Sunday, 10 December 2017

Sedia Tempra Syrup, Panas Anak Turun, Step pun Terkurung

 Satu cara nyenengin krucils, main di wahana anak

13 tahun lebih menetap di Batam, membuat saya paham akan suasana kota ini. Terlebih cuacanya. Di Batam, musim tidak tergantung siklus kemarau atau penghujan. Malah bisa dibilang siklusnya "aneh". Asal tau aja nih Bun, di Batam itu, hujan panas bisa berganti dalam hitungan jam. Pagi hujan deras, dua jam kemudian sudah berganti panas yang terik. Adakalanya, satu komplek diguyur hujan, komplek sebelah yang hanya berjarak 5 menit, jalanan bersih tanpa tetesan air.

Bunda yang bermukim di Batam, tentu sudah paham dengan fenomena seperti ini. Sistem imun sudah bekerja maksimal pastinya ya. Penyesuaian dengan lingkungan sudah berjalan seiring waktu. Tapi gimana dengan anak-anak?

Sebagai Ibu yang mempunyai dua orang anak, tentu saya khawatir akan kesehatan anak-anak. Saya harus jeli melihat situasi yang kurang bersahabat. Tindakan preventive harus saya ambil, sebelum demam menyerang anak-anak saya. Ibu mana yang tega melihat anaknya yang lincah bergerak kesana kemari, harus terbaring lemah di tempat tidur?

Salah satu langkah preventive saya adalah, melarang anak keluar rumah saat hujan melanda. Apalagi hujan yang didahului oleh panas beberapa hari. Resiko terjangkit penyakit lebih tinggi pada kondisi seperti ini.

Kalau sama si sulung Queen, saya gak merasa was-was banget ya. Alhamdulillah sejak lahir sampai berumur 8 tahun sekarang, tidak ada masalah kesehatan yang begitu signifikan. Saya lebih khawatir sama si kecil Kenzo. Umur Kenzo sih sudah 4.7 tahun. Tapi bila dia demam, saya selalu was-was. Masalahnya, sewaktu kecil Kenzo pernah mengalami step dalam kurun waktu satu tahun.

Kenzo Step dua kali

Step pertama, ketika Kenzo berumur satu tahun, sebagai akibat demam yang datang tiba-tiba. Saya masih ingat waktu itu pukul 10 malam. Awalnya Kenzo mengalami panas dingin tak teratur. Sebentar panas, satu jam kemudian berganti sejuk kembali. Ia hanya merengek sebentar, saya bawa tidur sambil mengusap bagian punggung, dia pun langsung terlelap. Cukup pulas. Saya pun menganggap ini tidak terlalu berbahaya.

Namun, menjelang subuh, Kenzo seperti orang kaget, memekik keras, lalu terdiam. Saya pun kaget dan langsung menyalakan lampu. Saya lihat Kenzo seperti menggigil. Tangan meregang, bibir terkatup membiru, dan matanya melihat keatas, sehingga hanya terlihat putihnya saja.

Saya shock. Dan mencoba beberapa kali menepuk pipi Kenzo, berharap ada sedikit suara. Namun Kenzo tidak bergerak, tetap dengan keadaan yang sama. Saya semakin gelisah. Ada apa dengan anak saya?

Bergegas saya bangunkan kakak di kamar belakang (waktu itu masih tinggal dengan kakak perempuan yang belum menikah). Secepat kilat saya selimuti Kenzo dan berlari ke klinik bidan yang kebetulan satu blok dengan rumah kami. Kala itu jam 4 subuh, saat raga lain masih lena terlelap, saya sudah berlarian membawa anak saya antara hidup dan mati. Sampai di tempat bidan Siti namanya, Kenzo belum juga bersuara.

Saya tekan bel berkali-kali, namun tidak ada sahutan dan tanda-tanda sang Bidan akan bangun. Gak mau berlama-lama di sana, saya beralih kerumah Ustad yang juga satu blok dengan rumah kami. Berharap sedikit doa buat kesembuhan anak saya. Salam saya ucapkan, lagi-lagi tak ada sahutan. Namun syukur Alhamdulillah, saat di rumah Pak Ustad ini, Kenzo mulai tersadar, menangis dan menggeliat.

Alhamdulillah..Alhamdulillahirabbil'alamin. Tak henti ucapan syukur saya lafadzkan. Saya benar-benar bersyukur, anak saya kembali bersuara. Dan itu sudah cukup tanda bagi saya, bahwa Kenzo baik-baik saja. Saya yang blank, tidak terpikir akan menindaklanjuti dengan tindakan medis, sebagai antisipasi apa yang telah menimpa anak saya. Yang saya pikir saat itu, membawa Kenzo pulang ke rumah dan memeluknya dengan erat.

Oya, menurut kakak saya, mulai kami berlari membawa Kenzo ada sekitar 12 menit. Berarti anak saya step kira-kira 8 menit saja. Walaupun sama paniknya, dia masih sempat melihat jam sebelum kami berlari keluar rumah.

Step kedua terjadi di kampung, pada February 2015. Saat itu Kenzo tinggal dengan mertua saya. Gejalanya sama, teriak seperti orang kaget, badan menggigil dan mata terlihat putihnya saja. Kejadiannya pukul 00.30 dini hari.

Sama halnya dengan saya. Mama mertua pun kaget. Namun saat itu Kenzo langsung dilarikan ke rumahsakit terdekat, untuk tindakant medis lanjut. Dan kali ini, Kenzo dirawat inap selama dua hari.

Jujur, ini adalah shocking moment terparah dalam hidup saya. Baik saya maupun mama mertua, tidak pernah melihat anak step sebelumnya. Karena di dua keluarga kami (saya dan mertua) tidak pernah ada riwayat step. Huft, benar-benar shock lah.


Tindakan pertama bila anak step

Kalau orang dahulu bilang atau menurut para tetua di kampung, penanganan pertama dengan menggunakan bawang putih. Caranya, bawang putih diusapkan ke hidung si anak, tujuannya, agar si anak langsung tersadar.

Ada lagi yang bilang gigi harus di sanggah pakai sendok agar lidah tidak tergigit. Cuman, untuk hal satu ini agak ribet ya, gak kepikiran juga mau ambil sendok. Kalau pun tujuannya supaya lidah gak tergigit, pasti juga barang terdekat jadi alternatif utama. Misalnya kain bedong, selain aman juga gak berbahaya.

Sedangkan menurut medis (sumber saya ambil dari hamil.co.id), tindakan pertama bila step menyerang anak adalah :
  • Bersikap tenang.
  • Pindahkan anak atau tidak?.
  • Lihat jam anak mulai step.
  • Membantu anak untuk tetap berbaring.
  • Pindahkan semua benda berbahaya di sekitar anak.
  • Berikan bantalan di sekitar kelapa anak.
  • Jangan meletakkan apapun dibawah mulut.
  • Temani anak setelah sadar.
  • Periksa kondisi anak.
  • Lihat kembali waktu setelah anak step.
  • Menemani anak sampai anak membaik.
  • Periksa saluran pernafasan anak dan suhu tubuh anak. 
  • Jangan memberi makanan dan minuman.
  • Berikan obat demam dari rektal.
  • Pergi ke dokter.

Bila si kecil Deman

Working mom seperti saya, tentu tidak punya waktu full 24 jam bersama anak. Waktu santai hanya menjelang weekend. Namun saya selalu berusaha memantau keadaan anak-anak, walau sedang bekerja. Kebetulan anak-anak saya titip pada kakak perempuan saya.

Situasi dan mood kerja akan berubah, bila salah satu anak terserang demam. Rasa gelisah, was-was selalu menghantui saya. Sedikit trauma sih. Bayangan Kenzo step dahulu, masih tersimpan di memori otak saya. Kalo Queen sih aman-aman saja ya, tapi tidak dengan Kenzo.

Kenzo tuh, paling suka menggambar dan main puzzle. Sudah puluhan puzzle berhasil disusunnya, dalam waktu kurang 10 menit. Pernah saya coba lomba paling cepat isi puzzle. Hasilnya, saya kalah! Kata orang sih, anak step itu ada dua kemungkinan, kalau gak kelainan fisik, ya pintar. Benar gak sih?

Keseharian Kenzo mengisi puzzle

Walau Kenzo tidak pernah mengalami step/kejang sampai di umurnya sekarang ini, namun saya tak boleh lengah. Kondisi anak demam, tetap pokok utama yang harus diwaspadai.

Tapi sekarang, saya tak perlu cemas lagi. Untuk Kenzo, saya sudah sedia Tempra Syrup. Mengandung paracetamol, yang membantu menurunkan panas dan meredakan nyeri. Selain aman dikonsumsi, obat ini juga aman di lambung. Dengan kandungan rasa anggur di dalamnya, tentu obat ini disukai anak-anak.

Ada satu lagi nih kelebihan Tempra Syrup. Bila obat sirup lain dikocok dulu sebelum diminum, Tempra Syrup tidak perlu dikocok, larut 100%. 

Soal dosis, Bunda gak perlu bingung. Pada kotak kemasan bagian luar, terdapat takaran dosis sesuai umur. Ada gelas takar juga lo di dalamnya. Jadi Bunda gak perlu ragu,Tempra sudah memberikan takaran dengan dosis tepat (tidak menimbulkan over dosis atau kurang dosis).




Saya sudah temukan solusinya pada Tempra, menurunkan panas dan Meredakan Nyeri. Tempra Syrup untuk Kenzo dosis 7.5ml dan Tempra Forte untuk Queen dosis 5ml - 10ml sekali minum.

Kalau saya sudah, Bunda kapan?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan dan Tempra.



Monday, 4 December 2017

Beruntung Bertemu Arie Untung Saat Launching Bolu Awak


Satu lagi hadir kue kekinian yang menambah list oleh-oleh dari Batam. Namanya Bolu Awak. Brand kue milik Arie Untung dan Fenita Arie ini, merambah kota Batam dengan meluncurkan 3 varian rasa pertama. Yakni Cheese Tart, Japanese Cheece Cake dan Taro Cheese.

Sebelumnya Team Bolu Awak telah mengundang Blogger, Vlogger, Media dan Selebgram Batam untuk pre-launching pada 1 Desember 2017 di D-Four Cafe. Sayang, saya tidak bisa ikut karena ada kerjaan. Namun saat Grand Opening 3 Desember 2017 kemarin, saya ikut hadir dan memeriahkan acara yang juga dihadiri oleh owner Bolu awak sendiri, yakni Arie Untung.

Ceremony saat Launching Bolu Awak

Saya tiba di tempat acara pada pukul 10.30 WIB dengan menaiki gojek. Awalnya saya mau pergi pake motor, tapi demi keselamatan (karena saya bawa anak) terpaksa naik transportasi ojek online dari Batam Centre, menuju tempat acara berlangsung.

Lokasi acara sendiri tepatnya berada di Ruko KDA Junction Blok D. No.9 Batam Centre. Jujur, saya yang sudah 15 tahun di Batam, tidak familiar dengan lokasi ini. Yang saya tahu hanya ada perumahan menengah ke atas di sekitar sini. Dan salah satu yang terkenal, ya perumahan KDA ini, atau Kurnia Djaya Alam.

Awalnya sempat bertanya sama mbak Annisa, yang selalu datang duluan dari teman BK lain, yang memberi petunjuk tempat acara melalui WA. Walau sedikit nyasar (mas gojek juga gak tau posisi persis), akhirnya sampai juga dengan selamat.

Terlihat diantara barisan kursi, sudah banyak teman Blogger yang datang. Duduk dan bergabung dengan teman BK di bawah tenda biru, eh..tenda biru.. Desy Ratnasari dong ya, maksudnya tenda warna-warni. Sambil menunggu Mas Arie datang, saya mencoba Taro Cheese yang dibawa kak Sarah. Hmm...yummy, boleh icip-icip dulu lah mumpung acara belum mulai.

Sekedar info, saat launching Bolu Awak kemarin, tamu undangan tidak hanya Blogger, Vlogger, Media dan Selebgram saja. Tapi Ibu-Ibu dari beberapa komplek perumahan Batam Centre, Sungai Panas dan sekitarnya, juga turut menghadiri acara ini. Selain itu, ada juga dari komunitas MoGe, yang ikut hadir memeriahkan. Banyak yang mengabadikan poto ama Moge Harley Davidson lo. Sayang banget, poto yang saya ambil blur..Huaaa.

Pukul 11 lewat, rombangan Mas Arie Untung datang dengan menggunakan dua bis. Semua pada berdiri mengabadikan poto sang artis. Cekrak cekrek ampe abis batere. Sayang banget istrinya, Fenita Arie gak datang, karena sedang sakit. Padahal saya pengen banget liat Mbak Fenita dari deket.

Tapi sudahlah, belum rejeki saya melihat Mbak Fenita langsung, sementara liat di televisi saja.

Back to the topic. Acara dibuka dengan tarian sekapur sirih dan dilanjutkan oleh sepatah dua patah kata sambutan oleh Mas Arie Untung. Yang selanjutnya Mas Arie melayani pembeli yang sudah antre di counter kue. Sementara kami hanya duduk manis sambil menunggu antrian.

Tari Sekapur Sirih

Kata sambutan dari Mas Arie Untung
Antrian pembeli


Penasaran dengan Varian Kuenya?

1. Cheese Tart
Saya belum cicipi kue ini, sekilas diilihat dari penampilannya, seperti ada toping di luar cake. Yup, dari artikel teman BK, kue ini ada rasa crunchy nya dari toping bagian luar. Sedap ajep nih, pengen nyicip.

Cheese tart. Photo taken from Hijabtraveller

2. Japanese Cheese Cake
Sama dengan Cheese Tart. Sayajuga belum coba cicipi ini. Dilihat dari tekstur lembut banget, bisa di geal geol juga. Dari link yang satya baca lo.

Japanese Cheese Cake. Photo taken from Jalanrina

3. Bolu Kukus Taro Cheese
Bolunya lembut banget. Keju ama bolunya sih endes ya, tapi rasa ubi ungunya jadi hilang kelindes rasa manis cake ini. 

Bolu kukus Taro Cheese. Photo taken from Jalanrina

Range harga 25.000 - 75.000.

Blogger Kepri in Action. Photo by Mbak Dian

Bagi yang mau mencoba kelezatan Bolu Awak ini, silahkan meluncur ya gaes, ke alamat di bawah ini.

Bolu Awak
- Ruko KDA Junction Blok D No.9 Batam Centre
- Hotel Vanilla, Jln Pembangunan Blok VI, Penuin Batam
Telp : 0811 666 6776

Monday, 27 November 2017

Shopping Cerdik Saat Harbolnas


Perempuan itu hobi banget shopping. Kalo nge-mall, adaaaa aja barang cantik yang menggoda matanya. Kalo gak tas, baju, sendal, lipstick, sampai aksesoris rambut pun jadi target utama. Semua barang bagus maunya diborong semua. Bisa kalap mata kalo dibiarkan. Urusan kantong mah belakangan. Barang di tangan, sekali buka dompet, lihat tagihan, langsung deh nangis di pojokan. Huaaaa.

Gak perempuan namanya kalo gak punya 1000 cara untuk shopping. Yang namanya diskon, harga murah, bazaar, cuci gudang, pantang ketinggalan. Cuss..meluncur. Satu gerakan, dua tiga semua dapat.

Lain dulu lain sekarang kan yah. Kalau zaman saya sekolah dulu, saya bela-belain gak jajan di sekolah, supaya uang saya terkumpul untuk beli barang yang sudah diincar. Kalau pun masih kurang, minta juga sih ama orangtua.

Saya masih ingat, benda yang pertama kali saya beli dari uang jajan adalah sebuah buku diary. Dulu diary menjadi benda yang amat penting untuk curhatan. Selain itu, diary juga berfungsi untuk penukaran informasi antar teman. Seperti ngisi biodata diri, nama, alamat, artis favorit, penyanyi favorit sampai kata-kata mutiara. Wkwkwkwk..kids jaman now mana tau yang kek gini?

Kalo dipikir-pikir, uang 10.000 aja jaman dulu masih bisa kebeli beberapa item buku. Harga belum semahal sekarang. Tahun 90-an itu, semua masih pada murah. Pengeluaran belum banyak, uang jajan masih bisa tersisih. Gak ada hape,  gak ada beli pulsa dan kuota soalnya. Hehe.

Tapi lupakan tentang diary. Saya akan me-rewind sedikit soal selera shopping saya saat masih berstatus "single happy" dan setelah punya anak.

Saat masih sendiri tapi sudah bekerja, saya hampir rutin beli baju dan celana panjang. Belinya sih sehabis gajian. Biasanya untuk baju, saya beli 4-5 potong, mulai dari kemeja, kaos, kardigan dll. Sedangkan celana, saya lebih nyaman dengan jeans. Lebih nyantai aja sih. Lagian waktu itu saya suka dandanan yang casual.

Shopping rutin yang saya lalukan tiap bulan, mulai menjadi masalah tatkala baju menumpuk dan kerepotan mau di keep dimana. Secara, lemari hanya cukup menampung beberapa helai baju saja. Maklum anak kos, ribet kalo pake lemari besar. Ntar pindahan..beraaat..

Jalan keluarnya, ya..terpaksa tiap pulang kampung, saya bawa semua buat oleh-oleh. Daripada useless, mending dikasih ke saudara atau orang yang membutuhkan, ya kan?

Lain lagi setelah menikah. After got married dan memiliki anak, selera shopping saya malah meningkat. Bukan buat pribadi lagi sih, tapi lebih ke anak. Para emaks pasti tau nih kalo dah shopping, prioritas utama pasti buat anak, anak dan anak.

Iyess sih. Saya juga. Apalagi anak pertama saya perempuan. Tiap ke mall, lihat baju anak cewek tuh, duh..pengen ngeborong semua. Bajunya tu lucu-lucu banget, warna-warni dan menggoda iman saya buat ngebeli. Belum lagi aksesoris, sepatu dan legging yang semuanya bagus-bagus.

Namun setelah melahirkan anak kedua, 2013, urusan shopping jadi agak repot. Soalnya mesti bawa krucils kiri dan kanan. So, kalo nge-Mall, paling sekali sebulan, bahkan gak pernah sama sekali.

Udah brenti shopping dong?
Gak juga sih, nge-mall sih jarang, tapi sekarang belanja nya via online aja. Beli online lebih mudah, kita tinggal buka aplikasi, di dalamnya udah tersedia semuanya. Tau dong, jaman udah canggih banget, semua transaksi bisa dilakukan dalam satu genggaman. Cuma perlu handphone, kuota, semua jadi mudah. 

Kenapa mudah?
Iyess la. Rata-rata Mak pekerja seperti saya, tidak punya waktu lagi untuk hanya sekedar shooping di Mall. Dah repot dikerjaan, pulang dah ngurus anak. Me time nya cuma pas anak-anak sudah bobo.

Sekarang para Emaks sudah cerdas, sudah melek ama teknologi. Apa yang dicari tinggal buka e-commerce dan online shop, semuanya tersedia dari ujung rambut sampai ujung kaki. So, tak perlu lagi buang-buang  waktu ke mall. Cukup klik, pesan dan transfer. Barang nyampe ke alamat tujuan.

Apalagi spot untuk shopping. Hampir 90 persen e-commerce dan online shop, menghiasi halaman media sosial. Nafsu ngeborong pasti memuncak. Mata pasti jadi kalap liat barang bagus-bagus. Eits, perlu waspada juga nih, jangan sampai sifat konsumtif menghantui kita.

Cara mudah mensiasati hasrat shopping yang menggebu-gebu, dengan banyaknya kemauan, tapi mau harga yang murah. Gampang, Desember ini Harbolnas kembali digelar. Kamu bisa berbelanja di ZALORA Indonesia. Karena di ZALORA, memasuki akhir tahun, kamu akan menemukan banyak sekali diskon yang menarik. Pada bulan Desember nanti, kamu dapat belanja sepuasnya di momen HARBOLNAS 2017 di ZALORA Indonesia. Cek di sini untuk melihat penawaran menarik Harbolnas 2017 di ZALORA.

Photo was taken by Zalora

Ada tips cerdas nih dari saya, saat belanja di hari HARBOLNAS :

BUAT LIST YANG MAU DIBELI

Ini yang paling penting. Dengan membuat list. kita langsung menuju item yang kita tuju. Abaikan yang lain. Apa yang dibutuhkan fokus saja, dan abaikan godaan yang mungkin murah saat di klik, tapi kita tidak butuh item tersebut saat itu.

CEK HARGA BEFORE and AFTER 

Harga before dan after juga hal yang gak kalah penting. Teliti sebelum membeli, mungkin makna kata yang bernilai banget. Jangan sampai kita membeli harga yang sama saat diskon berlangsung. Ada baiknya buat perbandingan harga. Kalo bisa bandingan harga dengan beberapa toko untuk produk yang sama. Lebih aman kan?

SESUAIKAN DAFTAR BELANJAAN DENGAN ISI KANTONG

Punya hutang sih gak masalah, asal bisa bayar, why not? Namun saat belanja online, alangkah baiknya menakar sesuatu dengan pengeluaran kita perbulannya. Jangan sampai terjadi gali lobang tutup lobang. Kartu kredit membengkak, yang ada malah nambah cicilan hutang.

Gimana? udah dapat tips keren kan menuju HARBOLNAS bulan depan? Siapkan diri menuju Harbolnas 12/12 mendatang. Happy #1212sale shopping  ya gaes. Temukan serunya Hari Belanja Online Nasional  2017 hanya di ZALORA.

See ya to the next story.


Monday, 20 November 2017

Hijab Antara Kewajiban dan Gaya Hidup

Photo was taken from Pixabay

Dalam Islam, pria dan wanita wajib hukumnya menutup aurat. Wajib di sini bermakna, bila dikerjakan berpahala, ditinggalkan berdosa. Statusnya sama bagi setiap muslim yang sudah baligh, berakal & bernafas. Cantik atau tidak, baik atau buruk, kaya atau miskin, selama itu wajib, tidak ada alasan seorang muslim untuk tidak menutup auratnya.

Banyak ayat alqur'an yang menjelaskan tentang aurat seorang muslim. Namun semua kembali ke individu masing-masing. Mau menjalankannya atau tidak. Yang namanya wajib, ditinggalkan, ya akan ada konsekuensinya. Wajib tetap lah wajib, tidak akan pernah berganti menjadi sunnah, makruh ataupun mubah.

Aurat adalah bagian dari tubuh manusia yang diharamkan untuk dilihat apalagi dipegang kecuali oleh mahramnya. Bagi wanita aurat seluruh tubuh, kecuali muka dan dua telapak tangan. Sedangkan laki-laki dari pusar sampai lutut kaki

Kalo kita lihat, kaum hawa yang paling berat menutup aurat. Godaan dunia lebih besar dibanding patuh akan kewajibannya sebagai muslim. Selain itu ngelesnya juga banyak. Malu, tuntutan kerja, belum datang hidayah, keliatan tua dan banyak lagi yang lainnya.

Bongkar pasang hijab, masih sering kita jumpai. Baik itu di lingkungan sekitar, tempat kerja bahkan public figur sekalipun. Tidak jarang cibiran dan komentar negatif berdatangan dari orang sekitar.

Seperti contoh hangat belakangan ini. Jagat maya dihebohkan dengan seorang artis, Rina Nose, yang kembali tampil tanpa hijab. Disini saya tidak akan menghakimi sang artis, apalagi menghujatnya. Karena saya belum tentu lebih baik dari Rina Nose. Tulisan ini lebih kepada iktibar/pelajaran sih untuk kita semua, agar lebih cerdas mengikuti langkah orang yang kita kagumi.

Jujur saja, saya awalnya juga kaget saat berita ini ramai diperbincangkan. Saya langsung meluncur ke akun Instagram @Rinanose16 untuk mencari kebenaran beritanya. Bukan kepo sih, tapi gak yakin aja, penasaran. Hehe.
Cantik kan yah berhijab. Photo took from IG rinanose

Kejadian ini berawal dari postingan Rina Nose di Instagram di minggu kedua November. Yang akhirnya menuai berbagai komentar netizen. Banyak yang mendukung, namun tidak sedikit yang menghujat. Keputusan Rina Nose melepas hijab secara tiba-tiba, membuat pelaku jagat maya bertanya-tanya, ada apa dengan Rina Nose? 

Fans dan haters berlomba-lomba mencari tau, apa penyebab Rina Nose kembali melepas hijab yang sudah setahun melekat di tubuhnya. Mereka terus memantau akun media sosial Rina Nose. Berharap ada sedikit kabar tentang keputusannya itu. Tapi tidak ada alasan yang jelas mengapa Rina Nose kembali mempertontonkan auratnya.

Netizen yang kecewa, malah mengulik masa lalu Rina Nose yang seorang janda. Bahkan kabar kedekatannya dengan sang mantan suami yang semula mendapat respon positif, malah menjadi kesempatan para haters untuk membully Rina Nose. Mereka menghakimi hanya karena tidak mendapat secuilpun kabar dari berita tersebut.

Yang mereka pikir, seorang idola harus tampak baik dan membuat mereka terkesan. Tapi apa kita tahu bagaimana seorang idola di belakang layar?

Kita tidak perlu heran dan bertanya-tanya. Dalam dunia artis bongkar pasang hijab, pindah agama, kawin cerai, itu sudah biasa. Tinggal kita pilih akan mengikuti siapa? Karena menyukai seseorang tidaklah dilarang. Fans harus cerdas memilih siapa yang bisa ditiru dan siapa yang tidak. 

Tak perlu juga berspekulasi, apalagi sampai menghujat seorang Rina Nose. Kita anggap saja ini perjalanan hidup dan takdir yang sudah di gariskan yang Maha Kuasa. Karena perjalanan hidup manusia bukan kita yang menentukan. Zat Maha Pemilik yang Maha Tau apa yang sebelum dan sesudah.

"Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakinya dan memberi hidayah (taufik) kepada siapa yang dikehendaki - NYA"  (QS Al Faathir:8).

Sebaiknya kita lebih cerdas, siapa yang perlu kita teladani dan siapa yang tidak. Menghujat dan menghakimi, tidak akan merubah takdir seseorang. Seorang muslim hanya harus saling mengingatkan. Lebih dari itu bukan hak kita lagi. Terima atau tidak, kita tidak perlu memaksa. Dosa tanggung masing-masing kan yach.

Iman yang lemah, dan kurangnya ilmu agama lah yang bisa menggoyahkan pertahanan seorang muslim. Saatnya kita kembali ke alquran dan hadist. Perbanyak shalat, karena sholat mencegah perbuatan keji dan mungkar.

Berbuat baiklah selama akhlak belum bagus. Dan tutuplah aurat selagi masih bisa. Sebelum aurat kita ditutupi dengan kain kafan. Wallahualam bisawab.

Mudah-mudahan kita bisa belajar dari perjalanan hidup orang lain, hingga bisa merubah diri kita menjadi lebih baik. Aamiin.

Mudah-mudahan bermanfaat. See ya to the next story.

Monday, 6 November 2017

Blogger dan Kamera itu..Seperti Sendok dan Garpu



Saya newbie blogger. Mulai aktif ngeblog awal tahun 2016. Sebelumnya saya gemar menulis cerpen, memang hobi banget sih baca cerpen. Pernah beberapa kali juga mencoba mengirim hasil cerpen saya ke majalah dan tabloid. Sayang, nasib belum menghinggapi saya saat itu.

Tapi saya tetap menulis. Belajar banyak dari tulisan para cerpenis. Sampai akhirnya salah seorang teman kerja teh Lina www.linasasmita.com (yang ternyata ketua Blogger Kepri), membawa angin segar kepada saya.

Awalnya teh Lina bercerita tentang pengalamannya selama menjadi blogger. Tentang banyaknya koneksi, endorsement, buzzer, placement artikel dan segudang mamfaat lainnya menjadi seorang blogger.

Saya mulai tertarik. Saya pikir, boleh juga nih ngasah kemampuan menulis saya. Nambah ilmu, nambah teman dapat pengalaman juga, apalagi kalo dikelola dengan baik, dapat menghasilkan juga kan dari ngeblog?

Lupakan tentang penghasilan. Dari cerita demi cerita, akhirnya saya diajarkan teh Lina cara membuat blog di blogspost. Dari cara register, sampai ngisi biodata, tuntas diajarkan teh Lina. Nama blog yang saya pilih kala itu, hanya terlintas di kepala www.myimagineidea.blogspot.com. Gak bonafit banget ya.

Jadilah blog saya dengan domain tak berbayar. Diapain lagi nih? Jujur, saya masih buta dan meraba-raba dalam dunia blogging. Saya gak paham apa itu template, Niche, DA, PA, BW, Visitor, Google Analitics dan lainnya. Pokoknya, dalam beberapa minggu blog itu ada, saya masih mengacak dan mengutak atik layout blog dan banyak juga bertanya ke Teh Lina.

Bosan mangutak-atik blog, saya mulai mencoba mengisinya. Selama satu bulan, blog saya sudah terisi beberapa tulisan, walau isinya masih berkisar tentang tips, teman, dan kejadian sehari-hari. Karena waktu itu saya belum memikirkan niche blog. Yang penting isi dulu aja. niche belakangan. Padahal gak ngerti juga sih niche blog itu apa. Hahaha.

Saya mencoba peruntungan mengikuti lomba blog. Walau masih newbie, gak ada salahnya mencoba. Kalah menang itu belakangan. Tapi saya melupakan sesuatu, dari cerita teh Lina, biasanya syarat lomba blog harus domain berbayar. What? Domain? Apalagi nih? Googling di internet, dan mengertilah saya domain itu apa.

Saya beli domain September 2016, dari sebuah situs yang saya googling. Gak lama setelah transfer, domain telah terganti dengan nama saya sendiri yuliamarza.com. Satu kalimat untuk mengungkapkan semua itu..yeeyyy..saya punya personal blog.

Blog saya mulai berkembang. Saya bergabung di grup WA dan Facebook Blogger Kepri (BK), komunitas pertama saya. Dari situ saya banyak belajar dan mulai tau beberapa istilah blog. Saya juga di sarankan Teh Lina masuk grup Blogger Perempuan dan Kumpulan Emak Blogger. Alhamdulillah, dari grup tersebut, banyak ilmu yang saya dapat seputar dunia blogging. Segala macam info tentang blog, terupdate di grup.

Yang paling menguntungkan buat saya adalah waktu bergabung dalam komunitas BK. Saya banyak tahu kegiatan blogger itu bagaimana dan seperti apa. Pernah juga beberapa kali mendapat kesempatan datang ke undangan yang ditawarkan BK, seperti opening kafe, restaurant dan juga buka bersama Ramadhan.

Baca juga : Buka Bersama di D'Merlion Batam

Dari beberapa undangan itu, saya mulai berkenalan dengan anggota BK lainnya. Rata-rata temans BK ngeblog waktu masih jaman multiply, zaman old ke jaman now lah kalo bahasa kekiniannya. Mereka juga bukan full time nge-blog, tapi juga pekerja seperti saya. Profesinya macam-macam, karyawan swasta, reporter, pegawai negeri, guru, pelajar, mahasiswa, jurnalis dan lain sebagainya. Etapi, ada yang selebgram juga loh.

Apa yang saya ambil?
Banyak. Dari desain blog, dan gaya tulisan. Rata-rata gaya bahasa blogger nyantai ya, tapi terarah. Beberapa dari mereka juga punya ciri khas gaya menulis.

Nambah ilmu?
Iyes dong. Dari profil mereka saja sudah keren, pekerja dan sudah berumah tangga, alias makslenial, Ya wajar lah ya tulisan mereka bagus dan enak dibaca.

Seru sih saat kumpul bareng mereka, ada aja yang jadi bahan tertawaan. Tapi satu hal yang jadi perhatian, setiap ada acara ngumpul, temans BK selalu membawa kamera. Awalnya saya diam dan mengamati saja, mau ngapain yah ama kamera gede gitu? Kudet banget lah saat itu. Lagian saya pikir, kalo hanya moto doang, sekarang kan kamera handphone cukup canggih dengan megapixelnya yang cukup besar juga, ya kan?

Dugaan saya salah. Kamera mereka ternyata bagus banget. Hasilnya diluar dugaan saya. Bagus, bening, dan luar biasa. Tapi saat itu, saya belum tertarik untuk memilikinya

Saya kembali menghadiri satu acara Gathering Blogger yang diadakan di salah satu hotel baru di Batam. Dan seperti biasa, temans BK tetap dengan kameranya, dan saya masih setia pake Handphone setengah keren ini. Hehe

Namun kali ini, perhatian saya tertuju pada salah satu kamera temans BK. Kamera berwarna hitam dengan lensa bulat dibagian tengahnya. Bentuknya simple dan sepertinya nyaman banget dibawa. Berdiri di samping saya, otomatis saya bisa melihat langsung kamera tersebut. Sukaaa banget. Pandangan saya tak pernah lepas dari kamera itu. Tiap dia poto objek, saya terus mengamatinya. Sempat bergumam dalam hati. Kapan yah saya punya kamera seperti itu?

Di saat acara berakhir, saya coba mendekati temans BK tersebut dan bertanya jenis kamera yang dipakainya. Kamera Canon Eos 1300d kit 18-55mm hadiah ulangtahun dari suaminya, yang sekaligus menjadi kamera kesayangannya. Wah, baik banget ya suaminya, menghadiahi kamera bagus gitu.


Gambar diambil dari Tokopedia

Namun satu tahun berlalu, saya masih belum bisa membeli kamera dsrl tersebut. Tetap setia dengan Handphone yang gak keren lagi. Padahal bagi seorang blogger kamera tuh penting banget kan ya buat jeprat jepret? Ibarat nasi ama lauk, harus satu paket. Tapi yah..belum kesampaian tuk beli. Niat gak sih? hihi

Baru-baru ini saya kembali cek harga kamera tersebut, di salah satu situs belanja online, Tokopedia, yang menyediakan banyak kamera DSLR terbaik. Berharap saya bisa membelinya dari uang gaji saya sendiri. Doakan saya ya man teman?

Di dunia ini, semua bisa kita raih selagi kita mampu berusaha. Bila ada niat, pasti ada cara.

Sekian dulu ya gaes cerita dari saya. See a to the next story. 


Friday, 27 October 2017

D'Steam Peranakan Live Seafood, Tempat Nongki Baru Para Penggemar Seafood


Saya doyan banget makanan laut. Dari kecil saya sudah "dicekokin" Mak makanan laut. Ikan, sotong, kepiting, udang dan semua teman-temannya, bukan hal asing di lidah saya.

Gak heran sih, saya tinggal di Kota Padang yang notabene dekat ama laut. Komplek tempat saya tinggal (kebetulan bapak saya polisi dan tinggal di asrama) dekat ama laut. 10 menit jalan kaki saja, saya sudah sampai di pinggir pantai.

Saya masih ingat, tiap pagi Mak saya sudah pergi ke pantai membeli ikan dari nelayan yang baru pulang melaut. Beberapa kali juga, saya ikut Mak ke pantai dan melihat langsung tangkapan pak nelayan. Ikannya banyak, dan beraneka ragam. Mulai dari yang besar, kecil, berwarna bahkan yang bergigi tajam. Semua masih segar, dan ada juga yang masih hidup lo.

Emang dimasak apa? Kalo di kampung, mengolahnya gak pake lama and ribet. Kalau gak digoreng, digulai ya di bakar. Cepat, praktis dan higienis. Eaa.. Yang paling suka sih kalo Mak saya membuat gulai kuning kepiting yang masih ada telurnya. Wuihh...uenak banget.

Yaaahh...itu hanya memories saat masih di kampung. Sekarang saya sudah menetap di Batam. Udang, ikan, sotong, kepiting masih sering sih saya konsumsi. Walau gak sesegar yang di kampung. Agak susye ciiin... nyari ikan segar di pasar. Banyak yang sudah di es. Kalo ada, itupun rejeki tak terduga anak sholehah. Hihi.

Nah..ngomong-ngomong soal segar nih, di Batam ini banyak tempat makan seafood /makanan laut, yang recomended banget. Ada yang menawarkan tempat yang asyik, harga yang variatif, serta view yang menyegarkan mata. Tinggal pilih aja, teman mau kemana.

Salah satu tempat seafood yang patut temans coba, di D'Steam Peranakan Seafood. Terletak di komplek kampung seraya Blok II No.2 Belakang Hotel Seruni / RS Harapan Bunda, Seraya Batam. Baru saja Grand Opening tanggal 23 September 2017. Tempatnya gak jauh dari shopping mall Nagoya Hill. Di sekitarnya juga banyak hotel untuk temans staycation. Kalo mau meluncur ke TKP (baca: D'Steam), cukup bilang saja Rumah Sakit Harapan Bunda, sopir taksi, Gojek, Gocar pasti tau Rumah Sakit ini. Di sebelahnya posisi D'Steam Peranakan Seafood.

Mengapa D'steam patut temans coba? Karena saya sudah membuktikan kelezatannya. Saya dan teman-teman Blogger Kepri (BK), icip-icip hidangan Seafood di D'Steam peranakan Seafood. Tempatnya asyik banget, cozy, dan ala-ala vintage gitu. Bawa keluarga pasti seru juga. Nah seperti apa keseruannya. Yuk cekidot dibawah ini.

ICIP-ICIP MAKANAN ALA D'STEAM SEAFOOD

Pas nyampe di D'Steam, saya cukup tertarik ya ama tempatnya. Dari tampilan luarnya saja, sepertinya tempat ini dibangun secara semi permanen. Semen dan kayu.

Dari gerbang masuk, saya bisa melihat unsur kayu tampak sangat dominan. Dinding luar dan dalam terbuat dari kayu. Lantainya juga dialasi karpet berwarna hijau. Hmm..jadi penasaran, penampakan dalamnya seperti ya?

Saya mengayunkan langkah masuk untuk ceki-ceki yang akan di poto. Sebelah kiri gerbang masuk, terdapat history terbentuknya nama Peranakan. 3 langkah ke depan terdapat sesi untuk photo booth. Temans yang hobie selfie maupun wifie wajib berpoto disini.

Gerbang masuk D'Steam

Salah satu sudut unik dalam ruangan
Ruang photo booth

Ruang photo booth ini mengingatkan saya akan masa kecil. Barang-barang yang terpajang itu lo, yang membuat saya senyum-senyum sendiri. Ada mesin jahit manual, termos merah, lampu petromak. Dan yang paling buat saya ngakak, masih terpajangnya setrika besi yang lumayan berat itu. Saya masih ingat, dulu kalo mau nyetrika, harus bakar batok kelapa untuk pemanas. Bila apinya sudah mati, trus ditiup dari samping, ada kalanya serpihan batok mengenai baju, yang akhirnya baju terdapat ventilasi, alias bolong. Wkwkwk, jadul banget lah. Btw, kalo temans pernah ngalamin kejadian ini, berarti kita seumuran ya. *Ngomong sambil berbisik.

Lupakan soal baju bolong. Ini saatnya saya melihat spot lain di sekitar D'Steam. Kalau bisa dibilang, lebih ke nuansa alam juga sih ya. Ditandai dengan susunan kayu Vertikal, jarak kira-kira 2cm, yang menghiasi setiap dinding ruangan. Selain itu, di tengahnya terdapat ruang hijau terbuka, etapi bagian atap aja sih. Rumput dan pohon juga tumbuh pada spot segar ini. Sepertinya memang sengaja ditanam. Bagus sih menurut saya, pembersihan udara lah, karena gak sedikit juga kan pengunjung yang ngerokok. Jadi bisa meminimalis pencemaran udara lah ya.

Beranjak ke sisi kanan, saya melihat meja kasir dan aqurium yang berisi menu seafood. Dipilih..dipilih.. mau kepiting, ikan bawal, gonggong, kerang kipas, kijing, rajungan dipilih buk..dipilih...




APA SAJA MAKANAN YANG SAYA ICIP?

Pengen tau kan, makanan apa saja yang kami icip?


1. SOP IKAN PEDAS PERANAKAN
2. KEPITING PEDAS PERANAKAN
3. IKAN ASAM PEDAS KERING
4. STIM JAMUR SHITAKE AYAM
5. AYAM DAUN KEMANGI
6. SAWI MINYAK BAWANG PUTIH

Dan tampang kurang kenyang anggota BK yang pengen nambah lagi.

Poto dibawah sesuai dengan urutan makanan pada list diatas ya. Kalo ditanya soal rasa, lihat saja isi piring yang tak ada sisa. Ludesss. Endess..lah pokoknya.

Harga?
Agak susah ya jawabnya, soalnya di list menu gak ada tertera sih harganya, jadi saya kurang tau juga. Yang bisa saya lihat hanya di aquarium tercantum harga per-ons. Ya..standar lah menurut saya.













D'STEAM PERANAKAN LIVE SEAFOOD
Komplek kampung seraya Blok II No.2
Belakang Hotel Seruni / RS Harapan Bunda, Seraya Batam. 
Telp : 0778 4881809

See ya to the next story. Bye

Thursday, 12 October 2017

Mengunjungi Pantai Melayu dan Keindahannya Kini



Yeah..weekend lagiiii..asyiiiikk.. teriak saya sepulang kerja. Bosan di rumah terus, pokoknya minggu ini harus pergi jalan-jalan, gumam saya dalam hati. Memang beberapa minggu ini, kami hanya di rumah setiap akhir pekan. Mau pergi jalan, ada aja halangan. Pas saya libur, Pak Suami berhalangan, pas Pak Suami bisa, saya nya yang masuk kerja. Hadeuh.. Eh, ada lagi sih, cuaca yang kurang mendukung di bulan yang berakhiran -ber ini. Harus benar-benar sedia ember  :).

“Tuh kan, hujan lagi?” bakalan gagal lagi deh kali ini. Bayangan kesenangan yang sudah saya prediksikan, harus sirna kembali dengan cuaca mendung yang disertai hujan gerimis. Tenangnya laut Barelang, perkasanya jembatan Fiisabilillah dan enaknya makan jagung bakar sambil menikmati view laut, harus kembali saya pendam hingga minggu depan. Terpaksa kembali duduk syantik di depan TV, sambil nemenin krucil main puzzle.

Yah, mau gimana lagi, harus disyukuri juga masih diturunkan hujan ama Sang Pencipta. Sedangkan daerah lain, mengharapkan hujan, tapi gak turun-turun. Ambil hikmahnya juga sih, berarti belum saatnya saya dan krucils halan-halan.

Sedang duduk santai, leyeh-leyeh-an, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di luar rumah. Ternyata adik laki-laki saya beserta istri dan anaknya datang dan mengajak saya ke Barelang. "Kak, mau ikut gak ke Barelang?" Hah, Barelang? Oaalaaa...pucuk dicinta ulam pun tiba. Belum sempat saya menjawab, anak-anak dah pada senang, heboh dan teriak kegirangan. "Asyik..ikut..ikut..ikut.."

Akhirnya pukul 11 siang kami pun berangkat ke Barelang dengan cuaca yang masih gerimis. Saya pun sudah siapkan segala perlengkapan mandi anak, seperti baju renang, handuk dan segala macamnya ke dalam tas. Soal makan dan minum, kami terpaksa beli di luar, karena memang gak ada persiapan. Yah, berharap saja di Barelang cuaca lebih baik dari Batuaji.

Sedikit info aja nih man teman, cuaca Batam emang gak bisa diprediksi. Bisa saja di tempat A hujan, di tempat  B gak, padahal jaraknya hanya 5 menit naik motor.

Memasuki simpang Barelang, kami belum tau nih, pantai mana yang akan kami tuju. Bingung, secara banyak sekali pantai-pantai cantik yang tersebar di sepanjang rute jembatan 1 sampai 6 ini. Seperti Pantai Melayu, Mirota, Pantai Pulau Setokok, Pantai Mubut, Vio-vio, Tagar Putri dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa diantaranya ada yang berpasir putih juga lo.

Kami sepakat pergi ke Pantai Melayu. Dari simpang Barelang, kami melewati jembatan demi jembatan yang menghubungkan pulau demi pulau dengan view yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jembatan yang menjadi favorit wisatawan, tentu saja jembatan I. Jembatan tinggi yang menjadi ikon kota Batam. Jembatan Fiisabilillaah namanya, atau lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Barelang.
Jembatan Barelang Batam  Photo by : bpBatam

Tapi, kami tidak akan berhenti di Jembatan ini, gerimis kecil masih tampak diluar kaca, walau gak serapat pas berangkat tadi. Nanti, saat pulang saja kami akan singgah. Dari luar kaca mobil, saya melihat banyak sekali wisatawan yang mengabadikan jembatan ini untuk berfoto selfie maupum wefie. Dari yang pake motor, berduaan, keluarga besar, hingga yang pake jasa tour, tak ketinggalan foto –foto syantik di jembatan ini.

Satu jam perjalanan, sampai lah kami di jembatan empat. Posisi Pantai Melayu, hanya beberapa meter saja dari jembatan ini. Tepatnya di Kampung Kalat Rempang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang. Ada plang terpampang di simpang masuknya. Temans cukup mengikuti jalan lurus hingga temans menemui spot pembayaran tiket masuk.


Simpang masuk ke Pantai Melayu

Masuk tempat ini temans dikenai tiket untuk dewasa saja seharga 10.000 IDR. Lumayan terjangkau lah. Selain itu area parkir cukup available lo.

Sambil jalan, kami mencari tempat untuk duduk meletakan barang-barang. Pilihan jatuh di bawah rindang dedaunan pohon kelapa. Tapi saya lupa sesuatu. Tikar! Ya, tikar sebagai alas duduk kami. Untung di sekitar pantai ini ada beberapa tempat penyewaan tikar. Kami sewa satu tikar seharga 15.000. Tikarnya cukup standar. Muat lah untuk 4 dewasa dan 3 anak kecil. Jangan lupa, selesai dipake, dibalikin yah, jangan dibawa pulang, hehe.


Selesai meletakan bawaan, kami lanjut makan siang. Dari tempat saya duduk, saya menyaksikan beberapa anak yang sudah kedinginan selesai berenang, beberapa orang dewasa, bermain bola di tanah yang sedikit becek.

Anak-anak saya sudah gak sabar minta berenang. Yawdah, selesai beberes makan, saya langsung ke bibir pantai ngajak anak-anak berenang. Sayang, karena hujan, air pantai sedikit keruh dan kotor. Sempat melarang krucils berenang, tapi gak mempan, tetap nyebur walo hanya di pinggir saja.

PANTAI MELAYU KINI

Pohon kelapa sepanjang pantai
Pantai Melayu ini, berpasir lembut dengan garis pantai sekitar 2 kilometer. Banyak pohon kelapa yang tumbuh rapi di sepanjang pantai. Ada aliran air, jalan setapak, tempat bilas mandi dan juga mushala. Ada juga aneka jajanan, tempat makan dan tempat penyewaan pelampung. Area sekitar wisatanya cukup teduh, bersih dan nyaman. Pengelolaannya cukup bagus menurut saya. Ini bisa dilihat dari adanya tempat sampah setiap sudut.

Walaupun cuaca kurang bersahabat, tapi pengunjung cukup ramai. Dari pengamatan saya, rata-rata pengunjung sengaja membawa kantong plastik besar dari rumah. Cukup di apresiasi lah, itu tandanya masyarakat kita sudah sadar akan bahaya sampah. Karena memang kendala satu objek  wisata, ya itu, pengunjung buang sampah sembarangan. Kebayangkan, massa yang segitu banyak, akan berapa tinggi sampahnya?

Di Pantai Melayu ini, temans tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan laut saja. Tapi disini, temans bisa menyewa arena permainan, seperti Banana Boat dan wisata pantai. Untuk Banana Boat, selama 15 menit, temans bisa seru-seruan mengelilingi pantai, basah-basahan gegara banana boat terbalik, bikin vlog, boomerang dan lain  sebagainya. Teman cukup cukup membayar 25.000/orang.

Selain itu, jika temans ingin berwisata dengan Perahu, temans cukup membayar sewa, dewasa 20.000 dan anak-anak 10.000. Selama 15 menit, temans bisa berekreasi menikmati laut dan berpoto di atas perahu. Gak usah takut kepanasan dan kulit gosong, diatas perahu, ada kap pelindung yang membuat temans terhindar dari panas. Bila mau sewa bisa contact di no: 0856 6771 893.

Jaln Setapak dan para Pengunjung

Banana Boat

Kapal untuk Wisata Pantai

Yang perlu diingat, karena tidak ada asuransi, segala kehilangan, dan resiko yang terjadi ditempat wisata, tidak ditanggung oleh pengelola. So..be aware ya gaes.

Puas berenang dan mengelilingi pantai, pukul 4 sore kami pun meluncur pulang. Anak-anak juga sudah kelihatan lelah dan mengantuk.

How to go to Barelang?



Bila mau pergi ke Barelang, temans cukup tau mana yang namanya simpang Barelang. Dari Batam Centre, Jodoh, Nagoya, Nongsa lurus saja menuju arah Simpang Kabil menuju Muka Kuning, terus saja ikuti saja jalan lurus sampai menjumpai Mall Top 100 Batuaji. Tidak jauh dari Mall, akan menjumpai persimpangan dengan lampu merah. Nah itu lah simpang Barelang. Temans cukup belok kiri dan ikuti saja jalan yang sedikit memicu adrenalin. Jalannya sih lurus, tapi ada tanjakan dan turunan juga.

Barelang itu singkatan dari BAtam REmpang dan GaLANG. Pulau-pulau yang membentang dan dihubungkan oleh jembatan dari Jembatan 1 sampai jembatan 6. Terdapat Banyak Pantai Cantik dan Sefood Restauran yang bisa dinikmati dengan view laut yang menggoda. Tertarik kesini? Buruan ke Batam.

See ya to the next story.