Thursday, 12 October 2017

Mengunjungi Pantai Melayu dan Keindahannya Kini



Yeah..weekend lagiiii..asyiiiikk.. teriak saya sepulang kerja. Bosan di rumah terus, pokoknya minggu ini harus pergi jalan-jalan, gumam saya dalam hati. Memang beberapa minggu ini, kami hanya di rumah setiap akhir pekan. Mau pergi jalan, ada aja halangan. Pas saya libur, Pak Suami berhalangan, pas Pak Suami bisa, saya nya yang masuk kerja. Hadeuh.. Eh, ada lagi sih, cuaca yang kurang mendukung di bulan yang berakhiran -ber ini. Harus benar-benar sedia ember  :).

“Tuh kan, hujan lagi?” bakalan gagal lagi deh kali ini. Bayangan kesenangan yang sudah saya prediksikan, harus sirna kembali dengan cuaca mendung yang disertai hujan gerimis. Tenangnya laut Barelang, perkasanya jembatan Fiisabilillah dan enaknya makan jagung bakar sambil menikmati view laut, harus kembali saya pendam hingga minggu depan. Terpaksa kembali duduk syantik di depan TV, sambil nemenin krucil main puzzle.

Yah, mau gimana lagi, harus disyukuri juga masih diturunkan hujan ama Sang Pencipta. Sedangkan daerah lain, mengharapkan hujan, tapi gak turun-turun. Ambil hikmahnya juga sih, berarti belum saatnya saya dan krucils halan-halan.

Sedang duduk santai, leyeh-leyeh-an, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti di luar rumah. Ternyata adik laki-laki saya beserta istri dan anaknya datang dan mengajak saya ke Barelang. "Kak, mau ikut gak ke Barelang?" Hah, Barelang? Oaalaaa...pucuk dicinta ulam pun tiba. Belum sempat saya menjawab, anak-anak dah pada senang, heboh dan teriak kegirangan. "Asyik..ikut..ikut..ikut.."

Akhirnya pukul 11 siang kami pun berangkat ke Barelang dengan cuaca yang masih gerimis. Saya pun sudah siapkan segala perlengkapan mandi anak, seperti baju renang, handuk dan segala macamnya ke dalam tas. Soal makan dan minum, kami terpaksa beli di luar, karena memang gak ada persiapan. Yah, berharap saja di Barelang cuaca lebih baik dari Batuaji.

Sedikit info aja nih man teman, cuaca Batam emang gak bisa diprediksi. Bisa saja di tempat A hujan, di tempat  B gak, padahal jaraknya hanya 5 menit naik motor.

Memasuki simpang Barelang, kami belum tau nih, pantai mana yang akan kami tuju. Bingung, secara banyak sekali pantai-pantai cantik yang tersebar di sepanjang rute jembatan 1 sampai 6 ini. Seperti Pantai Melayu, Mirota, Pantai Pulau Setokok, Pantai Mubut, Vio-vio, Tagar Putri dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa diantaranya ada yang berpasir putih juga lo.

Kami sepakat pergi ke Pantai Melayu. Dari simpang Barelang, kami melewati jembatan demi jembatan yang menghubungkan pulau demi pulau dengan view yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jembatan yang menjadi favorit wisatawan, tentu saja jembatan I. Jembatan tinggi yang menjadi ikon kota Batam. Jembatan Fiisabilillaah namanya, atau lebih dikenal dengan sebutan Jembatan Barelang.
Jembatan Barelang Batam  Photo by : bpBatam

Tapi, kami tidak akan berhenti di Jembatan ini, gerimis kecil masih tampak diluar kaca, walau gak serapat pas berangkat tadi. Nanti, saat pulang saja kami akan singgah. Dari luar kaca mobil, saya melihat banyak sekali wisatawan yang mengabadikan jembatan ini untuk berfoto selfie maupum wefie. Dari yang pake motor, berduaan, keluarga besar, hingga yang pake jasa tour, tak ketinggalan foto –foto syantik di jembatan ini.

Satu jam perjalanan, sampai lah kami di jembatan empat. Posisi Pantai Melayu, hanya beberapa meter saja dari jembatan ini. Tepatnya di Kampung Kalat Rempang, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang. Ada plang terpampang di simpang masuknya. Temans cukup mengikuti jalan lurus hingga temans menemui spot pembayaran tiket masuk.


Simpang masuk ke Pantai Melayu

Masuk tempat ini temans dikenai tiket untuk dewasa saja seharga 10.000 IDR. Lumayan terjangkau lah. Selain itu area parkir cukup available lo.

Sambil jalan, kami mencari tempat untuk duduk meletakan barang-barang. Pilihan jatuh di bawah rindang dedaunan pohon kelapa. Tapi saya lupa sesuatu. Tikar! Ya, tikar sebagai alas duduk kami. Untung di sekitar pantai ini ada beberapa tempat penyewaan tikar. Kami sewa satu tikar seharga 15.000. Tikarnya cukup standar. Muat lah untuk 4 dewasa dan 3 anak kecil. Jangan lupa, selesai dipake, dibalikin yah, jangan dibawa pulang, hehe.


Selesai meletakan bawaan, kami lanjut makan siang. Dari tempat saya duduk, saya menyaksikan beberapa anak yang sudah kedinginan selesai berenang, beberapa orang dewasa, bermain bola di tanah yang sedikit becek.

Anak-anak saya sudah gak sabar minta berenang. Yawdah, selesai beberes makan, saya langsung ke bibir pantai ngajak anak-anak berenang. Sayang, karena hujan, air pantai sedikit keruh dan kotor. Sempat melarang krucils berenang, tapi gak mempan, tetap nyebur walo hanya di pinggir saja.

PANTAI MELAYU KINI

Pohon kelapa sepanjang pantai
Pantai Melayu ini, berpasir lembut dengan garis pantai sekitar 2 kilometer. Banyak pohon kelapa yang tumbuh rapi di sepanjang pantai. Ada aliran air, jalan setapak, tempat bilas mandi dan juga mushala. Ada juga aneka jajanan, tempat makan dan tempat penyewaan pelampung. Area sekitar wisatanya cukup teduh, bersih dan nyaman. Pengelolaannya cukup bagus menurut saya. Ini bisa dilihat dari adanya tempat sampah setiap sudut.

Walaupun cuaca kurang bersahabat, tapi pengunjung cukup ramai. Dari pengamatan saya, rata-rata pengunjung sengaja membawa kantong plastik besar dari rumah. Cukup di apresiasi lah, itu tandanya masyarakat kita sudah sadar akan bahaya sampah. Karena memang kendala satu objek  wisata, ya itu, pengunjung buang sampah sembarangan. Kebayangkan, massa yang segitu banyak, akan berapa tinggi sampahnya?

Di Pantai Melayu ini, temans tidak hanya disuguhkan dengan pemandangan laut saja. Tapi disini, temans bisa menyewa arena permainan, seperti Banana Boat dan wisata pantai. Untuk Banana Boat, selama 15 menit, temans bisa seru-seruan mengelilingi pantai, basah-basahan gegara banana boat terbalik, bikin vlog, boomerang dan lain  sebagainya. Teman cukup cukup membayar 25.000/orang.

Selain itu, jika temans ingin berwisata dengan Perahu, temans cukup membayar sewa, dewasa 20.000 dan anak-anak 10.000. Selama 15 menit, temans bisa berekreasi menikmati laut dan berpoto di atas perahu. Gak usah takut kepanasan dan kulit gosong, diatas perahu, ada kap pelindung yang membuat temans terhindar dari panas. Bila mau sewa bisa contact di no: 0856 6771 893.

Jaln Setapak dan para Pengunjung

Banana Boat

Kapal untuk Wisata Pantai

Yang perlu diingat, karena tidak ada asuransi, segala kehilangan, dan resiko yang terjadi ditempat wisata, tidak ditanggung oleh pengelola. So..be aware ya gaes.

Puas berenang dan mengelilingi pantai, pukul 4 sore kami pun meluncur pulang. Anak-anak juga sudah kelihatan lelah dan mengantuk.

How to go to Barelang?



Bila mau pergi ke Barelang, temans cukup tau mana yang namanya simpang Barelang. Dari Batam Centre, Jodoh, Nagoya, Nongsa lurus saja menuju arah Simpang Kabil menuju Muka Kuning, terus saja ikuti saja jalan lurus sampai menjumpai Mall Top 100 Batuaji. Tidak jauh dari Mall, akan menjumpai persimpangan dengan lampu merah. Nah itu lah simpang Barelang. Temans cukup belok kiri dan ikuti saja jalan yang sedikit memicu adrenalin. Jalannya sih lurus, tapi ada tanjakan dan turunan juga.

Barelang itu singkatan dari BAtam REmpang dan GaLANG. Pulau-pulau yang membentang dan dihubungkan oleh jembatan dari Jembatan 1 sampai jembatan 6. Terdapat Banyak Pantai Cantik dan Sefood Restauran yang bisa dinikmati dengan view laut yang menggoda. Tertarik kesini? Buruan ke Batam.

See ya to the next story.


Monday, 25 September 2017

Sertifikasi Buntung atau Untung?


Pentingkah dapat sertifikasi? Bila ada pertanyaan seperti itu, saya akan jawab, YA, PENTING SEKALI. Sertifikasi adalah tanda kelulusan, pengakuan, bukti kepemilikan lembaga atau perseorangan, yang dianggap telah mampu melakukan suatu tuntutan pekerjaan, yang hasilnya diakui sah di mata hukum.

Sertifikasi tidak hanya sebagai kertas di tangan saja. Lulus dan dapat pengakuan. Tapi juga sebagai tolak ukur capability, sudah sejauh mana sih, hasil yang telah diraih? Sertifikasi menjadi penting, tatkala muncul peraturan pemerintah untuk memperbaiki sistem dan regulasi. Biasanya sistem ini lebih mengacu kepada Pegawai Negeri dibanding Swasta. Tujuannya untuk peningkatan mutu, efisiensi, kreativitas, dan kualitas kerja.

Banyak ragam sertifikasi yang kita ketahui. Ada Sertifikasi Akademik, seperti ijazah, dan sertifikat. Sertifikasi profesi yakni Sertifikasi Guru, Dosen, IT dan lain sebagainya. Semuanya masih terhubung dengan sub-sub yang saling melengkapi, agar lulus secara profesional.

Begitu juga dalam segi bisnis, kita mengenal adanya sertifikasi ISO, International Organization for Standardization. Suatu bentuk pengakuan yang diberikan oleh lembaga yang berskala Nasional dan Internasional, yang membuktikan bahwa perusahaan tersebut telah lulus secara uji kompentensi. Baik mengenai standar persyaratan, maupun kelengkapan dokumen mengenai peraturan perundangan yang berlaku. Jaminan dan kualitas standar itu dibuktikan dengan bagaimana perusahaan tersebut menjalankan siklus PDCA, Plan-Do-Check-Act, yakni identifikasi, analisa, dan eksekusi sebuah penyelesaian masalah, untuk menjamin mutu internasional.

Perusahaan dituntut memberikan kualitas yang terbaik dalam produk/jasa yang dihasilkan, tetapi tidak melupakan dampak lingkungan yang terjadi dari aktivitas tersebut. Terlepas bagaimana cara dan sistem satu perusahaan mendapatkan sertifikasi, kompetensi dasar dari persyaratan ISO tetap harus ada sebagai bahan observasi, bahwa perusahaan itu sudah berhak mendapatkan sertifikasi ISO. Karena itulah, banyak perusahaan berusaha mencapai target, demi mendapatkan sertifikasi ISO dalam hal Managament Mutu (ISO 9001) dan Pengelolaan Lingkungan (ISO 14001).

Perkembangan industri yang signifikan, adalah salah satu faktor pemicu terjadinya persaingan yang semakin ketat antar perusahaan. Segala upaya dilakukan untuk menjadi yang terbaik. Pembenahan dilakukan di mulai dari item biasa sampai yang spesifik. Salah satunya dengan cara meningkatan kualitas kerja dan mutu tenaga kerja itu sendiri.

Bagaimana caranya? Perusahaan harus mengupayakan pelatihan, training, improvement, serta mendorong tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikasi kompentensi kerja yang didasari skill. Agar tenaga kerja (pemegang setifikat) tersebut, terjamin kredibilitasnya, dan menyadari bahwa mereka tidak hanya bekerja dan mencapai target saja, tapi bagaimana mereka bisa bertanggung jawab atas tugas yang dibebankan kepadanya.

Pentingnya sertifikasi keahlian juga diakui penting oleh Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri. Ia mengungkapkan bahwa tenaga kerja Indonesia sesungguhnya mampu bersaing dalam MEA atau Masyarakat Ekonomi ASEAN, namun kendala yang dihadapi adalah minimnya pengakuan yang diberikan. Oleh karena itu ia mendorong tenaga kerja Indonesia untuk melakukan sertifikasi keahlian. [1]

Salah satu cara untuk bersaing di dunia global adalah dengan memiliki sertifikasi keahlian. Dengan melakukan sertifikasi keahlian, artinya seseorang telah dianggap memiliki standar yang baik dalam suatu profesi atau pekerjaan. [2]

Beberapa tujuan mendapatkan sertifikasi ISO ini antara lain, agar bisa berdaya saing di mata Internasional, mendapat kepercayaan konsumen, serta mengangkat citra perusahaan. Yang semuanya tentu bertimbal balik dengan adanya jaminan mutu dan kualitas dari produk atau jasa yang ditawarkan, serta bagaimana sebuah perusahaan mengambil langkah antisipasi secara cepat terhadap komplain dari pelanggan.



Saya yang juga seorang karyawan swasta yang telah merasakan manfaat dari uji kompentensi ini. Dan telah beberapa kali juga mengikuti training dan pelatihan ISO dari perusahaan tempat saya bekerja. September 2016 kemarin, training terakhir yang saya ikuti. Dan Maret 2017 lalu, Audit ISO 9001 dan 14001. Dan Alhamdulillah, perusahaan saya mendapatkan Sertifikasi ISO versi 2008, dan akan mempersiapkan diri untuk Audit ISO versi 2015 tahun depan.


Saya sudah mendapatkan sertifikasi kompentensi. Dan banyak sekali manfaat yang telah saya rasakan. Saya jadi tahu bagaimana kualitas, efisiensi dan produktifitas yang sesuai dengan standar ISO dalam satu perusahaan. Dan tentu saja menjadi image bagus untuk diri saya ke depannya tentang peningkatan karir, dan so pasti kenaikan salary :).

Nah, bagi kamu pelajar, mahasiswa, pekerja, staff profesional, freelancer maupun pemilik bisnis, jangan menyerah. Jangan pernah ada kata terlambat untuk mendapatkan sertifikasi kompentensi. Apapun bidang yang kamu ambil pastikan harus sesuai skill dan punya prospek bagus ke depannya.

Salah satu bidang yang bisa jadi pilihan kamu untuk mendapatkan sertifikasi adalah yang berkaitan dengan era digital atau internet. Tau dong ya, sekarang semua serba internet? Apa-apa serba digital. Kamu suka nge-blog kayak saya? Mau nge-desain juga? Tapi bisa marketing juga? Jangan cemas? Kamu bisa pilih bidang Web Master, Web Programing, Digital Marketing dan Graphic Design, yang semuanya ada di Dumet School.

Kenapa Dumet school? Secara lokasi, Dumet School letaknya strategis, jadwal flexsibel, semi private, pengajar ramah dan berpengalaman. Yang paling oke nih, kamu akan diajar sampai bisa. Jadi jangan cemas kalo kamu gatek atau gak bisa apa-apa. Satu lagi yang gak kalah penting, bila kamu sudah lulus pun, kamu masih bisa konsultasi gratis seumur hidup.

Soal biaya cukup sesuai dengan benefit yang akan kamu raih. Mulai dari 7.6 juta sampai 14 juta.

Tunggu apalagi, kamu bisa daftarkan diri kamu di Dumet School yang berlokasi di Kelapa Gading, Tebet, Grogol, Srengseng dan Depok. Atau kamu bisa hubungi via
Telp: (021) 2941 1188
Email : info@dumetschool.com

Sumber :
Photo took by Pixabay

[1] Infopublik.id. (2016). Menaker Ingatkan Pentingnya Sertifikasi di Era Kompetisi MEA. Diambil kembali dari infopublik.id: http://infopublik.id/read/144725/menaker-ingatkan-pentingnya-sertifikasi-di-era-kompetisi-mea.html

[2] Ini Alasan Penting Anda Harus Mengikuti Sertifikasi Profesi . Diambil kembali dari www.femina.co.id:http://www.femina.co.id/career/ini-alasan-penting-anda-harus-mengikuti-sertifikasi-profesi

Monday, 4 September 2017

Batam Ogura "oleh-oleh kekinian" Oleh-oleh Pulang Kampung


Saya suka banget makan kue. Waktu kecil, Mak saya rajin buat kue tuh, terutama kue bolu, versi kecil maupun besar. Dulu, ngebuat kue itu masih sederhana banget. Telur di ceplok ke dalam baskom kecil, plus gula, dan bumbu pelengkap lainnya. Trus dikocok dengan alat kocok yang bentuk atasnya dari kayu, di bawahnya besi yang berbentuk seperti spiral. Dikerjainnya pake tangan lo, bayangin? Jadul banget kan ya?

Maklumlah, dulu mixer belum serame sekarang, yang menyuguhkan bentuk dan model yang menggoda. Tapi itulah uniknya dulu, semua serba simple dan gak pake ribet. Apapun bisa dijadiin alat. Apalagi Mak saya asli Padang, yang saat momen-momen tertentu masih suka ada hantaran ke rumah mertua. Jadi mau gak mau, kue itu mesti ada walo gak banyak. Budaya sih ya, jadi udah turun temurun pastinya.

Namun, lain dulu, lain sekarang. Seperti teknologi yang berkembang, kue pun mengalami perkembangan. Fungsi kue yang dulunya disuguhkan sebagai hidangan penyambut tamu, sekarang sudah beralih fungsi menjadi buah tangan suatu daerah, yang pastinya wajib dibawa pulang. Salah satunya "oleh-oleh kekinian Batam", Batam Ogura.

Saya dan teman Blogger berkesempatan menghadiri Pre-Launching Batam Ogura ini di Teabox Cafe, Komplek Ruko Khazanah Plaza Sukajadi Batam, pada minggu 3 September 2017. Acara pre-launching dikemas cukup santai dan bersahabat. Ya iyalah, rata-rata dah pada kenal. Walau acara dipercepat satu jam dari yang dijadwalkan, Mas Sigit tetap memulai acara pukul 12.00 AM, sesuai jadwal pertama.

Ngomong-ngomong tentang nama nih, kenapa kok taglinenya, "oleh-oleh kekinian Batam" tapi kok, ala-ala Jepang gitu ya? Apakah kokinya keturunan Jepang? Atau bahan dasar kue yang memang didatangkan dari Negeri Sakura sana? Daripada me-reka-reka, yuk kita simak di bawah ini.


TENTANG BATAM OGURA

Sebelumnya kita sudah mengenal dong ya, nama oleh-oleh khas Batam yang familiar banget ditelinga itu? Bedanya apa? Awal terciptanya Batam Ogura, terinspirasi dari penganan oleh-oleh yang dibuat artis yang lagi hits. Semacam kuliner yang  yang dikombinasikan dengan resep, hingga bercitarasa local. Menurut Mas Sigit, konsep dasar dibentuknya Batam Ogura sendiri, lebih ditujukan sebagai "oleh-oleh kekinian Batam" dengan memberikan suasana baru yang modern, rasa dan taste yang baru, cara pelayanan  dan penyajian yang berbeda, hingga dapat diterima semua kalangan, baik muda maupun tua.

Kata Ogura sendiri memang diadaptasi dari Jepang yang artinya kue berbahan dasar keju, bertekstur lembut dan juga manis. Kue ini lebih dikenal dengan Japanesse Cheese Cake. Di Batam Ogura sendiri, cake ini sedikit dimodifikasi dalam segi bentuk, namun tidak merubah bahan dasarnya yakni cream cheese dan bahan-bahan utama lainnya.


APA SAJA VARIAN RASANYA?



1. OGURA CHEESE
Pencinta keju? kamu wajib mencoba varian ini. Cake yang diperkaya dengan keju dan cream kejunya yang lezat banget. Taburan keju di atas cake ini, sudah pasti membuat gigitan pertama kamu lumer dumer di mulut. Hmmm.
Price : Rp.60.000



3. OGURA GREENTEA
Hijau, sejuk dan lembut, ciri khas ogura satu ini. Greentea with mix cream cheese, nge-buat lidah bergoyang tiada henti.
Price: Rp.58.000



2. OGURA CHOCO
Kue ini menjadi pilihan pertama saya saat icip-icip. Semua orang pasti suka yang namanya cokelat. Kalo dibagian atas taburan coklat yang menggoda, di bagian tengahnya juga berisikan coklat lumer yang bikin kamu bakalan nambah lagi, lagi dan lagi.
Price: Rp.55.000




4. OGURA RED VELVET
Appearencenya sih bikin penasaran ya? Apaan nih, kue kok merah kece gitu. Red Velvet ini, tengahnya berisi cream cheese dan rasa yang memberi kesan mewah. Kalo kamu cobain nih kue, dijamin pasti minta bungkus bawa pulang.
Price: Rp.58.000




5. OGURA DURIAN
Durian?? Mana kak, mana? Ada di tengah cake di bawah ini. Perpaduan cream cheese dan durian yang legit, gak perlu capek-capek nge-gigit deh. Kuenya lembut banget. Duriannya asli terasa.
Price: Rp.60.000



Jangan salahkan saya, jika Varian rasa Batam Ogura yang temans cicipi, jadi muncul hasrat, pengen nge-borong semuanya. Silahkan bawa uang lebih ya, untuk si Mama, Nenek, Tetangga, Adek, Kakak, Ponakan. Borong deh semua.
Grand Opening  Batam Ogura pada tanggal 9 September 2017, dengan menghadirkan artis Zaskia Sungkar dan Irwansyah. Tidak hanya itu saja, keesokan harinya, tanggal 10 akan kedatangan artis, Dhiny Aminarti dan Dimas Seto. Acaranya pasti seru nih. Ada makan siang dengan artis undangan, games, dan lain sebagainya. Jangan lupa datang ya, acara dimulai pukul 10 pagi sampai selesai.

BATAM OGURA
KOmplek Lumbung Rezeki
Blok D. No.2 Nagoya
Batam Kepri.
Phone: (0778)4089 938
@BatamOgura

See ya to the next story. Bye




Monday, 28 August 2017

Bersyukur, Cara sehat Menikmati Hidup


Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita tertangkapnya manager salah satu travel penyelenggara haji dan umrah di Jakarta. Mereka yang terdiri dari suami istri dan saudara kandung, berhasil menipu ratusan calon jamaah umrah dari berbagai daerah dengan nominal yang sangat fantastis. Miris memang, di tengah kehidupan yang serba susah, masih ada segelintir orang yang berani terang-terangan mengambil hak orang lain tanpa rasa malu.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Jangan heran, semua bisa ditebak. Nafsu dan keinginan yang tinggi akan sesuatu, yang membuat seseorang bisa gelap mata dan menghalalkan segala cara. Sifat konsumtif dan hasrat untuk "sama" dengan yang lain, yang membuat mereka nekad "merampas" hak orang lain tanpa rasa malu. Prestise, gaya hidup dan status sosial agar bisa "dianggap" juga menjadi alasan pokok seseorang rela malu, demi satu kata, gengsi.

Tapi, lupakan tiga tersangka itu. Saya tidak akan membahas tentang kasus ini, atau bagaimana cara mereka menipu calon jamaahnya. Karena saya tidak ada hak menghakimi dan saya juga bukan salah seorang yang dirugikan atas tertangkapnya mereka. Biarlah hukum yang menyentuh dengan seadil-adilnya. Disini saya hanya coba mengambil hikmah dan pembelajaran dari tertangkapnya bos travel itu.

PERLUNYA KONTROL DIRI

Terjadinya fenomena di atas, tidak lepas dari rendahnya kontrol diri. Nikmat sesaat namun berakibat fatal. Ibarat kata pepatah, nila setitik, rusak susu sebelanga. Gaya hidup mewah dengan segala pencitraan, ibarat hidup dalam bayang-bayang semu. Melenakan hati, membutakan mata, kufur terhadap nikmat yang telah diberikan Yang Maha Kuasa.

Boleh saja bergaya hidup mewah, asal apa yang ditampilkan di dapat dengan hasil usaha sendiri, bukan hasil merampas hak orang lain. Berapa pun nominalnya, selagi bukan hak kita, tidak patut digunakan untuk foya-foya, dan berlagak bak sosialita. Bukankah banyak orang kaya di negeri kita ini, tapi malah tampak biasa saja?

Buka mata, buka hati, tidak semua yang kita anggap baik, akan baik juga menurut orang lain. Selagi masih hidup, masih banyak nikmat dari Yang Maha Pencipta, tanpa harus merampas hak orang lain. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, kesibukan dan rutinitas yang sangat tinggi juga menjadi salah satu faktor pendukung kurangnya nikmat hidup yang kita rasakan. Siklus yang serba cepat, dan didukung dengan segala sesuatu yang serba instan, seolah-olah waktu 24 jam itu, tidak lah terasa cukup.

Hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan. Lantas apa saja yang bisa kita lakukan untuk bisa menikmati hidup dan merasa "cukup" dengan apa yang kita punya?

1. TETAPLAH BERSYUKUR
Makin banyak bersyukur, makin nikmat itu bertambah. Sekarang emang rasa syukur yang kurang pada diri kita. Udah dapat ini, mau yang itu. Dah dapat yang itu, pengennya lagi..lagi..dan lagi. Terlepas dari sifat manusia yang tidak pernah puas, ada baiknya syukuri saja apa yang ada.*Kayak lirik lagu D'Masiv tuh. Daripada mengeluh yang gak ada untungnya, lebih baik mengucap syukur dengan nikmat yang sudah ada. Bukankah diluar sana masih banyak orang yang tidak seberuntung kita?

2. BERGAULAH DENGAN ORANG BAIK
Bergaul dengan orang baik, banyak banget mamfaatnya. Setidaknya kita bisa termotivasi melakukan hal-hal yang positif. Bukankah teman yang baik akan mengarahkan kita ke arah yang baik. Sebaliknya, teman yang buruk juga akan membuat kita melakukan hal yang buruk. Jadi tidak ada salahnya memilih teman untuk kebaikan.

3. BUATLAH PRIORITAS HIDUP
Mungkin sebagian orang mengaggap prioritas hidup bukanlah hal yang penting. Padahal hal kecil akan menjadi besar bila diberi prioritas utama. Seperti target membeli rumah, punya pendamping hidup, bagi yang single, dan banyak lagi yang lainnya. Prioritas dalam hidup akan memacu kita bekerja lebih giat lagi untuk mencapainya.

4. JANGAN MENGERJAKAN YANG TIDAK SANGGUP DIKERJAKAN.
Ada baiknya mengerjakan sesuatu sesuai dengan kemampuan. Jangan berat yang dipikul daripada yang dijinjing. Bakalan lelah, capek, stress menumpuk.

5. JAGA EMOSIONAL
Emosi yang berlebihan, memicu detak jantung yang tidak beraturan. Jaga emosianal, tidak semua masalah selesai hanya dengan amarah yang membuncah.

6. BERI WAKTU KHUSUS UNTUK MENIKMATI HARI.
Ini yang sangat penting. Rutinitas yang padat, hampir tidak ada waktu santai buat rehat sejenak. Patut jadi perhatian, tidak perlu memburu rupiah untuk memenuhi pundi-pundi keuangan, yang akhirnya kita tidak bisa menikmatinya. Menghabiskan waktu ke tempat menarik di akhir weekend, penting juga di agendakan.

Ada baiknya berpikir sebelum bertindak, kaji semuanya dengan tepat. Tujuan yang teronggok di kepala tidak akan semuanya bisa dilaksanakan. Tapi alangkah baiknya menikmati pengalaman dengan mengusahakan yang terbaik. Cukup hanya Allah penolong terbaik.

Dari tips di atas, sudah bisa kita putuskan, langkah apa yang kita ambil untuk bisa merasakan nikmatnya hidup. Mudah-mudahan Unizara dapat terinspirasi dari berbagai tips di atas.

Karena hidup terus berjalan, mulailah perubahan dari sekarang. Kalau tidak sekarang kapan lagi?

See ya to the next story.


Monday, 21 August 2017

Punya Rumah Sendiri, Kenapa Nggak?


"Rumah tidak hanya sebagai tempat kita berteduh, berkumpul dan bersilaturahim. Tapi juga sebagai tempat kembali terbaik yang pernah ada"

Bagi saya memiliki sebuah rumah, adalah suatu pencapaian yang luar biasa. Tidak semua orang mempunyai rumah. Tidak semua juga yang berpikir akan membeli rumah. Mereka yang lajang ataupun yang sudah menikah, walaupun terlintas di angan, tapi masih ditepis begitu saja. "Ah, gw kan gak akan menetap di sini?". Gitulah kira-kira kasarnya. Gak beda dengan saya. Bekerja jauh dari kampung halaman di Padang sana, yang bisa dibilang masih ada sisa tanah warisan, gak pernah terpikir juga kalau saya akan hidup dan menetap di Batam.

Saya yang boros, saya yang masih suka shopping, makan sepuasnya, ngelayap ke sana sini, jangankan rumah, mau merid aja gak pernah terlintas bang?. Padahal waktu itu sudah deket dengan "mantan pacar" (baca: suami) selama tiga tahun.

Gaya hidup yang tidak biasa, dan umur yang sudah melewati 25, membuat si mama prihatin, was-was dan perlu turun tangan. Gak puas hanya dengan hanya nelpon, akhirnya meluncur lah si mama ke Batam. Melihat keuangan saya yang gak tentu arah, si mama langsung ngomong bla..bla..bla, dengan segala advice ala orang tua. Ultimatum langsung keluar. Pertama saya harus segera menikah. Deg! kaget juga, mau bilang gak, takut nyakitin, jawab iyes masih ngeri. Pokoknya waktu itu, segala jurus ngeles dikeluarin lah, yang ujung-ujungnya bilang "ntar aja deh Ma, belum siap". Nunggu siapnya kapan? Takut juga kali si mama, takut terjadi hal-hal yang diinginkan. *Eh.

Ultimatum kedua, saya disuruh beli rumah. "Gak mau nikah, ya, udah, gimana kalo uangnya dipake beli rumah dulu? Toh kalo pun gak tinggal di Batam, rumahnya bisa dikontrakin kan?" Ujar nyokap kala itu. Walopun gak niat, suka gak suka, tapi saya pikir ada benarnya juga, menabung tapi dalam bentuk investasi properti.

Saya mulai bergerak dari mall ke mall tempat yang biasa banyak stand perumahan, sampai mengunjungi komplek perumahan yang sedang dibangun untuk mencari developernya. Akhirnya brosur terkumpul, saya mulai mensurvei daerah perumahan di sekitaran Batuaji. Karena emang dah niat, mau ambil rumah yang gak terlalu jauh dari tempat kerja.

Setelah nanya kakak dan advice dari si mama, awal 2007, rumah dengan tipe RS sudah menjadi milik saya. Yah, walaupun tipe kecil, tapi dibeli dari hasil jerih payah sendiri selama bekerja, bangga juga lah. Legaa banget. Di satu sisi saya terharu, di sisi lain, saya senang bisa menuhin harapan orang tua, walaupun harapan utama beliau, melihat saya menikah. Hadeuh.

Mau beli rumah, tapi belum terealisasi? 

Sekarang ini, rumah sudah menjadi kebutuhan primer, yang wajib dimiliki lajang sudah bekerja, apalagi yang sudah menikah. Kalo dilihat harga sih, memang sulit rasanya teraba oleh kantong. Secara, tabungan pun tidak mencukupi walau hanya membayar DP (Down Payment). Gimana cara mensiasati, agar sebuah rumah yang kita impikan, bisa kita peroleh? Ada sedikit tips nih, dari pengalaman yang sudah saya praktekan.

1. Niat.
Sesuatu yang di awali dengan nawaitu, pasti hasilnya tidak akan jauh dari planning.

2. Arisan.
Bukan arisan brondong, atau arisan tante-tante, tapi arisan uang. Ini salah satu cara juga ngumpulin uang tercepat lo.

3. Menyisihkan paksa sedikit dana untuk menabung.
Gak ada salahnya mulai menyisihkan dan menahan sedikit selera shopping dan pelesiran, demi suatu hasil yang menggiurkan.

4. Bergaul dengan orang baik.
Teman yang baik akan mengingatkan tentang hal yang baik, yang mau ngasih advice, dan kemajuan berpikir untuk masa depan yang baik.

5. Jangan lupa sedekah.
Banyak bersedekah, akan mengembalikan lebih dari apa yang kita beri. Makanya jangan pelit untuk bersedekah.

Setelah uang dianggap cukup, ada juga nih, hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan membeli rumah.

1. Searching Brosur Perumahan.
Sebaiknya piih lokasi rumah yang akan di beli sesuai dengan kriteria dan selera. Yang dekat tempat kerja, pusat kota, piggiran kota, sekolah, pusat perbelanjaan, rumah sakit, pelabuhan,dll. Semua ada tersedia.

2. Bandingkan Harga.
Brosur yang diseleksi biasanya mempunyai harga yang sedikit  berbeda, sesuai dengan tipe rumah dan lokasi yang di ambil. Beda 1 atau 2 juta kan lumayan.

3. Perhatikan Sistem Pembayaran yang Tertera pada Brosur.
Biasanya developer menggratiskan pengurusan AJB (Akta Jual Beli) dan SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan), pembayaran tanda jadi, dan sisa kelebihan tanah, bila yang diambil pada posisi hook. Perhatikan juga cara akad kredit jika membeli secara kredit. Sebaiknya bertanya ke marketing bila ada yang meragukan atau kurang jelas.

4. Pilih Rumah Hadap Timur.
Hadap timur otomatis matahari pagi akan menyinari rumah hingga menjelang siang. Sebaliknya bila memilih hadap Barat, akan dapat matahari sore dan tentunya akan membuat rumah panas lebih lama. Beda dengan hadap Utara atau Selatan, yang terpapar sinar matahari sekali 6 bulan saja.

5. Pilih Bangunan Besar, Tanah Luas
Salah satu hal penting juga bila kita memilih tipe rumah RS/Sederhana. Bila kita renov, lumayan mudah sih mendesain rumah besar. Tanah? Bangunan? Maksudnya apa sih? misal nih, tipe rumah 36/72, berarti bangunan 36, luas tanah 72m².

Intinya di sini, jangan ragu untuk membeli rumah. Kalaupun sekarang kita tinggal di "pondok mertua" ataupun mengontrak di tempat lain, alangkah baiknya mulai memikirkan punya rumah sendiri. Bayangkan saja, uang yang kita bayarkan untuk kontrak rumah, akan jauh lebih bermamfaat jika dibayar untuk rumah sendiri. Selain aman, kita juga tidak was-was jika suatu saat rumah yang kita tempati akan diambil pemiliknya.

Yuks..mulai investasi rumah dari sekarang. Harga rumah makin lama makin naik lo? Kalau saya sih, iyes untuk rumah. Kalau emak gaul, gimana yach?

"Rumah ideal tidak melulu besar dan mewah. Tapi tempat di mana kita merasa aman dan tentram berada di dalamnya".


Moga bermamfaat, See ya to the next story.

Monday, 14 August 2017

Mengintip Hutan Singapura Melalui Forest Walk


Kali ini saya kembali menjejakan kaki ke Negera Tetangga, Singapura. Tujuan wisata terdekat yang hanya ditempuh 45 menit via jalur laut. Negeri Singa ini, memang menjadi salah satu tujuan masyarakat Batam untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Walau hanya sekedar jalan, makan, mengunjungi saudara yang bekerja di sana, atau shopping di pusat perbelanjaan termurah.

Jangan salah sangka dulu, ini bukan gaya-gayaan sih, liburan ke luar negeri. Tapi emang cuma negara ini lah yang paling dekat dari Batam dibanding Malaysia. Gak perlu merogoh kocek terlalu dalam buat nyampe seberang. Cukup 500rb rupiah saja, kita sudah bisa mengunjungi tempat-tempat cantik dan gratis di sini.

Jenuh, salah satu alasan untuk rehat sejenak. Berkutat dengan rutinitas kerja dari Senin sampai Jumat, ditambah kerjaan rumah dan anak-anak, wajar lah ya bikin jenuh. Saatnya melenturkan syaraf-syaraf otak yang sudah mulai kusut. Sedikit alasan ke Pak Suami, akhirnya izin ke Singapur keluar juga walau hanya satu hari. Yah..gak papa la, lumayan.

Saya pergi dengan teman yang bernama Sazila. Berangkat pagi dengan ferry Batam Fast, saya mulai memasuki imigrasi Singapura yang tidak terlalu padat. Sesaat pandangan terpaku kepada sosok yang saya kenal sedang antri di lorong depan antrian saya. Ya.. itu Mr. Hira, President Direktur di tempat saya bekerja. Beliau melihat saya. Kami pun bercakap-cakap sebentar. Ternyata beliau dan istri akan pergi ke Malaysia, tapi singgah satu malam di Singapur.

Baca juga : Tempat Asyik Berbayar yang Perlu Dicoba Saat di Singapura

Lolos Imigasi, saya langsung meluncur ke tempat yang sudah kami incar. Salah satunya menuju Hutan yang terletak di Henderson Road. Hmm..mengapa ke sini? Saya terinspirasi dari cerita Mbak Dian Radiata tentang hutan ini. Boleh meluncur ya ke Blog Mbak Dee. adventurose.com

Hutan dengan Forest Walk

Saya menaiki bus menuju Alexandra Road untuk sampai Southern Ridges. Jam tiga lewat, saya sampai di halte. Rasanya udah gak sabar menaiki Alexandra Arch, jembatan cantik dengan panjang 80m. Namun sebelum menaikinya, saya melewati Hotrpark, the gardening hub. Sebuah taman yang banyak sekali dihiasi oleh bunga-bunga cantik yang menyejukan mata. Sayang saya tak sempat mengabadikannya, karena sudah gak sabar menaiki forest walk.

Di atas Hortpark ini, saya menaiki jembatan menuju rute yang akan saya lalui. Nangkring sebentar di Alexandra arch, saya cukup terkesima dengan gaya arsitektur jembatan ini, yang pastinya memukau mata setiap orang yang melaluinya. Puas di sini, semakin penasaran, seperti apa sih isi dalamnya.

Hortpark

Alexandra Arch

Berjalan di sekitar Alexandra Arch, di kiri kanan saya, sudah mulai terlihat pohon kayu dengan beraneka ragam bentuk dan ukuran. Saya cukup menikmati setiap pemandangan yang saya lewati. Sampai lah di Forest walk. Jalanan untuk menelusuri hutan, yang terbuat dari besi dan disusun rapi, hingga menjadi seperti walkways/gang. Forest walk ini lumayan tinggi. Jika melihat ke bawah, akan tampak tanah hutan berwarna coklat cukup jauh karena tingginya. Jangan takut untuk jatuh, forest walk ini sangat aman, karena dikiri kanan jalan juga dipasang pengaman berupa besi yang sama.

Forest walk juga dijadikan jogging track bagi warga Singapura. Ini bisa dilihat beberapa kali saya berpapasan dengan orang yang sedang berlari kecil menyusuri setiap walkways, yang membuat forest walk ini berbunyi karena hentakan sepatu mereka.

Saya terus berjalan. Dari balik pepohonan tampak gedung-gedung yang menjulang tinggi, yang berdiri kokoh, seakan menunjukan keangkuhannya. Ibaratnya hutan ditengah kota. Hingga tak terasa, sampai lah saya di sekitar pepohonan bambu yang lumayan rapat.

Hutan bambu di kiri kanan

Pose cantik with Zila di Forest Walk
Fokus pada forest walk yang berliku di belakang

Interlace, Apartement 1000 dengan model bertumpuk

Gedung-gedung yang menjulang tinggi
Setelah beberapa meter saya melewati walkways ini, saya melihat ada The Singing Forest. Dari keterangan yang saya baca, hutan ini terdapat 38 pohon yang alami yang ditanam untuk menyediakan makanan untuk serangga, dan juga sebagai penarik burung pemakan buah untuk datang ke sini.

The Singing Forest
Tak ada lelah yang saya rasakan, yang ada hanya rasa penasaran dimana forest walk ini akan berujung. Sampai di tikungan walksway ini, saya melihat tangga dan naik ke atas. Apakah itu ujungnya? Ternyata tidak, saya masih menemui jalanan yang sama. Semakin penasaran jadinya. Saya tetap terus berjalan. Hingga saya menoleh ke samping. Wajah Zila sudah menampakan raut kelelahan. Gak tega juga. Saya putuskan mencari titik untuk cepat sampai ke jalan utama. Saya hanya takut lemak tubuhnya berkurang dan dia jadi langsing seperti saya. Hehehe. Maapkeun Zil.

Tangga yang bikin penasaran
Satu jam lebih menaiki forest walk, saya rehat sejenak untuk mengambil nafas sambil meregangkan otot kaki. Sejauh mata memandang yang ada hanya hamparan rumput hijau dan pepohonan dengan aneka bentuk dan ukuran. Sejuk dan cukup tertata rapi juga. Jadi segar nih mata. Coba kalau di Batam ada yang seperti ini, bakalan asyek tuh.

Setelah cukup mengambil nafas, saya melanjutkan perjalanan kembali. Kali ini saya melewati Henderson Road yang mulai menurun. Dari peta yang saya lihat, kami akan sampai ke jalan utama. Ternyata benar. Pas belokan terakhir, tampak dari kejauhan hilir mudik mobil yang melintas. Lega menyeruak di dada saya. Akhirnya sampai juga di depan Telok Blangah Hill Park.

Menuju halte Henderson Road, saya dan Zila menunggu bus dengan No. 57 untuk ke Harbour Front. Lelah, capek, puas yang saya rasakan hari itu. Pukul 19.00 Singapur time saya sudah di Ferry Batam Fast tujuan Batam Centre untuk kembali ke Batam. Sedangkan teman saya, stay satu hari lagi di Hotel Boss, karena sudah janjian dengan temannya.

Walaupun satu hari, dengan jalanan yang sedikit tanjakan, cukup lah bagi emak seperti saya mengelilingi hutan Singapur dengan Forest walknya. Merasakan sensasi baru tracking di hutan setelah 22 tahun silam saya melakukan pendakian ke Gunung Marapi dan Singgalang di Padang, yang mungkin tak akan pernah terulang kembali.
Henderson Waves

Pepohonan dan rumput yang menyegarkan mata

Ku tetap berjalan mencari dirimu. Halah.

Tetap pose walau capek

Berjalan menuju Halte Henderson Road
Cerita singkat saat mengelilingi Forest Walk Singapur. Yach begitulah, seperti orang bilang, ada cerita dan moment di setiap perjalanan. Moga terinspirasi.
See ya to the next story. Bye.

Monday, 7 August 2017

Halal Bihalal Seru di Teabox Cafe Batam



Lebaran telah usai. Moment kumpul keluarga besar, perlahan mulai tergantikan dengan rutinitas kerja yang menyita waktu. Enggan rasanya harus kembali beraktifitas. Pengajuan libur bersama di tempat kerja, tak jua terealisasi. Di saat teman lain masih asyik menghabiskan waktu di kampung. Saya terpaksa masuk kerja di H+3.

"Please..tanggal merah lagi dong..Diriku masih ingin berlama-lama menikmati masa-masa santai" sempat bergumam dalam hati. Namun apalah daya, list cuti terakhir atas nama saya, tercatat sudah minus 3. Omaigad. Jatah yang semakin menipis. Harus sedikit menghemat, mengingat lebaran tahun depan saya dan anak-anak berencana pulang kampung.

Sementara di tempat kerja, suasana masih belum kondunsif. Hehe.. menurut saya sih. Etapi emang benar kok, masih banyak yang cuti, jadi rada-rada terpengaruh gitu mau libur lagi. Gak beda di grup WA, chat yang masuk hanya satu dua orang. Biasanya mah bejibun. Sejam aja gak dibuka, dah ratusan mau di read.

Yach...gini nih, hidup di perantauan, saat pulang kampung, saatnya melampiaskan hasrat yang terpendam. Ya makanan lah, ya wisatanya lah pokoknya di puas-puasin semuanya. Tidak hanya puas ber-hahahihii, kongkow bareng teman/sahabat, nostalgila dengan teman lama, makan opor aja sampai opordosis. Tapi sampai kepoin mantan hidup ama siapa? Hah? Jangan bilang ini kerjaan dek Silvi ya?? Upss. Dan yang paling keder nih, bila jomblo ditanyain "kapan nikah?". Langsung mendelik, melipir sambil kibas jilbab.

Gak kuat berlama-lama dalam keheningan, akhirnya grup WA kembali bergeliat. Tidak hanya grup sekolah saja, grup Blogger Kepri pun kembali aktif dengan chat serunya. Ini terbukti mimin BK buka list undangan Halal Bihalal di Teabox cafe Batam, sekalian merayakan HUT Blogger Kepri yang kedua,  di tanggal 22 July 2017. Wow..pasti bakalan seru nih ke Teabox kafe lagi.

Yup, Teabox kafe, yang terletak di Komplek Ruko Khazanah Plaza Blok R No.8&9 Sukajadi Batam ini, sudah 3 bulan beroperasi. Saat Soft Opening 16 May 2017, yang dihadiri oleh Shireen Sungkar, Teabox membuat terobosan baru dengan menyuguhkan menu andalan Spagethy Ink Squid by Shireen, yakni perpaduan pasta dan resep tradisional kepri yang dimasak dengan tinta sotong dengan bumbu calamary fritters dan crunchy serta minuman campuran pisang, cokelat dan kitkat yang dinamai Shireen Maximess.

Baca juga : Teabox, Kafe Modern Vintage, Nyaman dan Elegan

Tea box memang punya sensasi yang beda dengan kafe lain. Beberapa kali ke sini, paling betah duduk berlama-lama sambil menikmati makanan dan minuman yang makyuss di lidah. Tempatnya asyik, banyak spot-spot cantik dengan wall painting yang bisa untuk selfie dan wefie. Apalagi ditambah dengan menu yang sudah teruji kelezatannya.

SAAT ICIP MENU di TEABOX CAFE

Saya sampai di Teabox jam 12.45, telat beberapa menit dari acara yang dijadwalkan mulai jam 12.30. Saat sampai di Teabox, saya disuruh  isi absensi dan langsung di suruh ke lantai dua, tempat acara berlangsung. Di lantai dua, sudah tampak beberapa anggota BK yang berfoto di spot-spot cantik, dan beberapa lagi asyik bercengkrama dengan yang ibu-ibu pemilik kafe ini.

Acara segera dimulai dengan kata sambutan dari Ibu Yosi Marlinda, salah satu pendiri Teabox, yang dilanjutkan dengan makan siang dan foto-foto. Halal bihalal kali ini, sebagai tanda terima kasih Teabox kepada para rekan dan kolega yang telah membantu mempromosikan kafe yang berada di Sukajadi Batam ini. Tidak hanya itu saja, Teabox juga akan menghadirkan aneka menu baru, Indonesian dan Western, untuk menambah keragaman menu kafe ini.

Tiba saatnya icip-icip menu baru ala Teabox. Untuk menu sarapan pagi/Morning Booster, tersedia Mie Rebus Kare Udang, Mie Rebus Kuah Kacang, Roti Goreng, Donut Goreng yang gigitan pertama saja sudah keluar coklat lumer yang ada di dalamnya. American breakfast juga bisa jadi pilihan kamu yang bercita rasa masakan internesyenal. Selain itu para pencinta daging juga merasakan nikmatnya Grilled Sirloin Steak, Grilled Lamb Rack, yang lembut banget di lidah. Daging ayam juga bisa menjadi pilihan dengan menu Ayam Kriuk dan Grilled Ayam Taliwang. Ada juga Zuppa soup dan Churros yang enak banget.

Penasaran kan seperti apa penampakan menu di atas? Dan berapa sih harga yang ditawarkan? Disimak yuk di bawah ini.

 MIE REBUS KARE UDANG
Harga : 35.000; IDR



MIE REBUS KUAH KACANG
Harga : 35.000; IDR


AMERICAN BREAKFAST
Harga : 40.000; IDR



ZUPPA SOUP
Harga  : 32.000 IDR


AYAM KRIUK
Harga  : 36.000 IDR


GRILLED AYAM TALIWANG
Harga  : 32.000 IDR



GRILLED SIRLOIN STEAK
Harga  : 82.000 IDR



FILLED BAKED FISH
Harga  : 32.000 IDR

GRILLED LAMB RACK
Harga  : 115.000 IDR

ROTI GORENG DAN DONUT GORENG
Harga  : 35.000 IDR

 CHURROS
Harga  : 35.000 IDR



As information nih, di Teabox cafe ini juga tersedia nasi kotak kriuk dengan 36.000. Lengkap dengan nasi, sambal, sayur dan ayam  yang membuat lidah bergoyang. Selain itu setiap jumat, tersedia menu prasmanan seharga 45.000 all you can eat.

Nah tunggu apalagi..Yuk..meluncur ke Teabox cafe, more than just a tea.

Teabox Cafe
Komplek Ruko Khazanah Plaza Blok R.No.8&9 Sukajadi Batam.

See ya to the next story.