Kenangan akan Permainan Masa Kecil

Friday, December 14, 2018 Yulia Marza 0 Comments



Bicara tentang masa kecil setiap orang punya cerita-cerita sendiri. Masa kecil saya dihabiskan di komplek perumahan polisi karena kebetulan papa seorang polisi. Di mana saya bangga berstatus anak kolong, yang berani tanpa takut siapapun.

Bagi saya, masa kecil, masa di mana saya bisa bermain, berlari, menari, kumpul  dengan gelak tawa riang tanpa beban. Masa kecil, di mana saya bisa hujan-hujanan sepuasnya, tanpa takut sakit dan gemetaran. Masa kecil di mana saya menjadi makhluk kecil polos yang bicara apa adanya. Di mana ada saya, kamu, mereka, bercerita tanpa rasa malu. Itulah masa kecil, layaknya anak kecil, yang harinya hanya diisi dengan main, tidur, makan, cerita dan sekolah.

Sugguh saya rindu masa itu. Rindu saat magrib rombongan pergi ngaji, rindu ngejahilin guru ngaji, rindu main mercon dan meriam tomom di malam Ramadhan. Rindu di omelin garin masjid, akibat suara meriam yang mengganggu ketenangan sholat. 

Aih, semua cerita yang menjadikan kenangan masa kecil saya yang berharga. Masa di masa saya merasa tenang tanpa takut penculik anak. Tenang bercerita tanpa gangguan gadget. Tenang berselancar di atas patahan pohon pinus kering tanpa takut luka dan tergores. Masa di mana inisiatif kongkow bareng tanpa undangan via sms. Tak ada gengsi, privasi, dan bunyi suara ponsel.

Sungguh saya rindu masa itu. Rindu di mana saya bermain congklak, boneka bongkar pasang, petak umpet, bermain nyanyian ular naga panjang sekali, dore, genggong, lompat tali yang menghadirkan tawa nikmat tanpa beban. Senikmat saya menikmati potongan es lilin rasa kacang ijo.

Namun masa kecil saya juga penuh kejahilan. Saat saya mengambil jambu tetangga tanpa izin, membuka pentil sepeda teman akibat pelit meminjamkan, dan mengutil mainan teman yang saya suka. Marahan sudah menjadi hal biasa. Tapi kami tak pernah larut dalam kesalahpahaman. Hari ini marahan, besok sudah kembali bermain seperti biasa.

Itulah nikmatnya masa kecil. Polos, lugu tanpa beban yang menggantung di pundak. Semua lepas, bebas bermain apa adanya. Semua sangat sederhana. Sesederhana masa kecil saya yang bermain, tertawa, berbagi tanpa gangguan gadget, tablet dan internet.

Istilah permainan dalam bahasa Minang (Padang)
Meriam tomom = meriam bamboo, mainan dari bamboo yang diisi kain dicampur minyak tanah, lalu di beri api pada lubangnya.

Dore = permainan engklek

Genggong = Permainan dengan menggunakan batu bulat pipih yang diletakan di kaki sebelah kanan atau kiri. Kemudian berjalan membawa batu tersebut samapi ke garis finish 

0 komentar:

Terima kasih telah berkunjung ke blog saya, silahkan berkomentar dengan sopan.