Pelajari Cara Mudah Pahami Grammar TOEFL di Skill Academy by Ruangguru

March 05, 2021 Yulia Marza 0 Comments

cara mudah pahami grammar toefl



Beberapa tahun lalu teman saya sedikit kecewa karena tidak bisa melanjutkan study keluar negeri melalui program beasiswa yang diikutinya. Bukan karena terkendala izin orangtua, bukan pula karena sakit hingga berujung kegagalan. Namun ia terkendala skor Toefl yang tidak sesuai dengan target yang ditentukan.

Skor TOEFL sering menjadi acuan kelulusan saat hendak melanjutkan study keluar negeri. Beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Kanada, masih menggunakan Toefl sebagai patokan, apakah seseorang itu berhak mendapatkan beasiswa untuk studinya atau tidak. Semua tergantung kebijakan negara tujuan tempat beasiswa yang dipilih.

TOEFL sendiri adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Ia merupakan test proficiency (kecakapan) yang mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang di luar proses belajar mengajar. Selain menjadi kelengkapan syarat mendapatkan beasiswa, TOEFL juga sebagai syarat mencari kerja di luar negeri atau sekolah melalui jalur pribadi.

Hasil tes TOEFL ini juga dipakai sebagai bahan pertimbangan mengenai kemampuan bahasa Inggris dari calon mahasiswa yang mendaftar ke universitas di negara lain, termasuk universitas di Eropa dan Australia. Selain itu TOEFL pada dewasa ini sudah mulai digunakan dalam dunia kerja sebagai salah satu mekanisme rekruitment atau jenjang kenaikan pangkat. (Sumber wikipedia).

Sungguh satu keharusan mempelajari TOEFL jika ingin mendapatkan beasiswa studi ke luar negeri. Apalagi bagi tingkat ekonomi menengah ke bawah, dengan biaya pendidikan yang mahal, tentu bukan pilihan bijak untuk melanjutkan studi mereka. Sementara keinginan untuk melanjutkan pendidikan begitu tinggi. Maka tidak heran, banyak pemburu beasiswa, berlomba-lomba meningkatkan kualitas diri demi mendapat pendidikan di luar negeri melalui jalur beasiswa.

Mengapa banyak orang berlomba-lomba mengenyam pendidikan di luar negeri? sementara banyak universitas negeri sendiri yang berkualitas? Yuk simak beberapa alasannya.

1. Melatih Kemandirian

2. Menambah Wawasan

3. Bidang Studi Lebih Spesifik

4. Prestise

5. Meningkatkan Bahasa Asing

6. Peluang Kerja Lebih Mudah

Untuk mencapai semua keinginan studi ke luar negeri, tentu saja penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, menjadi poin penting untuk kelangsungan proses belajar mengajar. Biasanya negara yang menyediakan beasiswa, kebanyakan menggunakan bahasa Inggris pada setiap interaksinya. Maka dari itu, TOEFL menjadi ujian kelayakan guna menguji seberapa banyak penguasaan bahasa Inggris dari pelajar yang ingin melanjutkan studi melalui jalur beasiswa ataupun mereka yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri.

Banyak peserta melakukan persiapan khusus demi lulus dengan skor TOEFL yang diharapkan. Beberapa materi berbahasa Inggris mulai dari menambah kosa kata baru, reading, speaking, listening, grammar ataupun berlatih soal-soal umum yang diuji saat tes TOEFL, sukses dilahap untuk menakar sejauh mana mereka mampu menguasai bahasa Inggris.

Selain mengeksekusi cara di atas, membiasakan lidah untuk selalu berbahasa Inggris juga satu ujian praktek terbaik untuk mempersiapkan diri menghadapi tes nantinya. Namun belajar sendiri masih kurang maksimal dibanding pendampingan tutor berpengalaman di bidang bahasa. Nah salah satu cara maksimal dengan mengikuti pembelajaran TOEFL pada lembaga yang ahli di bidangnya. Untungnya sekarang ada Skill Academy by Ruangguru.

MENGENAL GRAMMAR TOEFL di SKILL ACADEMY RUANGGURU

Mungkin banyak yang belum tau tentang Skill Academy terbaru dari Ruangguru. Still Academy adalah aplikasi yang fokus pada layanan pendidikan yang dikembangkan oleh tim sukses di Ruangguru, dan menjadi solusi untuk meningkatkan technical dan soft skill di berbagai bidang untuk para mahasiswa, profesional dan umum.

Pada Aplikasi Skill Academy ini, banyak terdapat program dengan topik-topik menarik yang memungkinkan siapapun berani maju menghadapi tantangan dan perkembangan teknologi. Salah satu topik yang bisa kamu andalkan yakni Mudah Pahami Grammar TOEFL.

Grammar TOEFL merupakan kelas Best Seller di aplikasi Skill Academy. Ia menjadi favorit karena banyak orang yang ingin mempelajari lebih dalam tentang topik ini dikarenakan merasa kesulitan memahami grammar TOEFL. Hal ini tentu saja bermanfaat menyiapkan mental kamu yang ingin melanjutkan study di luar negeri atau memudahkan kamu mendapat pekerjaan dengan mempelajari jenis grammar TOEFL.

Dengan metode pembelajaran kelas online, kamu akan diajarkan mempersiapkan mental menghadapi ujian atau tes toefl yang rumit, sekaligus bagaimana berbicara yang benar dan cara penulisan / grammar yang benar serta mempersiapkan jawaban ketika sesi interview dilaksanakan.

Bagaimana dengan tutor kelas ini? Jangan cemas. Di kelas Grammar TOEFL, kamu akan dibimbing oleh Teacher Ali Fikrie, ahli yang handal di bidangnya. Ia adalah seorang Tutor Mitra Scholarship Hunter (Schoters) dan juga Trainer TOEFL dan IELTS serta penulis buku best seller Top Master TOEFL. Belajar Toefl di Skill Academy akan memberikan manfaat besar bagi kamu ke depannya. Karena di Skill Academy kamu mendapatkan banyak ilmu dengan segudang topik-topik menarik yang ditawarkan pada kelas Grammar Toefl.

Bagaimana Soal Biaya?

Harga tentu saja sebanding dengan ilmu yang kamu dapatkan. Dengan biaya Rp 1.234.000 kamu sudah mendapatkan 13 topik penting sebagai bekal menghadapi ujian toefl ataupun mencari pekerjaan di luar negeri.

Beberapa keunggulan dari kelas Best Seller Skill Academy :

1. Topik grammar lengkap

2. Materi yang diajarkan sangat mudah dimengerti

3. Instruktur sangat menguasai materi

4. Gaya penyampaian asyik

5. Metode belajar di selingi quiz

6. Biaya terjangkau


Topik Skill Academy


Tunggu apalagi, buruan cek website skill academy by Ruangguru di www.skillacademy.com. Aplikasi bisa di download via Google Play dan App Store.


0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Atasi Kendala Bahasa Asing Bersama Lister

February 28, 2021 Yulia Marza 0 Comments

Belajar bahasa bersama Lister

Belum lama ini, media sosial ramai membahas video seorang youtuber muda Indonesia, yang mampu berbicara dalam 5 bahasa. Salah satu video yang viral adalah saat youtuber tersebut fasih berinteraksi dengan lawan bicara dalam bahasa Rusia.

Sungguh kemampuan yang luar biasa. Saya mengapresiasi bakat youtuber tersebut. Di mana sebagian besar generasi muda sekarang sibuk bermain game dan berselancar di dunia maya, sang youtuber malah mempelajari bahasa tersulit (versi saya), secara otodidak! 

Hal ini tentu saja menjadi shocking moment bagi masyarakat Indonesia. Mengingat masih minimnya generasi muda dengan multi language. Dari 250 juta penduduk Indonesia, mungkin hanya nol koma sekian yang menguasai bahasa asing. Rata-rata mereka yang bisa berbahasa asing karena orangtua melakukan perkawinan campur, atau memang bersekolah di Internasional School yang mewajibkan penggunaan bahasa asing di lingkungannya. 

Harusnya generasi muda di era Industri 4.0 ini, menjadikan sang youtuber cambuk agar lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Salah satunya dalam hal komunikasi. Generasi Indonesia harus bisa sejajar dengan bangsa lain dalam segala aspek. Mempelajari bahasa asing terutama bahasa Inggris harus dioptimalkan dari sekarang, agar memudahkan interaksi ke seluruh dunia.

Di lingkungan tempat tinggal saya pun banyak anak yang minim sekali berbahasa Inggris. Hal ini cukup memprihatinkan. Dari 30 anak yang saya uji mulai dari SD hingga SMP, hanya 25% saja yang dikatakan "bisa" berbahasa Inggris, itupun penguasaan dasar saja. Padahal setiap hari mereka dihadapkan dengan game dan interaksi media sosial berbahasa asing melalui smartphone. Namun sayang, smartphone hanya digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat.

Minat belajar bahasa asing


INDONESIA vs GENERASI MUDA

Sungguh satu tantangan terbesar Indonesia menghadapi era globalisasi ini adalah menumbuhkan minat generasi muda mempelajari bahasa asing. Bukan tanpa alasan, Indonesia harus mempersiapkan generasi yang aktif agar mampu sejajar dengan bangsa lain dalam hal penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Terutama dalam hal penguasaan bahasa.

Salah satu bahasa yang wajib dikuasi generasi muda sekarang adalah Bahasa Inggris. Layaknya Bahasa Indonesia pemersatu seluruh rakyat Indonesia, bahasa Inggris juga menjadi pemersatu rakyat seluruh dunia. Lihatlah di televisi, bagaimana manusia di negara A, B, dan C berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Belum lagi seorang diplomat dari beberapa negara yang juga sangat fasih berbahasa inggris.

Era globalisasi telah merubah tatanan hidup manusia di segala aspek. Ia memadukan teknologi informasi, komunikasi dan kebudayaan dalam perkembangannya. Generasi muda hendaknya aktif dan mempersiapkan diri menghadapi lajunya dampak globalisasi yang mengglobal ini. Dengan menguasai setidaknya satu bahasa asing saja, kita bisa melihat dunia dan seluruh perkembangannya.

Ada beberapa keuntungan seseorang dengan multi language di era globalisasi.

1. Dari segi bisnis, akan lebih mudah menjelaskan pada klien bagaimana keunggulan produk yang ditawarkan. Selain itu klien akan melihat bagaiman skill kita dalam sebuah presentasi.

2. Lingkungan Sekolah, lebih unggul dari teman sekelas dalam penguasaan bahasa asing, dan apabila ada program pertukaran pelajar, siswa dengan multi language lebih diutamakan.

3. Mempromosikan Kebudayaan. Akan lebih mudah menjelaskan Indonesia dengan ragam budaya, bahasa daerah dan adat istiadat yang dimiliki ke ranah internasional agar masyarakat tahu bahwa slogan Indonesia itu Diversity in University.

4. Online Shopping. Menawarkan suatu produk dengan bilingual akan mudah mendapatkan market tidak hanya lokal saja, tapi juga Internasional.

5. Chatting,  akan lebih mudah berinteraksi dan mengenal lebih banyak teman di seluruh dunia

Bahasa Inggris sangat penting penerapannya di era globalisasi sekarang. Mencintai bahasa asing, tidak serta merta mengesampingkan bahasa Indonesia. Harus bisa menempatkan porsi masing- masing agar generasi kita bisa berbahasa Inggris namun tidak melupakan akar budaya mereka yakni bahasa Indonesia.

Namun bagaimana mensiasati generasi muda, agar paham dan berani berbahasa inggris? Untungnya ada program belajar bahasa asing online, Lister. 


LEBIH  DEKAT DENGAN LISTER

Pandemi setahun belakangan ini, memaksa kita work from home. Namun, di rumah tidak mesti diam dan menghabiskan waktu sia-sia dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Salah satu kegiatan yang dapat menghasilkan manfaat besar bagi masa depan kamu yakni belajar bahasa asing online. 

Namanya online tentu saja bisa dilakukan di mana saja, baik di rumah, atau di rumah teman, tanpa harus berhubungan dengan banyak orang. Apalagi harus mengikuti segala protokoler kesehatan dengan memakai masker dan segala macamnya. Salah satu website tempat asyik belajar bahasa online yakni Lister.

Apa itu Lister?

Lister adalah sebuah platform yang mengusung cara  baru mempelajari bahasa asing secara online, di mana saja, kapan saja sesuai level kemampuan bahasa yang dimiliki.

Lister hadir dari mimpi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, tanpa terbatas ruang dan waktu dalam menangani masalah bahasa, mulai dari bahasa Inggris, Jepang, Korea, Arab, Jerman, Mandarin dan lain sebagainya. Di Lister kamu akan diajarkan how to speak, how to pronounce, writing and listening.

Kenapa Memilih Listers?

1. Jadwal Fleksible

Salah satu keuntungan jadwal fleksible adalah tidak bentrok dengan kegiatan lain. Selain nyaman dan aman, kita bisa menentukan jadwal sesuai keinginan tanpa mengganggu aktivitas lainnya.

2. Tim Online 24 Jam

Riweuh gak sih kalo belajar bahasa asing, tiba-tiba gak tau artinya apa? Atau mau ngomong ini gimana ya? Nah..di Lister, tim online 24 jam siap sedia membantu kamu menyelesaikan masalah. Asyik kan.

3. Standar Internasional

Era globalisasi memilih kursus bahasa asing online berstandar Internasional adalah pilihan bijak untuk masa depan. Kondisi ini tidak hanya membantu kamu siap dari segi bahasa, tapi juga bersiap menghadapi persaingan global. 

4. Biaya Terjangkau

Biaya juga salah satu tolak ukur mencari kursus bahasa asing online terbaik. Rugi kan kalo bayar mahal tapi hasilnya zonk? Di Lister, kamu bisa mendapat harga terjangkau, dengan hasil yang memuaskan tentunya.

5. Pengajar Ber-sertifikasi

Berbicara dengan native speaker itu asyik banget lo, bisa belajar sambil praktek, dengan minim kesalahan. Di Lister teacher adalah tenaga profesional yang aktif sekaligus bersertifikasi. Jadi aman dan tak perlu ragu berkomunikasi.

Lister


Selain itu bagusnya Lister, telah punya coorporate Client seperti di Kementrian Keuangan Republik Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Universitas Negeri Semarang, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Sirclo dan lan sebagainya.

Tidak ada batasan usia belajar di Lister, paket dan program yang ditawarkan bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Bagaimana mendaftar di Lister?

1. Menghubungi Konsultan Khusus

2.  Mengisi Form Pendaftaran

3. Melakukan Placement Test untuk menentukan Kelas

4. Pembelajaran dengan Video Conference dengan aplikasi mudah.

5. Materi belajar direkam dan bisa direview ulang

6. Payment bisa melalui pembayaran digital. Transfer Bank via BCA, Kartu Kredit (VISA and Master Card), E-Wallet (OVO, GoPay, DANA).

Tentukan pilihan masa depan kamu dengan pemilihan tempat belajar bahasa asing online bersama Lister. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa belajar bahasa Inggris, Writing, Speaking, Listening, Reading and so many more.

Di Lister kamu akan berlatih percakapan bahasa Inggris dengan topik yang menarik, agar kamu bisa percaya diri dan  mampu berkomunikasi dengan baik, secara langsung maipun via telephone.

Tunggu apalagi, segera daftar di Lister. Kunjungi websitenya juga ya di https://lister.co.id atau kamu yang berada di Yogyakarta bisa langsung tuh ke kantor Lister pada alamat di bawah ini.

Lister Teknologi Edukasi




0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Kiat Menjaga Toleransi, Kebersamaan dalam Keberagaman

February 04, 2021 Yulia Marza 0 Comments

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas 5.193.250 km² mencangkup daratan dan lautan, yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Beragam suku bangsa, bahasa, agama, adat istiadat di 34 provinsinya, Indonesia disatukan oleh semboyan "Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu"

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang tertulis pada lambang negara Garuda Pancasila, merupakan landasan penting negara Indonesia. Kalimat yang dikutip dari buku Sutasoma karangan Mpu Tantular ini, menyatukan keberagaman Indonesia dalam ikatan yang kuat, agar tetap harmonis, selaras, demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa.

Hidup dalam negara multikultural tidaklah mudah. Konflik antar kelompok masyarakat sering bermunculan. Isu-isu negatif kerap digaungkan beberapa oknum, baik secara langsung maupun tak langsung, guna memecah belah persatuan bangsa. Sayangnya, info negatif lebih mudah diserap dibanding informasi positif. Bila tidak disikapi dengan bijak, tindakan oknum yang memicu manifestasi konflik tersebut, akan berdampak pada stabilitas keamanan, sosio-ekonomi, dan ketidakharmonisan sosial. 

Harusnya kita sadar, perbedaan di tengah keberagaman ibarat mozaik yang harus ditata menjadi satu kesatuan utuh. Perlu rasa toleransi dan tenggang rasa yang tinggi, agar tidak terjadi pergesekan di masyarakat. Setiap elemen harus bekerja sama, bergandengan tangan, dan hidup berdampingan tanpa membedakan suku, agama, hingga rasa aman dan tentram tercipta di tengah perbedaan.

Bukankah sejarah mengatakan dulunya bangsa Indonesia bersatu padu melawan penjajah tanpa membedakan ras, suku dan agama tertentu? Lantas mengapa sekarang konflik muncul mengatasnamakan kelompok mayoritas dan minoritas? Tidakkah mereka tau bahwa ciri khas Indonesia itu ada pada keberagaman yang membuat mereka bersatu meraih cita-cita bersama?

Toleransi dalam keberagaman, sangat penting ditanamkan terus menerus kepada generasi bangsa. Mengingat sejak jaman nenek moyang kita dahulu, toleransi telah berjalan tanpa melanggar norma sosial dan mengikat kelompok masyarakat, tanpa melihat asal usul, ras dan agama yang menaunginya. Semua kelompok masyarakat hendaknya kembali ke nilai dan karakter utama bangsa dalam kehidupannya, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan berintegritas.

Dengan keberagaman  membuat kita saling mengenal dan tahu kekayaan budaya Indonesia, semakin kita paham, semakin tumbuh cinta pada tanah air Indonesia. 

Nah, bagaimana mewujudkan kebersamaan dan toleransi dalam keberagaman di segala lini kehidupan? 

SIKAP TOLERANSI, KEBERSAMAAN DALAM KEBERAGAMAN

Seperti yang kita tahu, sikap toleransi dalam keberagaman akan memunculkan sikap kebersamaan tanpa embel-embel di belakangnya. Nilai dan karakter bersama dalam keberagaman harus ditanamkan sejak dini, agar terbiasa dengan perbedaan dan menerapkannya pada lingkungan masyarakat. 

Tentunya pertama, kita harus paham apa itu toleransi, keberagaman dan kebersamaan. Bagaimana mewujudkan aspek di atas pada lingkungan masyarakat seperti lingkungan tempat tinggal, sekolah dan tempat kerja.

Toleransi dalam keberagaman


Di LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL

Saya tumbuh dan besar di kota dengan tidak hanya satu suku saja yang mendiaminya. Saya yang bersuku Minang, memiliki tetangga yang bersuku Batak, Jawa, Sunda, Cina, dan Nias. Kami saling menghormati perbedaan itu. Saya tetap bermain dengan teman yang berbeda suku dan agama. Mereka pun menggunakan bahasa kami sehari hari, tanpa ada paksaan kata "harus". 

Bila ada perayaan hari besar agama, kami tetap menghormati dan tidak mengganggu ibadah agama mereka. Toleransi tetap kami pegang teguh. Tidak ada saling mengejek, menjatuhkan, apalagi pemaksaan harus ikut sama dengan golongan tertentu.

Semua sempunyai hak dan kewajiban yang sama di lingkungan. Tingkah laku dan perbuatan berjalan sesuai norma yang berlaku di masyarakat. Apabila ada silang pendapat, semua diselesaikan dengan musyawarah untuk mufakat.

Sebenarnya, hidup di lingkungan dengan beberapa suku, akan berdampak baik jika kita saling menghormati dan tidak melampaui batas. Baberapa keuntungan hidup dengan tetangga yang beda suku, adat dan budaya yang bisa saya ambil antara lain :

Bisa mengenal lebih dekat masakan dan makanan khas dari suku tersebut, ada juga busana tradisional mereka saat prosesi adat perkawinan, kematian. Seperti contoh, saat prosesi pernikahan adat Batak, mereka memakaikan ulos. Adat Jawa dan Sunda sebelum nikah adanya proses siraman dan lain sebagainya.

Di LINGKUNGAN SEKOLAH

Ketika masih duduk di bangku sekolah, teman dan guru juga datang dari kalangan berbeda suku dan agama. Teman satu kelas bermarga Siahaan, Guru PMP ibu Sinaga dan Joko asli Jawa Tengah. Saya tetap bermain, meminjamkan alat tulis, belajar bersama ketika masih satu kelas.

Karena bagi saya, perbedaan bukanlah alasan untuk saling membenci. Selagi berjalan di rel yang seharusnya, justru akan tercipta rasa menghargai dan menghormati 

Setelah lulus pun, kami tetap berinteraksi via grup WA, menjalin silaturahmi sambil mengingat momen mengesankan dan lucu saat sekolah dulu.

Di TEMPAT KERJA

Saat ini saya bekerja di kota yang hampir sepertiga penduduknya adalah pendatang. Walau suku asli di sini melayu, namun mereka hanya berkisar 32 persen saja.

Di lingkungan kerja malah lebih tinggi tingkat keberagamannya. Suku Sunda, Jawa, Batak, Aceh, Bali, Melayu, Ende bersatu meraup rupiah di perantauan. 

Kami saling menghargai, bertoleransi dalam ikatan persaudaraan. Bila ada kegiatan perusahaan, kami akan melibatkan semua elemen kantor tanpa memandang suku, agama dan bahasa. Kongkow di luar jam kerja, ayoklah. Gak ada istilah siapa gue, siapa elu. Selagi tidak mencampuri hal sensitive, sok atuh.

Perbedaan budaya, ras, agama dan bahasa justru menambah pengetahuan secara eksplisit bahwa yang diketahui melalui buku dan media, kadang berbanding terbalik dengan actual di lapangan. Makanya ada istilah tak kenal maka tak sayang. Tak tahu maka bertanya, yang seakan menjadi acuan bahwa dalam keberagaman, hendaknya kita mengenal lebih dekat dan bertoleransi hingga kesalahpahaman bisa di minimalisir.

toleransi di tengah keberagaman


Di balik sikap toleransi dalam keberagaman, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dalam menjaga dan merawat toleransi, kebersamaan dalam keberagaman. Salah satunya dengan pendidikan. Sejatinya mereka yang berpendidikan, baik formal maupun non formal, lebih memiliki kreativitas, pengetahuan, mandiri, integritas dan pribadi yang bertanggung jawab. 

Generasi berpendidikan, diharapkan dapat bekerjasama dengan yang lain, dalam mengembangkan kemampuan bersosialisasi, berkomunikasi dalam menerapkan nilai-nilai Kebhinnekan, dan memberikan penyelesaian dari konflik-konflik yang berkembang di masyarakat secara sabar, damai,  demi memperkokoh perdamaian, persaudaraan dan solidaritas di masyarakat.

Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa yang berkualitas, tetap bisa memilih informasi yang baik, meredam isu negatif yang akan menyebabkan manifestasi konflik, dan membangun toleransi, kebersamaan dalam keberagaman, agar tetap menampilkan jati diri Indonesia sebagai negara heterogen, multikultural demi persatuan dan kesatuan bangsa

“Tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi, bukan kekerasan”


0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.

Ragam Cerita Dongeng Terbaik Anak di Aplikasi Let's Read

January 08, 2021 Yulia Marza 9 Comments



Ragam Cerita Dongeng Terbaik Anak di Aplikasi Let's Read
Membaca Digital


Beberapa waktu lalu, seorang teman saya memposting foto majalah anak lama di laman Facebooknya. Majalah tersebut terlihat usang dengan tahun terbit 1989. Walaupun usang, cover kelinci bersweater merah berlogo B dengan celana biru itu, pernah mengisi hari-hari saya di masa kecil

Rubrik dongeng, menjadi konten favorit saya di majalah itu. Di dalamnya terdapat tokoh dengan karakter unik yang menjadi ciri khas satu cerita, seperti Oki Kurcaci berbaju hijau, Bona gajah kecil berbelalai panjang, atau si Sirik yang berwajah seram dengan topi dan dagu lancipnya.

Menariknya, setiap cerita selalu diselipi pesan positif. Di mana tokoh antagonis adalah tokoh jahat, licik, kejam, sedangkan tokoh protagonis digambarkan sebagai tokoh berjiwa penolong, bisa menyelesaikan masalah dengan bijak, kemudian cerita berakhir yang jahat akan kalah, yang baik akan menang.

Selain itu, visual tokoh juga ditampilkan melalui media gambar. Hal ini tentu saja membuat cerita lebih hidup dan menarik. Pembaca pun bisa berimajinasi melalui gambar dan deskripsi cerita.

MINAT BACA DULU dan SEKARANG

Di era 90-an, minat baca cukup mendapat tempat tersendiri. Ini terbukti tingginya oplah penjualan buku, majalah, komik atau tabloid di outlet yang tersedia. Item yang dicari sering kali sold out. Tidak ada kata menyerah untuk sebuah keinginan. Mereka bisa meminjam, berlangganan, atau membaca gratis di toko buku sepulang sekolah. 

Niat memang.

Begitulah. kami masih termotivasi melahap semua bacaan. Komik, majalah, tabloid dan buku-buku pengetahuan. Tidak ada paksaan harus melulu membaca buku pelajaran, atau buku-buku yang ada di perpustakaan. Kesadaran muncul dengan sendirinya, hingga bacaan pun terbagi sesuai porsi masing-masing.

Bagaimana sekarang?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada Maret 2016 lalu, dengan tajuk World Most Literate Nations, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 atau nomor dua terbawah dari 61 negara, dalam hal minat baca.

Cukup memprihatinkan. Di era globalisasi, di mana hadirnya internet memudahkan akses menjelajah, mencari informasi yang membuka cakrawala, sumber daya manusianya malah berbanding terbalik. Minat baca rendah. Mereka lebih memilih bermain gadget, berswafoto, bermain game online atau berselancar di dunia maya dengan fitur-fitur menarik di dalamnya.

Padahal usaha berbagai sektor sudah dihadirkan untuk meningkatkan minat baca anak. Di sekolah misalnya, kesediaan sudut literasi di ruang kelas dengan tampilan beralaskan karpet, wallpaper dengan gambar lucu, dan susunan botol warna warni pun belum membuat anak berpaling ke buku. Juga adanya taman bacaan anak yang memudahkan akses membaca, masih belum optimal. Kendalanya adalah minimnya ketersedian buku bacaan sesuai minat anak, hingga anak lebih memilih bermain daripada membaca buku.

Tua, muda asyik dengan gadget. Hingga membaca buku fisik terabaikan. Tidak ada yang salah memanfaatkan gadget demi mengikuti perkembangan zaman. Hanya saja penggunaannya kurang di maksimalkan. Waktu terbuang untuk hal-hal yang kurang bermanfaat. Bila terkendala membaca buku fisik, bacaan digital bisa jadi alternatif menambah wawasan melalui situs-situs yang tersedia.

Let's read buku digital
membaca buku digital dan buku fisik punya keseruan tersendiri


Indonesia terpuruk dalam peringkat literasi, hingga menurunnya minat baca anak. Ada beberapa hal menurut saya, mengapa kita kurang dari segi literasi.

1. KURANGNYA MINAT MEMBACA 

Sering kita mendengar, buku adalah jendela dunia, membaca buku adalah kunci membukanya. Dengan membaca, tentunya akan banyak mendapat informasi dan wawasan. Nah, bagaimana akan mendapat informasi dan wawasan, kalau minat membacanya saja kurang? Malas dan sibuk adalah dua alasan rendahnya minat baca, hingga memilih media praktis untuk mendapatkan informasi, seperti televisi dan media sosial.

2. LINGKUNGAN

Lingkungan berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Terutama keluarga. Keluarga yang gemar membaca, secara tak langsung akan menularkan hobi yang sama pada anak. Begitu juga sebaliknya, bila orangtua saja acuh terhadap buku, bagaimana mereka akan menularkan minat baca pada anak?

3. BUKU di PERPUSTAKAAN KURANG MENARIK

Perpustakaan sekolah yang harusnya menjadi sumber bacaan siswa, kadang menjadi satu kendala enggan mengunjunginya. Ini disebabkan, banyaknya buku lama yang telah usang, dengan tampilan tebal dengan narasi berupa huruf yang membuat anak malas membacanya. Siswa lebih tertarik membaca buku dengan tampilan warna warni dan gambar yang memikat. 

4. CARA BACA INSTAN

Munculnya internet, telah merubah cara pandang orang dalam membaca. Generasi serba instan, menyebabkan rendahnya minat baca. Untuk mendapatkan informasi tentu saja dengan membaca keseluruhan buku, hingga di dapati kesimpulan. Sering terjadi, kebiasaan membaca beberapa bab saja, lalu membuat kesimpulan sendiri. Malah, saking kurangnya niat baca, sinopsis menjadi pilihan terakhir untuk menerka isi buku tersebut.


Data Uji Minat Baca Buku Anak di Lingkungan
uji data minat membaca anak


MENUMBUHKAN MINAT BACA ANAK SEJAK DINI

Sejatinya, minat baca anak harus ditumbuhkan sejak kecil. Sejak anak memasuki usia golden age, di mana anak mulai bisa berbicara, mendengar, menulis, dan menyimak banyak hal. Ini tentu sangat baik merangsang perkembangan kognitif, kreativitas dan sosio-emosional anak dalam menyerap informasi.

Menumbuhkan minat baca anak, tidak harus menyediakan perpustakaan lengkap dengan seabrek buku di dalamnya. Hal simpel bisa dilakukan orang tua dengan mencontohkan prilaku suka akan buku. Seperti saat weekend, saat waktunya santai bersama anak. Biasanya saya dan anak menyediakan waktu membaca buku cerita bersama, sambil berinteraksi tentang isi buku tersebut.

Seperti yang kita tahu, keluarga adalah orang pertama sekaligus guru bagi anak. Di mana anak tumbuh kembang dan belajar dari lingkungan. Keluarga mempunyai kewajiban menyediakan sarana dan prasarana yang baik demi kelangsungan hidup anak. Salah satunya menumbuhkan minat baca. Minat baca yang baik, tumbuh dari kebiasaan. Di mulai dari membaca, mengenalkan bacaan, mendiskripsikannya hingga akan termotivasi gemar akan bacaaan, dan menjadi budaya sampai mereka besar.

Cara lain yang bisa mendorong hobi membaca anak saya adalah mengajak anak membeli buku bersama, dan memberi kebebasan anak memilih buku sesuai keinginannya. Kami bisa membaca bersama, mengemukakan pikiran dengan berinteraksi bersama anak. Bonding akan terjalin hingga menghasilkan komunikasi yang baik, yang nantinya menjadikan anak kuat secara intelektual. Dari hal tersebut, anak akan bisa menemukan segudang manfaat dari membaca.

Manfaat Membaca

MEMBACA MELALUI DONGENG

Salah satu hak anak dalam lingkungan keluarga adalah mendapat pendidikan. Baik pendidikan formal maupun non fomal. Pendidikan aspek penting yang dapat mengembangkan kreativitas, sosio emotional, dan komunikasi anak, dalam membentuk watak dan karakter ke depannya.

Salah satunya mendidik anak membaca. Menumbuhkan minat baca pada anak di mulai sejak dini (0-6 tahun). Di mana anak mulai bisa berbicara, mendengar, menulis, dan menyimak banyak hal. Anak akan merekam audio visual melalui indra yang dimilikinya. Di sinilah peran orangtua sebagai role model yang akan dicontoh anak, salah satunya kebiasaan membaca. 

Membaca nyaring bersama, satu alternatif terbaik melatih anak dalam membaca. Anak akan paham bahasa lisan, cara pengucapan huruf dan kosakata baru saat orangtua bercerita. Namun masalahnya, bacaan seperti apa yang bisa diserap anak usia dini? Salah satunya membaca nyaring dengan metode dongeng.

APA ITU DONGENG?

Berbicara tentang dongeng, mungkin tidak asing lagi bagi orangtua. Beberapa anak bahkan tumbuh dengan dongeng yang dilantunkan ibu, nenek atau pengasuh mereka. Berbaring sambil mendengarkan cerita, dan membawa dirinya ke alam fantasi dengan sejuta kesan di dalamnya

Tidak ada yang tahu pasti siapa pencetus dongeng pertama kalinya. Namun ahli sejarah mengatakan, bahwa dongeng sudah ada pada zaman nenek moyang sekitar abad 16 dan 17. Kemudian dongeng diceritakan turun temurun, dari generasi ke generasi secara verbal hingga sekarang.

Dongeng merupakan satu sarana pendidikan karakter yang dampaknya sudah dirasakan sejak zaman dahulu. Bersyukur kita punya nenek moyang yang suka mendongeng, yang secara tak langsung banyak orang mengenal cerita khayalan yang menyisipkan unsur pendidikan, hingga bisa mengasah imajinasi anak, alat pembuka cakrawala dan mencerdaskan anak dari aspek kognitif, afektif dan psikomotoriknya.

"Dongeng adalah cerita khayalan yang mengandung unsur positif dengan tujuan menghibur."

Banyak dongeng yang sering didengar anak, baik dongeng yang diceritakan di rumah, atau di sekolah saat guru menerangkan pelajaran. Di Indonesia sendiri banyak cerita dongeng dari berbagai daerah yang bisa dibaca anak. Karena sejatinya, dongeng banyak membawa pesan moral sebagai media untuk mendidik anak membentuk karakter positif.

Ada beberapa dongeng yang terkenal di Indonesia, seperti Malin Kundang Anak Durhaka, Legenda Sangkuring, dongeng Kancil dan Buaya, Keong Mas, Bawang Merah dan Bawang Putih, Timun Mas dan masih banyak lainnya.

Si kecil paling suka membaca dongeng dengan cerita fabel. Ada juga beberapa cerita legenda yang disukai anak saya. Cara saya menyampaikan cerita pun tidak bertele-tele. Harus disertai ekspresi muka dan suara yang dibuat mengikuti karakter tokoh. Si kecil pun merasa senang dan bisa ikut masuk ke dalam alur cerita sesuai dengan imajinasinya.



MENGENAL JENIS DONGENG

Dongeng tidak hanya ada di Indonesia saja, di negara lain, dongeng hadir dengan cerita yang hampir sama, namun beda versi. Seperti Cinderella dengan sepatu kacanya, Aladdin dengan Lampu Ajaib, Putri Salju, Pinokio yang berhidung panjang dan lain sebagainya.

Beda cerita, beda jenisnya. Di bawah ini ada beberapa jenis dongeng, untuk membuka ingatan kita tentang cerita masa lalu, yang masih diceritakan hingga sekarang.  

1. FABEL,  cerita tentang kehidupan hewan yang berprilaku layaknya manusia, seperti si kancil dan buaya.

2. HIKAYAT,  cerita sejarah yang menceritakan keberanian, kesaktian, kepahlawanan, seperti hikayat Hangtuah dan hikayat Putri Kemuning.

3. LEGENDA,   dongeng yang menceritakan asal mula suatu tempat, seperti Asal Mula Rawa Pening dan Legenda Danau Toba.

4. MITE,  bercerita tentang para dewa dan mitos yang berkembang di masyarakat. Contohnya Dewi Sri dan Nyi Roro Kidul.

5. DONGENG ORANG PANDIR,   dongeng yang bersifat humor yang bercerita tentang pengalaman lucu dan jenaka, seperti cerita Abu Nawas.

Dari sekian banyak jenis dongeng, tentu ada dongeng-dongeng tertentu yang ingin dibaca oleh anak. Untungnya ada Aplikasi Let's Read yang memudahkan anak se Asia, membaca cerita dengan akses mudah.

Membaca Myaring
membaca bersama let's read


MENGENAL APLIKASI LET'S READ

Aplikasi Let's Read adalah sebuah platform Perpustakaan Digital Cerita Anak yang menulis, menerjemahkan, dan mendistribusikan buku bergambar tentang masalah hidup nyata kepada anak-anak untuk dibaca kapan pun, di mana pun, dalam bahasa yang mereka gunakan di rumah dan sekolah.

Let's Read diprakarsai oleh program "Books for Asia", The Asia Foundation, sebagai fasilitator yang bertujuan menumbuhkan kecintaan para pembaca cilik di Asia dan mencapai kesetaraan bagi anak untuk mengakses pendidikan yang berkualitas.

Let's Read menghadirkan buku yang mengeksplorasi topik pelestarian lingkungan, keragaman, toleransi, kesetaraan gender, dan STEM (Science Technology Engineering Math). Beragam tema memikat hadir di dalamnya. Variasi bahasa, pilihan membaca sesuai tingkatan, menjadi ciri khas tampilan Let's Read, hingga bisa menimbulkan imajinasi anak mengelilingi dunia, melalui cerita. 

Penasaran, yuk unduh aplikasinya di sini.

Keistimewaan membaca cerita di aplikasi Let's Read, sebagai berikut :

1. Cerita Bergambar

Biasanya fokus anak melihat sebuah buku, cenderung melihat gambar terlebih dahulu, barulah kemudian tertarik isi cerita. Meski buku fisik juga menampilkan gambar dan warna, pada aplikasi Let's Read, tampilan gambar lebih memikat, hingga anak bisa menafsirkan dan mengingat isi buku cerita tersebut.

2. Multibahasa

Aplikasi Let's Read yang mencangkup Asia, melahirkan buku cerita multibahasa. Bahasa di Asia dan juga bahasa daerah di Indonesia, seperti Sunda, Minang, Jawa, Batak Toba, dan Bali. Keuntungannya, anak bisa menambah pengetahuan cerita lintas negara, negeri sendiri, hingga menambah wawasan dan kosakata anak. 

3. Ada Label 

Asyiknya di App Let's Read, anak bisa memilih cerita yang disukai pada label yang tersedia. Anak bisa membaca cerita dengan label Superhero, Animal, Art and Music, Nature dan lain sebagainya. Pasti seru.

4. Gambar dan Teks Bisa di Perbesar

Kelemahan buku fisik salah satunya anak kesulitan bila membaca tulisan kecil. Di App Let's Read, gambar dan huruf bisa diperbesar sesui ukuran yang tersedia. Selain diperbesar, gambar bisa digeser ke kanan dan ke kiri sesuai yang diinginkan.

5. Buku Bisa Di Unduh, di Baca Offline

Setiap buku bisa diunduh dan dicetak untuk dibaca ulang. Nah, di Let's Read, cerita juga bisa diunduh untuk bisa dibaca offline. Anak bisa membaca ulang, membaca bersama teman dan sahabat, tanpa ribet data paket yang membebani.

6. Nama di "Balik Layar"

Membaca, bukan berarti abai siapa penulisnya. Kita patut bersyukur kepada pengarang cerita, yang menghadirkan karya sastra bagus, hingga menarik minat pembaca. Nah, setiap akhir cerita di Let's Read, selalu menampilkan nama penulis asli cerita dan ilustrasinya. Diingat ya.

Asia Foundation
hak cipta di setiap cerita

Anak dan ponakan saya suka banget membaca di Aplikasi Let' Read, karena tampilan simple dan karakter gambar yang bisa masuk dalam suasana cerita, serta narasi yang tidak membosankan.

Kamu juga bisa kok, unduh aplikasinya di Google Play Store.


CARA MENGGUNAKAN APLIKASI LET'S READ

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

Keistimewaan aplikasi Let's Read

CERITA YANG DISUKAI ANAK & PONAKAN SAYA DI APLIKASI LET'S READ

Banyak cerita yang bisa dipilih pada aplikasi Let's Read. Konsep yang ditawarkan sangat menarik. Tampilan gambar dan isi cerita menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Beberapa judul cerita yang disukai anak dan ponakan saya pada Aplikasi Let's Read,

1. Bukan Begitu Caranya, Mehung

Cerita seekor kucing yang ingin disukai, berniat membantu, eehh..malah dimarahi.  Mereka sangat suka cerita ini, apalagi pada kalimat, "bukan begitu caranya Mehung!".

Dongeng di Let's Read


2. Moah Sahabat Yang Baik

Cerita persahabatan sapi dan burung, yang memberi  arti sahabat sesungguhnya. Rela membantu teman yang dilanda kesusahan. Di sini saya juga menjelaskan kalau nama moah berarti suara sapi saat melenguh, moaaaaahhhh..

Dongeng di Let's Read


3. Duma Juga Bisa

Duma, seekor beruang yang ingin "bisa" dengan mencoba apa yang dilakukan neneknya. Namun, badan kecilnya belum setangguh nenek yang bisa melakukan apa saja. Cerita pantang menyerah yang sangat menginspirasi.

Dongeng di Let's Read


4. Gurita Kecil Yang Rakus

Gurita kecil yang suka makan, namun berlebihan alias rakus. Perutnya selalu lapar, dan ia makan dengan banyak. Hingga akhirnya badan Nina menjadi besar dan ia tidak bisa masuk ke dalam rumah. Anak saya suka banget gambar gurita yang berwarna nyentrik.

Dongeng di Let's Read


4. Perjalanan Kumi

Bunga pada cover depan menjadi daya tarik utama Aeryn menyukainya. Ditambah lagi kehadiran gambar bunga di setiap slide nya.  Cerita ini mengangkat perjalanan Kumi bersama bulan, melihat bunga-bunga indah di belahan dunia.

Dongeng di Let's Read


5. Naik Bendi

Ini cerita yang terinspirasi dari lagu babendi bendi asal Sumatera Barat. Cerita ini, saya bacakan dengan dua versi, pertama berbahasa Indonesa, kedua saya bacakan dengan bahasa Minang. Anak saya senyum-senyum sendiri tatkala saya membacakan cerita dengan bahasa daerah, tentang Rio yang ingin menaiki bendi dan mengajak kakeknya untuk menaiki bendi di Bukittinggi.

Dongeng di Let's Read
Dongeng di Let's Read

Serunya membaca bersama anak, selain bisa mengenalkan bacaan sejak dini, juga sangat membantu menambah kosakata anak, sekaligus menumbuhkan minat bacanya.

Membaca nyaring dengan metode dongeng, banyak membawa dampak positif untuk kebaikan hidup, moral, dan sosial budaya anak. Anak akan lancar berbahasa, melafalkan kata dan huruf dengan jelas.

Mari kita budayakan membaca, khususnya, menumbuhkan daya baca anak, demi menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, agar bisa bersaing dengan bangsa lain. Karena sesungguhnya, majunya suatu bangsa, tergantung pada sumber daya manusianya. SDM yang berwawasan luas, yang bisa mengangkat harkat dan martabat bangsa di mata dunia.

Jika buku adalah gerbang dunia, maka membaca adalah kunci membukanya.

#LetsReadAsia #AyoMembaca #LetsReadxBloggerPerempuan

Info Grafis : Let's Read and Canva

9 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.