerimis mengiringi perjalanan saya menuju titik kumpul keberangkatan. Di atas motor ojek online yang saya naiki, awan hitam sukses memukul rata luasnya langit, tanpa menyisakan sedikit pun warna biru. Cemas dan bergidik, bagaimana jika hujan deras tiba-tiba turun, yang membuat saya basah kuyup? sementara saya tak memmbawa baju ganti? Tetaplah gerimis seperti ya Pemilik Semesta, setidaknya hingga saya sampai di mobil nantinya. Begitu kira-kira doa saya dalam hati.

Kira-kira 15 menit, saya sampai di titik kumpul Halte Sentosa Plaza (SP Plaza) dengan gerimis yang tetap turun sejak tadi. Lega dan bersyukur doa saya didengar Sang Pemilik Alam. Saya pun langsung masuk ke dalam bus yang sudah di carter dan duduk di kursi single persis di jendela yang terbuka. Belum banyak yang datang, dari total 40 orang yang ikut, yang datang baru 10 orang saja. Mungkin beberapa orang menunggu hujan reda, mengingat ada yang membawa batita pada acara acara kali ini.

Tak lama setelah saya sampai, satu persatu anggota yang naik bus mulai berdatangan. Panitia pun langsung menyuruh masuk, agar bisa mengatur sisa kekurangan kursi. 20 menit kemudian, kursi pun full terisi dan bus langsung meluncur ke Kampung Serip Nongsa Batam. Waktu berangkat yang seharusnya pukul 8.00 WIB, terpaksa molor hingga pukul 9 lewat. Tapi ya, sudah lah, cuaca pun di luar prediksi. 


Ke KAMPUNG SERIP NONGSA

Bus yang kami naiki melaju sedang menuju Nongsa. Jalanan sedikit sepi. Sisa-sisa air hujan masih menghiasi jalan utama Batuaji-Panbil. Hanya beberapa motor dan angkot yang tampak mengisi jalan di Minggu pagi ini. Mungkin saja cuaca yang kurang bersahabat memicu warga Batam kembali menarik selimut daripada keluar di pagi mendung seperti ini.

Pukul 9.45, bus pun memasuki gerbang Kampung Tua Serip, begitulah nama yang terpampang pada atas gerbang. Jalanan yang tak beraspal dan lubang genangan air di beberapa tempat, memaksa bus yang kami tumpangi bergerak perlahan menuruni lokasi acara. Dari gerbang menuju area perhentian, berjarak 100m saja, hanya butuh 2 menit, bus pun berhenti dengan sempurna. 

Saya pun turun dengan antusias yang tinggi, mengingat, ini pertama kalinya saya wisata hutan bakau. Ketika saya turun dari bus, pandangan pertama saya tentu saja mengitari spot perhentian bus. Pasir putih nan bersih, terhampar radius 10 meter di depan saya berdiri. Barisan pohon kelapa tertata rapi dengan buah hijau yang menggoda. Hmm.. saya sudah membayangkan air kelapa muda yang manis membasahi kerongkongan saya yang kering ini.

Di sisi kanan saya, berdiri satu panggung cukup besar, sangat pas untuk acara perpisahan dengan menggunakan band sebagai hiburan. Sedangkan di belakang panggung, tersedia toilet, tempat wudu dan musala.


Di SPOT ACARA

Puas di tempat kumpul pertama, saya dan rombongan pun melaju ke spot acara yang sudah dibooking. Saya pun melewati jembatan kayu yang di kiri kanannya ditumbuhi pohon bakau yang tinggi. Air laut terlihat menggenangi lingkaran akar-akar bakau yang membelit pohon satu dengan lainnya.

Di sepanjang jembatan, banyak tulisan-tulisan lucu yang menghibur pengunjung menuju area bakau belakang. Ada juga pendopo kecil bila ingin berhenti sejenak menikmati suasana bakau, atau bisa juga ber swapoto dengan latar bambu yang disediakan di sekitar jembatan. 

Banyak juga dari rombongan yang enggan berfoto di sekitar jembatanini, termasuk saya. Entahlah, saya hanya sedikit bergidik dengan area sekitar bakau. Jadi saya memilih aman, daripada...daripada... dan daripada.
Spot Kampung Serip Nongsa Batam


Spot di Kampung Serip Nongsa Batam





Sampai di ujung jembatan, kami sudah di suguhkan oleh pemandangan pasir di sisi kiri dan kanan, Tujuan pertama pun langsung menuju pondok- pondok kecil yang telah kami sewa untuk meletakan barang bawaan. Harga sewa per pondok 50 ribu.

Kegiatan pun di mulai dengan pemberitahuan, apa saja kegiatan kita hari ini. Tujuan acara ini sebenarnya untuk meningkatkan silaturahmi sesama teman kerja dan melepaskan sejenak kerumitan dalam dunia kerja. 


pasir putih disekitar lokasi

bakau sekeliling

pasir putih di sekitar bakau

saat air sekitar bakau surut

gambar saat air pasang surut

lokasi sekitar pantang saat air surut






0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.