Kejadian (Duka) Tak Terduga Saat Trip ke Malaysia



Februari lalu, saya dan 5 traveler cantik, menikmati libur akhir pekan di Kuala Lumpur, Malaysia. Berawal dari ceki-ceki libur panjang pada kalender kerja, yang akhirnya berujung tuk pelesiran kesana. Kebetulan teman yang ikut kali ini, sudah sering bolak-balik ke dua negara tetangga terdekat Indonesia ini.

Gak heran sih ya, menghabiskan weekend ke negara tetangga, satu hal biasa bagi warga Batam. Bolak-balik Batam-Singapur atau Batam-Malaysia bukan lah hal aneh. Selain dekat, murah, kita pun bisa pulang di hari yang sama.

Batam-Singapura, bisa ditempuh satu jam via jalur laut dengan tiket PP Rp 280.000. Sedangkan Batam-Johor Bahru 2 jam via jalur laut dengan tiket PP Rp 400.000

Schedule yang udah klop, kami pun langsung membuat itinerary. Pentingkah Itinerary? Penting banget. Apalagi bagi seorang traveler. Selain menghemat waktu dan budget, tentu perjalanan yang akan dilewati nanti, mempunyai tujuan dan anggaran yang jelas.

Salah satunya anggaran menginap. Biasanya orang akan mencari penginapan yang aman, murah, dekat objek terkenal dan juga dekat tempat makan atau kuliner.

Etapi tergantung selera masing-masing sih. Tiap orang kan punya anggaran tersendiri saat traveling. Tinggal menyesuaikan dengan seberapa banyak isi kantong. Asal jangan mau fasilitas wah, tapi dengan harga murah. Huaaa..kalau ini mah saya juga mau.

Kalau soal penginapan, saya lebih memilih stay dekat tempat makan. Saat traveling, perut adalah nomor satu buat saya. Saya butuh energi besar tuk mengitari spot-spot keceh yang akan saya singgahi. Gak mungkin kan udah pergi jauh-jauh tiba-tiba maag kambuh?

Salah satu solusinya, saya harus stand by makanan ringan dalam tas, seperti roti, krekers dan teman-temannya. Lagian saya paling gak tega mendengar suara gemuruh perut yang minta diisi.

Suka makan=Badan gembul. Hah? Tepiskan anggapan itu. Baiklah, body saya itu kurus bak model. Meski kurus, saya tuh paaaling sering lapar. Sari pati makanan sepertinya tidak terserap maksimal oleh tubuh saya. Larinya kemana ya? Padahal saya udah check up ke dokter, dan hasilnya, saya negative cacingan.

Well, abaikan body saya yang tak seberapa ini. Kali ini saya akan membagi duka saat akan trip dari Batam-Singapura-Johor Bahru-Kuala Lumpur. Apa saja duka saya sebelum hari H sampai kembali ke Batam? Saya akan share di bawah ini.

1. Tiket Ferry PP Singapura
Karena berangkat saat pulang kerja, saya memilih naik ferry ke Singapura via Batam Centre. Akhir January, teman saya sudah membeli tiket PP Batam-Singapura, Singapura-Batam. Di Batam, selain di Counter Ferry, tiket juga bisa dibeli digerai yang sudah terpercaya. Kali ini teman saya membelinya di sebuah gerai Waralaba. Sebut saja A, dengan harga promo 270.000.

Tiga hari sebelum keberangkatan, teman saya terlebih dahulu melakukan boarding pass di terminal Batam Fast, Batam Centre (kami naik ferry Batam Fast). Tiba-tiba staff ferry Batam Fast bilang, tiket sudah expired. What? Teman saya kaget? Kok bisa? Padahal sebelum beli, teman saya sudah bertanya akan masa berlaku tiket. Lagian di print out tidak dijelaskan juga masa expired tiket itu.

Setahu saya, tiket ferry Batam-Singapur itu berlaku selama tiga bulan. Jadi saya pun beranggapan sama dengan promo. Ternyata saya salah. Setelah kejadian ini, saya baru tahu, kalau tiket promo berlaku hanya dua minggu terhitung saat pertama beli.

Singkat cerita, akhirnya pihak A sendiri yang mengurus ke Ferry Batam Fast. Saya gak bertanya bal..bla..bla apa kejadiannya, yang penting tiket saya sudah di tangan. Terakhir, tentu saja saya mengucapkan terima kasih.

2. Booking Hotel
Kami booking hostel sekitar pertengahan January 2018 untuk stay di tanggal 16-18 February. Hostel ini berada di wilayah Bukit Bintang dan lumayan dekat dengan menara Petronas. Pihak hostel pun telah mengkonfirmasi, kamar available, di mana satu kamar terdiri dari 8 bed atau 4 bed tingkat.

Namun empat hari menjelang hari H, pihak hostel tiba-tiba membatalkan bookingan kami. Mereka beralasan kalau AC hostel bermasalah. Saya gak mau berspekulasi. Entah benar atau hanya pengalihan saja. Di waktu yang sempit,  pihak hostel tanpa rasa bersalah memutuskan book room kami. Kesal! Saya pun langsung menandai hostel ini, layaknya video adek seragam SMU itu.

Saya pun bergerak cepat mencari kembali tempat stay yang dekat seperti semula. Agak susah sih ya mencari hostel untuk 6 orang yang hanya ada kami saja di dalamnya. Karena bertepatan dengan libur Imlek. Rata-rata udah full book, kalaupun tersedia, harga yang ditawarkan cukup tinggi. Jadi, out of  budget!

Setelah lelah membuka situs satu ke situs yang lain, akhirnya ketemu juga  tempat stay yang cukup strategis, yakni di Mercu Summer Suites. 
Mercu Summer Suites

3. Di Woodlands Check Point Singapura
Ketika saya di Woodland Check Point Singapura, saya sempat ditegur salah satu anggota Imigrasi yang berkulit hitam, dan bertahi lalat seperti Rano Karno. Saat itu saya ditegur karena ketahuan mengambil photo ruang Imigrasi dari eskalator. Dia menghampiri saya dan berkata "Hey, you photo apa? Hapus..hapus..hapus" sambil melirik ke hape saya. Antara kaget, dan sedikit jengkel juga ama si Rano Karno KW ini. Tapi ya sudah lah, emang peraturannya seperti itu. Di maklumi aja.

4. Tiket Bus Johor-KL
Berangkat di akhir pekan yang bertepatan dengan libur Imlek, saya pikir semua akan baik-baik saja, lancar seperti biasanya. Saya pikir (kebanyakan mikir juga kali) bus Johor-KL yang banyak, bakalan bisa menampung penumpang yang membludak. Atau dengan kata lain tersedia extra bus. Kali ini saya kembali salah. Kami yang sampai di Johor Bahru (JB) jam 11.15 malam, counter tiket sudah bertuliskan Sold Out! 

Saya dan dua orang teman mulai cemas. Gak mungkin kan kami nginap di Larkin ini. Lelah berputar dan berkeliling, tetap tidak ada bus yang available lagi menuju KL. Hingga ada satu orang calo yang menawarkan tiket 1 orang diharga 85 RM. Omaygad, dua kali lipat, sedangkan tiket normal hanya diharga 34RM. Mau gak mau kami terpaksa membeli tiket seharga yang ditawarkan, dengan keberangkatan di jam satu dini hari.

5. Picked Pocket on MRT
Pulang dari Genting, kami menaiki MRT ke stasiun Bukit Nanas. Sebenarnya saya paling gak suka naik MRT yang berganti sesuai rute. Tapi ya sudahlah, demi teman yang ingin mencoba naik MRT, akhirnya saya setuju.

Di sore hari itu, MRT menuju bukit nanas padat merayap. Kami pun terpaksa berdesakan di atas MRT. Saya serasa berada di adegan film Kuch-Kuch Hota Hai dan Film Andy Lau zaman dulu. Yup, rupa penumpangnya beraneka ragam dan bentuk dengan bau yang lumayan kentara. Saya yang sudah lelah, mau gak mau tetap berdiri tegak dan sesekali menutup indra penciuman.

Saat turun, teman saya Sazila yang membawa kamera canggih, lupa menutup zipper kameranya. Di dalam tas kamera tersebut, ada rupiah sebanyak satu juta dan beberapa kartu dan bon. Ternyata dompet kecilnya telah raib oleh tangan yang tak bertanggung jawab! Dia pun gak sadar sebelumnya. Saat membayar tagihan hotel check in, dia baru tahu kalau dompetnya tidak berada lagi di sana.

Deg! menggigil seluruh badan. Padahal uang tersebut akan ditukar ringgit malam itu. Tapi namanya musibah, gak ada yang bisa menduga. Dia pun menangis sesunggukan. Duh kasihan. Kami pun berinisiatif memberi beberapa ringgit tuk Sazila. Walaupun tak banyak, setidaknya bisa membantu meringankan duka akibat kehilangan.

6. Ketinggalan Ferry ke Batam
Minggu pagi kami sudah bersiap-siap dari KL tuk kembali ke Singapura, selanjutnya menuju Batam. Harga tiket dari BTS (Bandar Tasik Malaysia) ke Larkin JB RM34. Kami menaiki bus merah dengan nama Mayang Sari. Bus cukup luas dengan kursi 2-1. Maksudnya tepi kanan dua kursi dan tepi kiri cuma satu kursi. Jadi lumayan leluasa di dalamnya.

Sampai di JB saya pun nyambung naik bus No. 170 menuju Singapura. Di sinilah masalah bermula. Kemacetan sungguh luar biasa. Padatnya kendaraan menuju Singapur dan lampu hijau yang terlalu cepat, memaksa mobil yang kami tumpangi berjalan tersendat-sendat.

Akhirnya sampai di stasiun bus Singapur sudah pukul 7.30 malam. sedangkan ferry kami ada di pukul 8.00. Kami pun berlarian menuju MRT, taksi pun sudah tak tampak lewat di depan terminal.


Di Vivo mall pun kami berlarian untuk mengejar boarding pass. Namun usaha kami sia-sia, Boarding closed di 7.50. Kami pun menghempaskan nafas dengan kuat. Lemas, lunglai, dan tatapan pun pasrah. Untunglah si petugas boarding menyuruh lapor di counter Batam Fast.

Berlari menuju counter Batam Fast, berharap masih bisa berangkat sesuai tiket.  Tapi si petugas bilang nggak bisa lagi. Kami pun kembali pasrah harus membeli tiket baru. Biasanya tiket one way harganya hampir sama dengan two ways. Berharap ada keajaiban. Syukur alhamdulillaah, tiket kami hanya digeser jamnya tanpa membayar sepeser pun.

Well, usai sudah penderitaan saya di  trip kali ini. Nah, dari kejadian tak terduga yang saya alami, ada beberapa tips dari saya bila menghadapi kejadian seperti ini.

1. Buat Itinerary
Ini sebagai acuan kita melangkah. Walau kadang itinerary lari dari actual. Tapi membuatnya sangatlah penting untuk mengoptimalisasi jadwal.

2. Pastikan tiket yang sudah dibeli tidak expired.
Biasanya berlaku tuk tiket promo sih ya. Tapi tidak ada salahnya juga mencek tanggal tiket agar sesuai jadwal keberangkatan.

3. Booking hotel/hostel jauh hari.
Sebaiknya booking tempat untuk stay beberapa bulan sebelum hari H. Selain murah, pilihan pun masih banyak.

4. Buat list hotel/hostel lebih dari satu.
Hal ini jarang terjadi sih, tapi ada baiknya sedia payung sebelum hujan. Jangan sampai terjadi kejadian seperti yang saya alami. Bikin panik. Setidaknya kita sudah ada next list tanpa harus mencari lagi.

5. Pisahkan Letak Uang
Ini petuah dari Almarhum Bapak saya. Bila melakukan perjalanan jauh, bagi beberapa uang dan letakan di kantong yang berbeda. Kita tak menginginkan hal buruk. Tapi bila ini menimpa kita, setidaknya kita ada persiapan.

6. Tetap waspada dengan segala properties.
Di negeri orang banyak orang baik tak sedikit juga orang yang berniat jahat. Tetap aware dengan barang pribadi sekecil apapun itu. Terutama paspor. Kata bang napi, kejahatan bisa terjadi karena ada kesempatan. Waspadalah..waspadalah.

7. Naik Taksi di Keadaan Darurat
Alasan traffic Jam sering menjadi kendala utama orang ketinggalan transportasi. Naik taksi bisa mempercepat ke tempat tujuan daripada naik bus umum dengan rute memutar.

8. Simpan Alamat dan No. Telpon Kedutaan
Sebagai mengantisipasi, ada baiknya menyimpan alamat dan nomor telpon kedutaan Indonesia pada negara setempat. Sebagai antisipasi bila ada kejadian yang di luar ekspektasi. 

Nah, itulah sepenggal tips dari saya. Mudah-mudahan bermanfaat. See ya to the next story.


Chicken Katsu SoGood & Vegetable Salad with Mayonnaise Sauce



Menghadapi anak susah makan, jadi dilema tersendiri bagi saya. Bagaimana tidak, makanan yang sudah disiapkan kadang tak tersentuh sama sekali. Aksi penolakan sering terjadi ketika mereka mengintip saya memasak, lalu pura-pura bertanya "mami masak apa?", yang kemudian berlanjut ke "aksi tutup mulut" ketika disuapkan.

Tentu saja aksi tutup mulut ini berujung kegelisahan saya sebagai orangtua. Kalau anak saya tidak makan, bagaimana kecukupan gizinya? Apalagi mereka dalam masa pertumbuhan yang memerlukan asupan gizi yang cukup untuk anak seusianya.

Pertanyaan-pertanyaan kecil, sering muncul di kepala saya. Apa yang membuat si kecil susah membuka mulutnya? Apa mereka bosan dengan masakan saya? Sakit bagian dalam mulut? Atau memang selera makannya yang lagi menurun?

Kondisi seperti ini harus cepat saya atasi. Saya gak mau dong anak saya kurang protein, buah dan sayur. Masakan yang saya sajikan dengan menu yang sama, mungkin salah satu alasan anak-anak menolak tuk makan.

Biasanya penolakan terjadi saat makan malam. Pulang kantor di sore hari, lelah dan letih yang mendera, kadang memang masakan simple yang saya sajikan. Seperti telur ceplok, orak arik telur, tempe dan tahu goreng, baby kailan dan pokcoy.

Saya pikir, selama tidak ada complain dari anak-anak, saya anggap fine-fine aja. Lagipula dulu saya belum terlalu ahli meramu masakan baru. Maafkan mami tercintamu ini nak. Pernah sih, coba beli buku resep masakan, prakteknya berjalan selama beberapa hari. Tapi setelah itu, bukunya hanya penghias lemari saja. Hehe.

CARA JITU AGAR ANAK MAU MAKAN

Dari masalah anak sulit makan, saya pun harus segera mengambil win-win solution, agar anak kembali berselera tuk makan.

Kenali penyebabnya, itu yang pertama saya lakukan. Anak yang tidak mau makan biasanya karena tidak terbiasa sarapan, kebanyakan jajan di luar, kurang minum, kurang suka makan sayur dan buah, suka pilih-pilih makanan dan lain sebagainya.

Nah, anak saya masuk kategori selalu pilih-pilih makanan nih. Tapi saya ada langkah jitu, agar anak saya mau makan, walaupun kadang tidak menghabiskannya. Masak maknya kalah sama anak. Hehe.

Saya menerapkan seperti dibawah ini:
1. Bertanya mau dimasakin apa.
2. Membuat variasi makanan.
3. Menyuapkan sambil memutar CD kegemarannya.
4. Mengajak makan di luar.


Biasanya membuat variasi makanan anak, saya lakukan setiap weekend. Di saat libur kerja adalah waktu yang pas membuat kreasi makanan untuk anak saya. Salah satu makanan yang saya sajikan adalah Chicken Katsu SoGood & Vegetable Salad with Mayonnaise Sauce.

Hmm...mengapa makanan ini? Saya terinspirasi dengan sajian Menu Piring Gizi Seimbang ala SoGood, yang terdiri dari Karbohidrat, Protein, Buah dan Sayur. Yang mencukupi gizi anak saya untuk menunjang aktivitasnya. Kalau dulu namanya sih 4 Sehat 5 Sempurna kan yah? Sekarang lebih di sempurnakan lagi ala #LebihBaikSoGood


Mengapa harus SoGood? Seluruh produk berkualitas So Good dibuat dari daging pilihan terbaik, diolah secara higienis melalui proses yang modern, Pemanasan, Pengeringan, dan Pembekuan yang melalui pengawasan mutu yang ketat. Selain itu produk SoGood tersedia dalam bentuk kemasan siap olah dan siap masak. Tergantung selera Bunda mau pilih yang mana. Gak salah kan produk SoGood menjadi pilihan tepat untuk menyajikan makanan  berkualitas. That's way I chose SoGood.

Pengen tahu kan seperti apa makanan Chicken Katsu SoGood & Vegetable Salad with Mayonnaise Sauce ala saya? Yuk simak cara sederhananya di bawah ini.



Bahan Utama
Chicken Katsu SoGood
Wrap

Salad
Wortel
Selada
Tomat
Paprika
Saus Mayonaise
Wortel, Paprika dan Selada kukus selama 5 menit.

Buah
Pear

Cara membuat Salad
Potong wortel menjadi dua bagian, lalu parut hingga membentuk potongan halus. Tomat potong dua, iris memanjang. Daun selada rajah menjadi kecil. Sedangkan Paprika cukup satu ruas jari, untuk menambah rasa pedas saja.
Campurkan semua bahan ke atas piring dan tambahkan saus mayonais secukupnya. Aduk hingga sayur tercampur saus.

Menggoreng Chicken Katsu
Panaskan minyak dan masukan Chicken Katsu hingga tanpak kuning kecoklatan atau sudah naik ke atas permukaan minyak. Sementara Wrap panaskan dengan teflon selama 25 detik.

Platting
Letakan wrap diatas piring. Lalu ditengahnya beri salad, buah dan Chicken Katsu. Tak lupa saya beri sedikit nasi untuk pelengkap. Biasanya anak-anak, makan wrap atau nasi, sesuai selera mereka. Lalu beri saus mayonais di atasnya. Dan Chicken Katsu siap dihidangkan.

Chicken Katsu SoGood & Vegetable Salad with Mayonnaise Sauce

Reaksi Pertama Anak
Awal saya sajikan, anak-anak menolak untuk memakannya. Karena memang anak-anak saya sediikit ribet dengan menu baru.
"Apaan tuh Mi, enak gak?
"Coba aja dulu?"
Mereka coba dan bilang, "Hmm..yummy... enak lo Mi?

Yup, saya sudah punya solusi gimana anak-anak mau makan dengan dengan komposisi yang pas #SogoodPiringGiziSeimbang. Ternyata menu masakan baru alternatif utama terbaik bagi saya agar anak gak malas makan. Bagaimana dengan Bunda?



Tuntaskan Anyang-Anyangan Mengganggu, Dengan Uri-cran Ekstra Buah Cranberry


Jam istirahat kerja, saatnya nge-draft tulisan di blog. Working moms dan juga mengelola blog pribadi, kudu pintar memanfaatkan waktu luang. Apalagi kalau dikejar DL lomba dan challenge pada grup. Kecepatan ngetik bisa 55 kata per menit.

Pernah sedang asyik membuat draft tulisan tentang anyang-anyangan, tiba-tiba seorang teman bertanya pada saya.

"Anyang-anyangan itu, kalau pipis sakit ya jeng?"

"Eh, iya" jawab saya sambil noleh.

Mungkin si teman melihat saya serius ngetik, dan ngintip apa yang saya kerjakan..

"Saya pernah ngalamin lo, rasanya perih, gak enak banget, pengen buang air kecil terus, tapi keluarnya sedikit" ujar teman saya dengan wajah serius.

"O, ya? Trus jeng Desi minum apa?" saya balik nanya.

"Gak ada. Saya ke dokter aja, dikasih antibiotik, trus disarankan minum air putih yang banyak"


Tentang Anyang-Anyangan
"Anyang-anyang adalah gejala sering buang air kecil, tapi sedikit, bahkan tidak keluar sama sekali. Biasanya disertai nyeri di bawah perut."

Banyak dari kita tidak menyadari terjangkit anyang-anyangan. Padahal, 5 dari 10 perempuan berisiko mengalami anyang-anyangan, yang berdampak pada Infeksi Saluran Kemih. Ketidaktahuan serta kurangnya informasi, diduga pemicu kita mengabaikan anyang-anyangan.

Salah satunya adalah saya. Dulu saya buta dan tidak tau sama sekali akan anyang-anyangan. Padahal saya pernah mengalami sakit buang air kecil, dan urine keluar sedikit. Kebiasaan di tempat kerja yang sering menahan pipis, sebagai awal saya terkena anyang-anyangan. Kenyataan ini semakin diperparah ketika saya pulang dari Singapura, setelah mengeksplor hutan kecil di Southern Ridges.


Gejala Awal Saya Terkena Anyang-Anyangan


Awalnya saya melalui jembatan Alexandra Arch, Singapur, menyusuri trail/forest walk yang panjangnya 10km. Setengah jam perjalanan saya masih menikmati suasana hutan dengan kicauan burung dan penampakan gedung-gedung tinggi yang menyeruak dari balik pepohonan. Hijau dan menyegarkan mata, begitulah kira-kira. Apalagi cuaca cukup mendukung saat perjalanan berlangsung.


Setelah satu jam perjalanan, saya mulai merasa ingin buang air kecil. Pertama yang saya lakukan, mempercepat langkah kaki, agar hasrat ingin pipis ini tidak keluar sembarangan. Menaiki tangga trail, rasa ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Saya tetap berusaha menahan semampunya.

Saat eksplor hutan Singapur

Berjalan perlahan sambil berpegangan pada sisi besi pengaman, langkah terbaik yang saya ambil, sampai saya menemukan kamar kecil. Saya sadar sedang berada di hutan, di atas forest walk yang tinggi, yang tidak mungkin menemukan kamar kecil apalagi portable toilet.

Selama 20 menit, saya menahan buang air kecil dengan langkah yang tertatih-tatih. Pas belokan terakhir, sampai juga saya di ujung forest walk, dengan penampakan area menuju ke Maunt Faber. Segera saya mencari petunjuk di mana posisi toilet berada. Sedikit berlari, saya pun menuntaskan rasa tersiksa ini. Syukur lah akhirnya keluar juga di tempat yang seharusnya.

Dua minggu setelah pulang dari Singapur, saya mulai merasa sakit buang air kecil. Tidak hanya di rumah, di kantor pun saya harus bolak-balik kamar kecil disebabkan rasa ingin pipis terus menerus. Saya pun tak tahu gejala ini indikasi penyakit apa.

Saya coba ke dokter, dan dokter bilang, "tidak ada masalah yang serius, jangan lupa minum air putih yang banyak. Ibu saya beri antibiotik saja ya".

Namun kok saya belum puas ya? Saya masih galau apa yang menimpa saya. Gak mau berlama-lama tanpa kepastian, saya pun langsung browsing di salah satu situs pencari. Ternyata saya terindikasi anyang-anyangan tingkat tinggi (versi saya), yang mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih (ISK).

Kaget? Pasti. Gak pernah terbayangkan anyang-anyangan menjadi penyebab sakit saat buang air kecil, yang berdampak serius pada kesehatan.

Ancaman Anyang-anyangan
Kadang kita tak sepenuhnya aware, kalau penyebab anyang-anyangan berawal dari hal sepele. Sering buang air kecil, pakaian dalam yang lembab, kurangnya minum air putih, serta cara membasuh organ intim yang salah, yang memicu microorganisme lain masuk ke saluran kencing, dan mengakibatkan Infeksi Saluran Kemih.

Salah satunya bakteri Escherichia coli atau dikenal dengan E-Coli. Bakteri E-Coli ini masuk melalui uretra menuju saluran kemih. Ia akan menempel dan berkembang biak dengan pesat di kandung kemih. Rasa sakit saat buang air kecil, nyeri pinggang yang disertai urine yang berwarna keruh, adalah sinyal parah E-coli menyerang kandung kemih.


Jika kondisi ini dibiarkan, bakteri E-coli akan menyebar ke ginjal dan memicu terjadinya pendarahan/kencing darah. Perlu penanganan serius. Bila tidak, bisa mengancam keselamatan.


Siapa saja yang berisiko terkena Infeksi Saluran Kemih?
1. Ibu Hamil.
Wanita yang pernah hamil, pasti pernah merasakan sering buang air kecil. Hal ini lumrah, disebabkan seiring bertambahnya usia janin, tekanan pada kandung kemih juga semakin besar. Biasanya di mulai di usia kandungan 6 minggu hingga melahirkan.

2. Anak-anak
Kebiasaan anak-anak yang suka bermain kotor, juga penyebab ISK. Kurangnya menjaga kebersihan tangan, mengakibatkan Bakteri E-Coli enggan beranjak dari tangan sang anak.

3. Perempuan Aktif
Mobilitas yang tinggi, membuat perempuan aktif sering menahan pipis. Ditambah lagi dengan seringnya menggunakan toilet umum. Kebiasan buruk inilah yang menyebabkan ISK.

Selain itu, wanita yang sudah Menopause pengguna Pil KB juga rentan berisiko terkena anyang-anyangan.


Solusi Saya Menuntaskan Anyang-Anyangan.


Sejak terkena anyang-anyangan, saya harus waspada dengan kesehatan diri saya sendiri, terutama kesehatan di bagian organ intim. Jangan sampai anyang-anyangan datang berulang, yang membuat saya harus stop beraktifitas.


Banyak cara mencegah anyang-anyangan yang dapat kita lakukan agar tidak berulang di kemudian hari, seperti:
1. Menjaga dan merawat kebersihan sekitar organ intim secara optimal.
2. Bagi wanita, setelah pipis basuh organ kewanitaan dari arah depan ke arah belakang
3. Gunakan pembersih daerah kewanitaan yang ber pH seimbang
4. Jangan biasakan terlalu lama menahan pipis
5. Biasakan buang air kecil setelah bangun tidur untuk mengeluarkan berbagai jenis bakteri dari dalam tubuh
6. Minum air putih rutin 8 gelas perhari

Tidak hanya melakukan tindakan preventive di atas, saya pun menemukan solusi yang pas untuk menetralisir pembuangan urine pada tubuh saya. Pilihan saya jatuh pada Prive Uri-cran, solusi alami untuk mencegah anyang-anyangan. Mengandung ekstrak buah Cranberry yang dapat mencegah Infeksi Saluran Kemih berulang, dan mampu mengatasi susah buang air kecil.

Uri-cran ekstra Cranberry juga aman dikonsumsi kapanpun dan dimanapun. Selain itu, Uri-cran tidak menimbulkan resistensi, atau keadaan dimana seseorang kebal dengan penggunaan antibiotik.

Mengapa buah Cranberry?
Buah Cranberry adalah buah berwarna merah kecil dengan ukuran 6-18mm, dan berasa asam. Buah ini memiliki 3 zat istimewa, yang bermanfaat untuk mencegah ISK, yakni Flavonoid, Vitamin C dan Mineral.
Buah Cranberry. Sumber: FB Prive Uri-ran

Selain itu, buah ini juga telah lolos 4 kali uji klinis di Perancis, yang menyatakan bahwa jus cranberry mampu menghambat infeksi bakteri pada saluran kencing. Anti adhesinya membuat bakteri tidak tidak akan menempel pada saluran kemih, sehingga mencegah bakteri menularkan infeksi

Kandungan flavonoid antosianidin, peonidin dan quercetin yang terdapat pada buah cranberry, terbukti ampuh melawan kanker secara in vitro, namun kurang diserap di dalam tubuh manusia dan cepat dieliminasi dalam darah.


Apa saja Produk Uri-cran? dan dimana bisa mendapatkannya?

Uri-cran bisa didapatkan di Guardian, Kimia Farma, Watson, Century, Viva Generik. Tersedia dalam dua pilihan.
1. Bentuk Kapsul dengan kandungan ekstrak Cranberry, membantu memelihara kesehatan saluran kemih yang dapat diminum kapanpun dan dimanapun.Komposisi: 250 mg Ekstrak Cranberry Sediaan: Kapsul Dosis: 1-2 Kapsul / Hari. Isi per Box: 30 Kapsul / Box

Sumber: Uricran.co.id

2. Bentuk powder yang mengandung ekstrak Cranberry dan dilengkapi Lactobacillus achidopillus dan Bifidobacterium bifidum yang dapat menjaga kesehatan. Uri-cran powder paling enak diminum dengan air dingin. Komposisi: 375 mg Ekstrak Cranberry, 60 mg Vit C, 0.1 mg Lactobacillus Achidopillus, 0.1 mg Bifidobacterium bifidum. Sediaan: Powder Sachet. Dosis: 1-2 Sachet / Hari Isi per Box: 15 Sachet / Box

Sumber:uricran.co.id

Saya lebih suka mengonsumsi Uri-cran dalam bentuk powder, karena larut dalam air dan bisa diminum seperti air biasa. Saya mengkonsumsinya cukup satu kali saja tiap harinya. Uri-cran paling efektif mengatasi susah buang air kecil saya, karna kandungan ekstra Cranberry yang efektif mencegah bakteri penyebab anyang-anyangan.




Itu cara saya mengatasi penyebab anyang-anyangan yang berdampak pada Infeksi Saluran Kemih. Bagaimana dengan temans?

So, jangan ragu mengkonsumsi Uri-cran, solusi Anyang-anyangan pertama di Indonesia. Anyang-Anyangan, ya Prive Uri-cran.



Tak Melulu Soal Wisata, 5 Hal Berikut Bisa Kita Tiru Dari Singapura

Singapura memang menjadi destinasi favorit wisatawan Indonesia untuk berlibur ke sana. Tak heran, ada banyak sekali tiket promo Singapore Airlines yang bisa membawamu pergi ke kota Singa dengan mudah dan murah. Meskipun negara kita bertetangga, Singapura memiliki kultur yang jauh berbeda dengan Indonesia.

Tak hanya wisatanya saja yang lebih maju dari Indonesia, tetapi juga perekonomian dan juga stabilitas negaranya. Kemajuan tersebut tidak didapatkan secara instan lho, kita bisa meniru hal-hal berikut ini dari Singapura untuk kebaikan kita ke depannya:

Disiplin dan Menghargai Waktu

Sumber: gumtree.sg
Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia kurang disiplin dan kurang menghargai waktu. Hal ini seolah berbanding terbalik dengan warga Singapura. Orang Singapura selalu bersikap disiplin dan menghargai waktu, contohnya adalah mereka rela berangkat lebih awal ke tempat yang dituju untuk menghindari macet atau penuhnya angkutan umum yang mereka pakai. Bagi mereka, waktu adalah uang, sehingga kehilangan waktu sama saja mereka kehilangan uang mereka. 

Menghargai Perbedaan

Sumber: libgar.com
Meski luas negara Singapura terbilang sempit, namun Singapura juga memiliki ras, suku, dan agama yang beragam. Yang menjadi agak berbeda dengan negara kita belakangan ini adalah berbagai macam perbedaan tersebut tidak menjadi masalah sama sekali bagi kehidupan sehari-hari mereka. Semua hidup berdampingan dengan menghargai perbedaan yang ada. Meski agama yang dianut berbeda, masyarakat Singapura tetap damai dan tidak pernah ada isu SARA yang memecah belah bangsa.

Menjaga Kebersihan

Sumber: phinemo.com  (Maynard)
Ini merupakan pokok penting yang harus kita tekankan pada diri kita masing-masing. Yap, menjaga kebersihan. Jika kita berkeliling di Singapura, kita tidak akan melihat pemandangan sampah yang bertebaran di mana-mana. Bahkan jika belum menemukan tong sampah, orang Singapura rela mengantongi sampahnya terlebih dahulu sampai ia menemukan tempat sampah lho. 

Taat Terhadap Hukum

Sumber: lombokisme.blogspot.com  (Febrian Al Faqir)
Singapura mendapat julukan negeri seribu satu larangan karena ada banyak sekali peraturan yang harus ditaati oleh setiap warga negaranya. Meski demikian, masyarakat Singapura tidak protes dan selalu menaati segala peraturan tersebut karena mereka sadar bahwa peraturan dibuat untuk kebaikan mereka sendiri. Mereka merasa malu jika melanggar sebuah peraturan, bahkan jika itu peraturan kecil seperti aturan menyeberang jalan sekalipun. Tak heran ya negaranya sangat tertib dan rapi. 

Menghormati Orang Lain

Sumber: phinemo.com  (Maynard)
Selain hal yang sudah disebutkan di atas, Singapura juga terkenal akan sikap masyarakatnya yang menghormati orang lain. Contohnya adalah saat berada di MRT, kita tidak akan pernah menemukan orang yang menggunakan kursi khusus yang bukan haknya. Jadi ibu hamil, lansia, dan juga penyandang difabel bisa naik angkutan umum dengan tenang di sana. 

Itu tadi hanya beberapa hal kecil yang harusnya bisa kita tiru untuk kebaikan diri sendiri dan juga kemajuan bangsa. Jika kamu belum sempat ke singapura, kamu bisa cek tiket promo Singapura Airlines untuk mendapatkan harga yang miring. Jadi tunggu apa lagi, yuk kita belajar disiplin dari Singapura dan jangan sampai kamu melewatkan diskon tiket promo Singapura Airlines ya. 


Perjalanan Malam dari Batam via Singapura, Menuju Kuala Lumpur


Akhir Desember kemarin, saya dan teman-teman sudah merencanakan untuk liburan ke Malaysia. Libur pertengahan Februari, yang bertepatan dengan libur Imlek akhir pekan, menjadi tanggal keberangkatan saya ke Kuala Lumpur. Walau hanya tiga hari, 15-18 Feb, saya dan 5 traveler cantik, mencoba tuk eksplor KL yang terkenal dengan ikon Twin Towernya itu.

Berangkat kamis sore sepulang kerja, saya menaiki ferry dari Batam Centre menuju Singapura. Jam kantor yang berakhir pukul lima petang, tidak memungkinkan saya dan teman-teman menaiki ferry Batam Centre ke Stulang Laut (Pelabuhan Laut di Johor Bahru). Last ferry Batam-Stulang Laut saja, ada di pukul 18.00WIB. Sedangkan dari kantor saya ke Batam Centre, ditempuh lebih kurang satu jam dalam kondisi normal. Jadi Batam-Stulang Laut, dicoret dari list itinerary.

BATAM CENTRE ke SINGAPURA

Sampai di Batam Centre saya tak perlu Boarding Pass lagi. Beberapa hari sebelum keberangkatan, teman saya Sazila sudah melakukan Boarding Pass di Counter ferry yang akan kami naiki, yakni Batam Fast.

Kami langsung menuju Imigrasi Check yang berada di lantai 2. Antrian menuju Singapura tidak begitu panjang. Yang terlihat malah antrian panjang Arrival Passenger.

Saya bergegas naik ke ferry yang sudah bersandar di dermaga. Syukurlah ferry yang saya naiki berangkat tepat waktu, yakni pukul 7 malam. Barisan kursi kosong berjejer rapi di depan kami duduk. Angin yang mengguncang Batam beberapa minggu belakangan, menghasilkan alun yang cukup kuat. Kapal ferry beberapa kali naik turun tak beraturan. Alhasil, teman yang tidak tahan, sempat mengalami mual dan pusing.

***

Batam ke Singapura ditempuh satu jam kurang melalui jalur laut. Kami yang berangkat pukul 7 malam Batam time, sampai di Horbour Front (Pelabuhan Laut Singapur) pukul 9 malam waktu Singapura. Dua jam memang. Karena Singapura mempunyai perbedaan waktu satu jam lebih cepat dari Indonesia. Jika saya berangkat pukul 19.00WIB, di Singapura tentu sudah pukul 8 malam. 

Saatnya masuk Imigrasi check. Saya sempat shock, terpana tak percaya. Imigrasi Singapura yang terkenal padat merayap, ngantri pun bisa bikin kaki gempor, hari ini cuma berdiri beberapa orang saja. Well, sesuatu banget deh, kalau malam ke negeri Singa ini. Bertepatan dengan Imlek sih ya, mungkin saja mereka pada pulang kampung dan sebagian lagi memilih liburan ke Batam


Naik MRT ke Jalan Besar

Lolos Imigrasi di Harbour Front, saya bergegas menuju stasiun MRT yang ada di ground floor Vivo Mall. Kami akan menaiki MRT ke China Town (Line Ungu). Disini posisinya interchange saja, karena kami akan ke jalur Biru untuk turun di Jalan Besar.

Sekedar informasi tuk temans yang baru ke Singapur, tidak perlu cemas dan bingung di negara ini, informasi dan petunjuk terpampang sangat jelas. Tidak ada coretan, apalagi sampah berserakan. Warganya pun sangat welcome bila kita bertanya sesuatu.



Terimal Bus Queen Street Singapura

Saya dan teman memilih ke Johor Bahru terlebih dahulu, karena bus langsung Singapur-Malaysia sudah full. Lagipula tarifnya lumayan mahal, libur Imlek bus pun laris manis.

Sebenarnya ada dua pilihan terminal menuju Johor. Di Kranji dan Jalan Besar dengan menaiki bus nomor 170 atau Causeway link. Tapi saya dan teman memilih ke Jalan Besar saja. 

Di jalan besar ini, ada terminal bus yang bernama Queen Street. Di terminal ini lah saya bersama rombongan naik bus, menuju Larkin, Johor Bahru. Banyak bus bagus yang tersedia di terminal ini, yang bisa dipilih tuk dinaiki. 

Saat kami tiba di Queen Street, bus berwarna kuning terang bertuliskan Causeway link akan segera berangkat. Dari casing luar bus, dah  kinclong banget, ternyata, dalamnya gak jauh beda dari luarnya. Bersih, nyaman, deretan kursi empuk dan AC yang kenceng banget.

Saya segera berlari membeli tiket dengan harga $3.2 di loket yang menurut saya sederhana  sekali. Tidak ada calo atau preman yang menarik-narik penumpang. Disini kami diberi tiket bus, yang selanjutnya tiket ini menjadi bukti sah menuju Larkin, JB. Tiket jangan sampai hilang ya, kalau hilang, mungkin harus bayar dengan uang cas atau kartu EZ Link.

Bus dari Terminal Queen Street ini akan berhenti di Woodland Check Point Singapur dan Malaysia. Karena saya kan meninggalkan Singapura dan masuk ke Malaysia. Sama seperti Batam, antrian tidak terlalu ramai, hanya 10 menit menunggu, saya sudah dapat giliran stamp paspor.

Kemana Saya Setelah Stamp Paspor?
Selesai stamp paspor, saya bergegas turun ke bawah tempat bus yang telah menunggu. Syukurlah saya menaiki bus yang sama dengan yang dinaiki tadi. Jika terlambat, saya harus menunggu bus yang ber-merk sama setelahnya.

Untuk info nih buat man teman yang mau ke Malaysia via Singapur, jadwal bus selalu on time. Penuh atau tidak mereka tetap berangkat sesuai jadwal. Dan pada setiap area tunggu bis, ada automatic time yang memberitahukan setiap kedatangan bus berikutnya.


Menuju Larkin Johor Bahru

Bus melaju cukup tenang dijalanan aspal yang tidak begitu ramai. Posisi duduk yang tepat dibawah AC, membuat tubuh saya menggigil kedinginan. Jaket penutup kepala yang saya bawa dari rumah, cukup  membuat hangat tubuh ini selama 35 menit perjalanan.

Karena saya berangkat malam, ada beberapa item nih yang saya siapkan saat keberangkatan.
1. Tas kecil.
Usahakan membawa tas kecil/sandang, tempat meletakan paspor, dompet, hp dan benda penting lainnya.

2. Jaket.
Udara malam yang dingin, ditambah AC bus yang cukup menusuk kulit, jaket hal terbaik untuk mensiasatinya.

3. Mineral Water.
Udara dingin jangan sampai membuat dehidrasi. Tetap sediakan botol minum untuk memgantisipasi kulit dan kerongkongan kering.

4. Headset.
Bila mata tak mau terlelap, mendengarkan musik dari Hp adalah solusi terbaik.


 Johor Bahru ke Kuala Lumpur

Saya sampai di Johor Bahru pukul 11.30 malam. Mungkin ini pengalaman terburuk saya mengunjungi KL. Tiket bus udah sold out semua. Salah kami juga sih, gak booking tiket jauh hari, jadinya ya gini, tiket tinggal diharga 85RM, padahal harga normal cuma diangka 55RM. Mau tak mau kami terpaksa ambil tiket itu dan berangkat pukul 1 dini hari.

Alhamdulillaah berangkat juga gumam saya dalam hati. Saatnya tidur, biar segar esok harinya. Karena saya dan teman-teman langsung menuju Genting Highland.

Mobil yang kami tumpangi masuk BTS ( Bandar Tasik Selatan) saat azan subuh mengumandang. Antara sadar baru bangun dan hasrat ingin tidur lagi, saya harus siap-siap mengemas barang-barang agar tak tercecer di mobil.

Masuk BTS suasana layaknya Mall. Terdiri dari beberapa lantai dengan eskalator dan dan suasana riuhnya. Kami langsung mencari kamar ganti di lantai dua untuk mandi dan ganti baju. Selanjutnya kami mengisi perut di salah satu kedai nasi yang lumayan enak, biar ada tenaga untuk menuju Genting. Gimana perjalanann saya ke Genting Highland? Di artikel selanjutnya ya..

See ya to the next story.


Seberapa Penting Sih Tas Buat mu?



Tas merupakan komponen penting saat bepergian. Benda yang berfungsi sebagai tempat menaruh barang ini, perlahan mulai beralih fungsi menjadi fashion dan gaya hidup. Pergi tanpa tas terasa ada saja yang kurang.

Bisa kita lihat, baik itu di mall, di jalan, di stasiun, di pasar, tas selalu bergelayut di badan mereka. Mulai dari yang berbentuk unik, kecil, besar dan berbahan aneh.

Bagi mereka yang maniak tas, atau seorang kolektor sekali pun, tidak peduli apakah tas itu brand merk terkenal atau tidak. Yang namanya maniac, dipake atau tidak itu urusan belakangan. Bahkan mereka pun rela merogoh kocek lebih dalam, demi sebuah tas.

Aneka bentuk dan warna tas yang menarik, diduga pemicu utama seseorang ingin membelinya. Salah satunya kaum hawa. Kaum hawa ini paling antusias bila ada tas yang memikat matanya. Mereka mampu mengkoleksi lebih dari satu tas dengan merk dan bentuk yang beraneka rupa. Mereka juga rela antri demi sebuah tas yang limited edition.

Tak masalah berapa uang yang harus dikeluarkan demi tas favorit. Mengkoleksi tas dari merk tertentu, bisa menambah percaya diri, gengsi dan menambah prestise.

Biasanya tas dengan harga mahal dipakai oleh pebisnis, istri pejabat dan juga selebritis. Apakah brand yang dipakainya asli atau KW, penilaian pertama tentu saja dari casing luar tas, kemudian komponen pendukung dari tas tersebut.

Tas yang kita pake ada beberapa kategori lo, Pengen tau kan.

Hand Back
Tas ini ada dua, bertali dan ada yang cukup digengam saja. Biasanya digunakan untuk acara formal. Seperti acara perayaan, nikahan dll.

Shoulder bag
Hampir sama dengan Hand Bag, tas ini mempunyai tali yang lebih panjang dibanding hand bag. Biasanya tas ini posisinya dijepit dibawah armpit. 

Backpack
Backpack atau dikenal dengan tas ransel, hampir semua kalangan menyukainya. Biasanya tas ini menjadi favorit karena lebih simple dan memuat banyak barang. Tas ini biasa menjado pilihan untuk acara Non Formal.

Tote Bag
Tas ini adalah favorite saya. Bisa menampung banyak barang dan nyaman sih digunakan.

Sling Bag
Atau dikenal dengan Tas Selempang. Memiliki tali yang panjang, hingga memudahkan kita untuk memosisikan tas ke kiri atau ke kanan. Acara santai dan kongkow bareng teman tas ini bisa jadi pilihan untuk kamu yang bergaya simple.

Sekian dulu ya.

Gaya Mengendarai Motor "Sang Ratu Jalanan, (Emak-emak)" Yang Bikin Geleng Kepala


Berkendara di jalan raya butuh kehati-hatian. Namun kehati-hatian tidak menjamin seseorang pengendara selamat, bila tidak dilengkapi dengan atribut keselamatan. Hal tak terduga yang kadang membahayakan, juga bisa terjadi bila bertemu rider seorang emak-emak.

Bukan karena si Emak tak bisa mengendarai motor. Bukan juga karena si Emak tak tahu rambu dan atribut lalu lintas. Tapi cara berkendara si Emak yang sangat sangat perlu diwaspadai. Beberapa kejadian pengendara nyungsep atau sliding disebabkan oleh kurang disiplinnya emak-emak mengendarai sepeda motor.

Apa saja "keanehan"  dan keunikan sang Emaks mengendarai sepeda motor? Yuk intip di bawah ini.

Belok Kiri, Tapi Sein Kanan atau Sebaliknya.
Lampu sein bermasalah, sering dijumpai pada motor emak-emak. Bukan salah lampunya sih, tapi si emaks yang sering khilaf. Yang namanya emak-emak, biasanya update dengan gadget terbaru, namun tidak update dengan teknologi terbaru motor mereka, terutama teknologi bernama lampu sein, yang bisa menginformasikan kepada pengemudi di belakang beliau, kemana motor akan dibelokkan. Yang biasa terjadi, adalah mak-mak ini belok tanpa isyarat dan membuat pengemudi di belakangnya panik, berujung pada ndlosor alias sliding bebasnya pengemudi tersebut [1]

Pernah kejadian seorang pemuda hampir menabrak motor seorang emak. Bukan di sengaja, tapi lampu sein emak yang menyala kanan. Si pemuda langsung ngambil kiri. Eh..tak disangka si emaknya belok kiri. Si pemuda kaget, dan langsung banting stir  Si emak bukannya minta maaf, malah marah-marah dan bilang, "itu kode buat lo supaya ngambil kanan". Wkwkwkwk,  jadi hati-hati aja ya mba/mas, kalau mak-mak ngode pengendara belakang pakai lampu sein.

Gambar GAUL.id

Tumpangan Bisa Naik, Selagi Jok Masih Tersedia
Yang ini jangan ditanya, seorang emak tidak hanya mampu menghidupi banyak anak, tapi juga mampu membawa banyak anak dalam satu motor. Pernahkan ya, kita jumpai emaks di jalan raya boncengannya berlebih? Dua bahkan 3 dibelakang, satu digendongan dan satu duduk menggunakan kursi di bawah stang. Sungguh emaks yang luar biasa. Tidak hanya rela akan nyawa emak, tapi juga rela ama nyawa anak-anak.

Taken by Merdeka.com

Udah Salah, Gak Mau Di Salahkan
Jangan pernah melawan emak-emak. Bakalan gak pernah menang deh. Kalimat baru satu alinea, jawaban emak udah 10 alinea. Hadeuh... Gitu juga di jalanan nih, udah gak tau rambu lalulintas, salah nyerempet orang, Ehh,, si emak malah marahin yang diserempet. Takut kali ya, daripada emak dimarahin, lebih baik emak yang marah duluan. Si emak tetap berpegang teguh ama pasalnya yang dua itu. Satu, Emaks selalu benar. Kedua, bila emaks salah, kembali ke pasal satu.

Pakai Daster dan No Helm
Siapa bilang pake daster gak boleh pake motor? Daster yang jadi kebanggaan emak-emak, juga jadi kebanggaannya sebagai rider. Tapi sayang banget nih, daster sih ok, tapi si emaks sering lupa pake helm nih. Banyak diantara emak-emak ini yang gak rajin pakai helm, tapi bisa ngirim pengendara lain yang menggunakan helm ke UGD! Ini sebetulnya sesuatu yang perlu disayangkan dari para emak-emak yang biasa naik motor ke pasar, kondangan, jemput anak, belum rajin untuk mengenakan helm sebagai sarana keamanan yang wajib dikenakan selama berkendara. Suramnya, seolah-olah rider lain yang peralatan berkemudinya lebih lengkap-lah yang dipaksa untuk konform terhadap keadaan si emak ini. Akibatnya, tentunya yang lebih sering celaka di jalan adalah orang-orang lain yang aware akan keadaan si emak[2]

Bersama motor matic, mereka semaut duo serigala.
Motor matic adalah motor terburuk yang menjadi pilihan pengemudi yang belum berpengalaman, dikarenakan: (1) motor matic lebih mudah oleng dibanding bebek, (2) motor matic tidak bisa panic-braking alias ngerem mendadak, (3) motor matic murah harganya jadi orang cenderung seenaknya kalo naik matic. Ketika motor matic duet dengan emak-emak? Say your prayers[3].
Gambar Pertamax7.net

Logikanya banyak berdasarkan “Saya pikir”
Tidak jarang kecelakaan yang terjadi di jalan, yang melibatkan ibu-ibu bermotor (terutama yang naik matic) diakibatkan oleh prasangka sang emak yang berbunyi “saya pikir” 
“Saya pikir motornya nggak belok mas”
“Saya pikir mobilnya berhenti mas.”
“Saya pikir tadi motor saya muat nyelip mas”
“Saya pikir tadi angkotnya ngetem mas”
“Saya pikir tadi bisnya gak kenceng mas”
“Saya pikir tadi sopir angkotnya Vin Diesel mas”
“Saya pikir tadi jemuran saya belum diangkat mas”
“Saya pikir tadi yang di pinggir jalan Shaheer Sheikh mas” 
 [4]
Diduga mas ini penyebab Emak-emak galau via IG@shaheernsheikh

Jaga keselamtan di jalan ya Mak, jangan samapai mak mengabaikan keselamatan diri sendiri apalagi keselamatan orang lain. Sadar mak, sadar..Mak bukan Valentino Rossi yang bisa ngebut di sirkuit. Mak juga bukan Ali Topan si Anak Jalanan itu. Mak adalah Ibu dari anak Mak yang selalu menanti mak pulang sehabis "touring" di jalanan.Tetap waspada ya mak.

Jangan lupa tetap jaga keselamatan buat saya yang juga seorang emak, dan emak-emak lain diluar sana.

Sumber informasi
 Bold Sentences[1] [2] [3] [4] from hipwee.com/hiburan