Rabu, 19 April 2017

Antara Menikah dan Kesendirian


-Menikah- Adakah yang sudah berpasangan dan berencana untuk menikah? Kalau sudah, bagus dong. Menikah adalah satu kata yang menurut saya mengandung makna yang sangat dalam. Menikah tidak hanya sekedar ritual, bersanding di pelaminan, poto-poto ataupun sebagai prestise. Namun lebih ke sunnah (dalam islam), yang wajib dilakukan apabila usia sudah mencukupi, kemauan sudah ada, mapan dan calon pun sudah di depan mata.
"Nikah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) artinya ikatan (akad) perkawinan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan ajaran agama"

Kenapa Belum Menikah?

Banyak orang yang sudah punya tambatan hati, tapi masih enggan untuk menikah. Kenapa ya? Saya mengajukan pertanyaan ke beberapa teman yang memang saat ini masih berstatus jomblo. Jawaban beragam pun saya terima. Dari yang masuk akal sampai jawaban klise, seperti :
1. Jodohnya masih jauh. Ini jawaban terbanyak.
2. Belum siap.
3. Tidak mau terkekang.
4. Mencari pendamping yang mapan.
5. Sulit mencari sifat yang sama.
6. Repot mengurus anak.

Aih..jawabannya bikin ngenes ya. Tapi jangan semuanya dijadikan acuan juga. Mesti diingat, kalau manusia itu diciptakan berpasang-pasangan. Ada pria dan ada juga wanita. Terkhusus para jones, jangan pernah berkecil hati. Jodoh memang di tangan Tuhan. Tapi dia tidak akan pernah jatuh dari langit, tidak pernah datang dengan tiba-tiba dan tidak pernah menawarkan diri. Langkah terbaik bagaimana the jones menemukan patahan tulang rusuknya (bagi pria), dan tulang rusuk siapa yang melekat (bagi wanita), tentu perlu usaha dan doa.

Well..well..well.. Bicara tentang nikah mungkin masih langka ya bagi sebagian orang. Tapi tidak dengan salah satu rekan blogger kepri ini. Beberapa hari yang lalu, saya dan Teh Lina (www.linasasmita.com) menghadiri pesta pernikahan Eka Dewi puspita. Entah kenapa ya, saya selalu semangat kalau diajak menghadiri pesta pernikahan. Selain pengen lihat pakaian dari adat yang berbeda, interior pesta seperti apa, dan tentu saja makanan yang ditawarkan.*eh. Oya, sekedar informasi nih, di sesama rekan blogger kepri, Eka ini juga terkenal dengan nama DUO EKA. Bersama dengan rekan blogger juga Eka Handa, mereka berdua telah melancong ke berbagai destinasi wisata, baik dalam negeri, maupun luar negeri. Btw Eka Handa, kapan nyusul nih?

Acara nikahan Eka

Kita skip dulu ya cerita tentang duo eka. But anyway, tahu gak gaes, memutuskan menikah itu, butuh keberanian yang tinggi? Ya, keberanian. Berani bertanggung jawab tepatnya. Mereka yang memilih mengakhiri masa lajang, telah memikirkan segala resiko dan konsekwensi hidup berumah tangga. Patut diacungin jempol juga nih, pria yang meminang gadis pilihan hatinya. Itu tandanya dia harus mampu bertanggung jawab dalam memnuhi kebutuhan hidup pasangannya, baik itu sandang, pangan dan papan. Begitu juga wanita, melayani suami dan patuh pada perintahnya adalah hal yang wajib baginya.

Tapi jangan pernah menikah dengan alasan terpaksa. Akibat frustasi dengan umur yang tidak muda lagi, desakan orangtua, lalu memilih untuk dijodohkan. It's okay, selama calonnya benar dan keluarga besar sudah mengenal dengan baik. Etapi ada juga loh, the jones yang meminta teman atau rekan kerja mencarikannya pasangan (pasangan orang gak ada yang hilang). Dan ada juga yang mengikuti sebuah  ajang pencarian jodoh.

Banyak cara yang dilakukan seseorang untuk mencari teman hidup demi menyempurnakan ibadahnya. Itu bagus. Melaksanakan salah satu sunnah rasul ini, banyak sekali manfaatnya. Bisa melestarikan keturunan, hidup menjadi lebih tenang, dan terhindar dari perbuatan dosa.

" Cinta itu menyatukan hal yang tidak masuk akal".
Jangan terlalu lama dalam kesendirian. Bila sudah ada pasangan, alangkah baiknya menuju level yang lebih tinggi, yakni pernikahan.
"Jika surga adalah pelabuhan terakhir, maka keluarga adalah kapal menuju kesana..

Segitu dulu ya cerita dari saya. See ya to the next story.

Rabu, 12 April 2017

Lelah Yang Baik Itu Seperti Apa?


Bunda pernah merasa lelah menjaga anak-anak? Atau bahkan sampai ke titik jenuh menghadapi sikap mereka? Saya pun kadang merasakan demikian lo Bun. Menghadapi tingkah dan pola anak yang berlaku “semena-mena”, kadang membuat kita harus mengurut dada menghadapinya. Baru saja selesai beberes, rumah kembali berantakan. Tumpahan sisa makanan, jejak kaki tanah, lemari kain yang acak-acakan, serta air disana sini. Belum lagi saling kejar-kejaran sampai kursi miring, vas bunga berjatuhan, taplak meja ketarik. Hadeuh..Bikin stress ya Bun.

Menghadapi anak yang super aktif, perlu kesabaran yang tinggi serta trik tersendiri. Memarahinya hanya akan membuatnya semakin menjadi-jadi. Sedikit kedisiplinan akan membuatnya patuh dan terbiasa bertanggung jawab. Seperti yang saya lakukan, bila mereka bermain mainan, harus dikumpulkan kembali dan taruh di tempat semula, kalau melanggar, dia tidak akan menjumpai mainan itu keesokan harinya. Ini bukan semacam ancaman ya Bun, tapi saya coba mendidik anak untuk lebih bertanggung jawab pada diri sendiri.

Berbahagia lah Bunda yang merasakan lelah dan capek dalam mengurus anak-anak. Seharian di rumah semua dilakukan dengan kesabaran. Tapi jangan lelah Bun, lelah bunda sangat disukai oleh Allah. Tidak hanya itu saja Bun, ada beberapa “LELAH” yang disukai oleh Allah. Seperti yang dikutip dari Ustad Ansar. Penge tau?

Ada 8 kelelahan yang disukai Allah SWT dan RasulNya :
1. Lelah dalam berjihad di jalan-Nya (QS. 9:111)
2. Lelah dalam berda'wah/mengajak kepada kebaikan (QS.41:33)
3. Lelah dalam beribadah dan beramal sholeh (QS.29:69)
4. Lelah mengandung, melahirkan, menyusui. merawat dan mendidik putra/putri amanah Ilahi (QS. 31:14)
5. Lelah dalam mencari nafkah halal QS. 62:10)
6. Lelah mengurus keluarga (QS. 66:6)
7. Lelah dalam belajar/menuntut ilmu (QS. 3:79)
8. Lelah dalam kesusahan, kekurangan dan sakit (QS.2:155)

Semoga kelelahan dan kepayahan yang kita rasakan menjadi bagian yang disukai Allah dan RasulNya. Aamiin yaa Rabbal-'aalamiin

LELAH ITU NIKMAT
Bagaimana mungkin? Logikanya bagaimana? Jika anda seorang ayah, yang seharian bekerja keras mencari nafkah sehingga pulang ke rumah dalam kelelahan yang sangat. Itu adalah nikmat Allah swt yang luar biasa, karena banyak orang yang saat ini menganggur dan bingung mencari kerja.

Jika anda seorang istri yang selalu kelelahan dengan tugas rumah tangga dan tugas melayani suami yang tidak pernah habis. Sungguh itu nikmat luar biasa, karena betapa banyak wanita sedang menanti-nanti untuk menjadi seorang istri, namun jodoh tak kunjung hadir.

Jika kita orang tua yang sangat lelah tiap hari, karena merawat dan mendidik anak-anak, sungguh itu nikmat yang luar biasa. Karena betapa banyak pasangan yang sedang menanti hadirnya buah hati, sementara Allah swt belum berkenan memberi amanah.


KELELAHAN MENDIDIK ANAK
Di hari kiamat kelak, ada sepasang orangtua yang diberi dua pakaian (teramat indah) yang belum pernah dikenakan oleh penduduk bumi. Seseorang bertanya ”Dengan amalan apa kami bisa memperoleh pakaian seperti ini?” Dikatakan kepada mereka: “Dengan (kesabaran)mu dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu.”

Merawat dan mendidik anak untuk menjadi generasi shaleh/shalehah bukan urusan yang mudah. Betapa berat dan sangat melelahkan. Harta saja tidak cukup. Betapa banyak orang-orang kaya yang anaknya “gagal” karena mereka sibuk mencari harta, namun abai terhadap pendidikan anak. Mereka mengira dengan uang segalanya bisa diwujudkan. Namun, uang dibuat tidak berdaya saat anak-anak telah menjadi pendurhaka.

Berbahagialah manusia yang selama ini merasakan kelelahan dan berhati-hatilah yang tidak mau berlelah-lelah. Segala sesuatu ada hitungannya di sisi Allah SWT. Kebaikan yang besar mendapat keutamaan, kebaikan kecil tidak akan pernah terlupakan.
Rasulullah SAW bersabda: Pahalamu sesuai dengan kadar lelahmu.
Allah swt akan selalu menilai dan menghitung dengan teliti dan tepat atas semua prestasi hidup kita, sebagaimana firman-Nya:
Dan bahwasanya seorang manusia tidak memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna”. (QS. An-Najm: 39-41).

LELAH DALAM MENCARI NAFKAH
Suatu ketika Nabi saw dan para sahabat melihat ada seorang laki-laki yang sangat rajin dan ulet dalam bekerja, seorang sahabat berkomentar: “Wahai Rasulullah, andai saja keuletannya itu dipergunakannya di jalan Allah.”

Rasulullah SAW menjawab:
Apabila dia keluar mencari rezeki karena anaknya yang masih kecil, maka dia di jalan Allah
Apabila dia keluar mencari rejeki karena kedua orang tuanya yang sudah renta, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena dirinya sendiri supaya terjaga harga dirinya, maka dia di jalan Allah. Apabila dia keluar mencari rejeki karena riya’ dan kesombongan, maka dia di jalan setan.”
(Al-Mundziri, At-Targhîb wa At-Tarhîb).

Sungguh penghargaan yang luar biasa kepada siapa pun yang lelah bekerja mencari nafkah. Islam memandang bahwa usaha mencukupi kebutuhan hidup di dunia juga memiliki dimensi akhirat. Bahkan secara khusus Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada siapa pun yang kelelahan dalam mencari rejeki. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan mencari rejeki pada siang harinya, maka pada malam itu ia diampuni dosanya oleh Allah SWT.”
Tidak ada yang sia-sia bagi seorang muslim, kecuali di dalamnya selalu ada keutamaan.
Kelelahan dalam bekerja bisa mengantarkan meraih kebahagiaan dunia berupa harta, di sisi lain dia mendapatkan keutamaan akhirat dengan terhapusnya dosa-dosa. Syaratnya bekerja dan lelah. Bukankah ini bukti tak terbantahkan, bahwa kelelahan ternyata nikmat yang luar biasa?

Masih ada yang mengeluh dengan imbalan yang sudah sangat jelas dijanjikan? Sungguh berharga lelah itu ya Bun. Rasa lelah seakan terhapuskan bila tangan suami ikut membantu meringankan. Sesuatu yang baik tidak akan ada yang sia-sia. Selagi kita ikhlas menjalankannya, pasti ada balasan yang setimpal.

Foto by Pinterest

Mari Bun, jadikan setiap lelah kita ladang amal di akhirat nanti. Moga bermanfaat.

See ya to the next story.


Mendidik Anak Pintar ala Saya

Picture by : Pixabay

Anak Bunda sudah masuk SD? Tahun lalu anak saya baru masuk sekolah Dasar Negeri dengan umur  6,8 tahun. Itupun masih cadangan lo. Rata-rata di Batam, Sekolah Negeri harus mencapai umur 7, baru bisa diterima. Beda dengan swasta, yang memperbolehkan umur minimal 6 pas pada periode daftar, Juli. Quota yang kurang, ditambah saya tinggal di komplek yang masuk dalam lingkungan sekolah atau di sebut juga "Bina Lingkungan", makanya anak saya dan beberapa anak tetangga bisa di terima di sekolah sekarang ini.

Serangkai tes yang diadakan pihak sekolah, Alhamdulillah anak saya bisa melewatinya. Seperti membaca kalimat, pengetahuan warna, dan pertanyaan tentang keluarga, nama sendiri, bapak ibu dan alamat tempat tinggal. Padahal anak saya tidak TK lo Bun, tapi hanya saya ajar di rumah dengan bantuan tantenya juga.

Sebetulnya andil terbesar yang bisa membuat anak saya "bisa" adalah tantenya. Saat bekerja, anak-anak saya titipkan pada kakak saya, yang kebetulan hanya di rumah membuka Les Bahasa Inggris. Rutinitas kerja saya dengan rentang waktu 9 jam (8.00 sampai 17.00), mungkin hanya sebagian kecil saja yang bisa saya tambahkan.

Sedari kecil, kakak saya sudah membiasakan anak-anak berbicara dengan Bahasa Inggris. Dan sampai sekarang pun mereka tetap menggunakan bahasa ini bertiga. Anak-anak mengerti, walau kadang menjawabnya dengan campur, setengah Inggris setengah Indonesia. Adakalanya si sulung Queen bertanya bila tidak tahu, dan selalu diajarkan beserta jawabannya. Makanya, bahasa Inggris bukanlah bahasa yang asing di telinga anak-anak saya.

Sekedar informasi ni, kakak saya ini hobi traveling, dia bahkan sudah melanglang Asia dan Eropa. Bekerja dengan orang asing dari tahun 95, tahun 2000, dia pun sudah menginjakan kakinya di Negari Ratu Elizabeth, selama satu bulan. Itupun karena teman bulenya, mau pulang kampung, dan menawarkan kakak saya untuk ikut.

Well, abaikan tentang kakak saya dan teman bulenya. Sekarang saya mau membagi sedikit tentang metode pengajaran yang dilakukan kakak saya dalam Bahasa Inggris, dan tentu juga saya sebagai mak nya dalam penggunaan Bahasa. Alat bantunya, tentu saja stiker, gambar dan huruf yang di tempel pada dinding rumah.

stiker di dinding sebagai acuan


PENGENALAN HURUF
Awalnya anak saya selalu ikutan menulis saat les berlangsung di rumah. Walau belum bisa, tapi keingintahuannya menulis begitu tinggi. Akhirnya dapat cara untuk mengajarkan secara simpel tapi dapat dimengerti untuk anak seusianya.

Pertama di ajarkan dahulu 5 huruf, dari a, b, c, d, e selanjutnya  f, g, h, i, j, k sampai terakhir z. Tiga hari saja dengan usia yang masih 3,5 tahun, Queen sudah bisa menghafal dari a sampai z. Namun disini kakak saya tetaplah mengajarkan dia dengan pronoun Inggris. Dan setiap saya pulang kerja dia selalu melaporkan proses belajarnya, dan apa saja yang sudah dikuasainya. Awalnya dia belum bisa membedakan antara a dan e, dan e dan i.
a dalam bahasa tetap di baca a, sedangkan dalam inggris a dibaca e.
e dalam bahasa tetap e, sedangkan i dalam inggris dibaca ai.
Makanya di saat saya baca a, tetap lah a dalam bahasa, tapi dianya tetap keukeuh bilang a itu adalah e.

Lantas bagaimana dengan menulis huruf? Cukup dengan cara yang juga dimengerti oleh anak-anak saja. Seperti contoh di bawah ini.

Huruf b diucapkan one leg and big tummy. Satu kaki dengan perut besar.
Huruf i diucapkan one leg and spot up. Satu kaki dengan titik di atas.
Huruf k diucapkan dengan one leg, small leg and small leg. satu kaki, kaki kecil dan kaki kecil
Huruf w diucapkan dengan one leg, two leg, three leg and four leg.
Nah seperti itu seterusnya. Menulis sambil mencontoh gambar huruf yang ada di dinding.
Penulisannya sesuai dengan arah anak panah pada gambar


PENGENALAN ANGKA
Tetap dengan bantuan gambar, yang di mulai dengan pengenalan angka 1 sampai 10, Queen diajarkan dengan cara ditunjuk sambil diucapkan. Satu hari saja sudah hafal olehnya. Besoknya kakak saya cuma bilang,” Queen, please count until ten”. Setelah dia tahu angka dalam inggris, dilanjutkan dengan saya mengajar dalam versi bahasa. Semuanya lancar juga dalam satu hari.
Lantas bagaimana bisa sampai 100? Angka sebelas ke 19 diajarkan dalam 2 hari. Disini ditekankan bahwa akhiran untuk angka satu di depan adalah teen setelah angka 12. Angka 20 dan seterusnya berakhiran ty, urutan angka harus sesuai dengan urutan pada angka awal.  Seperti gambar di bawah ini.

angka untuk pembelajaran


MEMBACA PERKATA 
Sukses dengan huruf dan angka, dilanjutkan dengan membaca perkata. Awalnya dengan diucapkan seperti cara saya sekolah dulu. Namun harus diberi sedikit penekanan pada huruf awal.
l-a la  l-u lu = lalu
diberi penekanan pada huruf l
b-u bu  d-i di = budi
di beri penekanan pada huruf b

Tidak hanya metode belajar yang saya andalkan. Saya juga melengkapi anak saya dengan buku lain untuk dipelajarinya. Seperti, drawing book, menyambung huruf dengan garis putus-putus, nama benda beserta gambar dengan 2 versi, serta buku cerita bergambar.

Semua bisa cepat dikuasai, karena waktu yang sebagian besar dengan kakak saya di rumah, yang memungkinkan dia dengan mudah belajar dengan cepat. Apalagi pagi dan sore kakak saya mengajar bahasa Inggris yang kadang membuat Queen suka nimbrung dan  menjadi penjawab terakhir dari ketidaktahuan pertanyaan yang di lontarkan.

Saya dan kakak tidak memaksa anak saya harus belajar setiap hari. Semua diajarkan apabila dia sudah meminta untuk belajar. Karena memaksa anak untuk belajar di usia yang baru 3.5 tahun, yang masih suka main dan berlarian kesana sini, tentu tidak baik untuk perkembangannya.

Alhasil di umur yang masih 4 tahun, anak saya sudah bisa membaca dan menulis, walau tulisannya masih belum rapi. Karena itulah Queen tidak saya masukan TK, karena saya pikir dia sudah menguasai angka dan huruf dengan baik. Biarlah dia puas bermain dan belajar semaunya, berlari kesana kesini, bahkan bolak balik ke kampung selagi masih belum masuk SD. Karena saya tahu, masuk SD tidak mengharuskan anak untuk TK terlebih dahulu. Lagipun masih bisa hemat lo Bun. Hehe


Dan sekarang Queen pun sudah menunjukan prestasi yang cukup membanggakan. 6 bulan pertama sudah meraih peringkat 3, dan mid semester yang akhir maret ini diadakan, berhasil meraih peringkat 1. Wah..bahagia banget lo Bun.

Ketika menghadapi ujian, selain saya dampingi belajar, dan ada juga kunci yang selalu saya tekankan saat memulai ujian.
1. Sebelum ujian berdoa terlebih dahulu.
2. Baca soal dengan baik.
3. Jawab dulu pertanyaan yang tahu jawabannya.
4. Cek kembali dengan menggunakan tangan soal dari nomor 1 sampai selesai, beserta jawabannya.

Jadi pembelajaran juga buat kita Bun, karena sewaktu ujian semester pertama, anak saya sempat terlewat menjawab satu soal yang memang saya lihat pertanyaannya pendek, sehingga tidak terisi olehnya. Dan yang paling penting nih Bun, jangan lupa doakan anak kita setiap saat, apalagi saat ujian berlangsung.

Menjadi Ibu dengan segala keahlian yang harus dimiliki tidak lah mudah. Seorang Ibu benar-benar dituntut harus bisa menjadi guru, dokter, binatu dan juga pelayan. Butuh kesabaran dalam mendidik anak untuk masa depan yang lebih baik nantinya. Bagaimana anak bisa sukses dalam agama, dan juga dalam karirnya

Sepenggal cerita dari keluarga kecil saya. Moga bermanfaat bagi bunda yang punya anak seusia Queen ya.
Itu didikan anak saya, bagaimana dengan mas Akut Wibowo? Didikan anaknya seperti apa sih? Share dong?

See ya to the next story. 

Selasa, 04 April 2017

Melahirkan Sendiri Tanpa Bantuan Dokter atau Bidan


Mempunyai anak adalah satu anugrah dan salah satu  nikmat yang harus selalu disyukuri. Menikah Januari 2009, sekarang ini saya sudah dikarunia 2 orang anak. Perempuan dan laki-laki. Kalau bahasa kerennya, sepasang yah :). Yang sulung sudah kelas 1 SD sedangkan yang kecil baru berumur 4 tahun. 

Anak pertama saya perempuan bernama Queen, lengkapnya Aura Almaqueen, lahir 1 November 2009. Alhamdulillah queen lahir normal dengan berat 3,1 di rumah. Ya, di rumah, lahir sendiri tanpa bantuan bidan maupun dokter. Warbiyasak memang. Bidannya datang setelah anak saya lahir untuk membantu mengeluarkan ari-ari saja. Kok bisa lahir sendiri? Baik lah, saya akan “ungkit” dan share sedikit perjuangan saya melahirkan anak pertama.

Queen usia 2 hari

Sehari sebelum lahir, kontraksi sudah di mulai tanggal 31 Oktober sesudah maghrib. Saya masih bisa lihat loh Bun, reaksi pertama saya terjadi selama 30 menit sekali, setelah itu baru 20 menit, 15, 10 dan 5 menit, selama itu saya masih bisa mencari posisi aman untuk bisa menetralisir desakan si debay. Setelah 5 menit berakhir, waktu itu saya ingat pukul 10 malam, tidak ada lagi posisi aman yang bisa dinikmati. Sakit disana sini sudah menghujam setiap persendian.

Saya dan suami akhirnya pergi ke Bidan yang kebetulan satu blok dengan rumah kami, yang hanya berjarak 5 rumah saja. Setelah di cek, Bidan Siti namanya bilang, “baru bukaan satu bu, masih lama, jalan aja dulu, paling juga siang nanti lahirnya” What? Bukaan satu, siang? Ini sakitnya aja udah naudzubillah, apalagi tunggu sampai siang. Wah, gak bisa nih, masa sakit seperti ini saya mesti nunggu satu hari lagi, guman saya dalam hati. Dari selesai cek bidan, balik ke rumah lagi, saya dan suami hanya bisa berjalan untuk mempercepat jalan si debay. Dari depan rumah, ke belakang, belok lagi ke kamar, ruang tamu, begitu seterusnya. Adakalanya saya berhenti sebentar sambil mengejan, dan tak hentinya baca shalawat nabi, surat pendek serta doa yang saya tahu.

Saya hanya mengerang “sakit” dengan suara pelan di dada suami saya. Saya tidak teriak, yang saya pikir hanya akan menguras tenaga saya nantinya. Saya terus berjalan sepanjang malam hingga subuh. Sesekali ke toilet, karena proses mau melahirkan berasa seperti orang mau buang air besar. Untuk duduk pun tidak ada posisi yang mengenakan. Singkat cerita, setelah kultum subuh berakhir, karena rumah kami pas di depan masjid, minggu jam 6 pagi anak saya lahir sendiri. Itupun sebelumnya suami mengajak saya balik ke bidan awal periksa tadi, karena saya merasakan sesuatu sudah mengganjal di antara paha saya, dan ternyata itu kepala anak kami. Baru 3 langkah saya berjalan, anak saya sudah jatuh terlentang di atas kasur dengan sendirinya. Kaget, so pasti. Saya dan suami yang tidak tahu apa-apa, hanya terpana beberapa detik, karena memang semua tidak kami bayangkan, semua di luar ekpektasi saya dan suami. Saya hanya terduduk di ujung tempat tidur (kami tidak memakai ranjang saat itu), sambil memandangi anak saya yang sudah menangis. Saya tidak bisa bergerak, karena tali pusar yang menghubungkan saya dan debay belum dipotong. Saya pun takut terjadi apa-apa. Kakak sayalah yang menyelimuti debay sambil menunggu bidan datang. Akhirnya bidan datang, bawa gunting, timbangan dan segala peralatan untuk membantu mengeluarkan ari-ari dalam perut saya. Daaaann.. Proses persalinan pun selesai.

Hufft..pengalaman yang historis banget menurut saya. Setelah 7 tahun lebih berlalu, bayangan itu selalu terlintas saat ada teman yang melahirkan. Adakah bunda yang pernah mengalami anak yang lahir sendiri seperti saya? Menegangkan, dan rasanya seperti mimpi lo Bun. Antara percaya dan nggak, tapi ini memang kenyataan yang ada di depan mata saya dan suami. Etapi, ketika saya menghadapi sakit yang luar biasa ini, saya masih sadar kok Bun, saya hanya berpasrah diri sama Yang Maha Pencipta dan kun fayakun aja.

Segala capek dan letih saya  “menghabiskan malam” berdua, semua terhapuskan saat melihat wajah debay yang mungil banget. Lengkap sudah perjuangan saya sebagai seorang ibu. Dapat melahirkan normal itu, suatu banget, walau sakitnya tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Perih.

Apa aja sih yang saya ingat saat momen menegangkan itu berlangsung?

Panik gak sih? 
Tentu saja saya panik. Sakit yang luar biasa dan harus lahir siang, siapa yang gak panik? Bagaimana kalau anak saya terminum air ketuban? Wah pokoknya, yang namanya mau melahirkan, apalagi anak pertama yang belum tau apa-apa, panik dan cemas pasti. Tapi saya kok bawainnya rileks aja ya? Karena saya lebih yakin dan percaya saja dalam hati kepada Dzat yang Maha Pencipta, semua berlangsung atas izinya bukan?

Apa saya tidak berteriak seperti Bunda yang lain? 
Tidak. saya hanya mengerang kecil di dada dan perut suami saya. Karena saya pikir berteriak hanya akan menguras energi saya nantinya. Saat desakan debay semakin kuat saya mengejan sambil jongkok. Ya, saya dalam posisi jongkok. Dan saya sadar, saya mengarahkannya ke jalan lahir bayi, bukan ke arah (maaf) anus. Karena saya tahu, mengarahkannya pada posisi anus akan mengeluarkan ambeian kita.

Apa saya tidak takut dengan Udem Portio / Pembengkakan pada Rahim? 
Saya gak kepikiran tuh, yang saya pikirkan saat itu bagaimana saya harus sudah mencapai bukaan 8 dan harus melahirkan secepatnya. Karena Bunda manapun tidak akan tahan terhadap sakit yang rasanya mematahkan tulang belulang. Gitu juga saya.

Apa saya tidak ada tanda melahirkan berupa pecah ketuban?
Saya tidak merasakan ketuban pecah. Tidak ada air yang meleleh diantara paha saya, seperti yang sering saya lihat di televisi. Kata orangtua saya, saya mengalami ketuban darah, jadi sakitnya warbiyasak memang.

Mengapa tidak melahirkan di Rumah Sakit saja? 
Jujur saja, saya sebetulnya kurang begitu suka dengan aroma rumah sakit. Dan klinik yang ditunjuk dari tempat saya bekerja, lumayan jauh dari rumah saya. Saya pun sudah niat lahiran nanti di Bidan tetangga saja, dekat dan tidak perlu bawa seabrek pakaian. Lagipun saat itu masih bisa di claim dari perusahaan walaupun tidak full 100%. Makanya saya memilih jalan di rumah daripada di tempat bidan itu.

Banyak Bunda yang memilih melahirkan secara Cesar (CS). Tapi bagi saya mencium aroma rumahsakit saja, saya sudah ilfil duluan. Apalagi harus menjalani operasi dengan cara dibedah. Waduh jangan deh.

Ada beberapa hal yang saya lakukan setelah kandungan saya 7 bulan lebih.

1. Mulai memperbanyak jalan.
Tau gak bun, saya jalan pagi hanya satu kali selama 9 bulan kehamilan. Bukannya malas bangun pagi, tapi berjalan bisa saya lakukan di tempat saya bekerja saja. Setiap 1 jam saya usahakan naik turun tangga. Karena perusahaan saya ada 2 lantai. Dan itu rutin saya lakukan setiap hari.

2. Menpel rumah dengan tangan.
Sepulang kerja saya pel seluruh rumah dengan menggunakan tangan saja. Menggunakan kain, dan itu saya lakukan dengan jongkok secara maju mundur. Gak ada yang kasian dengan saya. Hahaha, karena kata orangtua dulu, bagus untuk mempercepat jalan lahir. Anggap aja bener deh.

3. Mencuci pakaian dengan jongkok. Kebayang gak ya Bun, hamil besar, trus nyuci sambil jongkok? Aduh, berat memang, tapi saya rela walau berat, demi si buah hati lahir normal.

4. Minum air kelapa dan buah. Sekali seminggu saya minum air kelapa. Yang saya tau air kelapa bagus untuk membersihkan bayi dan membuang lemak yang menempel.

Tips dan pengalaman saya di atas, bisa sebagai referensi bunda yang mau melahirkan. Tapi setiap Bunda pasti beda lo bawaan hamilnya. Ada yang malas, ada yang dibawa santai aja dan kadang ada yang susah bangun sampai di opname.

Kelahiran anak pertama ini, saya cukup menikmati setiap detik yang terjadi. Tidak perlu saya jadikan beban pikiran karena saya pikir ini anak, buah cinta kasih dengan suami dan satu anugrah dan titipan dari Yang Maha Kuasa. Karena Bunda yang melahirkan normal, pasti tau rasanya saat kontraksi terjadi.

Bagi yang belum menikah, seperti dek Silviana Noerita, jangan terlalu dibayangkan ya. Dijalani saja, semua pasti ada hikmahnya.

Sekian cerita melahirkan dari saya.
See ya to the next story.

Sabtu, 25 Maret 2017

Menyikapi Masalah Setelah Perselingkuhan


Masih ingat kan ya, dengan salah seorang blogger yang yang baru-baru ini menulis tentang perselingkuhan suaminya? Tulisan yang berisi curahan sakit hati, kekecewaan dan kebencian tentang si pelaku selingkuh, yang akhirnya menjadi viral di media massa? Dan bahkan, telah dibaca sebanyak 21.000 kali lo. Ckckck..mencengangkan ya? Mengapa berita seperti sangat cepat sekali di respon, dan dishare perempuan, di banding berita yang lainnya?

Adalah wajar, perempuan mempunyai rasa yang sama dan keterkaitan satu sama lain. Mereka mudah tersentuh, mudah merasa dan terlalu peka dengan hal-hal yang berbau feeling. Mereka pikir, perempuan dalam posisi ini adalah perempuan yang sangat perlu dikasihani. Kesetiaan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar dengan apapun! Secara logika memang benar, tidak ada seorang perempuan pun di dunia ini yang mau teman hidupnya berpaling ke “body” yang lain. Tapi apakah harus menjudge tanpa tau titik masalahnya?

Saya hanya mengambil 2 persepsi dari cerita ini. Pertama sangat disayangkan saja, berita seperti ini harus di blow up ke media. Kedua, saya ambil dari sisi positif lagi, yang sangat bagus untuk dijadikan warning bagi perempuan, yang berpikir akan merebut milik orang lain. Disini saya bukan menyalahkan blogger, dan juga tidak mendukung tindakan itu sepenuhnya. Toh, kalaupun ini terjadi sama saya atau bunda sendiri, deritanya sama dengan cerita yang viral ini. Rasa kecewa, sakit hati dan frustasi akan sebuah pengkhianatan. 

Namun, masih ada beberapa hal yang perlu ditahan, agar tidak melibatkan banyak orang. Karena saya pikir, akan banyak aspek yang timbul dari sebuah kasus. Apalagi sampai viral di masyarakat. Wokeh, tindakan pertama awalnya mencurahkan kekesalan karena dikhianati. Tidak peduli, tidak mau tau dan tidak ambil pusing dengan semuanya. Yang terlintas di otak saat itu hanya bagaimana membuat malu keduanya, serta memberi pelajaran yang setimpal atas perbuatannya itu.

Sudah selesaikah cerita sampai di sini? Saya rasa belum. Bukankah ada keluarga besar di luar sana yang akan terkena dampaknya? Bagaimana pendapat mereka tentang hal ini? Bagaimana juga efeknya ke anak-anak? Bisakah mereka menerima kenyataan yang telah ikut menyeret mereka ke pusaran arus yang kuat?

Yang paling menyesali pertama kali, tentu saja orangtua. Tidak ada satu orangtua pun, yang menginginkan anaknya bercerai. Tapi, beliau juga tidak bisa menyalahkan siapa-siapa atas kejadian yang menimpa anaknya. Orangtua hanya bisa menasehati, mengingatkan kemungkinan terbaik, serta menyerahkan semua keputusan kepada mereka. Karena mereka yang menjalani, mereka yang menentukan dan mereka jualah yang harus menyelesaikannya.

Begitu juga dengan anak, yang tidak tau apa-apa, dan tidak pernah membayangkan semuanya terjadi. Oke, kalau anak masih kecil dan belum mengerti apa artinya berpisah, mungkin semuanya akan fine-fine saja. Namun akan jadi masalah, jika anak dengan mental yang masih labil dan dalam kondisi yang masih meraba-raba, yang dalam hal ini masih membutuhkan kedua orangtuannya, tentu ini tidak akan normal baginya.

Sesaat anak akan merasa down dan hilang keseimbangan. Menahan cibiran dan cemoohan dari teman-temannya, tentu menimbulkan luka batin yang dalam bagi si anak. Tidak jarang anak mencari media untuk melampiaskan kekecewaan dan kekesalannya. Mencari sesuatu, agar bisa menolongnya melepaskan beban hatinya. Hal yang ditakutkan adalah, ketika media yang ditemuinya lebih mendorongnya ke hal-hal yang berbau negative, yang akan membawa si anak pada kemungkinan terburuk. Langkah preventive harus segera di ambil oleh keluarga terdekat. Karena peranan keluarga lah yang sangat penting dalam hal ini, untuk dapat menyelamatkan anak dan mengembalikan rasa percaya dirinya, sebelum semuanya terlambat. 

Nah, di sini sudah jelas sekali, efek kuatnya lebih mengarah kepada orang-orang terdekat, di banding pelaku selingkuh itu sendiri. Bagi suami, mungkin hanya merasa malu dan bersalah kepada orangtua saja. Itupun kalau orangtuanya masih ada. Tapi hanya sedikit kepada sang istri. Mengapa begitu? Kalau mereka pikir selingkuh itu beresiko dan mengancam keutuhan rumah tangganya, tentu si laki-laki tidak akan pernah melakukan, walau seberapa besar godaan itu, yang mungkin saja bisa mengguncang iman mereka. 

Lantas bagaimana dengan perempuan selingkuhan? Adakah rasa bersalah telah menggangu rumah tangga orang lain? Semua berbalik ke perempuan itu lagi. Bisa jadi dia menyesal, bisa juga tidak. Kalau niat mencari uang saja, tentu tidak ada penyesalan baginya, tapi kalau sudah timbul rasa menyayangi diantara keduanya, itulah yang disebut selingkuh. Menyesal atau tidak, yang namanya menggangu rumah tangga orang lain, tetap tidak bisa dimaafkan!

Inilah yang harus diwaspadai oleh kita sebagai perempuan. Jangan sampai lengah terhadap hal sekecil apapun yang akan merusak keharmonisan dalam rumah tangga. Orang lain hanya melihat kasus ini dari luarnya saja. Sebagian mendukung, namun lebih banyak yang menghakimi. Kebanyakan perempuan selalu disalahkan bila suaminya berpaling. Alasan tidak masuk akal sering kali terucap, seperti tidak bisa menjaga suami lah, tidak bisa ini, itu dan segala macamnya. Trik preventiv pertama yang harus dilakukan adalah dengan cara memperbanyak komunikasi, dan meningkatkan intensitas pertemuan antara kedua belah pihak. Ini bisa jadi salah satu cara menghindarkan keduanya mendapat celah untuk berkhianat.


Terkadang penyesalan sering terjadi setelah rasa kesal sudah terlampiaskan. Niat memaafkan dan harapan ingin rujuk kembali, mulai terlintas di kepala. Lalu langkah apa yang perlu kita ambil bila ini terjadi?

1. Menerima Walaupun Sakit.
Banyak para istri yang sampai ke tingkat depresi karena tidak bisa menerima kenyataan suaminya berpaling. Namun beberapa di antaranya memilih memaafkan, dan menerima segala kekurangan pasangan, walaupun sakitnya harus ditelan bulat-bulat. Banyak faktor yang jadi bahan pertimbangan, salah satunya adalah anak-anak. Rasa sayang yang begitu tinggi terhadap anak, yang membuat para istri memaafkan suaminya. Butuh kesabaran dan rasa ikhlas yang super duper tinggi, untuk membangun kembali rumahtangga yang sudah diambang kehancuran. Menerima walaupun sakit, mungkin jauh lebih baik, daripada memutuskan mengakhiri semuanya. Banyak fakta yang terjadi, perkawinan akan semakin kokoh setelah diterpa berbagai masalah. Sesuatu yang baik akan muncul, apabila kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian. Kembali lagi, rasa ikhlas sangat di butuhkan sekali ya Bun. Ingat, kesabaran dan keridhoan seorang istri terhadap suaminya, balasannya adalah surga bukan?. Aamin.

2. Bercerai, Melupakan dan Memulai Lembaran Baru
Tidak sedikit juga perempuan yang memilih mengakhiri pernikahannya. Kebanyakan ini terjadi pada wanita karir yang telah mapan secara financial. Awalnya mereka juga shock, dan tertekan. Tapi kebanyakan mereka cepat move on, dan berusaha mengakhiri dengan cepat.  Mereka pikir, tanpa suami pun mereka dapat hidup secara normal dan beraktifitas seperti biasa. Dengan banyaknya koneksi dan intensitas pertemuan yang tinggi dengan orang banyak, mereka akan cepat menemukan pengganti dan memulai lembaran baru bagi hidupnya ke depan nanti. 
Tapi perlu diingat, dalam Islam, perceraian sangat dibenci, tapi dibolehkan dengan syarat tertentu. Berhati-hati aja ya Bun, karena syaitan tidak akan berhenti mengganggu dan menghasut suami istri untuk bercerai. Karena amalan terbaik syaitan dan tertawa terbaiknya adalah bisa membuat suami istri berpisah. Wallahualam.

"Masalah tak seharusnya membuatmu menyerah. Karena masalah akan menguatkanmu, jika kamu mau belajar dan mengambil hikmah daripadanya. Buanglah rasa benci, karena kebencian hanya merugikan diri sendiri, tersenyumlah ketika disakiti, bersabarlah jika dikhianati".
"Jangan pernah menoleh ke belakang. Jika hari kemarin tak berakhir seperti yang di inginkan, tetaplah bersyukur, masih ada hari esok yang diciptakan Tuhan untuk memperbaiki semuanya."
Wahai pria yang bergelar suami...
Perlakukan istrimu sebaik engkau menghormati ibumu. Istrimu bukanlah pembantumu, bukanlah aib yang membuat engkau malu. Bukankah dia yang telah melahirkan anak-anakmu? Bukankah dia yang telah mengorbankan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepadamu? Sekali saja engkau mengingkari janjimu (akad nikah), itu berarti engkau telah meletakan sebelah kakimu ke neraka.

Lebih banyak bersyukur dan tawakkal ya Bun. Berdoa terus untuk tetap dalam rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warohmah. AAMIIN.

Untuk Dian Fernanda, kalau terjadi seperti ini, sousinya gimana ya?

Mudah-mudahan bermanfaat.
See ya to the next story.



Rabu, 22 Maret 2017

Tempat Asyik Berbayar Yang Perlu dicoba Saat di Singapura


Menjelajah Singapura tetap gak ada bosan-bosannya. Negara tetangga yang berdekatan dengan Batam ini, memang menawarkan sejumlah spot-spot cantik yang bisa menarik wisatawan untuk kembali lagi ke sini. Kalau kemarin saya sudah membagi cerita tentang kunjungan saya ke tempat-tempat wisata keluarga dengan kawasan shopping murahnya. Kali ini saya akan bercerita tentang wisata lain berbayar di Singapura. Berapa aja sih dolar yang harus dikeluarkan untuk masuk ke beberapa tempat menarik di Singapura ini? Mau tau? Yuks..cekidot.
SINGAPORE FLYER
Ini adalah salah satu tempat wisata yang terdapat di 30 Raffles Avenue, yang telah beroperasi sejak Februari 2008. Berbentuk seperti lingkaran atau bisa dibilang seperti komedi putar dengan beberapa kapsul penumpang. Satu kapsul ini, bisa memuat sekitar 28 orang. Dengan ketinggian 165m, kita bisa menikmati indahnya pemandangan Marina Bay dan gedung-gedung cantik di sekitarnya. Flyer ini buka setiap hari mulai pukul 8.30 sampai 22.30 waktu Singapura. Harga tiket yang ditawarkan $33, yang menurut saya lumayan mahal sih, dengan durasi yang hanya 30 menit. Bagi temans yang mau ke sini, dan bingung mau naik apa, jasa MRT bisa menjadi pilihan, dengan turun di Promenade stasiun. Cukup berjalan kaki sedikit saja untuk sampai ke Singapore Flyer.
Ada yang unik dan menarik saat memasuki lorong untuk mencapai Flyer. Saat masuk, suasana dengan penerangan minim sudah menghampiri kita. Tapi jangan cemas, ada pantulan cahaya dari digital art yang terdapat pada setiap dinding lorong yang dilalui. Penasaran kan seperti apa? Semuanya bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Welcome gate Singapore Flyer
Tiket masuk seharga $33
Miniatur Singapore Flyer
Dinding Dengan Digital Art ala pepohonan
Digital Art ala jalanan dan tempat ibadah
Lorong menuju flyer

Kapsul penumpang
View dengan gedung tinggi
View di sekitar Marina Bay Sand hotel


SINGAPORE CABLE CAR SKY NETWORK
Kalau menaiki ferry saat ke Singapura, pasti kita melihat ada kapsul yang berjalan di atas sebuah kabel. Yup, itu adalah Cable Car. Ada 2 line yang bisa menjadi tempat pilihan naik. Yang pertama Mount Fiber Line di sekitar Faber Peak, dan yang kedua Sentosa Line di Sentosa Island. Bila naik di Mount Faber Line ini, kita bisa menikmati indahnya taman Mount Faber di sekitar station. Di sini kita bisa menjumpai Bell of Happiness, Patung the Merlions, Rain Tree yang telah ditanam dari tahun 1971, Golden Bell Mansion, generasi kabin penumpang yang dibuat dari awal berdiri tahun 1974, dan banyak lagi yang lainnya. Buka setiap hari mulai  pukul 08.45 sampai 22.00.
Harga tiket :
Mount Faber Line:  Dewasa $29 Anak-anak : $18,
di Sentosa Line : Dewasa $13 Anak-anak : $8
Di Sentosa ini lebih murah karena banyak station yang tersedia yang bisa menjadi pilihan. Namun bila menaiki Cable car di atas jam 6 sore, harga berubah menjadi setengahnya.

Salah satu sudut di Faber Peak

Gambar kapsul penumpang dari tahun ke tahun

Bell of Happiness


SINGAPORE RIVER CRUISE
Kalau ingin melihat kota Singapura dari ketinggian, ada Singapore Cable Car dan Flyer. Yang ingin menikmatinya melalui sungai sambil ditemani semilir angin sejuk, Singapore River Cruise bisa menjadi pilihan. Singapore River Cruise ini adalah electric bumboat /semacam kapal kecil yang ada mesin dengan cap pelindung di atasnya. Selama 20 menit, kita bisa menyaksikan pemandangan yang begitu menyegarkan mata. Air sungai yang jernih dan bersih, serta penampakan gedung-gedung yang menjulang tinggi di sepanjang perjalanan. Objek wisata ini, buka setiap hari pada pukul  9 pagi, dan tutup pada pukul 11 malam, dengan keberangkatan terakhir pukul 10.30 malam waktu Singapura. Bagi yang mau menaiki River Cruise ini, bisa memilih beberapa pelabuhan boat yang tersedia, antara lain di : Esplanade, Merlion Park, Bayfront South, Promenade, Boat Quay, Fullerton, Read Bridge dan Clarke Quay. Tiket bisa dibeli di counter sekitar pelabuhan dengan biaya $25 untuk dewasa dan $15 untuk anak-anak.

Counter loket Singapore River Cruise

Tiket  seharaga $25

Marina tempat bersandar kapal, view malam di Clarke Quay
View malam saat menaiki River Cruise

View malam di sekitar Marina Bay Sand
View Marina Bay Sand di siang hari

BUNGY 
Wahana ini berada di sekitar Clarke Quay. Biasanya bungy yang kita kenal dengan mengikatkan tali pada kaki, lalu melompat ke bawah tempat yang curam. Disini permainan bungy dengan menggunakan semacam kapsul, ada tempat duduk dan tali pengaman. Wahana permainan yang membuat perut turun naik ini, hanya bisa di isi maximal 4 orang. Buka mulai jam 2 siang sampai malam. Harga tiket biasa $45, dan untuk pelajar $35.

Tiket bungy

wahana Bungy

Counter tiket


FILM GARDE CINEPLEX
Mau menikmati sensasi nonton film di Singapore? Cineplex Garde Film tempatnya. Ini adalah sebuah bioskop yang berada di Bugis Junction. Tapi yang namanya bioskop, di mana-mana tetap sama sih, gak jauh-jauh dari susunan kursi dan layar yang besar. Garde Cineplex ini tidak jauh dari masjid Sultan. Bila naik MRT, cukup turun di Bayfront dan berjalan kaki menuju Bugis. Tiket bisa di beli seharga $13.

Bioskop Garde Cineplex



Tiket $13

Gimana..keren kan, setidaknya bila mau ke Singapura, kita sudah ada sedikit referensi tempat keceh yang bisa dinikmati bareng, keluarga, teman ataupun pacar. Saya jadi punya imajinasi di kepala nih, seandainya saja, saya bisa mengunjungi salah satu kota di Eropa, seperti Bang Ahmadi Sultan, yang sukses mengelilingi Eropa seorang diri? Eh, seorang diri ya bang? Gak bawa ayang bebeb kan?

Sekian dulu cerita dari saya.
See ya to the next story.

Some of photo took by Sazila

Rabu, 15 Maret 2017

Hey, Wanita Pekerja, Cermati Hak mu !



Baru-baru ini, kita memperingati International Women's day, atau Hari Perempuan Internasional yang dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Awal disahkan women's day ini adalah karena keberhasilan kaum perempuan di bidang ekonomi, sosial dan politik.

Pertama kali dirayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York, yang diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika Serikat. Kemudian di Rusia, yang dilakukan oleh perempuan di  Petrograd pada saat terjadi demonstrasi pada tanggal 8 Maret 1917, yang akhirnya memicu terjadinya Revolusi Rusia. Hari Perempuan Internasional secara resmi dijadikan sebagai hari libur nasional di Soviet Rusia pada tahun 1917, dan dirayakan secara luas di negara sosialis maupun komunis. Tahun 1977, Hari Perempuan Internasional diresmikan sebagai perayaan tahunan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memperjuangkan hak perempuan dan mewujudkan perdamaian dunia.

Di Indonesia, kita punya Raden Ajeng Kartini. Beliau adalah pendorong kaum perempuan, dalam memperjuangkan hak-hak mereka dari intimidasi dan diskriminasi. Beliau juga memberikan kesempatan kepada kaum perempuan, untuk bisa belajar dan mengembangkan diri demi meraih masa depan yang lebih baik. Atas jasanya itu, setiap tanggal 21 April, Indonesia merayakan Hari Kartini.

MENGAPA PEREMPUAN MENUNTUT HAK MEREKA?

Indonesia adalah negara yang sedang berkembang pesat dan mengarah pada kemajuan. Semakin maju suatu negara, semakin tinggi laju pertumbuhan ekonominya. Salah satunya ditandai dengan makin banyaknya industri baru yang tumbuh, yang akhirnya membuka banyaknya lapangan pekerjaan. Salah satunya adalah Batam. Kota ini tetap menjadi pilihan pencaker dari berbagai daerah untuk mengadu nasib mereka. Khususnya perempuan. Rata-rata perusahaan Manufacturing yang ada di kota ini, lebih mengutamakan tenaga kerja perempuan dibanding pria. 

Mengapa sektor industri lebih dilirik kaum perempuan? Bekerja di sektor industri, memang telah menimbulkan daya tarik tersendiri bagi sebagian besar perempuan. Tidak perlu skill atau keahlian tertentu yang harus dibebankan kepadanya. Mereka cukup mempelajari metode atau cara kerja yang begitu simple. Selain itu, perusahaan juga menfasilitasi jaminan kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan bagi karyawan, baik itu selama masa kerja, cuti dan saat kontrak berakhir.

Namun, apakah hak-hak mereka terpenuhi sebagai pekerja? Ada beberapa perusahaan yang cukup aware terhadap peraturan perundangan ketenagakerjaan, terutama pada tenaga kerja wanita. Namun, ada beberapa juga yang kurang peduli. Pada hakikatnya, setiap perusahaan yang berdiri baik itu di Indonesia atau di negara manapun, para pemilik modal ini harus patuh dan taat kepada perundangan yang berlaku. Apabila ketahuan melanggar, maka hak izin usahanya akan di cabut oleh Pemerintah.


Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 67-101, mengatur tentang tenaga kerja wanita yang meliputi, perlindungan terhadap buruh penyandang cacat, anak, perempuan, waktu kerja, keselamatan dan kesehatan kerja, serta sistem pengupahan dan kesejahteraan. Semuanya sangat penting, dan berkaitan erat dalam mekanisme suatu produksi.

Tuntutan sering terjadi sebagai akibat ketidakpuasan dengan apa yang berlaku. Mereka hanya menyuarakan aspirasi, dan kondisi mereka selama bekerja. Beberapa kasus pelecehan, intimidasi dan hak yang sering diabaikan, terjadi pada beberapa kasus di Indonesia. Karena itulah mereka menuntut kebijaksanaan pemerintah dari ketidakadilan ini.

Mungkin teman Blogger juga sama seperti saya, seorang pekerja atau buruh atau karyawan swasta, yang bekerja pada salah satu perusahaan atau instansi tertentu. Pasti pernah lah merasakan beberapa ketidakadilan antara managemen dan karyawan? Dan bahkan, tidak tau harus berbuat apa dan bagaimana? Kebanyakan hanya diam dan tidak ambil pusing dengan semuanya. Atau mau bertindak, tapi tidak tau seperti apa menyalurkannya. Sebenarnya ketidakpuasan yang terjadi bisa disalurkan melalui perwakilan serikat yang ada pada lingkungan kerja. Mereka bisa menjembatani perbedaan yang terjadi antara keduanya. Menyalurkan aspirasi secara benar, adalah jalan keluar terbaik dari suatu masalah. Hasil maksimal akan bisa tercapai, apabila hak-hak yang mendasar pada pekerja atau buruh, dapat diwujudkan secara kondunsif.

Sebagai info tambahan, berikut ini ada hak-hak bagi tenaga kerja perempuan, yang diatur dalam payung hukum di Indonesia.


1. UU No.13 Tahun 2013 pasal 82 tentang hak cuti hamil dan melahirkan.
Cuti ini bisa diambil 1.5 bulan sebelum melahirkan dan 1.5 bulan setelah melahirkan. Tapi ada beberapa perusahaan juga yang membolehkan karyawannya mengajukan cuti saat proses melahirkan akan tiba. Syarat yang harus dipenuhi adalah, karyawan harus memberikan bukti berupa akte lahir anak kepada perusahaan.

2. UU No.13 Tahun 2003 pasal 76 ayat 2 tentang hak perlindungan selama masa kehamilan.
Pelarangan kerja bagi perempuan hamil, namun perusahaan bisa memberikan perlindungan, karena kondisi mereka yang rentan. Misalnya dengan tidak memberikan pekerjaan yang terlalu membebankan.

3. UU No.13 Tahun 2003 pasal 82 ayat 2 tentang hak cuti keguguran.
45 hari atau 1.5 bulan dihitung tidak berdasarkan hari kerja. Harus ada surat keterangan dari dokter kandungan.

4. UU No.13 Tahun 2003 pasal 83 tentang hak menyusui.
Dijelaskan bahwa pekerja yang menyusui minimal diberi waktu untuk menyusui dan memompa ASI pada saat jam kerja.

5. UU No.13 Tahun 2003 pasal 81 tentang hak cuti menstruasi.
Banyak yang belum tahu, bahwa hak cuti menstruasi ada 2 hari. Hari pertama dan kedua. Di tempat kerja saya hanya boleh diambil 1 hari aja sih. :(

6. UU No.3 Tahun 1992 pasal 76 tentang biaya persalinan.
Perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 10 orang lebih, wajib mendaftarkan karyawannya pada program kesehatan, seperti jamsostek.

Hanya sedikit berbagi tentang hak-hak perempuan, yang mungkin teman Blogger yang bekerja, masih buta tentang hak yang seharusnya didapatkan. Karena dengan bekerja kita bisa mendapatkan gaji, cuti yang akhirnya bisa piknikcantik seperti dedek choty. Hehe.

Semoga bermanfaat..
See ya to the next story.